NovelToon NovelToon
Pengasuh Tiga Kembar Mesum

Pengasuh Tiga Kembar Mesum

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Karena Taruhan / Bad Boy / Cinta pada Pandangan Pertama / Harem / Enemy to Lovers / Nikah Kontrak
Popularitas:1.5k
Nilai: 5
Nama Author: Fitria callista

Qiara adalah anak yatim piatu yang selalu dimanfaatkan oleh pamannya. Hidupnya begitu menderita. Bahkan dirinya juga disuruh bekerja menjadi pelayan tiga badboy kembar yang akhirnya menjamah dirinya. Hidupnya penuh penderitaan, sejak ke dua orang tuanya meninggal. Dia harus bekerja mencukupi kebutuhannya. Namun akhirnya, ketiga kembar kaya raya itu jatuh cinta pada Qiara. Bahkan saling berebut untuk mendapatkan cintanya? Siapakah dari pada kembar yang bisa bersama dengan Qiara? Apakah Nolan? Apakah Natan? Apakah Noah?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fitria callista, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 1.

Teriakan panik bergema di kamar mandi ketika seorang gadis yang tengah mandi tiba-tiba menyadari keberadaan seorang pemuda yang membuka pintu kamar mandi tanpa izin.

"Aaaaaaaa!" gadis itu berteriak dengan suara melengking, diikuti oleh pemuda itu yang juga berteriak kaget.

"Aaaaaaaa." Reflek pemuda itu menirukan teriakan gadis yang ada di depannya.

Mereka berdua tiba tiba terdiam dalam situasi yang memalukan ini, saling menatap dengan tubuh membeku.

Seolah tanpa sadar, mata pemuda itu berkeliaran pada tubuh gadis yang tanpa sehelai benang. Ia nampak melihat dari atas hingga bawah.

Tak sanggup menahan emosi, gadis itu berkata dengan penuh amarah, "Apa yang lo lihat? Pergi...!!"

"Gu-gue... Gak bisa," balas pemuda itu, terdiam seperti patung di tempatnya, seakan terjebak dalam situasi yang penuh dilema dan kebingungan.

"Dasar mesum!" caci gadis itu sambil mencari-cari handuk untuk menutupi tubuhnya yang terbuka. Sementara itu, dalam benaknya dia merasa sangat terhina dan marah.

Bagaimana bisa seorang laki-laki begitu tidak tahu diri dan menghancurkan privasi seorang wanita yang sedang menikmati waktu mandinya? Rasa malu, marah, dan ketidakpercayaan bercampur menjadi satu dalam pikirannya. Tak sengaja, ia menatap tiga mahkota miliknya yang kini terlihat jelas, membuatnya makin merasa terpukul dan ingin segera mengakhiri situasi ini.

Tiga buah mahkota yang seharusnya di jaga dan tidak di perlihatkan kepada orang lain.

"Sialan, mahkota kebanggan gue kelihatan lagi!" gerutu gadis itu, tangannya dengan reflek menutup bagian tiga mahkota itu. Namun, sayang sekali, usahanya hanya cukup untuk menutup dua mahkota saja. Satu mahkota lagi tetap terlihat, membuatnya semakin frustasi.

"Kenapa harus begini? Apa yang sudah ku lakukan? Sehingga aku itu pantas mengalami ini?" batin gadis itu, sambil terus berusaha menutup mahkota ketiganya.

Laki-laki yang baru bangun itu menjadi gemas dengan tingkah laku gadis asing yang ada di rumahnya.

"Astaga, dia kenapa?" gumam laki-laki itu dalam hatinya, bahkan salah satu sudut bibirnya nampak terangkat. Melihat gadis yang ada di hadapannya yang berusaha keras untuk menutup tiga tempat di tubuhnya, namun jelas kesusahan karena hanya memiliki dua tangan.

"Kenapa tertawa? Gak lucu tau, bantu ambilkan gue handuk. Karena gue itu tidak tahu letak handuk di rumah mewah ini," pinta gadis itu dengan nada ketus.

Di balik permintaannya yang tegas, sebenarnya ada rasa malu dan ketidaknyamanan yang mendalam.

"Apa yang harus kulakukan sekarang? Kenapa harus aku yang mengalami semua ini?" keluh gadis itu dalam hatinya, menanti bantuan dari laki-laki itu agar ia bisa menutupi mahkota kebanggaannya.

"Apakah ke dua orang tua mu lo tidak mengajari lo sopan santun dan juga tata Krama? Apakah meminta tolong itu pantas dengan nada suara seperti itu?" tanya laki laki itu dengan wajah kesal.

"Tapi sayangnya, orang tua gue itu sudah meninggal. Sejak gue masih kecil," sahut gadis itu berusaha tegar.

Laki laki itu nampak berpikir, seraya memasang ekspresi wajah sedikit bersalah.

Tok.

Tok.

Pintu kamar itu pun di ketuk dari arah luar, bahkan terdengar juga suara yang terdengar begitu bising dari balik pintu itu.

"Nolan, bolehkah Ayah masuk sebentar? Sepertinya gadis baru yang bekerja di rumah ini malah masuk ke kamarmu," kata ayah dari laki-laki tersebut dari balik pintu.

Nolan merasa jantungnya berdegup kencang seketika, ia mencoba menenangkan diri dengan memegang dada sendiri. Setelah mengambil napas dalam-dalam, ia berjalan dengan santai menuju pintu kamar. Kemudian ia mengunci pintu itu.

"Kenapa pintu kamar nya malah dikunci sih! Mending dibuka!" ujar gadis itu kesal, sepertinya ia tidak menyadari bahwa Ayah Nolan masih berada di sana.

"Apakah lo ingin orang-orang di rumah ini melihat tubuh lo itu tanpa sehelai benang pun?" balas Nolan dengan tanya retoris.

Nolan ingin menggertak gadis itu agar lebih tenang dan tidak menarik perhatian lebih banyak orang.

Mendengar jawaban Nolan, gadis itu masih berdiri diam di dalam kamar mandi, tampak bingung dan tidak tahu harus berbuat apa.

Nolan mulai berjalan mendekat ke kamar mandi, membuat gadis itu panik dan berteriak.

"Jangan lakukan apapun sama gue ... Aaa..." Dengan cepat, Nolan segera menutup mulut gadis itu agar tidak memancing perhatian orang lain.

"Diamlah, gue tidak akan melakukan apapun sama lo! Karena gue tidak menyukai gadis seperti lo," ucap Nolan, berusaha menenangkan gadis tersebut sekaligus menjaga situasi tetap terkendali.

"Tidak menyukai gadis, jangan jangan dia hanya menyukai laki laki." gumam gadis itu dalam hatinya. Ekspresi wajahnya nampak berubah syok. Pendengarannya mungkin terganggu. Karena semua ucapan Nolan tidak semua masuk ke telinga nya. Sehingga membuat dirinya itu menjadi salah paham.

"Diamlah, gue akan mengambilkan handuk buat lo!" Ekspresi wajah Nolan sekarang berubah seperti orang kesal.

Gadis yang mulutnya di bekap itu hanya bisa menjawab ucapan Nolan dengan anggukan patuh.

Setelah memastikan gadis itu tenang, Nolan pun berjalan ke arah lemari yang ada di dalam kamar mandinya. Lalu menyerahkan handuk itu pada gadis itu. Setelah itu ia nampak membalikkan badannya.

"Ingat ya, di sini itu yang salah elo! Masuk ke dalam kamar gue tanpa ijin dan juga permisi. Terus mandi di kamar mandi yang ada di dalam kamar gue lagi," kata Nolan dengan nada dingin.

Mendengar perkataan yang barusan keluar dari bibir laki-laki yang dipanggil Nolan, akhirnya gadis itu pun tersadar.

"Astaga, aku bener-bener salah kamar! Oh, Tuhan, kenapa bisa bodoh seperti ini?" geram gadis itu dalam hati sambil menepuk dahinya, sungguh ia begitu merasa begitu malu setelah menyadari kebodohannya sendiri.

"Apa yang harus kulakukan sekarang? Apakah Nolan akan marah padaku?" Lantas gadis itu segera melilitkan handuk itu di tubuhnya, dan keluar dari dalam kamar mandi sembari mengekor di belakang Nolan. Di benaknya, ia mencoba mencari-cari alasan yang masuk akal mengapa ia bisa masuk ke kamar yang salah.

"Ini gara-gara paman yang pelit, harus jalan kaki ke rumah ini selama 2 jam. Padahal dari tadi banyak sekali angkutan umum yang lalu lalang. Kenapa harus jalan kaki?" batin gadis itu sambil menahan rasa jengkel yang meluap.

"Sehingga membuat aku kegerahan, jadi salah kamar mandi deh," tambahnya dalam hati, merasa bersalah namun masih berusaha untuk menemukan pembenaran.

"Mungkin kalau aku menjelaskan pada Nolan, dia akan mengerti. Tapi, apakah dia mau mendengar ku? Atau malah akan tambah marah?" pikir gadis itu, merasa cemas dan bingung dengan situasi yang terjadi. Keputusan yang diambilnya untuk mengikuti Nolan keluar, diharapkan bisa membawa penyelesaian masalah ini. Meski dalam hati kecilnya, ia masih khawatir dengan kemarahan Nolan yang belum reda.

Nolan tiba-tiba menghentikan langkahnya, sehingga gadis yang sedang melamun itu tak sengaja menabrak punggung Nolan.

Dua mahkota yang kenyal itu langsung menghantam ke punggung Nolan bagian bawah.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!