NovelToon NovelToon
Petani Sultan: Rahasia Kendi Dimensi

Petani Sultan: Rahasia Kendi Dimensi

Status: sedang berlangsung
Genre:Harem / Bertani / Slice of Life / Komedi
Popularitas:11.6k
Nilai: 5
Nama Author: DipsJr

Di mata dunia, Banyu hanyalah seorang pemuda desa putus sekolah yang tidak memiliki masa depan. Kehilangan kakeknya dan divonis memiliki penyakit bawaan membuat hidupnya seolah menemui jalan buntu. Namun, roda nasib berputar 180 derajat ketika Banyu secara tak sengaja mewariskan sebuah artefak kuno Kendi Penyuling Jiwa milik sang kakek.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DipsJr, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Cie, Cemburu?

Banyu menoleh cepat ke sumber suara.

Dan seketika, matanya melebar. Cahaya ilahi seolah turun menyinari sosok di depannya.

Sonia berdiri di sana, berkacak pinggang dengan wajah cemberut yang justru membuatnya makin menggemaskan.

Hari ini, gadis "kecil-kecil cabe rawit" itu berdandan maksimal. Rambutnya yang biasanya dikuncir kuda kini digerai bebas, bergelombang indah di bahunya, memberikan sentuhan dewasa yang memikat.

Dia mengenakan kemeja kerja slim-fit berwarna dusty pink yang pas badan. Namun, perhatian Banyu (dan mungkin seluruh populasi pria di situ) langsung tersedot ke bagian dadanya. Kancing kemeja itu terlihat berjuang mati-matian menahan "beban" muatan yang melimpah ruah. Banyu ngeri-ngeri sedap membayangkan kalau Sonia bersin sedikit saja, kancing itu bisa melesat seperti peluru nyasar.

Bawahannya adalah celana jeans hitam high-waist yang ketat, membungkus pinggul dan kakinya yang ramping namun berisi dengan sempurna.

Meskipun Sonia sedang pasang tampang galak ala pacar yang memergoki selingkuhan, pesonanya tetap tak terbantahkan.

Dua mahasiswi yang tadi Banyu tanya, begitu melihat Sonia yang stunning dan galak, langsung merasa minder seketika. Tanpa ba-bi-bu, mereka langsung kabur.

"Eh... misi, Kak. Duluan ya..." cicit mereka sambil melipir pergi.

Banyu jadi nggak enak hati. "Eh, Neng! Makasih ya infonya!" teriaknya pada punggung mereka.

"Heh! Heh!" Sonia menjentikkan jarinya di depan wajah Banyu. "Mata lo dijaga! Gue di sini dianggap patung apa gimana?!"

Melihat dua cewek itu lari ketakutan gara-gara aura Sonia, Banyu malah menyeringai jahat.

"Waduh... galak bener," goda Banyu. "Cie... cemburu ya? Jangan-jangan lo beneran naksir sama gue?"

Sonia tertegun sejenak. Jantungnya berdesir aneh.

Sebenarnya tadi dia cuma mau mengecek apakah Banyu sudah sampai atau belum. Tapi begitu melihat Banyu ngobrol akrab sama cewek lain, entah kenapa ada rasa panas di dadanya. Dia langsung melabrak tanpa pikir panjang.

Masa sih gue suka sama dia? batin Sonia panik. Nggak, nggak mungkin! Dia kan cuma partner bisnis!

Sonia buru-buru menepis pikiran itu. Dia membusungkan dadanya (yang membuat kancing kemejanya makin terancam putus) dan mendengus angkuh.

"Dih! Pede gila lo!" elak Sonia cepat. "Inget ya, hari ini status lo itu Pacar Pura-pura gue. Gue nggak mau reputasi gue hancur gara-gara 'pacar' gue tebar pesona sama cewek lain di kampus! Mau ditaruh di mana muka gue, Bambang?!"

Banyu mengangguk-angguk seolah sedang menganalisis filosofi berat. "Hmm... masuk akal. Demi menjaga kehormatan Klien, saya harus setia."

Melihat Banyu nurut, Sonia menghela napas lega. Tapi dia masih pasang tampang curiga.

"Terus ngapain tadi lo godain mereka? Liat yang bening dikit langsung nempel! Dasar buaya!"

"Yaelah, Son. Gue tuh cuma nanya jalan ke Gedung Bale Santika. Gue nyasar!" bela Banyu dengan wajah sok polos. Dia menatap mata Sonia dalam-dalam, lalu mengeluarkan jurus mautnya.

"Lagian, ngapain gue ngelirik cewek lain? Kan di depan gue udah ada bidadari yang bikin mata gue nggak bisa kedip. Di hati gue cuma ada lo kok hari ini."

BLUSH.

Pipi Sonia langsung merah padam sampai ke telinga. Meskipun dia tahu Banyu cuma akting gombal, tapi efeknya tetap saja damage-nya ngeri.

"Halah... gombal mukiyo!" Sonia memalingkan wajah, menyembunyikan senyumnya yang tertahan. "Siapa yang butuh penjelasan lo! Udah ah, yuk ke gedung."

"Eits, tunggu dulu," Banyu menahan lengan Sonia.

"Apa lagi sih?"

Tangan Banyu bergerak cepat ke belakang punggungnya, lalu tadaaa! Seperti sulap, dia mengeluarkan sebuket bunga mawar merah segar.

"Buat lo."

Sonia melongo. Dia menatap buket bunga itu, lalu menatap Banyu.

"I-ini... buat gue? Dalam rangka apa?" tanyanya gagap.

"Kan gue pacar lo hari ini," Banyu tersenyum manis. "Masa apel pertama ke kampus pacar nggak bawa bunga? Nanti dikira cowok modal dengkul doang. Kurang all out dong aktingnya."

Sonia menerima bunga itu dengan tangan gemetar. Wanginya harum sekali, jauh lebih harum dari bunga toko biasa.

Gadis yang biasanya tomboy dan galak itu tiba-tiba tersenyum lebar, matanya menyipit membentuk bulan sabit. Cantik sekali.

"Makasih ya, Nyu. Bunganya... cantik banget," ucapnya tulus.

"Masih kalah cantik sama yang megang," puji Banyu tulus.

Sonia tidak menjawab, tapi tangan kanannya yang bebas tiba-tiba menggenggam tangan kiri Banyu erat.

"Udah, jangan banyak omong. Ikut gue!"

Ditarik oleh tangan halus Sonia, Banyu pasrah saja mengikuti. "Lho? Katanya ke Gedung Bale Santika? Kok belok?"

"Mampir ke asrama gue dulu bentar! Gue mau naruh bunga ini di vas biar nggak layu!" jawab Sonia riang. Langkahnya terasa ringan, seolah dia sedang melayang.

---

Banyu tentu saja dilarang masuk ke dalam asrama putri. Dia menunggu di lobi bawah yang penuh dengan tatapan kepo mahasiswi lain.

Sementara itu, di dalam kamar Sonia.

Sonia masuk dengan wajah berseri-seri sambil memeluk buket mawar itu. Pemandangan ini langsung bikin heboh seisi kamar.

Mawar (teman sekamar yang kemarin ngangkat telepon) melongo sampai rahangnya mau jatuh. Dia menatap Sonia yang sedang sibuk mencari vas bunga (bekas botol sirup).

"Woy... Son? Lo sehat?" tanya Mawar tak percaya. "Biasanya kalau ada cowok ngasih bunga, lo langsung buang ke tong sampah atau lo kasih ke ibu kantin. Kok ini disimpen? Pake senyum-senyum sendiri lagi!"

Celetukan Mawar memancing perhatian teman-teman sekamar lainnya. Mereka langsung mengerubungi Sonia.

"Wah, parah! Siapa tuh cowoknya? Sampe bisa ngeluluhin si Ratu Jutek UNPAD?"

"Pasti tajir melintir ya?"

"Atau ganteng banget?"

Rina (teman yang di kereta waktu itu) muncul dari balik pintu kamar mandi, melihat bunga itu, lalu langsung memeluk Sonia dari belakang.

"Ngaku lo! Dari Banyu kan?" goda Rina.

Sonia, yang biasanya blak-blakan, kali ini wajahnya merona merah jambu. Dia menyenggol bahu Rina pelan.

"Iya... dari Banyu," jawabnya lirih, tapi ada nada bangga dalam suaranya.

"Ciyeeee!!" Seruan heboh satu kamar asrama langsung pecah.

---

"Woy! Jadi itu Banyu?!" seru Rina heboh, matanya membelalak lebar. "Pantesan lo senyam-senyum kayak orang gila!"

"Banyu? Siapa tuh? Cerita dong!" Teman-teman sekamar lainnya langsung mengerubungi Rina seperti semut nemu gula.

Rina dengan semangat '45 langsung buka kartu. "Itu lho! Cowok yang gue ceritain waktu kita balik dari Jakarta! Dia petani, tapi badass banget! Dia yang ngegebukin copet di stasiun Bandung sendirian! Pantesan aja si Sonia kepincut, wong dia 'diselamatin' ala drakor!"

Mendengar kata kunci "Petani Ganteng" dan "Jago Berantem", jiwa gosip para mahasiswi itu langsung membara.

"Wah, gila! Sonia dapet Hero dong?"

"Pantesan bunganya gede banget!"

Sonia pura-pura tuli mendengar ocehan teman-temannya. Dia selesai merapikan bunganya di vas, lalu menyambar tas selempangnya.

"Mau kemana lo, Son?" tanya Rina curiga.

"Ke Gedung Bale Santika. Ada urusan negara," jawab Sonia singkat, berusaha terlihat cool padahal jantungnya deg-degan.

Salah satu teman nyeletuk kaget, "Hah? Bale Santika? Bukannya hari ini si Raka tanding final Karate? Terus dia koar-koar mau nembak lo di sana? Lo ke sana sama aja setor nyawa dong!"

Sonia tersenyum miring, penuh percaya diri.

"Siapa takut? Gue ke sana bawa bodyguard spesial. Banyu udah nunggu di lobi."

Setelah melempar bom atom verbal itu, Sonia melenggang keluar kamar bak model catwalk.

Hening sedetik.

Lalu... pecah keributan.

"ANJIR! Banyu di bawah?!"

"Buruan ganti baju! Kita harus nonton live action-nya!"

"Bawa HP! Kita live IG!"

Pasukan gosip asrama putri itu langsung bubar jalan, menyambar jaket dan sandal, lalu mengendap-endap mengikuti Sonia dan Banyu dari jarak aman menuju Gedung Bale Santika.

1
Nugroho Sodiq
harusnya dibalik thor..waktu di dlm kendi yg cepet, tapi dunia asli lmbat..biar cepet panen..😄
DipsJr: iya ya... nanti sy revisi lagi. 🤭
total 1 replies
Yandi Hidayat
sangat bagus
Wega Luna
papi Raka paling keren,,,,🤭🤭🤭🤭GK ada Raka Raka yg lain kalo GK Raka nya Vania Bella🤭🤭🤭
Gege
bener bener apik dan epic bangeed...asal ga kesurupan setan NT yang ngajarin kalimat mbuledd ajaa buat kejar setoran pasti rame terus ini novel...
Jujun Adnin
sampe tamat
Aji L
setengah hektar tu 5.000 m²
DipsJr: wah iya ya... 😅
makasih infonya tandi di revisi. 🙏
total 1 replies
Wega Luna
🤣🤣🤣🤣untung besar ,buat jajan di luar negeri
Gege
apik dan epic
Gege
sangat apik dan epic setiap episodenya... mungkin bisa dibuatkan cerita nelayan tajir... dengan pola yang sama tapi banyak mainan air..😄🤣
isnaini naini
gas lah pak mo..ayo brngkt...
Wega Luna
🤣🤣🤣🤣🤣 siapa yg nolak nyu ,gratis lagi
Jujun Adnin
lanjut
Apriyantho Apri
Perbanyak upgrade nya dong,please...
DipsJr: cuman bisa 3 kak. biar awet. 😔
total 1 replies
D'ken Nicko
kurang banyak babnya thor
Jujun Adnin
lagi
isnaini naini
siska mungkin pnya trauma masa lalu kali ya...kok klo liat orang bawaan nya skeptis melulu awas...nanti jth cinta loh...
isnaini naini
gpp nyu 100jt buat hdiah cuma2 tp scra tdk lngsng km sdh pnya koneksi aman lah...walau agak pait jg sih...100jt gt loh...😇
isnaini naini
smngt ya nyu buat author jg...
isnaini naini
benih lope2nih kyknya....
isnaini naini
gimana pak tomat busuk...kapok lu...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!