NovelToon NovelToon
Takdir Kaisar Primordial

Takdir Kaisar Primordial

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Reinkarnasi / Fantasi
Popularitas:18.8k
Nilai: 5
Nama Author: Bodattt

Lin Xuan, seorang pemuda dari keluarga cabang Klan Lin di Benua Azure yang memiliki "Akar Spiritual Cacat", selalu dihina dan ditindas. Saat sekarat karena dikhianati oleh tunangannya sendiri demi merebut harta peninggalan orang tuanya, darahnya tanpa sengaja membangkitkan Mutiara Kekacauan Primordial yang bersemayam di kalung usangnya. Mutiara ini tidak hanya memperbaiki akar spiritualnya, tetapi juga memberinya warisan teknik terlarang dari era sebelum alam semesta terbentuk. Inilah awal perjalanannya menentang Surga, membelah galaksi, dan menapaki jalan menuju keabadian.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bodattt, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 12: Reinkarnasi Sang Demon Venerable dan Hancurnya Klan Lin

​Cakar api raksasa berwarna merah darah menutupi separuh langit di atas arena. Hawa panasnya begitu mengerikan hingga pilar-pilar batu di sekitar arena mulai retak dan runtuh.

​Ini adalah kemarahan penuh dari Tetua Agung Klan Lin, seorang ahli di Pembentukan Fondasi tingkat 4. Bagi para kultivator di Alam Kondensasi Qi yang memadati tribun, tekanan ini membuat mereka jatuh berlutut, memuntahkan darah karena tidak mampu menahan fluktuasi Qi yang brutal.

​"Mati kau, Bocah Iblis! Cakar Api Pelebur Tulang!" raung Tetua Agung, matanya merah menyala menatap cucu kesayangannya yang kini terkapar cacat.

​Di bawah bayangan cakar raksasa yang menukik turun dengan kecepatan meteor itu, Lin Xuan berdiri tegak. Angin panas meniup jubah abu-abunya hingga berkibar liar.

​Di dalam Dantiannya, Sang Demon Venerable tertawa terbahak-bahak, tawanya beresonansi dengan detak jantung Lin Xuan.

"Bocah, biarkan seluruh benua fana ini tahu... bahwa hari ini adalah langkah pertama dari reinkarnasi Sang Demon Venerable! Bantai dia!"

​Mata Lin Xuan yang tadinya hitam kelabu tiba-tiba berubah sepenuhnya menjadi jurang tanpa dasar yang memancarkan cahaya keemasan kuno. Ia tidak mundur selangkah pun. Sebaliknya, ia mengambil napas dalam-dalam, dan melepaskan segel penyembunyi aura dari Mutiara Kekacauan.

​BOOOM!

​Sebuah pilar energi berwarna abu-abu keemasan melesat dari tubuh Lin Xuan, menembus langit dan menghancurkan awan di atas arena. Tekanan spiritual yang jauh lebih purba, lebih berat, dan lebih absolut daripada milik Tetua Agung meledak ke segala arah.

​"P-Pembentukan Fondasi?! Dia telah menembus Pembentukan Fondasi?!"

Patriark Klan Lin yang duduk di kursi utama langsung berdiri, wajahnya kehabisan darah. Cangkir teh di tangannya hancur berkeping-keping.

​"Bukan hanya Pembentukan Fondasi... itu fluktuasi tingkat 2! B-bagaimana mungkin? Tiga bulan lalu dia bahkan tidak bisa mengumpulkan Qi!" Tetua Hukum tergagap, kakinya lemas hingga ia merosot ke lantai.

​Su Yue yang duduk tak jauh dari sana menutupi mulutnya yang gemetar. Matanya membelalak dipenuhi ketakutan dan penyesalan yang mulai menggerogoti jiwanya bak racun. Pemuda yang ia buang demi Lin Feng... adalah raksasa yang bersembunyi di balik cangkang manusia biasa?

​Di atas arena, Lin Xuan akhirnya bergerak. Ia tidak menggunakan pedang. Ia mengepalkan tangan kanannya, menyalurkan energi fisik dua puluh ribu kati dari Tulang Besi Kulit Giok yang dipadukan dengan Qi Kekacauan murni.

​Ia meninju ke atas, menyambut cakar api raksasa itu.

​KRAAAK! BAAAM!

​Suara ledakan yang dihasilkan setara dengan guntur surgawi yang membelah bumi. Cakar api raksasa kebanggaan Tetua Agung—serangan yang bisa meratakan sebuah bukit—hancur berkeping-keping layaknya kaca yang dipukul palu godam!

​Angin puyuh dari ledakan itu menyapu seluruh arena, menerbangkan puluhan orang dari kursi mereka.

​Tetua Agung memuntahkan seteguk darah, tubuhnya terhuyung mundur di udara akibat pantulan balik energinya sendiri. "Mustahil! Kau mematahkan seranganku dengan tangan kosong?!"

​"Kalian klan yang munafik," suara Lin Xuan bergema dingin, menggema di setiap sudut arena seolah diucapkan oleh entitas dari langit. "Kalian memujanya sebagai jenius saat dia menindasku. Dan saat aku membalasnya dengan aturan rimba yang kalian agungkan, kalian menyebutku iblis? Kalau begitu... biar kutunjukkan apa itu iblis yang sesungguhnya!"

​Wusss!

​Kecepatan Lin Xuan tak lagi bisa diikuti oleh mata telanjang. Ia menghilang dari posisinya dan seketika muncul di udara, tepat di hadapan Tetua Agung yang masih terhuyung.

​Wajah pria tua itu berkerut ketakutan. Ia buru-buru menepuk dadanya, memanggil Perisai Kura-Kura Emas, artefak pelindung tingkat menengah yang mampu menahan serangan kultivator Pembentukan Fondasi tingkat 5 sekalipun. Sebuah kubah cahaya emas setebal setengah meter langsung membungkus tubuhnya.

​"Bocah! Jangan sombong! Selama aku memiliki perisai ini—"

​"Kertas tipis," potong Lin Xuan tanpa ekspresi.

​Tangan kanan Lin Xuan merapat membentuk pedang. Dua jarinya memancarkan kilau giok yang menyilaukan, diselimuti oleh Qi abu-abu yang mengandung niat menghancurkan segalanya. Ini adalah gabungan dari fisik primordianya dan Seni Pedang Bintang Jatuh Primordial yang dialirkan tanpa senjata.

​CRASH!

​Tangan Lin Xuan menusuk kubah emas itu. Tidak ada perlawanan. Perisai yang dibanggakan Tetua Agung ditembus dengan kemudahan memotong tahu segar. Tangan Lin Xuan melesat lurus dan menembus dada kiri Tetua Agung, mencengkeram jantungnya langsung dari dalam.

​Waktu di arena seolah berhenti. Seluruh penonton menahan napas, mata mereka terpaku pada pemandangan mengerikan di udara.

​Lin Xuan berdiri di udara, lengan kanannya menembus dada Tetua Agung Klan Lin. Darah menetes dari sikunya, berjatuhan ke lantai arena seperti rintik hujan maut.

​"K-kau..." Tetua Agung melotot, darah menggelegak keluar dari mulutnya. Ambisi, kemarahan, dan kesombongannya pudar, digantikan oleh keputusasaan mutlak sebelum cahaya kehidupan meninggalkan matanya.

​Lin Xuan menarik tangannya dengan kasar. Mayat Tetua Agung jatuh terhempas ke lantai arena, berdebum keras di sebelah Lin Feng yang setengah sadar. Pemuda cacat itu hanya bisa menjerit histeris melihat kakeknya tewas di depan matanya.

​Lin Xuan melayang turun perlahan, tanpa setetes darah pun menodai jubahnya karena Qi Kekacauan telah membakarnya hingga bersih. Ia dengan santai mengambil cincin penyimpanan dari jari jenazah Tetua Agung.

​Patriark Lin akhirnya sadar dari keterkejutannya. Matanya merah, tubuhnya bergetar hebat antara amarah dan teror. "Lin Xuan... kau... kau telah melakukan pengkhianatan terbesar! Membantai Tetua Agung klanmu sendiri! Bahkan jika kau jenius, Klan Lin tidak akan pernah melepaskanmu!"

​Beberapa tetua lain menghunus senjata mereka, bersiap mengepung Lin Xuan, meski kaki mereka gemetar ketakutan.

​Lin Xuan menoleh perlahan menatap barisan para elit klan itu. Tatapannya begitu dingin hingga membekukan darah mereka. Tiba-tiba, segumpal api abu-abu muncul di telapak tangannya—Api Kekacauan Primordial. Panas yang tidak ada, namun aura kehancuran yang mutlak membuat pedang di tangan para tetua bergetar dan retak dengan sendirinya.

​"Klan Lin?" Lin Xuan tersenyum merendahkan. "Apakah kau pikir aku masih peduli dengan sangkar burung kecil ini?"

​Ia melangkah maju, dan setiap tetua tanpa sadar mundur satu langkah.

​"Selama lima belas tahun aku hidup memakan sisa-sisa kalian. Ayahku mati melindungi tambang spiritual klan ini, tapi kalian mencuri pusaka peninggalannya dan membiarkanku membeku di Puncak Teratai Hitam. Hari ini, hutang itu telah lunas."

​Lin Xuan melemparkan plakat identitas kayunya ke tanah, yang langsung hancur menjadi debu saat bersentuhan dengan lantai.

​"Mulai detik ini, aku, Lin Xuan, tidak memiliki hubungan apa pun dengan Klan Lin di Kota Azure. Jika ada di antara kalian yang tidak puas dan ingin membalas dendam..." Lin Xuan mengangkat tangannya yang terbakar api abu-abu, "majulah sekarang. Aku akan meratakan seluruh perumahan ini hingga menjadi tanah datar."

​Tidak ada yang berani bernapas, apalagi melangkah maju. Patriark Lin mengepalkan tangannya hingga berdarah, tetapi ia tidak berani bersuara. Mengorbankan seluruh klan demi membalas dendam pada monster muda ini adalah tindakan bunuh diri.

​Melihat kebungkaman mereka, Lin Xuan mendengus pelan. Ia menoleh untuk terakhir kalinya ke arah tribun, menatap Su Yue yang kini bersimpuh di lantai, wajah cantiknya dibanjiri air mata ketakutan dan penyesalan yang tak terhingga.

​Namun, Lin Xuan tidak mengatakan apa-apa kepadanya. Wanita itu bahkan tidak layak menerima kata-kata perpisahannya. Bagi naga yang akan terbang ke semesta, cacing di tanah tak lagi relevan.

​Dengan satu tolakan ringan dari kakinya, sosok Lin Xuan melesat ke udara bak pedang terbang, menembus awan pagi, dan meninggalkan Kota Azure di belakangnya.

1
Nanik S
Pasti Lin Feng
Nanik S
Dibalik kesulitan pasti ada kemudahan
Nanik S
Mantap sekali tampar giginya rontok
Nanik S
Hadir semoga menjadi cerita yang bagus
hahaahaha
Luar biasa
Fatur Fatur
cepat bantai jendral long teng dengan cara paling kejam thor ambil semua sumber dayanya
Fatur Fatur
cepat bantai chukang beserta keluarga dan leluhurnya thor serap semua kultivasi mereka untuk ranah kultivasi mcnya naik
Hendri Doenan
Hancuuuuuuurkaaaaaaaaan..
Aji Note
bagus
dan kalau bisa update nya jangan lama lama
MelodyStar
lagi 😆
Fatur Fatur
cepat bikin mcnya bantai kaisar itu dengan cara paling kejam bikin mcnya ambil alih Kekaisaran naga Azure thor bikin kaisar itu mengutuk putranya karena berani mengusik mcnya
Fatur Fatur
cepat bantai Kekaisaran naga Azure thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!