Alceena harus menelan kekecewaan saat pernikahannya dibatalkan secara sepihak oleh calon suami, karena ada rumor yang beredar jika dirinya mandul.
Alceena tidak merasa jika dia seperti yang diberitakan pun berniat untuk membuktikan pada seluruh orang bahwa dirinya bisa memiliki keturunan. Dia melakukan program hamil dengan metode inseminasi buatan, memasukkan sel dari bibit kehidupan seorang pria misterius yang bersedia mendonorkan sedikit cairan penting tersebut, tanpa melakukan hubungan badan.
Namun, tanpa Alceena ketahui bahwa pendonor bibit kehidupan tersebut adalah Dariush Doris Dominique, seorang pengusaha muda di Eropa sekaligus musuh dan orang yang selalu dia hindari sejak dahulu.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon NuKha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Part 8
Namanya juga kucing dihadapkan dengan ikan segar, sudah pasti harta dibalik celana Dariush saat ini sedang meronta. Apa lagi pantat Alceena sungguh tak bisa diam.
Sekuat tenaga Dariush menghela napas panjang. “Kau jangan memancingku jika tujuanmu hanya mempermainkan dan menguji kesabaranku, Ceena!” tegasnya seraya menarik tubuh Alceena hingga dada yang membusung milik wanita itu pun menubruk badannya. Mata kedua manusia yang sama-sama tak mau mengalah itu saling bertemu pandang.
“Lemah, hanya begini saja sudah membuatmu panas dingin,” bisik Alceena tepat di telinga Dariush. Dia tersenyum sinis mengejek salah satu keturunan keluarga Dominique itu.
“Aku lelaki normal, wajar jika dihadapkan wanita seksi sepertimu akan langsung membuat tubuhku bereaksi.” Dariush meraih dagu Alceena, dia hendak melayangkan ciuman di bibir wanitanya.
Namun, Alceena tiba-tiba turun dari pangkuan Dariush saat pria itu lengah. Dia sudah bisa merasakan ada yang mengeras di balik pantatnya, dan tujuannya berhasil, akan meninggalkan Dariush saat sudah bergairah agar keturunan Dominique itu merasakan pusing kepala akibat hasrat yang tak dituntaskan.
Dan tentu saja Dariush berdecak kesal karena gagal mencium Alceena. “Kau jangan main-main denganku, Ceena! Tanggung jawab dengan apa yang sudah kau lakukan pada tubuhku!” titahnya seraya menunjuk area pangkal paha yang sudah menegang.
Alceena justru berdiri dengan santai dan menatap ke arah daerah sensitif milik Dariush yang terlihat menonjol. Dia menarik sebelah sudut bibir sinis. “Itu adalah akibat karena kau tidak mengakui kesalahan! Berpura-pura tak melakukan apa pun, padahal kau yang sudah menyebarkan rumor tentangku!”
Dariush melepaskan sabuk yang terasa mencengkeram pinggangnya. Membuang secara asal dan berdiri untuk balas memberikan pelajaran pada Alceena yang sudah berani mempermainkannya.
Setiap satu langkah Dariush maju, maka Alceena akan menghindar mengayunkan kaki mundur agar tak bisa diraih oleh keturunan Dominique itu.
“Sudah ku katakan, bukan aku pelakunya! Harus ku buktikan dengan apa agar kau percaya? Bahkan untuk apa aku melakukan hal sepicik itu? Untuk mendapatkanmu?” Dariush mengoceh terus seraya kaki tetap mencoba mendekati Alceena.
Hingga tanpa sadar, Alceena yang terus menghindar pun terpentok di tembok dan Dariush segera mengungkung wanita itu agar tak bisa pergi kemanapun. “Dengar, Adaire Alceena Pattinson, sekalipun aku ingin menjadikanmu pendampingku, masih ada cara lain untuk mendapatkanmu tanpa harus merusak nama baikmu,” ucapnya seraya meraih dagu Alceena dan menyentakkan wajah wanita itu ke arahnya.
“Sebelum menuduh, seharusnya kau bisa berpikir menggunakan otakmu.” Dariush menunjuk pelipis Alceena seolah memberikan perintah agar wanita itu lebih pintar saat mencari dalangnya.
“Coba kau gunakan logikamu, kalau aku yang menyebarkan rumor dengan tujuan ingin menggagalkan pernikahanmu. Lalu aku menikahimu setelah itu, bukankah sama saja aku merusak nama baik keluarga Dominique karena menikahi wanita mandul?” Darisuh berhenti sejenak untuk membuka pikiran Alceena agar tak berpikiran buruk terus dengannya.
“Jika aku ingin menggagalkan pernikahanmu, lebih baik menculikmu daripada menjatuhkan harga diri wanita yang aku sukai,” imbuh Dariush agar Alceena semakin yakin bahwa bukan dia pelakunya.
Alceena memutar bola mata ke atas, mencerna setiap kalimat Dariush. Ada benarnya juga apa yang dikatakan oleh pria itu. Kenapa dia tak berpikir sampai sana. Rasa benci pada Dariush sudah membutakan logikanya. Sejak kuliah, pria itu memang merusak kencan dengan cara licik, tapi tidak sampai menjatuhkan harga dirinya. “Lalu, siapa yang menyebarkan rumor itu?”
...*****...
...Jangan lupa dukung karya ini dengan like, komen, vote, dan kirim hadiah sebanyak-banyaknya ya bestie....
...Jangan tanya aku loh Ceena, aku juga gatau siapa dalangnya wkwkwk. Tapi kayanya jari aku yang imut inilah pelaku utamanya hahahaha....