Kara seorang artis cantik yang mengalami kecelakaan dan masuk ke dalam novel kebencian memerankan seorang wanita bernama Aleca seorang istri yang di nikahi suaminya karena sebuah dendam.
Dengan jiwa tangguh dan pengalaman hidupnya sebagai pabrik figur, dia mengubah takdir istri yang teraniaya itu dengan kekuatan baru.
Matanya yang dulu bercahaya kini membara, Dan suaranya yang dulu lembut kini tegas. Dia siap melawan suaminya yang menindasnya, dan mengambil kembali kendali kehidupan yang layak untuk sang istri yang lemah.
"Aku sudah siap bermain!” katanya dengan senyum dingin.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Elzaluza2549, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Orang Tua Mario
“Mario!..dari mana saja kamu...!?"Tanya pak Ari pada saat Mario menaiki tangga rumah nya.Mario berhenti sejenak, menoleh kebelakang melihat papa berdiri tegak di bawah tangga, tak lama seorang wanita paruh baya juga mendekati pak Arie. Wanita paruh baya itu nama nya Vania beliau adalah mama kandung Mario.
Mario menghela nafas lantas berlahan ia menuruni tangga hingga batas tangga kedua Mario berhenti tepat di hadapan kedua orang tua kandungnya.
“kamu dari mana saja Mario, kok baru pulang jam segini?"Vania bertanya dengan nada lembut berbeda dari papanya yang terlihat tegas.
“Dari nongkrong maa.."Jawab Mario santai.
“Nongkrong..?apa maksud kamu, kamu nongkrong sama istri orang!?"Pertanyaan sekaligus sindiran keluar langsung dari mulut pak Arie.
Mario mengatupkan bibirnya,wajahnya terlihat serba salah ketika melihat ekspresi wajah papa nya yang terlihat tidak suka.
“Kamu pikir papa tidak tau tentang wanita yang namanya ALeca itu, dia istri dari seorang Luiz kan!?"Tanya Papa sekali lagi dengan nadanya semakin memuncak.
“Dia bukan istri orang pa, dia hanyalah seorang wanita malang yang di tipu menikah dengan seorang pria yang membencinya. Aku sebagai sahabat nya berusaha membantu agar dia terlepas dari Pria seperti Luiz!"
“Apa maksud kamu, membantu merusak reputasi nama baik perusahaan kita. Begitu Mario!?"
“Pa, sudahlah cukup.Lagian juga mama tau kok tentang Aleca, Mario sudah lama berteman dengan Aleca semenjak SMA dia wanita yang baik-baik"Kata Vania mencoba membela Mario.
“ck.jika dia wanita baik-baik pasti dia paham sebagai seorang istri yang telah memiliki suami tidak baik jalan dengan pria lain, itu bisa di namakan selingkuh!"
“Pa cukup! papa tidak perlu menjelek-jelekkan ALeca.Lagian bukan Aleca yang secara terang-terangan mendekati Aku, tapi aku lah yang mendekati nya. Aku hanya sekedar membantu nya untuk cerai sama suami nya saja pa,itu pun tidak lebih.”
“Ooh membantu..? maksud kamu jika wanita itu benar-benar cerai sama suaminya jadi kamu rela menikahi dia sebagai janda! iya Mario!?"Tanya Pak Arie dengan nada yang semakin tinggi.
“Pa, cukup..nanti jantung mu kambuh lagi pa..."
Wajah Mario tiba-tiba memerah, ia tidak menyangka Papa akan mengeluarkan pertanyaan seperti itu. Ia menatap ke lantai sejenak sebelum menatap papa dengan tatapan yang jelas.“Aku membantu Aleca karena dia adalah sahabatku, yang sedang dalam kesusahan."
Mama Vania menyentuh tangan Mario dengan lembut. "Kita mengerti hatimu, nak. Tapi Papa khawatir karena kamu terlalu terlibat dengan istri orang, dan dunia luar bisa saja salah mengartikan hubungan kamu dengan Aleca, terutama jika dia benar-benar sudah cerai nantinya."
Mario terdiam melirik mamanya sebentar.“Aku ke atas dulu ma, aku lelah mau istirahat"Ujar Mario berbalik lalu menaiki tangga.
Vania mengangguk perlahan, matanya tetap mengikuti sosok Mario yang semakin jauh ke atas.
“Lihat Anak itu. selalu saja bersikap semaunya!"
...****************...
Meysa menghela nafas dalam-dalam, tampaknya sedang mengumpulkan keberanian sebelum berbicara. "Tante Shofia, sebenarnya aku datang bukan hanya untuk bertemu Tante, tapi juga karena aku ingin membicarakan tentang istrinya Luiz Tante."
Nyonya Shofia menautkan kedua alisnya,"Untuk apa kamu bertanya lagi tentang istrinya Luiz meysa, kan waktu itu Tante pernah bilang sama kamu kronologi jika Luiz itu tidak suka sama Aleca, dan dia menikahi ALeca hanya karena sebuah dendam"
"Aku tahu Tante tapi bukan masalah itu" ujar Meysa dengan suara lembut. "Kan selama ini aku tidak tau wajah Aleca itu seperti apa.Tapi sekarang aku juga baru melihat bagaimana wajah nya Aleca, dia cantik tante.”
Nyonya Shofia menghela nafas.“Hanya itu, jadi kamu minder karena istrinya Luiz itu Cantik?"
Meysa mengubah duduknya menyamping mendekati nyonya Shofia.“Tante tau jika aku bekerja sebagai artis, modeling...
“Iya terus...
“Begini Tante, aku sangat kesal karena manajer ku akan mencari artis baru lagi dan itu sama saja akan menyaingi aku. Dan Tante tau siapa seorang calon artis yang manajer aku ingin kan, wanita itu adalah ALeca istrinya Luiz.”
“Apa..!"Pekik nyonya Shofia terkejut.“Apa Tante tidak salah dengar jika manajer mu itu menginginkan ALeca untuk menjadi artis baru!"
Meysa menggelengkan kepala.“tidak tan, entahlah intinya mereka sangat tertarik dengan wajah Aleca. memang sih melalui video yang viral yang aku tonton barusan wajahnya memang cantik, kulitnya putih mulus
“Vidio viral..? maksud mu vidio viral seperti apa lagi?"
“Apa Tante belum tahu vidio viral itu..?"Tanya Shofia.
...****************...