NovelToon NovelToon
CINTA PERTAMA ANDREA

CINTA PERTAMA ANDREA

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Konflik etika / Diam-Diam Cinta / Cinta pada Pandangan Pertama
Popularitas:2.7k
Nilai: 5
Nama Author: Essa Amalia Khairina

Kepulangan Andrea adalah hal yang paling Vhirel tunggu-tunggu. Hubungan mereka tidak pernah bisa di larang, selalu ada canda dan tawa meski kerap kali ada permusuhan yang pada akhirnya mereka saling mengerti bahwa sebuah perbedaan adalah sesuatu yang indah dalam sebuah hubungan. Namun sayangnya, status mereka hanyalah sebatas kakak beradik.

Lantas mengapa bisa mereka menganggapnya lebih dari sekedar itu?

Mereka bahkan tak pernah peduli jika keduanya telah menentang takdir Tuhan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Essa Amalia Khairina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

WANITA PILIHAN

Vhirel akan nikah tapi dengan wanita pilihan Vhirel sendiri!

Kalimat itu masih terngiang di kepala Dea. Berulang-ulang. Membuat matanya terpejam, tapi tidurnya tak pernah datang. Ia menatap lurus jam di dinding, jarumnya kini sudah lagi menyapa angka sebelas malam lewat sepuluh menit.

Dea kemudian memutar tubuhnya ke samping, membelakangi arah jendela sambil menarik selimutnya lebih rapat, seolah kain itu bisa menahan pikirannya agar tak kembali ke sana. Namun sia-sia—dadanya terasa sesak, napasnya pelan tapi tak pernah benar-benar tenang.

"Enggak!" Gumamnya kemudian. "Ini gak bisa! Dan siapa yang di maksud wanita pilihan Kak Vhirel? Apakah wanita yang akan datang di masa depan yang buat Kak Vhirel tiba-tiba jatuh hati lalu menikahinya?!"

Dea menggeleng pelan, seolah menegur dirinya sendiri. Tak ingin larut lebih jauh, ia segera meraih ponsel di atas nakas.

Layar menyala redup di tengah kamar yang remang oleh pencahayaan lampu kamar, memantulkan cahaya dingin ke wajahnya yang pucat. Jemarinya sempat menggantung di udara, ragu, sebelum akhirnya menyentuh layar—mencari nama seseorang, Vhirel.

Kak.

Sebuah pesan singkat akhirnya terkirim.

Dea menahan napas, menatap layar seakan benda itu bisa menjawab kegelisahannya.

Tak menunggu lama, tanda centang biru muncul. Disusul tulisan sedang mengetik…

Jantung Dea berdegup tak karuan. Jemarinya mengerat di balik selimut, antara ingin menunggu dan ingin menutup layar saja. Tapi ia tetap menatapnya—diam, berharap, sekaligus takut dengan apa pun balasan yang akan datang.

Tring.

Sebuah pesan akhirnya masuk...

Kak Vhirel.

Kamu belum tidur?

Napas Dea terhela. Jemarinya kembali di atas keyboard.

Kakak sendiri kenapa belum tidur? Kakak pasti lagi mikirin gadis yang bernama Luna itu, kan?

Jantung Dea berdegup lebih cepat dari sebelumnya saat pesan itu berhasil terkirim—dan dibaca. Layar ponsel kembali menampilkan tulisan sedang mengetik…

Satu menit berlalu. Dua menit terasa jauh lebih lama. Padahal lelaki itu ada di kamar sebelah. Begitu dekat. Terlalu dekat hingga Dea ingin merobohkan saja dinding yang memisahkan mereka, lalu bicara langsung—tanpa layar, tanpa jeda, tanpa rasa takut yang menyesakkan.

"Kak Vhirel lagi ngetik apa, si?!" Gerutunya mulai kesal.

Tanpa mau menunggu lebih lama, Dea kembali mengetik. Jemarinya bergerak cepat, nyaris tak memberi ruang bagi pikirannya untuk menimbang. Kalimat itu meluncur begitu saja—jujur, tergesa, dan sarat gelisah.

Aku udah dengerin setiap perbincangan Kakak dengan Mama dan Papa tadi. Dan itu buat aku gak percaya kalau mereka akan menjodohkan Kak Vhirel dengan gadis itu. Apa Kak Vhirel setuju? Gimana kalau seandainya Papa tetap akan menikahkan Kak Vhirel dengan gadis itu? Papa kan keras kepala!

Tak lama kemudian, layar ponsel Dea kembali menyala. Getar dan deringnya terasa begitu jelas di telapak tangannya, membuat dadanya ikut bergetar.

Kak Vhirel

Kakak lagi gak mikirin gadis itu.

Mata Dea membulat besar. "Ngetik lama cuma balas sesingkat ini?!" Gumamnya.

Tring.

Kak Vhirel

Yang Kakak pikirkan, bagaimana bisa Papa dan Mama melakukan perjodohan yang jelas bukan cuma soal tradisi atau keinginan Papa, tapi soal masa depan Kakak. Kakak nggak bisa membangun rumah tangga di atas paksaan, apalagi dengan orang yang nggak Kakak kenal dan nggak Kakak cintai.

Dea menghembuskan napasnya setengah lega. Detik berikutnya, pesan masuk menyusul masuk...

Kakak tahu Papa itu ibarat batu karang, susah goyah kalau sudah punya kemauan. Tapi Kakak juga punya prinsip atas wanita pilihan Kakak.

"Wanita pilihan..." ucap Dea pelan pada dirinya sendiri. Jari-jemarinya masih gemetar saat menatap layar ponselnya.

Kata-kata "wanita pilihan" itu kembali bergema, memantul di dinding kamarnya yang sunyi. Ia mengira kakaknya hanya sedang berontak karena ego, tapi ternyata apa yang ada dalam pikirannya benar, ada satu nama yang sudah bertahta di sana atau mungkin yang akan bertahta di sana?

Siapa wanita pilihan yang Kakak maksud? Apa wanita pilihan yang di maksud itu gadis yang akan bertemu di masa depan Kak Vhirel nanti?

Begitu pesan yang Dea kirim. Tak lama kemudian, ponselnya kembali menyala...

Kak Vhirel

Bukan seseorang di masa depan. Dia udah ada. Dia adalah alasan kenapa Kakak berani menatap mata Papa tadi tanpa rasa takut sedikit pun.

Deg.

Jantung Dea kini benar-benar berpacu liar. Dadanya terasa sesak, seolah pasokan oksigen di kamarnya mendadak menipis. Jawaban Vhirel bukan sekadar informasi, tapi sebuah ledakan yang meruntuhkan segala asumsinyanya.

​Tangannya yang memegang ponsel kini mulai terasa dingin. Ia pun menatap deretan kalimat itu berulang kali, memastikan bahwa ia tidak salah baca. Dia sudah ada. Kalimat itu terasa begitu mutlak, begitu nyata. Selama ini, Vhirel adalah sosok yang sangat tertutup soal asmara, membuat Dea mengira kakaknya adalah pria dingin yang hanya peduli pada karier dan ambisi.

Dea mengetik lagi...

Siapa dia?

Dengan napas tertahan, sedetik kemudian, layar ponsel Dea kembali menyala...

Kak Vhirel

Dia adalah wanita yang selalu Kakak anggap kekanak-kanakan. Namun di balik wataknya yang keras kepala, dia punya sisi kedewasaan dan ketulusan yang gak pernah Kakak miliki sebelumnya dari wanita manapun yang Kakak kenal. Dia bahkan sudah cukup lama bersama Kakak, bahkan saat Kakak belum jadi siapa-siapa.

Dea menelan saliva. Air matanya nyaris jatuh. Ternyata ada wanita yang sedemikian hebatnya hingga mampu meluluhkan hati seorang Vhirel yang kaku. Ia masih menatap layar ponselnya yang mulai meredup. Saat itu juga, ia tak bisa membayangkan seperti apa rupa gadis yang Vhirel maksud. Apakah cukup dewasa darinya? Atau lebih cantik dari penampilannya yang terlalu sederhana?

Tak lama, sebuah pesan kembali masuk dan Dea gegas menatap layar.

Kak Vhirel.

Wanita pilihan yang Kakak maksud itu adalah kamu.

Dea terpaku. Dadanya kini serasa dihantam sesuatu yang tak terlihat, membuat napasnya tercekat sesaat. Bukan karena sakit ataupun terluka. Tapi sebuah kelegaan yang membuat air matanya yang panas dan pandangannya mengabur itu akhirnya lolos oleh air yang akhirnya jatuh membasahi wajah.

Ia menutup mulutnya dengan punggung tangan, menahan isak haru yang datang dengan makna besar dan cukup dalam.

Ponsel itu ia dekatkan ke dada.

Hangat. Bergetar pelan.

Sedetik berikutnya, ponsel itu kembali menyala dan ia membacanya lebih serius seolah tak ingin kehilangan satu kata pun yang terlewati.

Kak Vhirel

Kakak akan memperjuangkan kamu, mulai saat ini. Gak peduli status kita apa. Gak peduli konsekuensi apa yang akan terjadi nantinya. Akan ada masa... dimana tanya akan terjawab, sekalipun kejujuran itu menyakitkan. Kamu... adalah wanita pilihan yang aku temui selama ini, Andrea. Aku cinta kamu.

"Kak Vhirel," ucap Dea, lirih dan bergetar.

Untuk pertama kalinya, malam ini, ia tak lagi mempertanyakan rupa gadis lain. Tak lagi membandingkan dirinya dengan siapa pun. Yang tersisa hanya satu perasaan yang berdesak-desakan di dadanya—haru, bingung, dan sebuah keberanian kecil yang mulai tumbuh, meski gemetar. Meski ada rasa kekhawatiran yang dalam. Meski ia tahu dan sadar betul bahwa...

Mencintai saudara sendiri itu adalah kesalahan yang fatal.

****

1
falea sezi
heran liat ortunya ini egois bgt wong bukan saudara kandung sah saja lah jalin hubungan klo. ttep aja emak nya melarang pergi aja dea pergi jauh biar anak nya gila jd ibu koke egoiss amatt
falea sezi
virel g tegas maunya ma siapa Luna apa dea klo mau dea ya jauhin si ulet luna
Kar Genjreng
pokonya jangan ada cinta Antara kakak' Adek kesan nya yang anak angkat ga tau diri padahall namanya perasaan kan tapi jangan sampai itu memalukan keluarga
falea sezi
lanjut . emakk nya knp sih wong bukan inces aja kok hadeh
Kar Genjreng
jangan ada rasa cinta dong biar pun bukan satu kandung tetapi ,,di besarkan oleh orang tua yang sama kasih sayang yang sama jangan ada rasa cemburu layaknya
kekasih tetapi ingat sebagai kakak beradik,,,
Penulis🇰🇷Nuansa Korea: hai kak, salam kenal. jika berkenan saya penulis novel Chef seleb bergaya Korsel, kalau suka yg ada nuansa Korea, kuliner, dan budaya Korsel 😊 saya penulis pemula, masih banyak belajar, boleh dikasih saran & dukungannya ya💜terima kasih🙏
total 1 replies
Kar Genjreng
sapai dua bab belum tau
Kar Genjreng
mampir tapi masih kurang paham ,,, sebenarnya bayi siapa ,,dan Surya dan Oliv itu siapa nya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!