NovelToon NovelToon
Gus, I'Am In Love

Gus, I'Am In Love

Status: tamat
Genre:Obsesi / Beda Usia / Keluarga / Diam-Diam Cinta / Cinta pada Pandangan Pertama / Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:379
Nilai: 5
Nama Author: Daena

Cerita ini adalah tentang Regenerasi Hidayah. Dari Zain yang Bertaubat Karna pergaulan yang Salah saat masa remaja, Dan dikaruniai Anak yang bernama Zavier yang Pintar dan Tegas, Hingga Putri Kemnarnya Zavier Bernama Ziana dan Ayana yang menyempurnakan warisan tersebut. Dan Ditutup Dengan Kisah Anak Ayana, Gus Abidzar.
Ini adalah bukti bahwa meski darah berandalan mengalir dalam tubuh, cahaya agama mampu mengubahnya menjadi kekuatan untuk melindungi dan mengayomi sesama.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Debar di Balik Kitab Kuning

Satu minggu berlalu sejak Abigail mengetahui rahasia itu. Kini, setiap kali Gus Zayn berjalan melewati koridor asrama, mata Abigail tidak bisa lepas darinya. Ada semacam rasa kagum yang tumbuh, jenis rasa yang membuat perutnya terasa mulas setiap kali mereka berpapasan.

Pagi itu, di bawah pohon kamboja depan perpustakaan, Abigail sedang berjuang menghafal surat-surat pendek. Namun, fokusnya buyar saat melihat Gus Zayn sedang membantu seorang santri kecil yang terjatuh. Zayn berjongkok, membersihkan luka di lutut anak itu dengan sapu tangan putihnya, sambil membisikkan kata-kata penenang yang sangat lembut.

“He looks so… different,” batin Abigail.

Dulu, ia hanya melihat ketegasan Zayn. Sekarang, ia melihat kelembutan yang lahir dari penderitaan.

“Abby, kerudungmu miring lagi,” celetuk Sarah yang duduk di sampingnya, membuyarkan lamunan Abigail.

“Eh? Oh, biarin aja,” jawab Abigail asal. Ia kemudian berdiri dan berjalan menghampiri Zayn. Entah keberanian dari mana, ia ingin bicara pada pria itu.

Zayn yang menyadari kehadiran Abigail langsung berdiri tegak. Ia merapikan jam tangannya, kembali ke mode formal. “Ada apa, Abigail? Hafalanmu sudah siap?”

“Belum, Gus. Tapi aku mau tanya sesuatu yang… di luar pelajaran,” ujar Abigail sambil memainkan ujung jilbabnya, kebiasaan barunya saat sedang gugup.

Zayn menaikkan sebelah alisnya. “Tentang apa?”

“Apa alasan kamu tetap tinggal di sini? Maksudku, dengan otak secerdas kamu dan lulusan Kairo, kamu bisa kerja di perusahaan besar di Jakarta atau New York, hidup bebas lagi. Kenapa malah memilih mengurus santri-santri yang susah diatur kayak aku?”

Zayn terdiam sejenak. Ia menatap hamparan sawah di balik pagar pesantren. “Karena kebebasan yang dulu saya punya tidak memberi saya kedamaian. Di sini, setiap kali saya melihat santri mulai bisa mengaji, atau melihat seseorang yang tadinya gelap mulai menemukan setitik cahaya… itu lebih berharga dari gaji manajer di New York.”

Zayn lalu menatap mata Abigail dengan intensitas yang membuat gadis itu lupa cara bernapas. “Termasuk melihatmu mulai betah di sini, Abigail. Itu pencapaian besar bagi saya.”

Pipinya panas. Abigail segera memalingkan wajah, pura-pura melihat ke arah lain. “Jangan kepedean ya, Gus! Aku di sini cuma karena rekeningku diblokir Papah.”

Zayn terkekeh kecil suara tawa yang sangat langka, namun terdengar seperti melodi indah di telinga Abigail. “Terserah apa katamu. Sekarang kembali ke kelas, sebelum saya tambah tugas hafalanmu.”

Abigail berbalik pergi dengan langkah cepat, tapi senyumnya tidak bisa disembunyikan. Saat melewati cermin di lorong, ia baru sadar, dia tidak lagi membenci tempat ini. Dan yang lebih menakutkan, dia mulai menyukai cara Zayn menyebut namanya.

Saat Abigail kembali ke asrama, ia melihat seorang wanita paruh baya dengan wajah yang sangat teduh sedang menunggu di depan kamarnya. Wanita itu adalah Umi Khadizah.

“Abigail, sayang? Umi bawakan kamu sambal goreng ati buatan rumah. Papahmu bilang kamu suka makanan pedas,” sapa Umi Khadizah dengan senyum yang sangat tulus.

Melihat kebaikan Umi Khadizah, Abigail teringat cerita Sarah tentang bagaimana wanita inilah yang menyelamatkan Zayn. Tanpa sadar, Abigail memeluk Umi Khadizah, merasakan kehangatan seorang ibu yang sudah lama hilang dari hidupnya.

Di Pondok Al-Azhar, Gus Zayn dikenal sebagai "Pangeran Es". Ia jarang bicara jika tidak perlu, tatapannya selalu lurus ke depan, dan aura wibawanya membuat santriwati lain menunduk ketakutan sebelum berjarak lima meter darinya. Ia seolah memiliki dinding tak terlihat yang bertuliskan: Jangan Diganggu.

Namun, aturan itu tampaknya tidak berlaku bagi Charlotte Abigail Hernandez.

Sore itu, Zayn sedang membaca kitab di bangku kayu pojok taman. Semua orang menjauh, tak berani mengusik ketenangannya. Tapi Abigail dengan santai berjalan mendekat, membawa segelas es sirup yang ia beli dari kantin.

"Gus, serius amat. Nggak pusing baca tulisan ceker ayam tanpa harakat gitu terus?" tanya Abigail sambil duduk di ujung bangku yang sama, melanggar protokol jarak aman santriwati.

Zayn tidak menoleh, tapi bibirnya bergerak. "Ini namanya Kitab Kuning, Abigail. Dan ini bukan ceker ayam, ini ilmu."

Para santri yang melihat dari kejauhan berbisik kaget. Biasanya, kalau ada yang berani sedekat itu, Zayn akan langsung berdiri dan pergi tanpa kata. Tapi dengan Abigail, Zayn tetap di sana. Meski dingin, dia selalu menyahut.

"Iya deh, Pak Teacher. Nih, mau nggak? Seger lho, panas-panas begini," Abigail menyodorkan es sirupnya.

Zayn menutup kitabnya dengan bunyi plak yang pelan. Ia menoleh, menatap Abigail datar. "Di sini tidak ada Pak Guru, Dan simpan es itu untuk dirimu sendiri, kamu baru saja sembuh dari flu kemarin, kan?"

Abigail tertegun. "Lho, kok kamu tahu aku kemarin flu?"

Zayn langsung membuang muka, berdeham canggung. "Sarah yang lapor ke Umi Khadizah."

Belum sempat Abigail menggoda Zayn lebih jauh, sebuah suara lembut namun tajam menginterupsi mereka.

"Assalamu’alaikum, Gus Zayn."

Seorang wanita dengan gamis syar'i berwarna dusty pink dan cadar yang senada berdiri di sana. Matanya yang indah menatap Abigail dengan sorot yang tidak bisa dibilang ramah. Dia adalah Ustadzah Najwa, putri dari salah satu kyai besar mitra pondok tersebut. Najwa sudah mengabdi di sana selama lima tahun dan semua orang tahu dialah kandidat terkuat menantu idaman Abi Zayn.

"Wa’alaikumussalam, Ustadzah Najwa," jawab Zayn, suaranya tetap datar, namun lebih formal.

Najwa melangkah mendekat, seolah sengaja memposisikan dirinya di antara Zayn dan Abigail. "Gus, Abi saya sudah menunggu di ndalem. Katanya ada urusan penting mengenai... masa depan pondok kita. Dan mungkin, masa depan kita juga."

Najwa menekankan kata kita sambil melirik Abigail. Kemudian, ia menoleh pada Abigail dengan senyum yang dipaksakan. "Dek Abigail, sebaiknya kembali ke asrama. Tidak baik seorang santriwati berduaan dengan Gus, apalagi yang bukan mahramnya. Kamu harus tahu batasan, apalagi kamu orang baru di sini."

Abigail mengangkat alis, jiwa rebel-nya terpancing. "Oh, halo Ustadzah. Aku cuma lagi nawarin es kok. Dan tenang aja, Gus Zayn nggak bakal meleleh cuma karena aku ajak ngobrol sebentar."

Najwa menipiskan matanya. "Saya sudah bertahun-tahun di sini mendampingi perjuangan Gus Zayn. Saya lebih tahu apa yang dia butuhkan daripada orang yang bahkan belum hafal surat Al-Fatihah."

Suasana mendadak tegang. Abigail merasa ada hawa persaingan yang panas.

Zayn berdiri, membersihkan debu di sarungnya. "Sudah. Najwa, silakan duluan, saya akan menyusul ke ndalem. Dan Abigail..." Zayn menatap Abigail sejenak, "habiskan es-nya, lalu masuk kelas. Jangan keluyuran."

Zayn pergi begitu saja, meninggalkan kedua wanita itu dalam keheningan yang canggung. Najwa mendekat ke telinga Abigail, berbisik pelan namun telak.

"Jangan bermimpi terlalu tinggi, Abigail. Gus Zayn itu langit, dan kamu... hanyalah debu yang kebetulan mampir. Di dunia ini, yang pantas mendampingi Gus hanyalah seseorang yang punya ilmu, bukan sekadar modal wajah Amerika."

Setelah Najwa pergi, Abigail meremas gelas plastiknya. "Debu ya? Oke, kita lihat siapa yang bakal bikin langit itu turun ke bumi."

🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷

Happy Reading 😍

1
ros 🍂
😍😍
kalea rizuky
suka deh endingnya
kalea rizuky
hot ya gus/Curse/
kalea rizuky
bagus deh q baru baca novel mu yg andrian ke anak cucunya skg nemu ini
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!