Tangisan bayi merah itu membuat Kiara menyerah dan menerima keinginan kedua orang tuanya. Menikah dengan ayah kandung dari bayi merah yang baru saja di tinggal kan ibu nya. Kiara mengorbankan cinta dan masa depan nya bersama kekasih hati untuk hidup dengan Bryan dan bayi yang baru saja hadir. Bagaimana kah kisah mereka???? Akankah Kiara kembali lagi ke kekasih nya, atau malah menjalankan rumah tangga bersama Bryan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yora Yul Martika, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
24
Tidak mudah bagi Leo berada di tempat ini sekarang, kota metropolitan Jakarta. Beberapa kali Leo di tolak untuk menemui Beni, karena tidak memiliki janji bersama Beni, sekretaris beni selalu menolak namun karena Leo tidak mau menyerah begitu saja dia lebih memilih menunggu di ruangan tunggu dengan mata elang melihat keberadaan Beni.
Sepuluh menit, tiga puluh menit, satu jam hingga dua jam Leo melihat orang yang sama keluar dari ruangan tertutup yang tidak jauh dari tempat sekretaris perempuan tersebut. Sekali lagi Leo melihat ponsel milik nya dan membanding kan nya dengan seseorang yang keluar barusan
" Yah dia orang nya " Leo berdiri dan menghampiri Beni yang di dampingi oleh seorang laki laki yang sebaya dengan nya
" Pak beni Wijaya" panggil Leo
" Anda lagi, sudah saya katakan jika bertemu dengan pak beni harus membuat janji dulu, maaf pak saya akan panggil security " ucap sekretaris tersebut
" Ada yang ingin saya sampaikan kepada bapak, dan saya pastikan ini menguntungkan anda pak " tanpa memperdulikan ucapan sekretaris yang muka nya kesal kepada Leo, Leo malah langsung berbicara dengan beni
Beni mengernyitkan matanya hingga terlihat sipit " apa saya mengenal anda? Kita saja tidak saling kenal bagaimana anda bisa yakin jika apa yang akan anda sampaikan menguntungkan saya " Beni dengan wajah songong nya kepada Leo
" Saya tidak punya waktu" Beni melanjutkan langkahnya
" Anda akan beruntung jika bekerja sama dengan saya untuk menghancurkan Bram dan Bryan Wiyaja " mendengar dua nama tersebut tentu menghentikan langkah nya beni dan berbalik badan ke arah Leo
" Hei jangan pernah kau sebut dua nama tersebut di perusahaan saya " Beni dengan wajah marah dan dendam
" Hmm keliatan nya anda sangat marah hanya mendengar dua nama tersebut, dan saya pasti kan jika anda mendengar kan dan menerima saya , anda akan bahagia mendengar bahkan menyebut nama mereka karena kehancuran mereka " ujar Leo meyakin kan Beni
" CK ikut saya , saya akan memberi satu kali kesempatan untuk kamu " dengan senyum yang mengembang Leo mengikuti beni entah kemana, namun Leo memastikan dia akan memperoleh bantuan dari Beni, dan beni tentu akan mendapatkan keuntungan dari hal tersebut, mutualisme saling menguntungkan.
***
" Sayang kamu ngak antar bekal makan siang keoada Bryan ?" Tanya Ajeng yang masih di jakarta
" Ha' hari ini seperti nya ngak perlu deh ma , Kiara nemenin mama papa aja kan besok papa mama balek lagi ke bandung" ujar Kiara beralasan
" Ki, membuat hati suami senang itu gampang nak, tapi ngelakuin nya yang sudah benar ngak? Ayo sekarang bersiap selagi mama disisi jangan kwatir kan Alana " ucap Ajeng menyuruh Kiara ke kantornya Bryan .
Tidak ada pilihan lain selain mengikuti keinginan sang mama " baiklah mah " ujar Kiara berkemas
***
"Hmmm jadi kamu adalah kekasih yang di tinggal menikah hmmm" Leo menceritakan semua apa yang terjadi pada nya dan Kiara
" Saya ingin merebut Kiara kembali, anda pasti tahu bagaimana rasanya menjadi Bryan jika itu terjadi" ujar Leo tetap membujuk beni untuk bekerja sama dengan nya
" Seperti nya orang ini bisa saya andalkan untuk membalas semua sakit hati saya " ucap beni di dalam hati
" Apa lagi sebentar lagi, Alex akan kembali " sambung nya di dalam hati
" Apa yang anda butuhkan kan " ujar Beni kepada Leo
" Modal " jawab mantap Leo yang ingin memindahkan usaha nya dari bandung ke Jakarta tentu saja supaya rencana nya berjalan lancar apa lagi Kiara juga berada di Jakarta
" Saya akan memberi mu modal , tapi ingat jangan pernah sekali pun kau berkhianat atau mengecewakan saya ' Beni berbicara dengan tajam kepada Leo
" Saya berjanji pak , anda tidak perlu kwatir akan hal itu " ujar Leo
" Tidak segampang itu anak muda " beni beralih ke sekretaris nya " buatkan saya surat perjanjian dan suruh dia tanda tangani Serta diapkan modal yang dia butuhkan " ucapan Beni di sambut senyum renyah Leo
" Sudah saya katakan, saya akan berhasil" ujar Leo di dalam hati nya
***
Krieeett
Bryan dan Andre menoleh ke arah pintu yang tiba tiba terbuka " maaf mas Bryan , aku masuk tiba tiba habisnya sekretaris kamu ngeselin" ujar Tika sinis kepada Tasya
" CK maaf mbak, ini sudah aturan nya di kantor ini lagi pula pak Bryan sudah berpesan jika beliau tidak mau di ganggu" tentu saja Tasya tidak mau kalah apa lagi sang sekretaris juga sedang mengincar sang bos
" Ch kamu ini baru sekretaris udah songong, mas apa ngak ada sekretaris yang lebih ramah dari dia " Tika nyelonong masuk
" Tasya benar dan tidak bersalah Tika, dia hanya menjalankan tugas nya" Tasya melirik sinis Tika " Tasya Kemabli ke meja kamu, biarkan Tika disini " ujar Bryan yang membuat Tika keringan
" Bisa kita bicara berdua saja mas? " Tika kini melirik Andre
" Baiklah pak, saya akan kembali ke ruangan saya, permisi " ujar Andre yang tahu lirikan mata nya Tika
" Ada apa Tika? Apa Ada hal penting yang harus kamu bicarakan?" Tanya Bryan dengan langsung kepada Tika
" Aku kecewa sama kamu mas " ujar Tika tanpa alasan pasti
" Kecamatan atas dasar apa?" Tanya Bryan kepada Tika
" Kamu begitu cepat menikah dan melupakan Kinan " ujar Tika pura pura simpati kepada almarhum Kinan
" Kamu tidak tahu apa apa Tika, jadi jangan ikut campur dengan urusan pribadi saya " ujar Bryan tidak lagi menyukai pembicaraan Tika
" Mas , sekarang aku mau jujur sama kamu , aku ngak mau begini lagi, sudah cukup aku memendam selama ini, sudah cukup dan aku tersiksa " ujar Tika mendekati meja Bryan
" Bicaralah dengan jelas Tika " ujar Bryan melihat Tika
" Kamu pura pura buta dan pura pura tidak tahu bukan? Atas cinta yang aku punya kepada mas. Rasa yang dulu masih sama untuk mu mas, aku mencintai mu " ujar Tika sekarang seperti perempuan yang tidak memiliki harga diri
" Hmmm Tika sudah saya kata kan dari dulu, itu bukan cinta tapi obsesi untuk memiliki saya, kamu merasa bersaing dengan Kinan, kamu ingin memiliki apa yang Kinan punya. Semua orang yang peduli dan sayang kepada Kinan kamu ingin merebut hati mereka semua . Kinan memiliki keluarga yang sayang , peduli kepada nya kamu iri, kamu dengki karena kedua orang tua mu bahkan jauh dari kamu" ujar Bryan yang membuat Tika terkejut
" Apa aku salah mas? Menginginkan semua itu?" Tanya Tika dengan isakan tangis
" Kamu tidak salah menginginkan itu, tapi kamu salah jika memaksa kan keadaan, dan merebut apa yang tidak seharusnya kamu rebut dari seseorang. Jangan pernah mengambil hak orang lain hanya demi memenuhi obsesi mu Tika " ujar Bryan kepada Tika
" Tapi aku sungguh mencintaimu mas Bryan, nikahi aku, aku bahkan rela menjadi yang kedua, aku akan menemui Kiara untuk itu "
Tangggggg
" Kiara "