NovelToon NovelToon
Gadis Galak Milik Tuan Muda

Gadis Galak Milik Tuan Muda

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / CEO / Transmigrasi
Popularitas:6.6k
Nilai: 5
Nama Author: Yusriani Yusuf

Dikhianati dan dibunuh oleh rekan seperjuangannya sendiri, Dinda, Komandan Pertama Barat yang legendaris, justru mendapat kesempatan kedua setelah jiwanya berpindah ke tubuh Ana Pramudia, gadis lemah yang dibunuh oleh saudara tirinya sendiri.

Kini, dengan jiwa seorang jenderal tangguh dan kekuatan mistis yang masih tersisa, Ana siap membalas dendam, merebut kembali harga dirinya, dan mengguncang Kekaisaran. Namun, di tengah intrik dan musuh yang mengincarnya, kemunculan Tuan Muda Adrian yang terus mengikutinya justru menambah misteri.

Akankah Ana berhasil menaklukkan dunia barunya, dan apa sebenarnya tujuan Adrian mendekatinya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yusriani Yusuf, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Badai di karidor

Malam perjamuan yang mengguncang Kekaisaran telah berlalu, namun riaknya baru saja dimulai. Berita tentang pembatalan sepihak pertunangan keluarga Aditama, jatuhnya hukuman pembekuan aset oleh Nyonya Lin, serta deklarasi mengejutkan dari Tuan Muda Adrian Sanjaya menyebar bagai api di atas jerami kering. Hanya dalam waktu semalam, peta kekuatan elite di ibu kota telah bergeser.

Pagi ini, atmosfer di Akademi Bintang Terang terasa jauh lebih menekan daripada biasanya.

Saat gerbang otomatis sekolah terbuka, tidak ada lagi mobil mewah berlambang keluarga Aditama yang terparkir di area VIP. Kabar bahwa Aksa Aditama dan ibunya mengemis di lantai marmer gedung perjamuan telah menjadi konsumsi publik. Aksa bahkan dilaporkan mengajukan surat izin sakit tanpa batas waktu karena terlalu malu untuk menunjukkan wajahnya.

Brummm!

Raungan halus mesin Mazda merah menyala memecah keheningan lapangan parkir khusus Kelas S. Adrian turun dari mobil dengan gaya santai seperti biasa, mengenakan seragam akademi yang sengaja dibiarkan terbuka pada kancing teratasnya. Di belakangnya, Alex melangkah dengan tangan bersedekap, sementara murid-murid lain langsung menepi, memberikan jalur kosong dengan kepala tertunduk penuh segan.

"Adrian, kamu benar-benar tidak berniat menyembunyikan permainanmu, ya?" cetus Alex sambil melirik ke arah gedung barat tempat Kelas F berada. "Semua anak Kelas S dan Kelas A sekarang sedang panik. Mereka bingung bagaimana harus bersikap di depan Ana."

Adrian hanya menyunggingkan senyum miring yang dingin. "Baguslah kalau mereka bingung. Itu berarti mereka punya otak untuk berpikir sebelum cari mati."

Sementara itu, di ujung koridor gedung barat, Ana melangkah dengan ritme konstan yang tenang. Kedua tangannya tenggelam di dalam saku celana panjang hitamnya. Rambut pendek cepaknya yang berantakan tertiup angin koridor justru menambah kesan karismatik yang kuat pada pembawaannya.

Setiap kali kakinya melewati deretan loker, murid-murid yang tadinya sibuk bergosip langsung membungkam mulut mereka seketika.

Tidak ada lagi yang berani meneriakkan julukan "R4" atau "sampah Kelas F". Sorot mata mereka kini dipenuhi oleh kengerian total. Mereka semua tahu, gadis tomboi di depan mereka ini adalah calon permaisuri dari dinasti Sanjaya yang dilindungi langsung oleh militer Jenderal Arya.

Sreet.

Pintu Kelas F digeser terbuka. Suasana di dalam kelas buangan itu mendadak sunyi senyap begitu Ana melangkah masuk.

Yudi Wijaya yang sedang duduk di atas meja langsung melompat turun, sementara Fadil Wiguna menghentikan petikan gitarnya dengan wajah melongo. Fila Lukas, si genius komputer, perlahan menaikkan kacamatanya, menatap Ana dengan binar mata takjub yang jarang ia tunjukkan.

"Ana." Fadil menelan ludah dengan susah payah, menjadi orang pertama yang berani membuka suara. "Berita di media sosial Kamar Dagang semalam... itu beneran kamu, kan? Kamu beneran tunangan sama siluman gila penguasa Grup Angkasa itu?!"

Ana berjalan santai menuju bangkunya di barisan paling belakang, melempar tasnya ke atas meja tanpa minat. "Itu cuma aliansi taktis sesaat. Nggak usah dibahas."

"Aliansi taktis katanya?!" Fadil memekik tertahan, menepuk jidatnya sendiri. "Gila, level obrolan anak Kelas F sekarang sudah tinggi banget!"

Yudi menyeringai puas, menyadarkan punggungnya ke dinding di dekat meja Ana. "Sudah kubilang dari awal, Fadil. Ana ini tipenya beda. Tapi omong-omong, Jesika tadi pagi kelihatan pucat banget waktu masuk Kelas A. Kudengar ibunya sibuk mencari pinjaman ke sana-kemari karena investasi mereka diputus total oleh Nyonya Lin."

Ana hanya tersenyum miring, senyuman dingin khas Panglima Dinda yang menuntut balas. "Jebakan yang mereka siapkan di jurang lima hari lalu harus dibayar mahal. Ini baru bunga dari utang mereka."

Belum sempat Yudi membalas, sesosok bayangan tegap mendadak muncul di ambang pintu Kelas F.

Adrian berdiri di sana, bersandar santai pada kusen pintu kayu yang usang. Kehadiran Tuan Muda Kelas S di gedung barat ini seketika memancing perhatian murid-murid di koridor luar yang langsung berkerumun untuk menonton dari kejauhan.

Adrian menatap Ana yang sedang menopang dagu di dekat jendela, lalu melangkah masuk tanpa memedulikan tatapan tegang dari anak-anak Kelas F lainnya. Ia berhenti tepat di depan meja Ana, lalu meletakkan sebuah botol susu stroberi dingin dan sebuah dokumen resmi berlogo militer pusat.

"Selamat pagi, Calon Istri," sapa Adrian dengan suara baritonnya yang renyah dan penuh percaya diri.

Ana melirik botol susu stroberi itu dengan dahi berkerut. "Mau apa lagi kamu ke sini, Sanjaya?"

Adrian menunjuk dokumen merah di atas meja dengan dagunya. "Jenderal Arya mengirimkan draf jadwal latihan pertamamu sebagai Instruktur Taktis Kehormatan di markas pusat minggu depan. Dan karena aku adalah penyokong dana utama untuk divisi khusus itu... aku datang untuk memastikan pelatihku ini tidak telat sarapan."

Ana mendengus dingin, mengambil dokumen tersebut lalu melipatnya asal sebelum dimasukkan ke dalam tas. "Aku bisa mengurus jadwalku sendiri. Nggak usah sok perhatian."

Adrian tidak marah, ia justru menunduk sedikit, mengikis jarak di antara mereka hingga matanya mengunci tatapan mata Ana. "Aku tidak sedang mencari perhatian, Ana Pramudia. Aku sedang memastikan bahwa di medan perang berikutnya yang kamu pilih aku akan selalu berdiri di sebelahmu sebagai perisai paling depan."

Mendengar kalimat mutlak itu, keheningan kembali merayap di Kelas F. Murid-murid di luar koridor hanya bisa menahan napas menyaksikan bagaimana penguasa tertinggi akademi itu takluk dan begitu gigih mengejar gadis Kelas F yang paling ditakuti.

Ana menatap langsung ke dalam manik mata Adrian, lalu sudut bibir tomboinya perlahan terangkat tipis, memahat senyuman dingin yang menantang. "Perisai, ya? Taruhan, Sanjaya. Kita lihat seberapa kuat perisaimu bertahan saat badai yang sesungguhnya datang menghancurkan Kekaisaran ini."

1
Putri Sajak
keren banget euyyy😍
Syifaa
Kalau besok nggak update maaf yah soalnya lagi ada urusan tapi aku usahain update yah jangan lupa di like
Syifaa
Lanjut nggak hari ini atau besok aja
yuyusss
baguss
imran
Lanjutkan lagi
Sribundanya Gifran
lanjut
Syifaa: Hehe sabar yah
total 1 replies
imran
Lanjutt
Sribundanya Gifran
lanjut
SRIANA
bagus ceritanya, semangat KK.
Syifaa
👍
Syifaa
🙏
Syifaa
👍
imran
Lanjut lagi
yuyusss: 🙏🙏😍😍😍😍
total 1 replies
imran
Makin penasaran
imran
Gregetnya
yuyusss: 😍baguss banget lanjut
total 1 replies
Syifaa
Jangan lupa like
Syifaa
Jangan lupa komen
yuyusss
greget
yuyusss
😍
yuyusss
uhuyy
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!