Kisah sebuah balas dendam dari seorang wanita bernama Kiara yang dikhianati oleh kekasihnya sendiri, membawanya bertemu dengan sosok NYAI RONGGENG yang dapat menjanjikan kecantikan, dan digemari banyak pria.
Kisah mistis ini berasal dari daerah Dusun 16, Desa Kolam, Kecamatan Percut Sei Tuan-Deli Serdang-Sumutera Utara (Sekitaran Medan).
Bagaimana kisah Kiara selanjutnya? ikuti kisahnya dalam novel ini.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Siti H, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Menarik
Tak
Tangan Reva menghantam dada Rama tanpa sengaja, saat ia menggeliatkan tubuhnya ketika baru saja bangun pagi.
Rama tersentak kaget, dan juga ikut terbangun. Tubuhnya masih lelah akibat menggali lubang kubur malam tadi.
"Apaan sih, Dek. Ganggu orang tidur saja," omelnya dengan nada kesal.
Reva mengerutkan keningnya, dan entah mengapa ia merasa jika setelah menikah, Rama justru tidak semanis saat semasih pacaran.
Akan tetapi, ia menginginkan pagi ini mereka melakukan ritual yang tertunda, mengabaikan perasaan kesalnya pada sang suami.
"Bang, aku lagi pengen. Lagi pula kita sudah menikah, bebas melakukannya, tanpa rasa was-was." Reva menghampiri sang suami, dan tanpa persetujuan dari Rama, ia meloloskan celana boxer tersebut.
Terlihat perkutut yang mengerut. Ia memulai dengan aksinya, membangunkan milik suaminya yang terlihat seperti malas bangun tidur.
Ia sudah menyentilnya, tetapi tak ada reaksi, dan anehnya Rama seperti tidak bergairah dan hasratnya seolah jauh terpendam, tidak berminat sedikitpun.
Reva diam termangu. Menatap benda yang masih meringkuk malas. Biasanya rudal milik suaminya akan cepat bangun jika dengan sentuhan sedikit saja.
Tapi pagi ini, semuanya berbeda. Ia mencoba membangunkannya, menyesapnya, tetapi tak berhasil juga.
"Bang, kenapa pula burungmu jadi begini? Perasaan waktu pacaran, disentuh sedikit saja langsung bangun ini sudah ku buat sedaya upaya mungkin, tapi tak mau juga dia bangun. Apa kau tiba-tiba jadi impoten?" tanyanya dengan bingung.
"Entahlah, abang pun tak tau, tak mungkin abang impoten, jangan pula kau tuduh begitu." Rama tersinggung dengan apa yang dikatakan oleh istrinya barusan.
"Tapi kenyataannya seperti ini," Reva merasa kecewa, dan ia memilih turun dari ranjang.
Sedangkan Rama menatap tak senang, sebab ia seolah diremehkan. Apalagi masalah sensitif yang dapat melukai harga dirinya sebagai seorang pria.
Reva tak menggubrisnya, ia sudah terlanjur kecewa, sebab sejak malam tadi tak juga disentuh oleh pria tersebut.
Ketika berpacaran, tersenggol sedikit saja langsung bangun, tetapi mengapa semua berubah setelah mereka menikah?
"Sudahlah, Bang. Aku kecewa sama kamu. Laki-laki kalau perkututnya sudah tidak bangun, itu sangat memalukan, apa yang mau dibanggakan?" Reva mengomel dengan kesal, lalu memilih keluar dari kamarnya.
Pagi ini, mereka mengawali pertengkaran dengan perkara perkutut yang tidak bisa bangun.
Rama merasa harga dirinya sudah direndahkan, ia tidak percaya jika ia me jadi impoten dengan tiba-tiba saja.
"Tidak mungkin, tidak mungkin aku impoten," gumamnya dengan gelisah. Ia menatap perkututnya yang masih saja tertidur pulas.
Saat bersamaan, ia mendengar suara mesin motor berhenti didepan rumah mertuanya. Aroma melati tiba-tiba menguar dengan semerbak, menembus hingga dinding kamarnya.
"Kiara, ini rantang mamakmu, malam tadi lupa dibawanya, isinya sudah Buk Lek panaskan." terdengar suara Juleha, ibu mertua Rama yang berbicara dengan seseorang didepan teras.
Rasa penasaran membuat Rama mengintai dari balik jendela kamar. Ia melihat seorang gadis yang sedang berdiri diteras dengan menggunakan daster diatas lutut.
Deeeeeg
"Kiara?" bisiknya dengan lirih. Ia menatap wajah cantik nan rupawan, yang entah bagaimana caranya bisa berubah dengan begitu cepat.
Degupan dijantungnya memburu. Perasaannya tak tenang, dan entah mengapa ia seolah tak dapat lepas menatap sesuatu yang ada dibalik selangka sang gadis.
Tiba-tiba saja, rudal miliknya bangun dengan cepat, membuat tubuhnya panas dingin, wajahnya memerah menahan hasrat yang menggebu.
"Kenapa dia bangun saat melihat Kiara saja? Apa yang terjadi padaku?" Rama mengusap rudal miliknya yang menegang, dan ia merasa bingung.
"Iya, Bu Lek, makasih, ya. Kiara pulang dulu," ucap gadis tersebut kepada bibinya.
"Kenapa buru-buru, sarapanlah dulu, Bu Lek ada buat nasi goreng dan rendang dagingnya juga masih banyak." Juleha sengaja menahan Kiara, dengan niat membuat panas hati sang ponakan, karena Rama lebih memilih puterinya ketimbang ia yang sudah dipacari sangat lama, tetapi tidak dinikahi.
"Terimakasih, Bu Lek, Kiara ada kerjaan," tolaknya dengan halus.
Juleha menatap ponakannya dengan cara memindai. "Kamu kemana saja menghilang selama hampir sebulan?" tanya wanita itu, sebelum Kiara benar pergi meninggalkan rumahnya.
"Ke kota, Bu Lek. Coba perawatan diri," sahut Kiara dengan senyum yang datar.
"Kiara, Kiara. Kalau udah jelek itu, mau dirawat gimanapun gak bakal buat kamu cantik. Buktinya Rama saja ninggalin kamu dan memilih Reva," sindir Juleha dengan sinis.
Kiara kembali tersenyum datar. "Gak apa, Bu Lek. Lagian Kiara juga gak keberatan kalau Rama diambil Reva. Mudah-mudahan Kiara dapat CEO atau manager perkebunan," jawab Kiara dengan santai.
"Kiara, Kiara. Kalau ngimpi jangan ketinggian, nanti pas bangun rasanya sakit. Siapa juga manager yang mau sama kamu. Sekelas Rama saja gak mau, apalagi manager," cibir Juleha dengan wajah sinis. Sikapnya tak ubah seperti Reva, dan itu sangat diwariskan sekali.
"Nasib gak ada yang tau, Buk Lek," sahutnya, lalu berusaha untuk cepat pergi meninggalkan rumah tersebut.
Sedangkan Rama yang sedari tadi mengintai dibalik jendela sudah panas dingin menahan rasa gejolak hasratnya, ia ingin segera penyaluran, sebab sudah berada diubun-ubunnya.
Saat Kiara berbalik arah dan menuju motornya, ia berjalan dengan lenggokan yang sangat menggoda, bokong semoknya membuat Rama semakin tak dapat mengontrol dirinya.
"Kiara, kenapa aku jadi gila begini. Aku gak nahan setiap liat kamu," pria itu ingin rasanya menerkam sang gadis saat ini juga andaikan tidak ada ibu mertuanya.
Kiara pergi meninggalkan rumah tersebut, membawa dendam dari segala ucapan Bu Lek nya barusan.
"Bang, kamu ngapain?" tiba-tiba saja Reva masuk ke dalam kamar, dan melihat Rama mengintai dari balik jendela.
"Hah!" Rama tersentak kaget, lalu menoleh ke arah sang istri yang baru saja selesai mandi dengan handuk yang masih terlilit didadanya.
Melihat kehadiran Reva yang tidak terduga, membuat perkutut Rama yang tadinya menegang dengan sempurna, mendadak kembali melemah, lalu mengkerut tanpa sebab.
"Hah! Kenapa bisa begini?" gumam Rama dengan bingung.
Semua hasratnya yang tadi menggebu, mendadak sirna dalam sekejap saja saat melihat Reva memasuki kamar.
"Kau mengintip siapa, Bang?" tanya Reva sekali lagi. Ia merasa penasaran, dan membuatnya menghampiri jendela.
"Gak ada siapa-siapa, abang cuma mau buka jendela kamar." kilahnya dengan cepat.
Reva tak percaya begitu saja dengan jawaban suaminya. Ia mendekati jendela, dan menepis tubuh suaminya.
Ia membuka jendela, lalu terlihat seseorang mengendarai motor yang sudah berada diujung jalan.
Deeeg
Jantungnya seolah berhenti berdetak. "Kau mengintip Kiara, ya--Bang?" tanya Reva dengan penuh selidik.
Rama terlihat tergagap saat aksinya dipergoki.
"Tidak, tidak mungkin aku mengintipnya. Kan kau tau sendiri, kalau aku tidak pernah mencintainya." Rama terus mengelak dengan semua tuduhannya.
Rama butuh gol. darah O+ ,, aku nti ikutan nyumbang darah yaa Krn aku jg gol. darah nya O+ 🤣
tp spt nya Rama nti koit deh Krn sdh mau ikut sama iblis Nyai Ronggeng 🤣
apakah iblis Nyai Ronggeng mnta Tumbal yaaa ❓❓
maaf yaa kak ,, mmg TDK ada warga yg ngomong / ngadu ke orang tua nya Kiara yaa kalau anak nya JD Jalang Sampah Masyarakat 😤😤
Mungkin di mata Rama, Nyai Punden Ronggeng seperti Kiara kali yah.. 😁😁🤏
apakah kata-kata Kiara itu akan mjd kutukan untuk Beidah ❓❓
Bagus Rama gak mati di dalam galian kuburan yg di buat nya sndri 🤣🤣
Uang Gajian sebulan malah di berikan PD Kiara ,,, mmg nya nti mo d kasih makan apa tuh keluarga di rumah ,,, tp Alhamdulillah untung nya dh ketahuan duluan 💃
si Kiara di suruh nyari 100 orang laki-laki ,, sdgkan Kiara baru dpt 2 orang ( Tarman dan Rama ) ,,, tinggal 98 laki-laki lagi ,,, mmg kudu ke kota kau Kiara ,,,,,,, gaskeun 🤣🤣
Kiara untung bgt tuh , gak di garap tp ttp dapat uang 5jt dr Rama 💃💃