NovelToon NovelToon
Pengagum Rahasia

Pengagum Rahasia

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Cintamanis / Diam-Diam Cinta / Cinta pada Pandangan Pertama / Dokter / Teman lama bertemu kembali
Popularitas:27.7k
Nilai: 5
Nama Author: elaretaa

Sejak kuliah, Kanaya sudah mengagumi seorang Narendra Atmaja, namun ia sadar akan statusnya dan mencoba membuang jauh-jauh perasaannya. Hingga suatu hari sahabatnya mendaftarkan Kanaya ke sebuah aplikasi kencan dan ia harus bertemu dengan pria yang menjadi teman kencannya, akhirnya Kanaya menemui pria tersebut dan betapa terkejutnya ia ketika mengetahui jika pria yang menjadi teman kencannya adalah pria yang ia kagumi sejak kuliah.

Bagaimana kelanjutannya? Apa yang akan terjadi pada Kanaya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon elaretaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ceritakan Semuanya!

Kanaya menerima kantong kertas itu dengan ragu, "Terima kasih ya, Mas," ucap Kanaya pelan.

Setelah kurir itu pergi, Kanaya menutup pintu dan meletakkan kantong tersebut di atas meja, tepat di samping gunungan camilan dari Narendra tadi.

Baru saja Kanaya ingin membuka kantong tersebut, sebuah pesan masuk kedalam ponselnya dan ia pun segera membukanya.

[Jangan lupa dimakan]

"Jadi, makanan ini dari Narendra," gumam Kanaya.

^^^[Terima kasih]^^^

Setelah itu, tidak ada balasan. "Mungkin dia sedang perjalanan pulang," gumam Kanaya.

Kanaya membuka wadah sup ayam jahe tersebut, uap panasnya langsung menyapa wajahnya, membawa aroma kaldu yang begitu menenangkan. Kanaya mencicipi sesendok kuah bening itu, rasanya pas, hangatnya mengalir perlahan di tenggorokan, seolah mengusir sisa rasa dingin yang tadi sempat menyergap di mobil.

​Sambil menikmati dimsum udang yang masih terasa juicy, Kanaya tidak bisa berhenti menatap gunungan camilan dan makanan di hadapannya.

"Seumur hidupku, ini pertama kalinya aku punya banyak makanan kayak gini," gumam Kanaya.

Ditengah makan malamnya, tiba-tiba ponsel Kanaya bergetar dan Kanaya pun melihat Arin yang menelponnya.

^^^Ada apa?^^^

Besok ke rumahku yuk!

'Apa aku ke rumahnya Arin aja ya, lagipula aku besok gak ada kegiatan,' batin Kanaya.

^^^Oke, aku kesana kayak biasa aja ya.^^^

Siap, aku tunggu ya.

Setelah itu, Kanaya memutuskan sambungan telepon tersebut dan menghabiskan makan malamnya.

Setelah menghabiskan suapan terakhir sup ayam jahe yang menghangatkan perutnya, Kanaya membereskan bekas makannya dengan perasaan yang jauh lebih tenang. Namun, ketenangan itu terusik saat matanya melirik jaket bomber Narendra yang tergeletak di atas kasur.

​Kanaya merebahkan tubuhnya dan mencoba untuk tidur, namun bayangan Narendra yang mengusap rambutnya dan tatapan tajam pria itu terus berputar di kepalanya seperti kaset rusak

"Apa sih Kanaya, gak jelas banget. Narendra mungkin cuma iseng aja atau dia butuh teman," gumam Kanaya.

Pagi harinya, udara masih terasa segar saat Kanaya melangkah keluar dari gang sempit kosnya. Kanaya mengenakan blus sederhana dan celana panjang, tas selempang kecil tersampir di bahunya dan ia sudah siap untuk menuju rumah Arin sesuai janji mereka di telepon semalam.

Kanaya memesan ojek, karena ia takut jika menggunakan sepeda motornya, nanti motornya mogok. Kanaya pernah ke rumah Arin dengan menggunakan sepeda motor bututnya, yang ada motornya mogok ditengah jalan, selain itu ban sepeda motornya juga sudah tipis dan jarak kosnya dan rumah Arin cukup jauh.

Saat keluar gang, langkah Kanaya mendadak terhenti saat matanya menangkap pemandangan yang sama sekali tidak ia duga, di depan mulut gangnya yang sempit, Narendra bersandar pada kap mobil mewah yang sama dengan kemarin.

Pria itu tampak sangat rapi dengan kemeja kasual yang lengannya digulung hingga siku, jam tangan melingkar di pergelangan tangannya dan kacamata hitam yang bertengger di hidung bangirnya.

​Kanaya mengerjapkan mata beberapa kali dan berharap itu hanya halusinasi akibat kurang tidur, tapi sosok itu tetap di sana, bahkan kini sedang menatap lurus ke arahnya seolah sudah menunggu sejak lama.

​"Na-narendra?" gumam Kanaya.

​Narendra menegakkan tubuhnya dan melepas kacamata hitamnya lalu memasukkannya ke dalam saku kemejanya.

"Ayo, aku antar," ucap Narendra.

"Ta-tapi, aku udah pesan ojek," ucap Kanaya.

Batu saja Narendra ingin bersuara, sebuah pria yang menggunakan jaket ojek online datang. "Aras nama Mbak Kanaya?" tanya ojek itu.

"Iya, Pak," jawab Kanaya.

"Ini uangnya, Pak. Bapak tidak perlu mengantarkannya, dia pergi dengan saya," ucap Narendra dengan memberikan uang pada ojek tersebut lalu Narendra menarik tangan Kanaya dan membawa Kanaya masuk kedalam mobilnya.

"Mas, ini kebanyakan," ucap ojek tersebut.

"Gapapa, Pak. Kembaliannya buat Bapak aja," ucap Narendra dan masuk ke dalam mobilnya.

"Dasar anak muda, suka berantem," gumam ojek itu ketika melihat mobil Narendra menjauh.

Suasana di dalam kabin mobil terasa begitu pekat oleh kecanggungan, aroma maskulin dari parfum Narendra memenuhi ruangan dan berpadu dengan suhu AC yang kini sudah diatur lebih bersahabat oleh pria itu. Kanaya duduk kaku, matanya lurus menatap ke depan, sementara tangannya meremas tali tas selempangnya dengan gugup.

​"Kenapa diam saja?" tanya Narendra memecah keheningan tanpa mengalihkan pandangan dari jalanan.

"I-itu, aku nggak tahu kalau kamu datang. Ke-kenapa nggak bilang?" tanya Kanaya.

"Kemarin aku kan sudah tanya," ucap Narendra.

"Kamu kan cuma tanya, kamu nggak bilang kalau mau datang," ucap Kanaya.

"Sama saja," jawab Narendra dan Kanaya pun terdiam, karena percuma saja berdebat dengan Narendra.

Mobil Narendra berhenti tepat di depan pagar rumah Arin dan begitu pintu terbuka, Arin yang sedang menyiram tanaman di teras langsung mematung, selang air di tangannya hampir saja menyemprot kakinya sendiri saat melihat Kanaya turun dari mobil mewah yang sangat mentereng di lingkungan itu.

​Kanaya turun dengan wajah yang sudah semerah kepiting rebus, belum sempat ia menjelaskan, pintu kemudi terbuka dan Narendra melangkah keluar dengan wibawanya yang tenang namun mendominasi.

"Na-narendra," gumam Arin.

Narendra dan Kanaya pun mendekati Arin yang masih terpaku di tempatnya, "Narendra?" tanya Arin.

"Senang bertemu denganmu," ucap Narendra.

"Ah iya, sepertinya terakhir kita bertemu saat kuliah dulu," ucap Arin.

"Iya," jawab Narendra.

"Mau mampir?" tawar Arin.

"Tidak terima kasih, oh ya cemilan ini untuk kalian. Nanti kalau sudah pulang, kabarin aku, aku jemput. Sekarang, aku pergi dulu," ucap Narendra pada Kanaya.

"Te-terima kasih," ucap Kanaya dan diangguki Narendra.

"Aku pergi dulu," pamit Narendra.

Setelah kepergian Narendra, Arin pun menatap tajam sahabatnya. "Sekarang, kamu harus ceritakan semuanya!" desak Arin.

"Ayo masuk dulu," ucap Kanaya.

Kanaya menyeret langkahnya masuk ke teras rumah Arin sambil menjinjing kantong plastik berisi camilan premium yang lagi-lagi diberikan Narendra. Arin tidak melepaskan pandangannya sedikit pun dari Kanaya, tangannya masih memegang selang air yang sudah ia matikan, namun matanya seolah memancarkan sinar laser yang siap membedah setiap rahasia sahabatnya dan begitu mereka masuk ke ruang tamu, mereka duduk di sofa, Arin langsung melipat tangan di dada.

​"Oke, jelaskan sekarang! Sejak kapan seorang Narendra yang dulunya sedingin kutub utara dan susah didekati, sekarang berubah jadi supir pribadi sekaligus pengantar snack pribadi kamu?" tanya Arin tanpa basa-basi.

"Kamu kan tahu kalau Narendra itu pria yang ada di aplikasi kencan," ucap Kanaya.

"Iya, aku tahu. Tapi, aku nggak tahu kalau kalian bakal ketemu lagi bahkan Narendra sampai anterin kamu kesini," ucap Arin.

"Oke, aku bakal cerita. Tapi, kamu jangan kaget ya," ucap Kanaya.

"Iya," jawab Arin yang sudah tidak sabar dengan penjelasan sahabatnya itu.

.

.

.

Bersambung.....

1
dika edsel
setelah ini giliran ke rumahnya naya...,minta restu ke emak bapaknya naya juga jgn lupa itu?? semoga lancar sampe hari H😊
Aidil Kenzie Zie
Narendra mau memperkenalkan Kanaya sebagai calon istrinya 👍👍
Naufal Affiq
semoga calon mertua tidak bermuka dua
Pcy
semoga mama dan papanya narendra benar2 menerima kanaya
dyah EkaPratiwi
Alhamdulillah diterima dengan baik
leahlaurance
semoga bakal ibu bapa mertua tulus,ya jangan hanya pura pura depan anaknya.
partini
wow di luar perdeksi BMKG,apa berkelanjutan atau cuma awal
Ana
mudah2an kanaya ditrimah
Indriani Kartini
apakah Kanaya akan di tolak atau Mlah sebaliknya ya, mudah2an keluarga Narendra menerima kanaya
Naufal Affiq
lanjut kak,gak bisa komen,naren nya gercep banget mau mengenal nara sama keluarganya,
Isma Nayla
semoga naren dpt melindungi naya seumpama naya di pandang rendah oleh keluarganya naren.
dika edsel
ya ampun....anak siapa sih ini,maen dirumah org gk kenal waktu...?? udah ditolak masih gk pulang dasar tebal muka...,gktau diri.. katanya anak orang kaya tp makan masih numpang..,sarapan numpang, makan siang numpang eh masih nungguin makan mlm juga...😌
leahlaurance: semoga naya enga di permalukan.
total 1 replies
partini
sat set sekali si Naren,OMG semoga ada something setelah melihat Kanaya like someone in the past
dyah EkaPratiwi
semoga orang tua Narendra bisa terima
Kusii Yaati
kayaknya bau" perjodohan mulai tercium 😌
Naufal Affiq
beneran naren,kamu ajak nikah naya,jangan buat di sakit hati
Naufal Affiq
aku pada mu naren
partini
ngajak nikah apa ngajak masuk neraka ren
@$~~~tINy-pOnY~~~$@
minat
dika edsel
ini masih konflik di area gang sempit blm ke konflik keluarga naren, pastinya lbh berat lagi..!?! klo cinta bilang..jgn menggantung hati anak orang,lindungi naya apapun yg terjadi..,aku yakin kau mampu naren.
dika edsel: diliat dr modelan bapaknya naren yg nyebelin pasti menentang keras pilihan anaknya, udah pasti ituh..
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!