Lima tahun aku menikah dengan mas pramudia dan di karuniai anak satu laki laki yang sekarang berusia empat tahun, mas Pram adalah kakak angkatku lulusan teknik sipil, aku rela menjadi ibu rumah tangga setelah lulus kuliah demi menemani beliau mulai dari nol, aku meminta teman ku yang anak pengusaha untuk investasi ke perusahaan suamiku sehingga perusahaan properti mas Pram maju dan berkembang tapi setelah pamit kerja keluar kota, tiba tiba dia bawa madu untukku, kemudian dia pura pura bangkrut untuk mengurangi jatah nafkah ku dan tidak dapat harta gono gini bila menuntut cerai, dikira aku sangat mencintai dan bertahan, Karena aku tidak berpenghasilan, mereka meremehkan aku. ku bikin bangkrut beneran biar tahu rasa, laki laki seperti itu yang tidak tahu terima kasih yuk ikuti ceritanya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mama ende, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 20 Mencoba Bersikap Bijak
Zidan berangkat ngaji sendiri, aku akan mandi ternyata antri jadi aku duduk di kursi panjang
" Mbak kamu nggak tahu kalau madu mu pendarahan?" tanya mbak Desi yang tiba tiba ada di depanku
" Nggak tahu mbak, emang ada apa" jawabku
"Tadi dia menangis dan menjerit darahnya sudah keluar banyak, semalam ngomel terus dia merajuk, terdengar mas Pram merayu dan dengan sabar minta maaf dan meladeni ternyata mas Pram sesabar itu ya mbak" kata mbak Desi
" Iya mbak dia sangat baik, perhatian dan sabar tapi dia kawin lagi tanpa izin" jawabku
"Itu Dewi lampir kena karma mbak, karena menyakiti mbak" kata mbak Desi sambil terkekeh
" Ya orang kena musibah mbak, jangan gitu ah mungkin dia stress jadi kandungan nya lemah" kata ku
" Mbak kamu baik banget sih, kamu nggak marah, apa lagi mengejek" kata mbak Desi
" Nggak mbak biarlah Tuhan yang menegur, aku nggak perlu ikut ikutan menertawakan musibah orang" jawabku
Aku kemudian pamit mandi, dalam hatiku berfikir, tetangga itu baik, tapi kadang juga suka ghibah, kalau kita dapat musibah kadang membantu, tapi di belakang menertawakan kita, jadi aku harus hati hati, dalam berbicara dan bertindak, kadang saudara dekat saja bisa menghianati kita dan ghibah di belakang kita karena kecewa sama sikap kita, jadi aku nggak berani asal bicara di sini.
Aku mandi sambil berfikir aku harus bijak dan nanti berpisah baik baik, nggak boleh gegabah, tetangga seperti netizen, kadang juga julid, kadang baik tapi nggak sedikit yang nggak ngerti cerita nya,tapi paling sok tahu, untung aku bukan selebgram.
Selasai mandi aku sholat ashar semua aku serahkan pada Tuhan, nanti setelah resmi bercerai, aku meniti karirku sendiri, sudah nggak perduli mas pram mau apa, I don't care, In this ekonomi kita harus bekerja keras, bukan seperti mas pram, ekonomi membaik sedikit nikah lagi, yang kaya dan punya jabatan bisa hancur karena wanita selingkuhan apa lagi yang masih merangkak kayak kami.
Aku tidak keluar kamar tapi aku bekerja sampai terdengar adzan Maghrib kemudian aku ke mushola, sholat jamaah sambil menjemput anak ku, dan sekarang anakku ngajak pulang sebelum isya karena dia lapar dan minta makan ayam goreng krispi.
Kami pulang ambil sepeda motor dulu kemudian kami berangkat mencari ayam krispi.
" Bund ayah kemana ya dari tadi kok nggak ketemu?" tanya Zidan
" Menunggu bibi Dewi di rumah sakit, dia kan sakit" jawabku
Mendengar jawaban ku Zidan diam, apa yang ada di pikiran anak sekecil itu ya aku jadi kepo
" Kenapa kamu kangen ayah mu ya" tanya ku
" Ayah janji sama Zidan mau ngajak main di taman kota ternyata dia bohong" kata Zidan kecewa.
" Besok malam Minggu bunda saja yang ngantar kamu ke taman kota" jawabku
" Ini ayamnya makan disini atau bawa pulang sayang?" tanya ku
" Bawa pulang saja Bun" jawab dia
Aku beli satu porsi ayam goreng krispi dan satu ayam geprek untuk ku setelah itu kita pulang ke kos, sampai di kos kami makan, kusuapi dulu Zidan, kemudian aku makan ayam geprek dan sekarang Zidan lihat film kartun di tv, sedangkan aku lanjut desain.
Zidan ngantuk aku suruh cuci muka dan sikat gigi juga sholat isya dulu, kami sholat bersama, kemudian Zidan tidur, sedangkan aku lanjut kerja.
Bayu tiba tiba menghubungiku,dia bilang mobilnya deal dan aku tranfer kepada dia, biar dia yang membayar dan mengurus semua.
Aku tidur karena sudah malam besok hari Sabtu di TK hanya acara santai, jam sembilan sudah pulang jadi aku bisa nunggu seperti biasanya.
Aku bangun agak kesiangan jadi aku langsung mandi, kesibukan di kos seperti biasa terdengar orang memasak buat sarapan pagi, selesai aku mandi dan sholat, aku merebus air buat mandi Zidan, kemudian ku bangunkan anakku dan kusiapkan air di bak mandi, Zidan pun mandi aku menunggu di bangku panjang,
" Dek bikinkan mas kopi dong" tiba tiba mas Pram datang di depanku
" Apa itu mas kok banyak banget?" tanya ku
" Cucian dek mas mau cuci di rumah ibu saja banyak darah kotornya" kata dia
Aku buatkan kopi untuk mas Pram dan mas Pram masuk kamar Dewi, tak lama bawa lagi satu keresek cucian kotor dan di naikan di sepeda motor yang dia bawa.
Setelah menata cucian kotor di sepeda motornya dia kembali duduk di bangku panjang dan minum kopi di sana
" Dek ini uang yang mas pinjam kemarin, dan ini uang belanja dari mas, sekarang mas kerja freeland, jadi hasilnya nggak bisa di pastikan, dan nggak bisa kasih uang bulanan kalau dapat mas pasti akan kasih kok" kata dia dengan memberikan uang lima ratus ribu.
Aku terima saja, yang itu kan untuk jajan Zidan yang semakin hari semakin suka jajan, biar saja apa mau nya mas pram aku turuti, biar perceraian ku lancar dan kita tidak bertengkar di masa masa akan berpisah.
" Dek, mas belikan sarapan di warung itu, kamu sama Zidan juga beli" kata mas Pram.
Aku pun ke warung di depan kos, ku belikan mas Pram nasi dengan lauk sayur oseng kacang panjang dan lauk ayam kecap, telur Bali, kalau aku satu bungkus saja aku makan bareng Zidan
Sampai rumah ku ambilkan piring, dan sendok juga air mineral, ku berikan pada mas Pram yang sedang duduk di bangku panjang,
" Ini mas uang kembaliannya" kata ku memberikan uang kembali
" kok cuma dua bungkus buat kamu mana?" tanya mas Pram
" Aku makan berdua sama Zidan, dia nggak akan habis" jawabku.
Aku menyuapi Zidan sambil aku juga makan sendiri jadi satu bungkus berdua.
" Sudah kenyang Bun" kata dia kemudian dia minum susu nya, Zidan kalau pagi sarapan hanya sedikit karena dia minum susu juga.kalau makan siang atau makan malam baru makan agak banyak.
Mas pram minta kunci sepedaku mau di siapkan dan di panasi dia memberikan piring bekas makannya kepadaku dan ku cuci sekalian piring bekas Zidan makan,
Kami pun siap siap akan berangkat sekolah, Zidan cium punggung tangan mas Pram dan dia di beri uang saku oleh ayahnya
" Dek kamu nanti pulang jam berapa" tanya mas Pram.
" Aku pulang sore karena langsung kerja di rumah Oma aparteman jalan mawar" jawabku
" Ya sudah hati hati maafkan mas ya dek" Kata dia, aku sebenarnya bosen tiap hari mendengar dia minta maaf, tapi biarlah aku sekarang damai dulu.
" Pegangan sama bunda sayang kita berangkat" kata ku pada Zidan
" Da da ayah Zidan sekolah dulu ya" Kata Zidan Kepada ayahnya.
Bersambung
terimakasih sudah update 😀👍
penasaran gmn nasib pram klo udah beneran bangkrut