Menceritakan tentang 2 gadis bersaudara dimana dia adalah seorang anak yang di hidupi oleh pengusaha yang sangat kaya raya dan setiap pesaing kalah bisnis dari orang tua nya selalu saja mereka ingin selalu menjatuh kan orang tua Cahya dan Megy....
" Cahya kamu janji ya, akan membalaskan kedua orang tua kita" kata Megy sembari mengelap air mata adik nya yang menetes di pipi.
"Oke, gue janji kak, lu juga janji ya, kak? Ucap Cahya sembari berhenti menangis.
Cahya sekarang usiamu muda, kamu bisa ikut ke medan perang! Di sana kamu bisa mempelajari ahli beladiri apa saja? Kata Megy dengan serius.
Baiklah kak, gue akan pergi dulu! Titip ayah ya? Ucap Cahya.
Apakah orang tua nya akan jatuh atas segala yang dilakukan penjahat..?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ebit S, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
28. Kevin Cs Datang
Edwin Kurniawan yang baru saja menerima pukulan dan di tanya hanya menggelengkan kepalanya saja.
Lalu Cahya yang baru saja memukul dan bertanya masih tidak mendapatkan jawabannya.
Hingga dengan kesal Cahya memiringkan kepalanya menatap Edwin Kurniawan.
"Baiklah, rasakan ini!" Kata Cahya yang sudah geram dengan Edwin Kurniawan.
Lalu Cahya segera membanting Edwin hingga menghantam lantai dengan keras dan segera memiting tangan Edwin Kurniawan.
"Aaaahh.."
Jerit Edwin Kurniawan yang sedang di pitting Cahya.
Kemudian Cahya pun, berkata."Bagaimana, masih ingin menutup mulut dan tidak ingin mengatakan dalang dibalik yang menyuruh kalian?"
Sorot mata Cahya menjadi semakin tajam melihat Edwin Kurniawan sementara Edwin Kurniawan terkekeh lalu dengan seringai dingin.
Edwin Kurniawan pun berkata."Apakah menurut kamu saya ini, sudah kalah darimu, hah? dan kamu merasa sudah tidak bisa di kalahkan?"
Setelah berkata begitu Edwin Kurniawan yang sedang di pitting tangannya oleh Cahya lalu melepaskan diri dari Cahya.
Dan saat dirinya sudah terlepas dari Cahya segera membersihkan baju nya seolah-olah terkena kotoran yang tidak layak di bajunya.
Lalu Edwin Kurniawan segera melepaskan bajunya kemudian menunjukkan otot-ototnya yang membuat semua orang akan terpesona melihatnya. Termasuk semua anak buahnya yang melihat menjadi terpesona.
"Waaaah, bos emang keren?"
"Bos, emang tidak ada duanya."
"Siapa pun yang akan menjadi istrinya nanti, pasti akan sangat beruntung."
Tetapi Cahya dan Megy sama sekali tidak terpesona karena mereka saat ini seolah menatap orang idiot.
"Bagaimana, apakah kamu selama memukul saya sudah merasa puas diri, dan tidak bisa dikalahkan." Kata Edwin Kurniawan dengan seringai dingin.
" Benarkah?" Jawab Cahya mengerutkan alisnya.
Kemudian Edwin Kurniawan menatap Cahya dengan tajam lalu Edwin Kurniawan merenggangkan otot-ototnya seolah-olah selama disiksa tadi belum ada apa-apanya.
"Akan gue tunjukkin ke lu, bagaimana itu dengan namanya penyesalan?" Kata Edwin Kurniawan berbicara dengan serius menatap mata Cahya.
Setelah Berbicara kemudian Edwin Kurniawan langsung menyerang menuju dengan Cahya dan kecepatannya melebihi dari sebelumnya ketika menyerang Megy.
"Bak...buk..bak..buk.. plak..plak..bak..buk.."
Suara pukulan dan tendangan pun terdengar hingga yang melihat tidak bisa melihat gerakan Cahya dan Edwin Kurniawan.
Lalu setelah beberapa menit mereka akhirnya menjaga jarak dan Cahya sudut bibirnya ada darah sedikit tetapi Edwin Kurniawan bahkan lebih banyak darahnya.
Setelah itu Cahya segera menatap Edwin Kurniawan lalu segera melesat menyerang Edwin di luar Logika.
"Jleeeeb...bak..buk..plaaaaak.. gedebuk.."
"Aaaaaahhh.."
Jerit Edwin Kurniawan yang terdorong mundur hingga tubuh nya terseret terkena pukulan dari Cahya kemudian Cahya segera melesat Maju hingga mengambil tangan Edwin lalu Ia pelintir hingga menjadi H*nc*r dan dar*h mu*cr*t kemana-mana.
"Aaaaah.."
Jerit Edwin Kurniawan yang kesakitan karena tangan sudah hancur.
Lalu Cahya segera membanting Edwin Kurniawan hingga lantai bergetar.
Kemudian Cahya menginjak dada Edwin Kurniawan dan berkata dengan dingin.
"Karena lu udah gue kasih kesempatan tadi! Sekarang sudah tidak ada lagi kesempatan buat lu bertahan hidup." Kata Cahya dengan dingin menatap Edwin Kurniawan.
Sementara Edwin Kurniawan yang ingin mencoba duduk kemudian langsung segera didorong Cahya dengan kakinya hingga membuatnya tidak bisa duduk.
Cahya segera mencekik leher Edwin Kurniawan kemudian Cahya menatap mata Edwin Kurniawan hingga membuat Edwin Kurniawan meneguk air ludahnya merasa ketakutan dan gemetar.
"Sekarang sebutin, siapa dalang yang menyuruh kalian menculik bokap gue?" Kata Cahya menatap mata Edwin Kurniawan.
"Sebenarnya, emmm seben.."
"Jleeeeeb..."
Kening Edwin Kurniawan tiba-tiba saja sudah bol*ng karena sudah di t*mb*s oleh pelur* dan Cahya pun segera menatap ke sekitar lalu Ia tidak menemuka siapa pun yang berlari dari sana.
"Sialaaaaaan.." Umpat Cahya kesal.
Dan saat Cahya sudah kesal lalu Megy dan Pak Eko Wijaya segera menghampiri.
"Cah, gimana udah tau, siapa pelaku dari balik kejadian ini?" Tanya Megy sembari menghampiri dan menggandeng Ayahnya Eko Wijaya mendekat.
Lalu saat mereka baru saja mereka selesai berbicara datang Kevin, Reno dan Ridho menghampiri mereka.
"Cah, sori gue telat, gue pikir mudah menghadapi yang lari nyatanya kami ketinggalan jejak sama orang yang lari waktu itu?" Kata Kevin menatap Cahya dengan serius.
"Hah, sudahlah nggak apa-apa? Yang penting ayah gue selamat?" Kata Cahya sembari menghela nafas berat.
Disaat selesai berkata lalu Reno maju dan menghampiri Cahya hingga kemudian Ia pun, berkata."Cah dimana bos, mereka?biar gur yang hadapi?"
Kemudian Reno segera maju kesalah satu anak buah Edwin Kurniawan dan langsung menanyai nya.
"Hei, lu ya anak buah mereka, hah?" Kata Reno mendekati anak buah Edwin Kurniawan.
"Seben.."
"Hiya.bak..buk .bak..buk..plaaaaaak.. kraaaaaaaak.. gedebuk..aaaaah.."
Suara pukulan hingga membuat anak buah itu langsung T*w*s setelah di pelintir lehernya oleh Reno.
Cahya, Megy dan Eko Wijaya, serta Ridho dan Kevin tercengang kepada Reno karena langsung menghajar seseorang yang belum Ia ketahui.
"Eeeh Ren, itu lu nyerang orang itu yang lu bunuh, siapa?" Kata Ridho sembari geleng-geleng.
"Tenang Cah, bos mereka udah gue bunuh." Kata Reno dengan percaya diri.
Sementara Megy dan Cahya serta Eko Wijaya tertawa melihat Reno tanpa bertanya telebih dahulu kepada mereka.
"Hahahahahaha .."
Cahya, Megy dan Kevin Cs menjadi tertawa mendengarkan ucapan dari Reno.
Sementara Reno mengerutkan Alisnya kemudian dengan keadaan bingung menjadi tidak tahu harus apa.
"Apa yang kalian tertawakan, memangnya ada yang lucu?" Tanya Reno sembari mengerutkan Alisnya dengan bingung.
" Iya gimana, kita nggak tertawa kamu saja belum bertanya?" Kata Eko Wijaya melihat Reno.
"Maksudnya gimana, Pak?" Tanya Reno masih belum mengerti.
" Justru Bos mereka itu, ada Disini? Tuh..." Kata Pak Eko Wijaya sembari menunjuk Edwin Kurniawan yang keningnya sudah bol*ng.
"Owaalaaaah, jadi yang saya bunuh tadi bukan Bosnya ya, Pak?" Kata Reno sembari menatap Cahya dan Megy.
Pak Eko Wijaya kemudian mengangguk ke arah Reno tersenyum masam mendengarkan apa yang di katakan Pak Eko Wijaya.
Lalu Kevin segera menatap rombongan orang yang tersisa lalu segera menatap kearah Cahya dan Megy.
Kevin, lalu berkata."Cah, ini sisanya mereka harus gimana?"
Akhirnya rombongan kembali tersadar dengan fakta yang nyata bos mereka kalah.
Kemudian segera membungkuk memohon ampunan.
"Brug..brug..brug.."
Seluruh rombongan yang tersisa membungkuk hormat.
Dengan suara yang menggelegar dan bergema di atas atap gedung.
"Miss Cahya mohon ampuni kami, kami janji akan mengikuti dan setia kepada Miss Cahya asalkan kami di beri pengampunan." Ucap salah satu dari mereka yang lebih dulu membungkuk setelah mendengar ucapan Kevin.
Lalu Cahya berpikir sejenak dan kemudian Ia menganggukkan kepala setelah berpikir dengan Jernih.
Kemudian Cahya menghampiri salah satu dari mereka.
"Hei, sini lu?" Panggil Cahya termasuk perintah.
ini seperti isi teks yang langsung up tapi mungkin lupa di edit lagi tanpa di kroscek
padahal isi ceritanya cukup oke