Ruang posesif...
Velycia amora daneswara adalah seorang mahasiswi cantik di universitas rayaksha yang pindah karena akan menikah dengan seorang mahasiswa bernama kevin Arya alexsa dari universitas ganesha yang terkenal dengan price ice, dia termasuk ketua BEM di universitasnya dan seorang kapten basket. Karena pernikahan mereka disembunyikan banyak dari mahasiswa universitas Ganesha yang menyukai istrinya hal itu membuat kevin frustasi.
episode 23 CSKB
"Awas"
Brukk...
Suara para mahasiswa dan mahasiswi menggema bertempatan bola mengenai kepala velycia.
Suara nyaring mendenging di telinga velycia dan pengelihatan mulai kabur velycia pun pingsan di tempat.
"Velycia" teriak salwa dan nanda. Yang sudah tidak sadarkan diri.
"Vel bagun vel? "salwa yang mencoba untuk membangunkan velycia.
Begitu juga para mahasiswa dan mahasiswi yang berhambur mendekati velycia, bahkan para mahasiswa dorong dorongan untuk bisa mengangkat velycia.
Kevin yang melihat kejadian itu pun langsung menghampiri velycia tanpa berpikir panjang kevin pun langsung mengangkat tubuh velycia dan membawanya ke ruang uks.
Mereka yang melihat kejadian itu pun heran dengan tingkah kevin yang biasanya tidak mau berurusan soal perempuan tapi secara tiba-tiba dia mengangkat velycia denga wajah penuh kecemasan nya.
Dan penglihatan itu tidak luput dari serly, serly yang melihat itu mengepalkan tangannya dengan kuat lalu meninggalkan aula basket.
Sepanjang lorong menuju UKS kevin berjalan tergesa-gesa dengan wajah pucat, tidak lepas dari para mahasiswi menatap ke arah kapten basket yang terkenal dingin saat ini menggendong mahasiswi yang jatuh pingsan.
Brakk...
Pintu uks yang di buka secara terpaksa sama kevin dengan cara di dobrak membuat para petugas uks sampai terkejut.
" ada apa ni vin? "Panik petugas itu yang bernama bu weni. Melihat kevin menggendong seseorang yang pingsan.
"Tolong bu tadi dia kena bola basket"ucap kevin panik. Saat mendengar perkataan kevin petugas itu pun langsung memeriksa velycia. Setelah memeriksa velycia, tidak ada luka yang serius dan hanya ada benjolan besar dikepala velycia.
Petugas itu pun pergi meninggalkan mereka berdua. Sudah sekitar lima belas menit velycia pingsan akhirnya tersadar , velycia langsung memegang kepala nya meringis merasakan pusing dikepalanya.
Kevin yang berada disebelah nya dengan sigap langsung membantu velycia duduk.
" are you okey? "Tanya kevin, velycia pun mengangguk kepalanya menandakan bahwa dia baik baik saja.
" mau minum!, masih sakit tidak!, mana yang sakit!, kita pergi ke dokter ya! "Dan masih banyak lagi yang kevin tanyakan membuat velycia makin pusing.
" vin stop gue gakpapa gue mau minum aja"ucap velycia sambil memijit kepalanya.
"Lo mau apa lagi? " tanya kevin lagi.
"Gue mau pulang aja vin mau lanjut tidur pala gue pusing banget" ucap velycia dan diangguki kevin.
"Ya udah kalau gitu kita pulang aja ya" ucap kevin yang masih tampak khawatir.
"Emang lo gak sibuk bentar lagi kan ada pertandingan basket? Emang gak papa ditinggal. "
" tidak papa gue masih bisa heandel ko"
"Beneran? "
"Ya beneran udah yuk" ucap kevin sambil membantu velycia turun dari ranjang.saat velycia hendak turun dari ranjang secara tiba-tiba pintu uks didobrak begitu saja oleh dio, radit dan nanda beserta salwa.
Hingga yang ada didalam uks baik petugas maupun kevin serta velycia dibuat terkejut.
Brakk.
"Buset rusak pintunya weh?" ucap dio.
"Kaliaaann... tidak kevin tidak kamu sama aja kalau buka pintu itu pelan bukan didobrak apa salahnya pintu ini. belum pernah masuk uks aja kalian udah bikin masalah kalau sudah masuk kemari apa tidak kalian porak-porandakan ni uks? " omel petugas itu marah marah.
"He he ya maaf ibu anggi nan cantik jelita serta harum kembang jutuh rupa, kami panik buk temen kami masuk uks bawa cewek, cewek ini temennya teman kami ni juga, karena sebelum sebelumnya tidak pernah temen kami kayak gini takutnya ni ya buk,takutnya temen kami kerasukan hantu grandong, kan kasian temennya temen kami yang cewek ni ni nanti gak ada yang bantu temennya temen kami ini buk" tutur dio yang membuat petugas uks itu pusing dan bingung.
"Ha! Maksudnya apasih yo, kamu mau bikin otak saya muter-muter karena penjelasan kamu lebih baik saya sarankan ikut konten debm aja yo" ucap buk anggi.
"Ye..ibu orang serius juga" timpal dio.
"Dah ibu tidak mau dengar penjelasan kamu lagi, ibu mau kamu benerin ni pintu atau ibu laporin kamu ke dekan"ucap anggi lalu pergi meninggalkan mereka.
" ye..gak asik sih bu anggi masak maen lapor dekan"ucap dio sesungut dan mulai memperbaiki engsel pintunya. Dan yang lainnya masuk kedalam untuk melihat velycia.
"Wee wee ini perasaan gue aja atau gimana ya, kok lantainya" salwa, velycia, kevin, nanda, dan radit, melihat kearah pintu, tiba-tiba banyak segerombolan mahasiswa yang lansung mendorong pintu, seketika ada satu mahasiswa yang tidak sengaja melepas pintu, dan terbawa sampai masuk kedalam ruangan. Sedangkan dio menjadi terjatuh karena terlalu banyak orang yg masuk.
"Bergetar...." panik salwa
"Eh dia udah sadar, eh mana mana, eh liat liat dia deket banget sama kevin, eh itu ".banyak orang yang berbicara seakan-akan seperti heboh lebih tepatnya seperti monyet lepas dari kandangnya.
" woyy, tenang tenang, pintu mana pintuu, aaaa tolonggg".rengekan dari dio yg membuat semua orang melihat ke bawah.
"Woyy, bantuin gue monyet ehh liat doang lama lama gue tipuk lu semua"ucap dio yg sedang di bantu oleh nanda untuk berdiri.
" eh mana nih pintunya? "Tanya radit yg melihat, terpantau dari dekat tidak ada pintu
" eh ini ga sengaja lepas maaf kak, hehe".dan dio membetulkan pintu, setelah selesai dio menghampiri teman-teman nya.
"Hauhhh, akhirnya siap jugaaa".ucap dio tersenyum sambil melipat kedua tangannya. Tiba tiba
Brakk. Sekelompok mahasiswa datang, seketika pintu yg baru di betulkan oleh dio menjadi jatuh lagi.
" namun tuhan berkata lain".ucap nanda, saat melihat pintu itu jatuh, sambil mengelus elus lengan dio.
"Dio, aku tau kau kuat".ucap nanda dengan nada mengejek sambil tercengir kuda.
" vel, kamu gapapa? "Tanya seorang pria yg mendatangi velycia sambil memasang muka cemas nya itu.
" kak raja?"Yah lelaki itu yg tak lain dan tak bukan adalah raja.
" mana yang sakit? "Raja memegang kedua pundak velycia. Kevin yg melihat itu pun langsung memasang muka masam
" ohh, gu-gue gapapa kok kak".ucap velycia sambil senyum terpaksa, dan menyingkirkan kedua tangan raja.
"Syukur deh kalau tidak papa, oh ya kalau ada yang sakit langsung bilang saja ya".ucap raja sambil mengelus kepala velycia, tiba-tiba kevin lansung menggertak tangan raja dengan kuat.
"Maaf kak untuk perhatikan tangannya jangan sembarangan menyentuh orang" tegas kevin kepada raja, yang membuat raja mengerutkan keningnya.
"Maksudnya! Saya tidak menyentuh kamu, saya hanya khawatir sama velycia jika kamu tidak nyaman dengan tindakan saya yang menyentuh kepala velycia, emang kamu siapanya? Biasanya juga kamu tidak peduli jika ada masalah seperti ini. " skak raja yang membuat kevin tidak bisa berkata apa apa.
"Udah udah kok pada ribut sih ini kan kasian velynya udah dari pada ribut disini noh bantuin tuh dio" tunjuk salwa ke arah dio.
"Vel are you okey? " tanya salwa.
"Emm gue oke ko tapi sedikit pusing aja" anggukan velycia kepada salwa.
"Ya udah kita anterin lo pulang ya? "Ucap salwa dan diangguki oleh nanda.
"Gak usah dia bareng gue" ucap kevin sontak yang ada disitu terkejut mendengar perkataan kevin. Yang membuat radit mendekat kearah kevin dan meletakkan punggung tangannya ke kening kevin.
"Gak panas ko we, sehat kok, " ucap radit, yang masih mengecek suhu tubuhnya kevin.
"Apaan sih lo? " ucap kevin menyentakkan rangan radit.
"Oh masih kevin kirain bukan, masih galak soalnya. " ucap radit tanpa dosa.
"Maksudnya? "
"Ya lo aneh aja vin, gak kayak biasanya, lo peduli kali sama vely, siapanya vely sih kalau kita lagi ngomong vely lo kayak gak suka gitu. kayak berasa lo suaminya. " ucap radit, jujur jika mereka kumpul bareng dan menceritakan tentang velycia apalagi menceritakan tentang kecantikan velycia kevin akan menunjukkan reaksi aneh yang membuat radit dan dio heran sendiri.
"Ah gue tau lo suka juga kan sama vely. udah lah bro gak usah jaim sama kita kita mari bersaing sehat" sambung dio, yang membuat kevin langsung mengeraskan rahangnya.
Velycia yang melihat itu hanya terdiam melihat kevin dengan tatapan tajam kevin melihat ke arahnya dan itu tidak luput juga dari raja yang melihat kevin, velycia yang mendapatkan tatapan seperti itu pun langsung mengalihkan pandangannya arah lain.
"Gak gue gak suka sama dia dan gue juga ada suka sama seseorang dihati gue" ucap kevin yang membuat velycia merasakan sesak di dadanya.
"Emang siapa gak mungkin kan serly yang songong itu?"ucap radit.
" bukan"jawab singkat kevin.
"Terus... "Penasaran dio yang dio tau kevin tidak pernah dekat pada cewek mana pun.
" udah udah kalian kalo penasaran sana diluar aja gue mau ajak vely pulang sana hus hus hus"usir salwa. Dan langsung menarik tangan velycia langsung di tahan oleh kevin.
"Apaan sih vin gue mau bawa pulang velycia kasian dia lo tahan mulu kayak narapidana" kesal salwa yang melihat Kevin. Gimana tidak kesal jujur dirinya mengakui suka sama seseorang tapi kenapa menahan velycia seolah-olah velycia adalah miliknya.
"Biar gue yang anter" ucap kevin yang membuat yang lainnya terkejut untuk yang kedua kalinya.
"Ngapain gak usah lo bukan siapa siapanya, dia biar gue sama nanda yang anter dia lagian lo juga masih sibuk kan, jadi urusin aja kesibukan lo itu tidak usah sibukin orang lain. " geram salwa.
"Ya udah biar gue aja yang nganterin ve.. " belum siap raja ngomong sudah dipotong oleh salwa.
"Udah gue bilang gue aja lo pada pada budeg apa kalau budeg sana beli curek curek kuping seribuan doang masa gak mampu" ucap salwa dengan emosi yang membuat kevin, dio, radit dan raja the geng terkejut.
"Iiih udah ja, biar mereka aja yang antar velycia serem gue liat the geng mereka kayak singa singa semua" Blegidik boy melihatnya ia masih teringat pertengkaran antara nanda dengan dirinya yang tiada habisnya. Jika diteruskan mungkin raja akan bernasib sama dengan dirinya.
"Lo mau cari ribut lagi sama kita? " tanya nanda.
"Dih sapa ya perasaan gue cuman pasang listrik statis kenapa bisa nyambung sama listrik luar ya"sindir boy. Dan mereka adu tatap dengan tatapan tajam mereka
" ehm awas nanti jatuh cinta"goda kenzo. Mendengar itu mereka pun memutuskan tatapan mereka.
"Iii.. Malu malu kucing" ucap kenzo dan Wiliam pun tertawa terkikik kikik.
" udah lah vin biar mereka aja lagian kita juga masih sibuk"ucap radit.
"Entah nih kelen bantu in ngapa! sebel banget gue" ucap dio yang yang masih memperbaiki pintunya.
Dan mau tidak mau kevin pun mengizinkan velycia diantar oleh kedua teman-temannya.setelah masalah selesai begitu juga pintu uks baik kevin maupun raja pergi mengantar velycia ke tempat parkiran tempat dimana mobil velycia terparkir,
pandangan itu pun tidak luput dari banyaknya para mahasiswa dan mahasiswi yang melihat ketua BEM dan mantan presiden kampus mengantar velycia.
"Gue gak nyangka lo mau sampek kayak gini vin biasanya gak emang lo sama dia ada hubungan apa" ucap dio yang penasaran. Setelah melihat mobil yang ditumpangi velycia pergi meninggalkan kampus
"tidak ada" jawab singkat kevin.
.
"Kalau lo tidak ada apa apa kenapa lo peduli kali sama vely, vin kita ni bukan setahun dua tahun kita kenal lo, kita udah kenal lo dari SMP jadi kita tau tabiat dan habitat lo" ucap dio. Yang membuat kevin membeku. Benar apa yang dibilang dio mereka bertiga sudah kenal lama sejak mereka pertama kali masuk SMP.
"Tau tuh kevin lo ada sembunyikan sesuatu dari kita kan" ucap radit. Dan kevin pun masih terdiam.