NovelToon NovelToon
Yang Hamil Aku, Yang Kau Nikahi Dia

Yang Hamil Aku, Yang Kau Nikahi Dia

Status: tamat
Genre:Obsesi / Balas Dendam / Mengubah Takdir / Tamat
Popularitas:33.9k
Nilai: 5
Nama Author: Erchapram

Akselia Kinanti terbangun dalam genangan darahnya sendiri. Tangannya meremas perut yang kram hebat.

"Kamu... harus bertahan," bisiknya pada perut yang mulai terasa dingin.

Ponselnya berdering. Notifikasi siaran langsung : Kevin Pratama & Karina Adelia - Live Engagement Party.

Jemarinya gemetar membuka video itu. Di layar, Kevin tersenyum lebar, merangkul pinggang Karina Adelia model terkenal dengan gaun putih yang berkilau. "Aku sudah lama menunggu momen ini," kata Kevin di depan ratusan tamu.

Akselia tertawa pahit. Darah masih mengalir dari tubuhnya.

"Ini pasti salah paham," gumamnya lemah. Tapi matanya yang mulai sayu menatap cincin murah di jarinya, cincin yang Kevin bilang 'sementara'.

Gelap.

Ketika matanya terbuka lagi, Akselia bukan lagi pelayan restoran lemah yang mencintai pria salah. Dia adalah mantan pelatih bela diri yang pernah bikin lawan-lawannya menangis minta ampun.

"Kevin Pratama... Karina Adelia..."

Senyumnya tajam. Berbahaya.

"Permainan baru saja dimulai."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Erchapram, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 16 - LANGKAH PERTAMA KEVIN

TIGA HARI KEMUDIAN - KANTOR PRATAMA CORPORATION

Kevin duduk di ruang kerjanya yang mewah, menatap dokumen di hadapannya dengan rahang mengepal. Surat pembatalan pertunangan. Sudah dia draft sendiri, tinggal tanda tangan.

Tapi tangannya tidak bergerak.

Pintu ruangannya terbuka tanpa ketukan. Karina masuk dengan gaun merah menyala, wajah penuh kecurigaan.

"Kita harus bicara," katanya langsung, tidak ada basa-basi.

Kevin menutup dokumen itu cepat. "Ketuk pintu dulu, Karina. Ini kantor, bukan kamarmu."

"Jangan alihkan pembicaraan." Karina berdiri di depan meja, tangan di pinggang. "Kamu menghindariku seminggu ini. Telepon tidak diangkat, ajakan makan malam ditolak. Apa yang terjadi?"

Kevin bersandar di kursi, menatap tunangannya dengan tatapan datar. "Aku sibuk, proyek Singapura butuh perhatian penuh."

"Bohong." Karina membanting tas di meja. "Kamu menghindariku karena perempuan itu, kan? Pengawal Arjuna, Selia atau apa namanya."

Kevin tidak menjawab, dan diamnya sudah jadi jawaban.

Karina tertawa sinis. "Astaga. Kamu serius? Kamu mau rusak pertunangan kita gara-gara pelayan yang pura-pura jadi petarung?"

"Jangan sebut dia pelayan," kata Kevin tajam... terlalu tajam.

Karina tersentak, lalu matanya menyipit. "Kamu jatuh cinta padanya? Serius, Kevin?"

"Aku tidak tahu, mungkin." Kevin berdiri, berjalan ke jendela. "Yang aku tahu... aku lelah dengan hubungan palsu ini, Karina. Kamu tidak cinta padaku, aku tidak cinta padamu. Kita cuma sandiwara untuk keluarga dan bisnis."

"Dan kamu pikir cinta itu penting?" Karina menatapnya tidak percaya. "Kita bukan remaja, Kevin! Ini soal kekuasaan! Perusahaan kita gabung jadi yang terbesar di Jakarta!"

"Aku tidak peduli lagi." Kevin berbalik menghadapnya. "Aku mau sesuatu yang nyata, dan Selia... dia nyata."

Karina menatapnya lama. Lalu senyumnya muncul, senyum dingin yang berbahaya. "Baiklah. Kalau kamu mau hancurkan dirimu sendiri gara-gara perempuan itu, silakan. Tapi jangan harap aku diam saja."

"Apa maksudmu?"

"Maksudku, aku akan cari tahu siapa sebenarnya Selia Ananta. Dan kalau dia menyembunyikan sesuatu..." Karina mengambil tasnya, berjalan ke pintu, "...aku akan pastikan kamu tahu, lalu kita lihat apakah dia masih 'nyata' untukmu."

Pintu dibanting keras.

Kevin menatap pintu tertutup itu, rahangnya mengepal. Lalu dia mengeluarkan ponsel, mengetik pesan ke Akselia.

[Makan malam, malam ini? Aku mau bicara sesuatu penting.]

***

MALAM HARI - RESTORAN ROOFTOP

Akselia datang dengan hati berdebar. Pesan Kevin terdengar serius dan itu bisa berarti dua hal. Dia benar-benar serius, atau dia sudah curiga.

Kevin sudah menunggu di meja tepi pembatas dengan pemandangan kota Jakarta yang berkelap-kelip. Dia mengenakan kemeja putih lengan panjang, tidak ada dasi, penampilan santai tapi tetap rapi.

"Kamu datang," sapanya saat Akselia duduk. "Terima kasih."

"Kamu bilang penting, jadi aku datang."

Kevin tersenyum tipis. "Langsung to the point, aku suka itu." Dia menarik napas panjang. "Selia, aku sudah putuskan sesuatu."

Jantung Akselia berdegup lebih cepat. "Putuskan apa?"

"Aku akan batalkan pertunangan dengan Karina."

Hening.

Akselia menatapnya, pura-pura terkejut. "Kevin, itu... kamu yakin? Keluargamu?"

"Aku tidak peduli apa kata keluargaku." Kevin meraih tangan Akselia di atas meja. "Aku lelah hidup untuk orang lain, aku mau hidup untuk diriku sendiri. Dan aku mau hidup bersamamu."

Ini terlalu cepat, terlalu mudah. Pasti ada yang salah.

"Kevin, kita baru kenal..."

"Aku tahu. Tapi kadang waktu bukan soal berapa lama, tapi seberapa dalam." Kevin menggenggam tangannya lebih erat. "Selia, aku belum pernah merasa seperti ini pada siapa pun. Kamu... kamu bikin aku ingin jadi orang lebih baik."

Kata-kata yang sama, persis seperti setahun lalu saat Kevin mengejar Akselia.

Dan Akselia bodoh waktu itu percaya, tapi sekarang... sekarang dia tahu ini cuma permainan.

"Aku butuh waktu, Kevin," katanya pelan, pura-pura ragu. "Ini terlalu besar, terlalu cepat."

"Aku mengerti, aku akan kasih waktu sebanyak yang kamu butuhkan." Kevin tersenyum, senyum yang terlihat tulus. Terlalu tulus. "Tapi aku mau kamu tahu... aku serius. Ini bukan main-main."

Akselia menatap mata Kevin, mencari kebohongan. Tapi yang dia lihat, entah akting yang sangat bagus atau memang tulus... adalah ketulusan.

Dan itu membuatnya semakin bingung.

***

DUA JAM KEMUDIAN - MOBIL ARJUNA

Setelah makan malam, Akselia dijemput Arjuna yang kebetulan ada urusan di daerah yang sama. Di dalam mobil, Arjuna langsung bertanya.

"Bagaimana dengan Kevin?"

"Dia..." Akselia menghela napas, "...dia bilang mau batalkan pertunangan dengan Karina, demi aku."

Arjuna menoleh cepat. "Serius?"

"Entahlah, aku tidak tahu apakah dia jujur atau cuma jebakan."

"Kemungkinan besar jebakan." Arjuna menatap jalan di depan. "Kevin terlalu pintar untuk benar-benar jatuh cinta secepat ini, dia pasti punya agenda."

"Atau..." Akselia menatap keluar jendela, "...dia benar-benar jatuh cinta, dan itu justru lebih berbahaya."

Arjuna meliriknya. "Kenapa berbahaya?"

"Karena kalau dia benar-benar jatuh cinta, berarti aku berhasil. Berarti rencanaku jalan, dan itu artinya..." Akselia menarik napas, "...aku harus lanjut sampai akhir. Sampai dia hancur total."

"Dan kamu yakin bisa lakukan itu?"

Akselia tidak menjawab, karena jujur dia tidak yakin lagi.

***

TENGAH MALAM - KAMAR KOS BELAKANG DOJO

Akselia tidak bisa tidur. Pikirannya penuh dengan wajah Kevin, suaranya, kata-katanya.

Ponselnya bergetar, pesan dari nomor tidak dikenal.

[Hati-hati dengan Kevin Pratama, dia tidak semudah yang kamu kira. - Seseorang yang pernah jadi korbannya.]

Akselia menatap pesan itu dengan jantung berdebar. Siapa ini? Korban Kevin yang mana?

Dia membalas, [Siapa kamu?]

Beberapa menit berlalu, tidak ada jawaban.

Lalu pesan baru masuk, kali ini foto.

Foto Kevin dan seorang perempuan muda, bukan Karina, bukan Bella. Perempuan dengan mata bengkak, wajah penuh luka memar.

Teks di bawahnya, [Ini yang terjadi pada perempuan terakhir yang berani tolak Kevin. Dia tidak suka ditolak, dan dia tidak main-main kalau sudah obsesi. Lari selagi masih bisa.]

Akselia menatap foto itu dengan tangan gemetar. Bukan karena takut, tapi karena amarah.

Kevin bukan hanya manipulatif, dia berbahaya... Benar-benar berbahaya.

Dia mengetik balasan, [Aku tidak akan lari, tapi terima kasih atas peringatannya. Kalau kamu mau bantu, hubungi aku lagi.]

Tidak ada balasan.

Akselia meletakkan ponsel, menatap langit-langit. Sekarang dia tahu, permainan ini jauh lebih berbahaya dari yang dia kira.

Tapi dia sudah terlanjur masuk, dan tidak ada jalan mundur.

***

KEESOKAN PAGINYA - KANTOR MAHENDRA GROUP

Akselia baru sampai kantor ketika Diana menelepon dengan suara panik.

"Selia! Karina menyewa detektif swasta untuk selidiki kamu!"

"Apa?!"

"Aku dapat info dari orang dalamku, Karina curiga pada identitasmu. Dia akan cari tahu semuanya, dari mana kamu datang, siapa keluargamu, apa pekerjaanmu dulu. Semuanya!"

Akselia merasakan dingin menjalar di punggungnya. "Identitas palsuku aman kan?"

"Aman di permukaan, tapi kalau detektif itu cukup bagus dan gali lebih dalam..." Diana terdengar ragu, "...mereka mungkin bisa temukan celah."

"Berapa lama sampai mereka temukan sesuatu?"

"Satu minggu, mungkin dua kalau mereka lambat."

Satu minggu, Akselia punya satu minggu sebelum identitasnya terungkap. Satu minggu sebelum Kevin tahu bahwa Selia Ananta adalah Akselia Kinanti, perempuan yang dia buang setahun lalu.

"Aku harus percepat rencana," gumam Akselia.

"Percepat bagaimana?"

"Aku akan buat Kevin jatuh cinta sepenuhnya dalam seminggu ini. Lalu saat dia sudah terlalu dalam, aku akan hancurkan dia sebelum dia sempat tahu siapa aku."

"Selia, itu terlalu berisiko..."

"Tidak ada pilihan lain, Diana." Akselia menutup mata, menarik napas. "Ini sekarang atau tidak sama sekali."

Setelah menutup telepon, Akselia berdiri di jendela, menatap kota Jakarta yang sibuk di bawah.

Satu minggu.

Tujuh hari untuk membuat Kevin Pratama jatuh cinta.

Lalu menghancurkannya.

"Ayo, Kevin," bisiknya pada kaca jendela. "Kita lihat siapa yang lebih dulu hancur, kamu atau aku."

1
N Wage
kok 5 tahun yg lalu sih Thor,umur Aksa sj 5 THN + masa hamil+menikah setelah 2 THN kejadian yg menyakitkan bagi akkselia itu.
jadi seharusnya kurang lebih 8 THN yg lalu bukan?
maaf kalau salah.
Asyatun 1
keren banget thoor
Lienaa Likethisyow
terimakasih atas ceritanya thor..goodjob👍👍👍..tetap semangat💪💪💪/Heart//Heart/
Dew666
🌹🌹🌹🌹🌹
Arin
/Heart/
Erchapram: Terima kasih
total 1 replies
Nada She Embun
puas banget Thor... makasih atas cerita yg terbaik inii😍
Erchapram: Terima kasih.
total 1 replies
Dew666
🔥🔥🔥🔥🔥
Erchapram
Masih ada extra part, ditunggu ya... Terima kasih.
Nada She Embun
happy ending.. 😭.. makasih Thor... 😍
Nada She Embun: mantap thorr
total 2 replies
Nada She Embun
soo sweet.. 😍
Dew666
☀️☀️☀️☀️☀️
Nada She Embun
lebih baik d cintai.... kamu akan belajar menumbuhkan cinta juga... 💜
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨
ealahhh, gak boleh rangga nyium tapi dia yg nyosor, 🤭🤭🤭
tipikal awal malu malu, tp akhirnya malu maluin, sok-sok'an masih takut membuka hati tp ternyata lebih agresif.... eeehhh....
🤭🤭🤭🏃🏃🏃
Erchapram: Wkwwkwk... malu malu meong 🤣🤣🤣
total 1 replies
mini
tapi Kevin ktemu akselia dalam keadaan yang tidak sehebat sekarang dr awal dia udah cinta, cuma emang Krn redfleg, tapi skrg kan dia udh sadar😁✌️
Dew666
💜💜💜💜
vj'z tri
pelan pelan sajaaaaaaaa 🎉🎉🎉
Lienaa Likethisyow
mosok karo rangga to thor???/Speechless//Speechless/
gk setuju aq/Drowsy//Drowsy/
Lienaa Likethisyow: wes manut njenengan ae thor🤭🤭🤣🤣
total 2 replies
N Wage
seru sekali...sampai nahan nafas😁
semangat❤️
Asyatun 1
lanjut
Lienaa Likethisyow
aq merasa ada diantara penonton yg bersorak bahagia dan menangis bahagia karenamu Akselia👍👍👍...selamat Akselia jadi juara dalam hidup dan ring..💪💪💪tetap semangat thor😍😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!