NovelToon NovelToon
Gadis Milik CEO Posesif

Gadis Milik CEO Posesif

Status: sedang berlangsung
Genre:Identitas Tersembunyi / CEO / Anak Genius / Bullying dan Balas Dendam
Popularitas:3k
Nilai: 5
Nama Author: Tiara Pratiwi

Akibat fitnah kakak sepupunya, Sierra Moore dibuang keluarganya keluar kota Cragstone yang sangat jauh dan terpencil tanpa dibekali uang sepeserpun di usia 15 tahun. Tiga tahun kemudian, Tobias Moore, kakek Sierra yang baru mengetahui kalau Sierra telah didepak dari keluarga Moore sangat marah dan meminta anak dan menantunya untuk membawa Sierra kembali atau dia akan melongsorkan anaknya itu dari posisi CEO Moore Company. Sepupu Sierra, Nora Moore tentunya tidak senang dengan hal ini dan mengupayakan segala cara untuk bisa menyingkirkan Sierra dari keluarga Moore.
Apa yang membuat Nora tidak menyukai Sierra?
Hanya dengan dukungan kakeknya, akankah Sierra bisa bertahan dan mengambil kembali posisinya di keluarga Moore?
Akankah Sierra balas dendam pada orang-orang yang sudah menyakitinya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tiara Pratiwi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 16 Pertemuan Keluarga Moore dan Keluarga Girard

Malam itu, Nora Moore berdiri di depan cermin besar kamar riasnya selama tiga jam. Ia memastikan setiap detail sempurna, dengan gaun couture warna sampanye yang menonjolkan lekuk tubuhnya, riasan wajah yang memberikan kesan elegan sekaligus polos, dan rambut yang tertata tanpa cela. Bagi Nora, malam ini adalah deklarasi kemenangannya setelah menunggu tiga tahun kepulangan Felix Girard.

Tujuan mereka adalah Lignum, restoran paling eksklusif di puncak gedung pencakar langit Metropolia. Di sini, status adalah segalanya. Keluarga Girard, meski hanya pemegang Bronze Membership, level terendah di lingkaran elit tersebut, mereka tetap memiliki akses ke private room yang sudah mereka pesan jauh-jauh hari.

Saat keluarga Girard tiba di lobi yang beraroma kemewahan, keluarga Moore sudah menunggu. Namun, Nora langsung merasa kecewa. Julian dan Isabelle Girard keluar dari mobil, tetapi Felix tidak muncul bersama mereka.

"Isabelle, Julian, senang melihat kalian," sapa Samantha, ibu Nora, sambil mencium pipi mereka secara formal.

Nora tidak bisa menyembunyikan kecemasannya. "Mrs Girard... Apa... Felix tidak datang?"

Isabelle menepuk lengan Nora. "Jangan khawatir. Pesawatnya delay, tapi dia langsung menuju ke sini dari bandara. Dia pasti datang."

Nora mengembuskan napas lega. Mereka kemudian dipandu menuju ruang privat yang kedap suara dan mewah.

Saat hidangan pembuka disajikan, pintu kayu berat itu terbuka. Felix Girard melangkah masuk. Ia mengenakan setelan jas gelap yang pas, wajahnya tampak lebih dewasa namun lebih dingin dari tiga tahun lalu.

"Maaf aku terlambat. Penerbanganku delay," ucap Felix datar tanpa ekspresi.

"Tidak apa-apa, Felix. Kita kan sudah seperti keluarga," sahut Brady Moore, ayah Nora, mencoba mencairkan suasana.

Nora menatap Felix dengan mata berbinar. "Felix... apa kabar?"

"Baik," jawab Felix singkat, lalu duduk tanpa menatap Nora.

Di balik wajah datarnya, pikiran Felix hanya tertuju pada satu nama, Sierra. Selama tiga tahun, ia mencoba melupakan gadis itu karena rumor aborsi dan pergaulan bebas. Namun tidak bisa, setelah tiga tahun logikanya baru mulai bekerja. Ia merasa bodoh karena lebih mempercayai omongan orang lain daripada karakter Sierra. Ia sudah kenal Sierra sejak masih kecil, bagaimana bisa dia lebih percaya rumor tanpa mendengarkan penjelasan Sierra. Ia merasa seperti pengecut karena telah meninggalkan Sierra saat gadis itu berada di titik terendah.

Felix menyapu pandangan ke seluruh ruangan. "Dimana Sierra?" tanyanya tiba-tiba. "Aku dengar dia sudah kembali ke kota ini."

Suasana meja makan mendadak senyap. Wajah Nora memucat.

"Em... Sierra menolak datang," jawab Samantha dengan nada meremehkan. "Kamu tahu sendiri betapa keras kepalanya dia. Tidak ada yang bisa memberi perintah padanya. Wataknya semakin keras sejak kembali dari Cragstone."

Makan malam berlanjut dengan canggung. Felix hanya menyentuh sedikit makanannya, ia tidak punya nafsu makan membayangkan kehidupan sekeras apa yang dijalani Sierra di Cragstone. Bahkan saat Nora mengambilkan potongan daging wagyu ke piringnya, Felix hanya membiarkannya begitu saja hingga dingin.

"Aku ke toilet sebentar," kata Felix sambil berdiri.

Nora segera menyusul. "Aku juga ingin mencuci tangan."

Di koridor marmer, Nora kehilangan jejak Felix. Namun, saat ia berdiri di depan area toilet, pintu toilet wanita terbuka. Seorang wanita keluar dengan langkah angkuh. Itu adalah Sierra. Rambut pirangnya tergerai indah, dan tatapannya tajam dan dingin. Meskipun dengan pakaian casual, Sierra tetap tampak bersinar lebih terang daripada Nora.

Nora langsung menghadang jalan Sierra. "Apa yang kau lakukan di sini?! Kau membuntuti kami, kan? Apa kau kemari karena tahu Felix sudah kembali?!"

Sierra berhenti dan menatap Nora dari atas ke bawah dengan jijik. Ia tertawa sinis. "Heh?! Percaya diri sekali aku mengikutimu. Memangnya tempat ini milikmu? Siapa kau berani mengaturku?"

"Jangan bohong! Aku tahu kau ingin menggoda Felix lagi," bentak Nora.

"Untuk apa aku mengikuti kalian? Untuk ikut makan malam bersama? Hah! Melihat mukamu saja sudah membuatku mual, Nora. Selera makanku hilang seketika," balas Sierra dingin.

"Cepat pergi dari sini! Felix sudah jadi milikku! Jangan tunjukkan wajahmu di depan Felix!"

Sierra maju satu langkah, mengintimidasi Nora. "Ambil saja barang bekas itu. Aku tidak butuh. Kau pikir aku akan mengambil lagi apa yang sudah aku buang? Mungkin dia berharga bagimu tapi tidak untukku"

Dengan satu dorongan kuat di bahu, Sierra membuat punggung Nora membentur tembok. Sierra berjalan pergi dengan anggun menuju Diamond Private Room, tempat ia ditunggu oleh Adrian beserta James dan Anastasia.

Berbeda dengan keluarga Moore, Sierra tidak perlu booking jauh-jauh hari untuk bisa makan di restoran ini, karena restoran ini adalah milik Blackwood Group dan Adrian sudah memberikan Diamond membership untuknya sejak beberapa waktu lalu. Meskipun begitu, malam ini bukan dia yang mengajak makan malam di Lignum melainkan Anastasia.

Saat Nora masih merintih kesakitan, Felix keluar dari toilet pria. Ia mengernyit melihat Nora bersandar di dinding.

"Apa yang kau lakukan di sini?" tanya Felix dingin.

"Aku... Juga baru dari toilet, aku menunggumu agar kita bisa kembali ke meja bersama," bohong Nora. Ia kemudian memberanikan diri mencekal lengan Felix. "Felix, kau tahu tujuan makan malam ini, kan? Orang tua kita ingin kita bertunangan. Aku sudah menunggumu selama tiga tahun ini..."

Felix perlahan melepaskan tangan Nora dengan gerakan kasar. "Aku tidak bisa, Nora."

"Apa?"

"Aku menghargaimu karena kau pernah menolongku, tapi cuma itu. Perasaanku padamu hanya sebatas rasa terima kasih," Felix menatap Nora dengan tajam. "Aku selalu memikirkan Sierra selama tiga tahun ini. Cintaku hanya untuk Sierra. Aku tidak pernah melupakannya."

Wajah Nora memerah karena malu dan marah. "Kau... Kau mau kembali pada jalang itu? Dia hanya wanita murahan, Felix! Mungkin sekarang dia sudah jadi simpanan pria kaya!"

"Nora!" bentak Felix hingga suaranya bergema. "Menghina Sierra tidak membuatmu terlihat lebih baik. Apa kau tahu kau sekarang terlihat seperti apa? Kau terlihat sebagai orang yang penuh rasa iri dan dengki. Apa ini dirimu yang sesungguhnya? Kalau dipikir-pikir rumor buruk tentang Sierra, semuanya bermula darimu..."

Felix maju selangkah, menatap Nora dengan penuh kecurigaan. "Sekarang aku mulai berpikir... semua rumor busuk tentang Sierra tiga tahun lalu, jangan-jangan kau yang merencanakannya?"

Nora membelalak, jantungnya berdegup kencang karena ketakutan rahasianya terbongkar. "M... mana mungkin! Tega sekali kau menuduhku, Felix! Lagipula apa kau tidak ingat foto-foto itu?! Foto Sierra bersama para laki-laki itu?!"

"Entahlah... Itu hanya foto, masih bisa dipalsukan... Waktu itu aku tidak bisa berpikir jernih dan tidak terpikirkan untuk mengeceknya pada ahli. Sebaiknya kau tidak ada hubungannya dengan semua itu, atau aku akan..."

"Aku tidak melakukan apapun, Felix! Semua itu asli! Aku mendapatkannya dari orang lain! Felix, kamu harus percaya padaku!"

Felix tidak mau mendengar ataupun membalas lagi. Ia berbalik dan meninggalkan Nora sendirian di lorong. Nora meremas gaun mahalnya hingga kusut, air mata kemarahan jatuh di pipinya. Dalam hati, ia bersumpah akan menghancurkan Sierra lebih parah dari sebelumnya.

1
Tiara Pratiwi
Diusahakan update tiap hari tapi mungkin cuma 3 episode per hari. pengalaman ynag udah-udah sekalinya ngebut lebih dari 10 episode, tangan jadi agak tremor trs jd butuh istirahat lama /Sweat/ sudah tidak muda lagi akika
Narti Narti
aku hadir kak selamat untuk karya baru ya👍👍👍👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!