NovelToon NovelToon
Crowned Villains :The End Of Old World

Crowned Villains :The End Of Old World

Status: sedang berlangsung
Genre:Perperangan / Action / Fantasi
Popularitas:287
Nilai: 5
Nama Author: Asjoe the writer

Dunia adalah sebuah luka yang menolak untuk sembuh. Di Utara, perang suci antara Holy Kingdom dan Demon Realm tak kunjung usai. Di Selatan, tirani matriarki menciptakan perbudakan sistematis terhadap kaum pria. Sementara di Timur, jutaan nyawa menjadi tumbal bagi ambisi Federasi dan Aliansi. Bahkan di Barat, Kekaisaran Berline yang agung telah membusuk dari dalam akibat korupsi, nepotisme, dan kelaparan yang mencekik rakyatnya.Saat dunia memprediksi keruntuhan Berline akan menjadi awal dari domino kehancuran global, sebuah anomali muncul dari balik bayangbayang. Bukan pahlawan yang bangkit, melainkan Chara Initiative Organization (CIO). Sebuah organisasi villain yang kejam dan tak terduga. Lewat kudeta berdarah, mereka merebut tahta Berline dan memulai langkah radikal untuk menjungkirbalikkan tatanan dunia yang lama. Bagi mereka, dunia yang rusak tidak butuh diperbaiki; dunia butuh dihancurkan untuk dibangun kembali.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Asjoe the writer, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Sang Putri di Penjara Emas

Ibu kota Aliansi, Vorgograd, selalu diselimuti salju abadi. Di dalam Istana Musim Dingin yang megah, aroma kemenyan dan lilin ritual tercium kuat—bau khas dari praktik Nekromansi yang kini menjadi jantung pertahanan mereka.

Lacia berdiri di balkon kamarnya, menatap ke arah halaman istana di mana barisan tentara Dead Legion baru sedang dilatih. Mereka bergerak kaku, tanpa suara, hanya suara derit tulang dan baju zirah yang terdengar. Bagi Lacia, itu bukan lagi sebuah pasukan; itu adalah monumen penghinaan terhadap rakyatnya sendiri.

"Mereka dulu adalah ayah, kakak, dan anak-anak dari seseorang," bisik Lacia pelan.

"Dan sekarang mereka adalah pelindung abadi Aliansi, Yang Mulia," suara berat Volkov terdengar dari pintu.

Pamannya masuk dengan jubah militer yang berat, wajahnya tampak lebih tirus akibat obsesinya pada riset energi ungu.

"Sampai kapan, Paman?" Lacia berbalik, matanya berkaca-kaca namun tajam.

"Dunia menyebut kita iblis. Holy Kingdom mengutuk kita, dan CIO... mereka membakar rakyat kita seolah-olah mereka hanya tumpukan kayu kering. Apakah ini Aliansi yang kau janjikan padaku?"

Volkov tersenyum tipis, sebuah senyuman yang tidak pernah mencapai matanya.

"Moralitas adalah kemewahan bagi pemenang, Lacia. Saat dunia ini tunduk pada kekuatan kita, merekalah yang akan menulis ulang sejarah. Bersiaplah, sebentar lagi kita akan mengirim utusan ke Holy Kingdom. Bukan untuk berdamai, tapi untuk memastikan mereka tetap sibuk bertempur dengan Aris."

Langkah Berbahaya

Setelah pamannya pergi, Lacia segera menutup pintu kamarnya. Ia berjalan ke arah sebuah lemari tua dan mengeluarkan sebuah kotak kayu kecil yang tersembunyi. Di dalamnya terdapat sebuah alat komunikasi radio kecil—hasil selundupan dari pasar gelap Federasi yang sebenarnya diproduksi secara rahasia oleh teknisi CIO yang membelot.

Lacia tahu risikonya. Jika tertangkap, ia tidak akan lagi dipandang sebagai simbol Aliansi, melainkan pengkhianat yang pantas dieksekusi.

Ia menghidupkan alat itu. Suara statis memenuhi ruangan. Ia mencoba mencari frekuensi yang pernah ia dengar dari laporan intelijen—frekuensi yang digunakan oleh para pelarian politik di Barloa.

"Ini... ini adalah perwakilan dari Vorgograd," suara Lacia bergetar.

"Apakah ada yang mendengar? Aku mencari kontak dengan Elara... atau siapa pun yang bisa memberikan pesan kepada Aris dari CIO."

Setelah beberapa menit yang menegangkan, sebuah suara muncul dari balik statis. Bukan suara Aris, melainkan suara lembut namun tegas.

"Siapa ini? Ini Elara dari Barloa. Bagaimana kau bisa mendapatkan frekuensi ini?"

Lacia menarik napas panjang.

"Aku adalah Lacia. Aku tidak punya banyak waktu. Pamanku... Volkov... dia sedang mempersiapkan sesuatu yang lebih buruk dari Dead Legion. Dia menyebutnya 'Wabah Jiwa'. Dia ingin menyebarkannya di perbatasan Holy Kingdom untuk memancing kemarahan Paus agar mereka melakukan serangan total ke Barat. Dia ingin dunia saling menghancurkan."

Di seberang sana, terdengar jeda yang lama. Elara tampaknya terkejut mendengar kejujuran dari jantung Aliansi.

"Mengapa kau memberitahu kami ini, Putri?"

"Karena aku ingin menjadi pemimpin dari rakyat yang hidup, bukan ratu dari sebuah kuburan," jawab Lacia tegas.

"Tolong... hentikan dia sebelum semuanya terlambat."

Status Quo: Barloa yang Terbelah

Sementara itu, di Barloa, situasi tetap berada dalam Status Quo yang rapuh.

Zona CIO:

Menara-menara radio dan lampu jalan bertenaga listrik mulai terpasang. Suara bising mesin penggiling semen dan truk-truk logistik menjadi latar belakang kehidupan sehari-hari.

Rakyat mulai terbiasa dengan "makanan kaleng" dan "obat instan", namun mereka tetap menatap curiga pada tentara Aris yang tidak pernah tersenyum.

Zona Holy Kingdom:

Di luar gerbang, para ksatria suci telah membangun benteng kayu sementara. Mereka melakukan patroli doa setiap pagi, menciptakan dinding tak kasat mata antara "tanah suci" mereka dan "tanah mesin" CIO. Belum ada peluru yang ditembakkan, namun setiap kali tentara CIO dan ksatria suci berpapasan di pasar lokal, tangan mereka selalu berada di gagang senjata masing-masing.

Kaelen dan Elara:

Mereka menjadi jembatan yang mulai retak. Kaelen menghabiskan waktunya melatih sisa-sisa prajurit Barloa untuk menggunakan senjata baru, sementara Elara mencoba memahami bagaimana sihirnya bisa beresonansi dengan teknologi komunikasi CIO.

Barloa kini seperti kuali panas yang siap meledak. Kedamaian ini hanyalah ilusi yang dijaga oleh kehadiran Aris dan ketakutan Malachi akan kekuatan satu sama lain.

1
anggita
mampir like👍 iklan ☝saja.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!