NovelToon NovelToon
Yang Hamil Aku, Yang Kau Nikahi Dia

Yang Hamil Aku, Yang Kau Nikahi Dia

Status: sedang berlangsung
Genre:Obsesi / Balas Dendam / Mengubah Takdir
Popularitas:12.7k
Nilai: 5
Nama Author: Erchapram

Akselia Kinanti terbangun dalam genangan darahnya sendiri. Tangannya meremas perut yang kram hebat.

"Kamu... harus bertahan," bisiknya pada perut yang mulai terasa dingin.

Ponselnya berdering. Notifikasi siaran langsung : Kevin Pratama & Karina Adelia - Live Engagement Party.

Jemarinya gemetar membuka video itu. Di layar, Kevin tersenyum lebar, merangkul pinggang Karina Adelia model terkenal dengan gaun putih yang berkilau. "Aku sudah lama menunggu momen ini," kata Kevin di depan ratusan tamu.

Akselia tertawa pahit. Darah masih mengalir dari tubuhnya.

"Ini pasti salah paham," gumamnya lemah. Tapi matanya yang mulai sayu menatap cincin murah di jarinya, cincin yang Kevin bilang 'sementara'.

Gelap.

Ketika matanya terbuka lagi, Akselia bukan lagi pelayan restoran lemah yang mencintai pria salah. Dia adalah mantan pelatih bela diri yang pernah bikin lawan-lawannya menangis minta ampun.

"Kevin Pratama... Karina Adelia..."

Senyumnya tajam. Berbahaya.

"Permainan baru saja dimulai."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Erchapram, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 16 - LANGKAH PERTAMA KEVIN

TIGA HARI KEMUDIAN - KANTOR PRATAMA CORPORATION

Kevin duduk di ruang kerjanya yang mewah, menatap dokumen di hadapannya dengan rahang mengepal. Surat pembatalan pertunangan. Sudah dia draft sendiri, tinggal tanda tangan.

Tapi tangannya tidak bergerak.

Pintu ruangannya terbuka tanpa ketukan. Karina masuk dengan gaun merah menyala, wajah penuh kecurigaan.

"Kita harus bicara," katanya langsung, tidak ada basa-basi.

Kevin menutup dokumen itu cepat. "Ketuk pintu dulu, Karina. Ini kantor, bukan kamarmu."

"Jangan alihkan pembicaraan." Karina berdiri di depan meja, tangan di pinggang. "Kamu menghindariku seminggu ini. Telepon tidak diangkat, ajakan makan malam ditolak. Apa yang terjadi?"

Kevin bersandar di kursi, menatap tunangannya dengan tatapan datar. "Aku sibuk, proyek Singapura butuh perhatian penuh."

"Bohong." Karina membanting tas di meja. "Kamu menghindariku karena perempuan itu, kan? Pengawal Arjuna, Selia atau apa namanya."

Kevin tidak menjawab, dan diamnya sudah jadi jawaban.

Karina tertawa sinis. "Astaga. Kamu serius? Kamu mau rusak pertunangan kita gara-gara pelayan yang pura-pura jadi petarung?"

"Jangan sebut dia pelayan," kata Kevin tajam... terlalu tajam.

Karina tersentak, lalu matanya menyipit. "Kamu jatuh cinta padanya? Serius, Kevin?"

"Aku tidak tahu, mungkin." Kevin berdiri, berjalan ke jendela. "Yang aku tahu... aku lelah dengan hubungan palsu ini, Karina. Kamu tidak cinta padaku, aku tidak cinta padamu. Kita cuma sandiwara untuk keluarga dan bisnis."

"Dan kamu pikir cinta itu penting?" Karina menatapnya tidak percaya. "Kita bukan remaja, Kevin! Ini soal kekuasaan! Perusahaan kita gabung jadi yang terbesar di Jakarta!"

"Aku tidak peduli lagi." Kevin berbalik menghadapnya. "Aku mau sesuatu yang nyata, dan Selia... dia nyata."

Karina menatapnya lama. Lalu senyumnya muncul, senyum dingin yang berbahaya. "Baiklah. Kalau kamu mau hancurkan dirimu sendiri gara-gara perempuan itu, silakan. Tapi jangan harap aku diam saja."

"Apa maksudmu?"

"Maksudku, aku akan cari tahu siapa sebenarnya Selia Ananta. Dan kalau dia menyembunyikan sesuatu..." Karina mengambil tasnya, berjalan ke pintu, "...aku akan pastikan kamu tahu, lalu kita lihat apakah dia masih 'nyata' untukmu."

Pintu dibanting keras.

Kevin menatap pintu tertutup itu, rahangnya mengepal. Lalu dia mengeluarkan ponsel, mengetik pesan ke Akselia.

[Makan malam, malam ini? Aku mau bicara sesuatu penting.]

***

MALAM HARI - RESTORAN ROOFTOP

Akselia datang dengan hati berdebar. Pesan Kevin terdengar serius dan itu bisa berarti dua hal. Dia benar-benar serius, atau dia sudah curiga.

Kevin sudah menunggu di meja tepi pembatas dengan pemandangan kota Jakarta yang berkelap-kelip. Dia mengenakan kemeja putih lengan panjang, tidak ada dasi, penampilan santai tapi tetap rapi.

"Kamu datang," sapanya saat Akselia duduk. "Terima kasih."

"Kamu bilang penting, jadi aku datang."

Kevin tersenyum tipis. "Langsung to the point, aku suka itu." Dia menarik napas panjang. "Selia, aku sudah putuskan sesuatu."

Jantung Akselia berdegup lebih cepat. "Putuskan apa?"

"Aku akan batalkan pertunangan dengan Karina."

Hening.

Akselia menatapnya, pura-pura terkejut. "Kevin, itu... kamu yakin? Keluargamu?"

"Aku tidak peduli apa kata keluargaku." Kevin meraih tangan Akselia di atas meja. "Aku lelah hidup untuk orang lain, aku mau hidup untuk diriku sendiri. Dan aku mau hidup bersamamu."

Ini terlalu cepat, terlalu mudah. Pasti ada yang salah.

"Kevin, kita baru kenal..."

"Aku tahu. Tapi kadang waktu bukan soal berapa lama, tapi seberapa dalam." Kevin menggenggam tangannya lebih erat. "Selia, aku belum pernah merasa seperti ini pada siapa pun. Kamu... kamu bikin aku ingin jadi orang lebih baik."

Kata-kata yang sama, persis seperti setahun lalu saat Kevin mengejar Akselia.

Dan Akselia bodoh waktu itu percaya, tapi sekarang... sekarang dia tahu ini cuma permainan.

"Aku butuh waktu, Kevin," katanya pelan, pura-pura ragu. "Ini terlalu besar, terlalu cepat."

"Aku mengerti, aku akan kasih waktu sebanyak yang kamu butuhkan." Kevin tersenyum, senyum yang terlihat tulus. Terlalu tulus. "Tapi aku mau kamu tahu... aku serius. Ini bukan main-main."

Akselia menatap mata Kevin, mencari kebohongan. Tapi yang dia lihat, entah akting yang sangat bagus atau memang tulus... adalah ketulusan.

Dan itu membuatnya semakin bingung.

***

DUA JAM KEMUDIAN - MOBIL ARJUNA

Setelah makan malam, Akselia dijemput Arjuna yang kebetulan ada urusan di daerah yang sama. Di dalam mobil, Arjuna langsung bertanya.

"Bagaimana dengan Kevin?"

"Dia..." Akselia menghela napas, "...dia bilang mau batalkan pertunangan dengan Karina, demi aku."

Arjuna menoleh cepat. "Serius?"

"Entahlah, aku tidak tahu apakah dia jujur atau cuma jebakan."

"Kemungkinan besar jebakan." Arjuna menatap jalan di depan. "Kevin terlalu pintar untuk benar-benar jatuh cinta secepat ini, dia pasti punya agenda."

"Atau..." Akselia menatap keluar jendela, "...dia benar-benar jatuh cinta, dan itu justru lebih berbahaya."

Arjuna meliriknya. "Kenapa berbahaya?"

"Karena kalau dia benar-benar jatuh cinta, berarti aku berhasil. Berarti rencanaku jalan, dan itu artinya..." Akselia menarik napas, "...aku harus lanjut sampai akhir. Sampai dia hancur total."

"Dan kamu yakin bisa lakukan itu?"

Akselia tidak menjawab, karena jujur dia tidak yakin lagi.

***

TENGAH MALAM - KAMAR KOS BELAKANG DOJO

Akselia tidak bisa tidur. Pikirannya penuh dengan wajah Kevin, suaranya, kata-katanya.

Ponselnya bergetar, pesan dari nomor tidak dikenal.

[Hati-hati dengan Kevin Pratama, dia tidak semudah yang kamu kira. - Seseorang yang pernah jadi korbannya.]

Akselia menatap pesan itu dengan jantung berdebar. Siapa ini? Korban Kevin yang mana?

Dia membalas, [Siapa kamu?]

Beberapa menit berlalu, tidak ada jawaban.

Lalu pesan baru masuk, kali ini foto.

Foto Kevin dan seorang perempuan muda, bukan Karina, bukan Bella. Perempuan dengan mata bengkak, wajah penuh luka memar.

Teks di bawahnya, [Ini yang terjadi pada perempuan terakhir yang berani tolak Kevin. Dia tidak suka ditolak, dan dia tidak main-main kalau sudah obsesi. Lari selagi masih bisa.]

Akselia menatap foto itu dengan tangan gemetar. Bukan karena takut, tapi karena amarah.

Kevin bukan hanya manipulatif, dia berbahaya... Benar-benar berbahaya.

Dia mengetik balasan, [Aku tidak akan lari, tapi terima kasih atas peringatannya. Kalau kamu mau bantu, hubungi aku lagi.]

Tidak ada balasan.

Akselia meletakkan ponsel, menatap langit-langit. Sekarang dia tahu, permainan ini jauh lebih berbahaya dari yang dia kira.

Tapi dia sudah terlanjur masuk, dan tidak ada jalan mundur.

***

KEESOKAN PAGINYA - KANTOR MAHENDRA GROUP

Akselia baru sampai kantor ketika Diana menelepon dengan suara panik.

"Selia! Karina menyewa detektif swasta untuk selidiki kamu!"

"Apa?!"

"Aku dapat info dari orang dalamku, Karina curiga pada identitasmu. Dia akan cari tahu semuanya, dari mana kamu datang, siapa keluargamu, apa pekerjaanmu dulu. Semuanya!"

Akselia merasakan dingin menjalar di punggungnya. "Identitas palsuku aman kan?"

"Aman di permukaan, tapi kalau detektif itu cukup bagus dan gali lebih dalam..." Diana terdengar ragu, "...mereka mungkin bisa temukan celah."

"Berapa lama sampai mereka temukan sesuatu?"

"Satu minggu, mungkin dua kalau mereka lambat."

Satu minggu, Akselia punya satu minggu sebelum identitasnya terungkap. Satu minggu sebelum Kevin tahu bahwa Selia Ananta adalah Akselia Kinanti, perempuan yang dia buang setahun lalu.

"Aku harus percepat rencana," gumam Akselia.

"Percepat bagaimana?"

"Aku akan buat Kevin jatuh cinta sepenuhnya dalam seminggu ini. Lalu saat dia sudah terlalu dalam, aku akan hancurkan dia sebelum dia sempat tahu siapa aku."

"Selia, itu terlalu berisiko..."

"Tidak ada pilihan lain, Diana." Akselia menutup mata, menarik napas. "Ini sekarang atau tidak sama sekali."

Setelah menutup telepon, Akselia berdiri di jendela, menatap kota Jakarta yang sibuk di bawah.

Satu minggu.

Tujuh hari untuk membuat Kevin Pratama jatuh cinta.

Lalu menghancurkannya.

"Ayo, Kevin," bisiknya pada kaca jendela. "Kita lihat siapa yang lebih dulu hancur, kamu atau aku."

1
Asyatun 1
lanjut
Lienaa Likethisyow
ikhlas itu latihannya seumur hidup dg bersabar dg airmata..hasilnya luarbiasa👍👍👍 goodjob akselia..💪💪💪 thor😍😍
Lienaa Likethisyow
goodjob👍👍 akselia..memaafkan membuat hati lega dan juga damai💪💪💪
Asyatun 1
lanjut
Dew666
👍👍👍👍
Nada She Embun
maafkan dirimu sendiri.... cintai dirimu sendiri... jangan beratkan dirimu dengan hal yg bahkan di luar kendali mu... kamu cukup untuk dirimu... 💜... mencintai diri sendiri bukan egois... itu pertahanan untuk mental yg lebih sehat... banggalah pada dirimu... kamu yg terbaik...
author terbaik.. 😍
Lienaa Likethisyow
semangat selia jadi diri sendiri,hargai,cintai dirimu sendiri👍👍👍💪💪💪
Soraya
mampir thor
Dew666
🌹🌹🌹🌹🌹
Erni Noviyanti
tuh dengerin,ada yg gampang ngapain nyari yg sulit.
Lee Mbaa Young
🤣🤣🤣 syukurin kalah kan. balas dendam kok naggung. lek ijek bucin rasah koar koar balas dendam memalukan.
ayo karina hancurkan sekalian saja akselia kn bodoh dia biar tamat.
Erchapram: Jangan... ceritanya masih panjang, kita lihat dulu bagaimana perjuangan Akselia. 🙏
total 1 replies
vj'z tri
jurus buat ngalahin musuh ,malah dipakai musuh duluan 😅😅😅🤧🤧🤧🤧
Lee Mbaa Young: la dia bucin mkne gk tega kn menghancurkan lawan.
ngunu koar koar balas dendam.
wanita gk punya kemampuan kok bls dendam 🤣 apa nya yg di balas. yo mnding pergi jauh cari laki lain lah.drpd memalukan.
total 1 replies
Erni Noviyanti
kalau lemah ngga usah mikir bales dendam.mending pergi jauh mulai kehidupan yg baru.kasian orang yg udh banyak berkorban.
Lee Mbaa Young: laiya wong lemah kok balas dendam. yo mnding move on lah. cari laki lain. 🤣🤣🤣.
total 1 replies
Sunaryati
Setiap nongol langsung disikat, mana ada tabungannya🤣🤣🤭💪 Thoor
Sunaryati
Sudah berhasil menjerat Kevin, tapi tetap ragu ambil keputusan
Lienaa Likethisyow
lanjuuuuuuuuutttttttt....💪💪💪💪👍👍👍
Erchapram
Besok Novel ini libur update, jadi yang masih ditabung yukkk... bongkar dulu tabungannya, baca dulu sampai di bab akhir. Biar aku semangat lanjut...

Apalagi sudah bab 19 ya, akan ada perhitungan retensi di bab 20. Tolong dengan sangat ya... sahabat pembaca untuk segera dilanjut bacanya.

Terima kasih.
Asyatun 1
lanjut
N Wage
maaf nih ya Thor,serius nanya...(apa ada bagian yg terlupa aku baca) kan Kevin dan selia cukup lama berhubungan,SMP selia hamil juga.
kok Kevin gak mengenali selia sekarang?
N Wage: iya KK,maaf...😅
total 2 replies
Nada She Embun
nahan nafas aq bacaa.... 😮‍💨.. pengen banget liat kevin babak belur d tangan akselia...
Erchapram: Gak ada Kak, akan ada plot twist yang gak terduga
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!