NovelToon NovelToon
Sang Penguasa Dan Pelayan Jelata

Sang Penguasa Dan Pelayan Jelata

Status: tamat
Genre:Raja Tentara/Dewa Perang / Obsesi / Cinta Istana/Kuno / Tamat
Popularitas:592
Nilai: 5
Nama Author: Alzahraira Nur

Di bawah kuasa Kaisar Jian Feng yang dingin dan tak terpuaskan, Mei Lin hanyalah pelayan jelata yang menyembunyikan kecantikannya di balik masker. Namun, satu pertemuan di ruang kerja sang Kaisar mengubah segalanya. Aroma jasmine dan tatapan lugu Mei Lin membangkitkan hasrat liar sang Penguasa yang selama ini mati rasa. Kini, Mei Lin terjebak dalam obsesi berbahaya pria yang paling ditakuti di seantero negeri.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Alzahraira Nur, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

persekutuan dalam kegelapan

Jantung terdalam istana, terdapat Paviliun Teratai Hitam, tempat persemayaman Ibu Suri Aurora. Wanita ini adalah perwujudan dari keanggunan yang mematikan. Kulitnya sepucat pualam dan matanya sedingin es utara. Selama ini, ia tidak terlalu peduli dengan kekejaman putranya, Jian Feng. Baginya, selama takhta kekaisaran tetap kokoh dan darah musuh mengalir untuk memperkuat kekuasaan, Jian Feng bebas melakukan apa saja. Namun, semuanya berubah saat berita tentang gelar Tian-Zhi-Bao sampai ke telinganya.

​"Seorang pelayan? Dia memberikan gelar 'Harta Langit' pada seorang wanita yang mencuci pakaian di sungai?" suara Ibu Suri Aurora terdengar tenang namun mengandung getaran murka yang sanggup membekukan ruangan.

​Di sampingnya, pelayan setianya yang bernama Yue Ying, seorang wanita paruh baya dengan wajah kaku dan hati yang lebih keras dari batu, mengangguk patuh. Yue Ying dikenal lebih kejam dari prajurit mana pun; ia tak segan-segan memotong lidah siapa pun yang berbisik di koridor Ibu Suri. "Benar, Yang Mulia. Kaisar bahkan telah mengukir segel naga di tubuh wanita itu. Ini adalah penghinaan besar bagi silsilah leluhur."

​Ibu Suri Aurora meremas cangkir teh porselennya hingga retak. Ia sudah merencanakan perjodohan agung antara Jian Feng dengan Putri Isabella dari Kerajaan Utara, seorang wanita keturunan darah murni yang akan membawa aliansi militer besar. Baginya, Mei Lin adalah kotoran yang harus segera dibersihkan sebelum mengotori singgasana.

​Sementara itu, Lin Hua, adik kedua Mei Lin yang licik, secara tidak sengaja mendengar bisikan para pelayan tentang kebencian Ibu Suri terhadap kakaknya. Alih-alih merasa takut, mata Lin Hua justru berkilat penuh rencana. Ia menyadari bahwa jika ia ingin menggulingkan Mei Lin, ia membutuhkan sekutu yang lebih kuat dari sekadar keberuntungan.

​Dengan tipu muslihatnya, Lin Hua berhasil menyelinap ke taman belakang Paviliun Teratai Hitam. Ia sengaja menjatuhkan diri dan berpura-pura menangis di jalur yang dilewati oleh Yue Ying. Ketika Yue Ying menemukannya dan hendak mengusirnya dengan kasar, Lin Hua segera bersujud.

​"Ampuni hamba, Yang Mulia! Hamba hanyalah adik dari wanita malang yang kini mengotori istana ini... hamba sangat malu atas apa yang dilakukan kakak hamba, Mei Lin," ucap Lin Hua dengan akting yang sangat meyakinkan.

​Mendengar nama Mei Lin disebut, Yue Ying membawa Lin Hua menghadap Ibu Suri. Di hadapan wanita paling berkuasa di kekaisaran itu, Lin Hua mulai menumpahkan racunnya.

​"Yang Mulia Ibu Suri, kakak hamba memang memiliki kecantikan, namun hatinya penuh dengan sihir hitam yang memikat Kaisar. Sejak kecil, ia selalu menggunakan aroma jasmine-nya untuk menggoda pria. Hamba sangat sedih melihat Kaisar kita yang agung dipermainkan oleh seorang wanita yang bahkan tidak tahu cara menghormati aturan istana," hasut Lin Hua sambil terisak palsu.

​Ibu Suri Aurora menatap Lin Hua dengan selidik. Ia tahu gadis di depannya ini memiliki hati yang busuk, namun ia juga tahu bahwa anjing yang lapar bisa sangat berguna untuk memburu mangsa.

​"Jadi, kau adalah adiknya?" tanya Ibu Suri dengan nada merendahkan. "Dan kau bersedia membantuku menyingkirkan 'sampah' itu dari istana ini?"

​"Dengan seluruh jiwa hamba, Yang Mulia. Hamba hanya ingin melihat Kaisar bersanding dengan wanita yang setara seperti Putri Isabella, bukan dengan kakak hamba yang memalukan itu," jawab Lin Hua tegas.

​Ibu Suri Aurora tersenyum tipis—sebuah senyuman yang lebih menakutkan daripada kemarahan Jian Feng. "Baiklah. Kau akan tetap di istana ini, bukan sebagai tamu, tapi sebagai mata-mataku. Jika kau berhasil membuat Jian Feng muak pada Mei Lin, aku akan memberikanmu posisi yang kau impikan."

​Rencana jahat pun terbentuk. Lin Hua kini memiliki perlindungan dari Ibu Suri. Ia mulai memanas-manasi suasana, menyebarkan fitnah bahwa Mei Lin sebenarnya masih merindukan "pria asing" yang menolongnya tempo hari, dan bahwa Mei Lin sedang merencanakan sesuatu untuk meracuni Jian Feng.

​Di sisi lain, Mei Lin yang masih terkurung dalam kesedihannya tidak menyadari bahwa adik kandungnya sendiri sedang bekerja sama dengan Ibu Ratu yang kejam untuk mencabut nyawanya. Istana Naga kini menjadi medan perang yang sunyi, di mana racun kata-kata jauh lebih mematikan daripada tebasan pedang.

Bersambung

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!