Kisah dua insan yang saling mencintai, namun terhalang oleh restu orang tua. Seorang pemuda nan soleh jatuh cinta kepada seorang gadis yang biasa saja.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ria Diana Santi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ryu Merintis Bisnis Sendiri
Segala usaha itu tak akan pernah mengkhianati hasil
Keringat dan kerja keras itu akan selalu membuahkan hasil
...*****...
Hari-hari yang sulit telah berlalu, tibalah bagi Ryu untuk memulai bisnisnya sendiri. Atas izin yang telah di berikan oleh Daisuke padanya. Ia telah membuka cabangnya sendiri.
Dengan uang yang ia hasilkan dari jerih payahnya, selama bekerja di pabrik dan juga merangkap jadi supir. Dia membuka cabang baru miliknya itu.
Bahkan, ia telah mengirimkan uang itu untuk ibunya. Banyak hal yang harus di lakukan oleh Ryu. Dia bahkan, tidak sempat lagi untuk menelpon ibunya.
Ya, jalan hidup seseorang tak pernah bisa kita tebak dan ramalkan dengan sempurna. Kesempurnaan hanyalah milik Sang Maha Sempurna.
Kita hanyalah seorang hamba yang akan selalu berupaya untuk sempurna di hadapannya, walau itu takkan mungkin.
***
Daisuke datang mengunjungi pabrik baru milik Ryu. Memang benar, Daisuke lah yang meminjamkan uang pada Ryu untuk membangun pabrik itu. Karena Ryu memang masih kekurangan sedikit untuk membuka pabrik baru itu.
Tetapi, Daisuke tak keberatan untuk meminjamkannya uang. Makanya, pabrik milik Ryu bisa berdiri saat ini. Itu semua juga berkat kemurahan hati Daisuke.
Bagi Daisuke, Ryu adalah satu-satunya orang yang dia miliki saat ini dalam hidupnya. Keputusannya untuk hidup melajang adalah karena dia pernah di khianati oleh seorang wanita.
Wanita yang dia cintai dengan teganya berpaling hati meninggalkannya sendiri. Di saat dia amat sangat membutuhkan dukungan. Dukungan dari seseorang yang amat sangat dia cintai.
Keterpurukannya yang membuat si wanita tega berpaling hati. Semenjak saat itulah, ia tak pernah lagi membuka hatinya untuk wanita manapun di dunia ini.
Sekarang, dia telah sukses dan Tuhan mempertemukannya dengan Ryu. Pemuda tampan nan baik hati. Tak hanya itu, dia juga seorang yang rajin, ulet, dan multi talenta.
Masih ada lagi yang dia kagumi dari Ryu. Yaitu, Ryu adalah pemuda soleh yang taat pada agama yang di anut nya.
Saat Ryu tengah melaksanakan shalat. Daisuke terbayang akan pesan Ryu pada dirinya.
Ryu pernah bilang,
"Sā, mōichido josei ni kokorowohiraite mimasen ka? Shikashi, anata wa tomi o minai josei o erabanakereba narimasen. Kawari ni, jibun o sonomama mite kudasai."
(Pak, tidakkah Bapak ingin membuka hati untuk seorang wanita? Tapi, Bapak harus memilih wanita yang tidak memandang harta. Melainkan, apa adanya diri Bapak.)
Mendengar kata-kata Ryu, dia tersenyum dan kaku membisu. Hatinya, mulai meresapi setiap kata yang di ucapkan oleh Ryu padanya.
***
Setelah selesai shalat Zhuhur, Ryu menghampiri bosnya yang tengah melamun itu. Dia duduk tepat di samping Daisuke.
Kehadiran Ryu membuat Daisuke terkejut. Sambil menepuk pundak Daisuke, Ryu berkata.
"Jōshi, watashi wa inoru junbi ga dekite imasu. Ie ni kaerimashou!"
(Bos, saya sudah siap melaksanakan shalat. Ayo kita pulang) ajak Ryu.
"Hai,-ka ni kaerimashou!"
(Ya, ayo pulang!)
***
Di dalam mobil ...
Saat di dalam mobil, Daisuke spontan bertanya pada Ryu.
"Ryū, inori no onkei wa nanida to omoimasu ka?"
(Ryu, menurut kamu apa manfaat shalat?)
Ryu tak langsung menjawabnya, melainkan bertanya balik pada Daisuke.
"Hito ga hōkō-sei o ushinatta baai, kare wa gen no mokuhyō yori mo yoi hōkō ni kare o michibiku michi o mitsukemasu. Ni yoru to,-shi. Karera wa dono yō ni kanjimasu ka?"
(Jika seseorang kehilangan arah, lalu dia menemukan jalan yang membawanya pada arah yang lebih baik dari tujuannya. Menurut, Bapak. Apa yang mereka rasakan?)
Daisuke tersenyum, dia tak habis pikir dengan Ryu yang menanggapi pertanyaannya dengan pertanyaan balik.
"Anata wa hitobito ni sorezore no shitsumon ni jibun de kotaete morau no ga hontōni tokuidesu."
(Kamu memang pandai membuat orang menjawab lagi setiap pertanyaan sendiri.)
"Dōiu imidesu ka?"
(Maksud Bapak apa?)
"Tsumari, watashi wa jibun no shitsumon ni kotaenakereba narimasen yo ne?"
(Itu artinya saya harus menjawab pertanyaan saya sendiri, benar, 'kan?)
Ryu akhirnya menjelaskan pada Daisuke.
"Rirakkusu shite, sore ga watashi ga bosu o kanjiru hōhōdesu."
(Tenang, itulah yang saya rasakan Bos.) jawab Ryu.
"Jōshi, ningen no kokoro wa kesshite antei shite imasen. Tekisetsu ni seigyo dekinai baai. Tashika ni, watashitachi wa sore o machigatte kanjirudeshou. Dakara, watashi wa Isuramu kyōtodakaradesu. Desukara, shinzō o kontorōru suru mottomo tekisetsuna hōhō wa inoru kotodesu."
(Bos, hati manusia tidak pernah stabil. Jika kita tidak bisa mengendalikannya dengan baik. Pastilah, kita akan salah dalam merasakannya. Jadi, karena saya seorang muslim. Maka, cara yang paling tepat untuk mengendalikannya adalah dengan shalat.) lanjut Ryu panjang lebar.
Setelah mendengar penjelasan Ryu padanya. Daisuke mulai merenungkan dengan hatinya.
***
Ryu memiliki rencana untuk membangun pabrik berikutnya di Indonesia. Biar bagaimana pun, dia amat sangat merindukan Indonesia.
Indonesia adalah tempatnya menimba ilmu dan juga merupakan tanah kelahiran ibunya. Dia memang belum mengatakan apa-apa pada Daisuke mengenai hal ini.
Tetapi, cepat atau lambat dia akan segera memberitahukan hal itu padanya.
Dia ingin Daisuke selalu mendukungnya.
Sama seperti sekarang ini, Daisuke tak pernah mematahkan semangatnya dalam segala hal.
Daisuke selalu menjadi orang yang selalu membangkitkan semangat hidupnya. Apa lagi di saat dia terpuruk saat itu.
Daisuke, selalu berada di sampingnya. Daisuke sudah seperti ayah bagi dirinya. Untuk itulah, dia tidak akan pernah melupakan laki-laki itu sampai kapan pun itu.
***
Mungkin Ryu lebih condong ke sifat ibunya
Sosoknya masih misterius, semoga dia juga orang baik
Hey kaum adam! Awas aja ya kalau kalian berani bikin Puri patah hati maka kalian akan dihajar olehnya
Gibran kamu mau tahu siapa yang ada dihati Riri? Sini aku bisikin namanya itu Ryu
Riko,Riri takut teman-teman sekolahnya digondol maling jadi dia agak ragu untuk ikut pergi sama kamu😂
Meski begitu tetap aja hati Rico hancur berkeping-keping
Tapi syukurlah, Riri ada tempat tinggal.
Daesuke kamu harus move on dan cobalah membuka hatimu kembali untuk wanita lain
Itu benar banget Gibran, kamu itu membuat Riri jadi gak fokus belajar tahu tapi Riri tak mau mengakuinya
Terus nanti Ryu gimana? Apa dia bukan jodohnya Riri?
Gibran sama Roni lucu banget sih kalian😂
Cowok kayak kamu termasuk langkah Ryu
Riri ibumu nyembunyiin kunci dipot kalau aku sih nyembunyiin kunci rumah dibawah keset yang ada didepan pintu
Jadi Riri menolak tawaran orang itu dong kalau dia mau pulang keIndonesia? Kalau Karina gimana?
Puri aku yakin Riri juga merasakan hal yang sama kaya kamu. jadi bersabarlah kalian pasti dipertemukan lagi sama Authornya ya😁
Ya ampun itu namanya ikatan batin ya Ryu, gak lihat orangnya tapi kamu bisa merasakan kehadirannya
The best deh Ryu, suka sama karakternya