NovelToon NovelToon
ASI Anak SMA

ASI Anak SMA

Status: sedang berlangsung
Genre:Pernikahan rahasia / Perjodohan / Dijodohkan Orang Tua / Tamat
Popularitas:2.6M
Nilai: 4.8
Nama Author: Malamfeaver

___Folow Ig:gaabriiellaaa12

"Vanya Gabriella" memiliki kelainan saat menginjak usia 18 tahun,dimana dia sudah mengeluarkan as* padahal dia tidak hamil.
dan disekolah barunya dia bertemu dengan ketua OSIS, "Aiden Raditya", dan mereka adalah jodoh.

"lo ngelawan sama gua? "
bentak Aiden marah

"nggak kak...maaf"
jawab vanya sambil menunduk ketakutan

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Malamfeaver, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab. 29

Aiden mendesah panjang melihat Vanya yang sudah melompat-lompat kecil di bawah pohon rambutan. Tanpa banyak bicara, sang Ketua OSIS yang biasanya jaga imej itu melepas sepatu pantofelnya dan memberikan ponselnya pada Bagas.

​"Jagain. Jangan sampe ada yang videoin gue manjat," perintah Aiden dingin.

​Dengan gerakan yang luwes dan cepat, Aiden memanjat batang pohon itu. Skill manjatnya ternyata di luar dugaan, seolah dia sudah biasa melakukan ini di rumahnya. Dalam hitungan detik, Aiden sudah berada di dahan yang paling rimbun.

​"Kak Aiden! Yang itu! Yang merah banget!" teriak Vanya kegirangan, tangannya terbuka lebar siap menampung.

​Aiden memetik dua tangkai besar dan menjatuhkannya tepat ke pelukan Vanya. Setelah dapet cukup banyak, Aiden turun dengan pendaratan yang sempurna. Akhirnya, mereka berempat duduk lesehan di balik tembok gudang olahraga, mengupas rambutan satu per satu.

​"Udah, jangan makan banyak-banyak. Ini buahnya manis banget, nanti perut lo sakit, Vanya," peringat Aiden sambil menyodorkan sepotong kecil pada istrinya.

​"Ihh, satu lagi! Ini enak banget taukk!" Vanya membantah, dia malah asyik mengulum biji rambutan dengan wajah yang sangat puas. Sifat bandelnya keluar, dia sama sekali nggak peduli pada peringatan suaminya..

​Bagas dan Elsa saling lirik. "Ehem... Den, gue cabut duluan ya? Ada urusan sama tim basket," pamit Bagas sengaja..

​"Gue juga mau ke perpus, ada buku yang harus dibalikin. Bye vanya..." Elsa ikutan kabur, memberikan ruang bagi pasangan itu untuk berduaan.

​​Sepeninggal Bagas dan Elsa, Vanya malah makin jadi. Dia menarik-narik ujung seragam Aiden, mengabaikan bel sekolah.

"Kak... satu tangkai lagi yang di atas sana. Tanggung, kayaknya itu yang paling manis."

​Aiden baru saja mau memprotes ketika sebuah suara berat dan suara peluit yang melengking memecah suasana.

​PRIIIIIIIIIT!

​"HOY! SIAPA ITU? SUDAH BEL MASUK MASIH DI BELAKANG SEKOLAH!" Teriak Pak Satpam senior,yang terkenal nggak pandang bulu kalau menghukum murid.

​Vanya loncat kaget, hampir tersedak biji rambutan. Aiden langsung berdiri pasang badan, mencoba bersikap tenang meski ketangkap basah sedang mencuri buah sekolah.

​"Kalian berdua! Ikut saya ke lapangan! Berani-beraninya Ketua OSIS malah kasih contoh buruk!" bentak Pak Satpam.

​Aiden cuma bisa pasrah sambil ngedumel pelan. "Gara-gara rambutan doang harga diri gue jatoh."

​Aturan SMA Global Cendekia memang gila. Siapapun yang telat masuk kelas setelah bel masuk, harus hormat ke tiang bendera sampai jam pelajaran berikutnya selesai. Kini, Aiden dan Vanya berdiri tegak di tengah lapangan yang luas dan panasnya minta ampun.

​"Aduh... panas banget... Kak, aku nggak kuat," keluh Vanya. Keringat mulai bercucuran di pelipisnya.

​"Tahan. Siapa suruh tadi bandel makan rambutan terus," sahut Aiden. Meski suaranya ketus, dia sengaja berdiri sedikit serong agar bayangan tubuhnya bisa menutupi Vanya dari sengatan matahari langsung.

​Sepuluh menit berlalu. Wajah Vanya yang tadinya kemerahan mulai berubah pucat pasi. Perutnya mulai terasa melilit hebat efek makan rambutan terlalu banyak dalam kondisi perut kosong.

​"Kak... perut aku sakit... hiks... pusing..." gumam Vanya. Suaranya mulai mengecil.

​Aiden menoleh dan matanya membelalak kaget melihat bibir Vanya yang memutih. "Vanya? Lo kenapa? Eh..."

​Belum sempat Aiden menangkapnya dengan sempurna, tubuh Vanya lemas dan ambruk. Vanya pingsan tepat di pelukan Aiden.

​Sontak, suasana sekolah yang tadinya tenang jadi heboh. Ratusan siswa yang sedang belajar di gedung sekolah yang megah itu langsung berlari ke jendela koridor melihat pemandangan dramatis di lapangan. Sang Ketua OSIS sedang menggendong seorang siswi ala bridal style dengan wajah yang sangat panik.

​Aiden nggak peduli lagi soal rahasia atau imej. Dia lari sekencang mungkin menuju UKS sambil terus memanggil nama Vanya.

​Sampai di UKS, Aiden meletakkan Vanya di brankar dengan hati-hati. Petugas UKS langsung memberikan minyak kayu putih dan memeriksa denyut nadinya. Tak lama, Pak Satpam tadi datang menyusul dengan napas terengah-engah.

​"Aiden! Kamu balik ke lapangan! Hukuman kamu belum selesai!" perintah Pak Satpam.

​Aiden berbalik, matanya menatap tajam Pak Satpam, aura dinginnya keluar maksimal. "Anak orang pingsan, Bapak masih mikirin hukuman? Saya nggak akan pergi dari sini,sampe dia sadar!"

​Pak Satpam kaget denger bentakan Aiden. "Kamu melawan?! Saya laporkan ke Kepala Sekolah!"

​"Laporkan saja! Bilang sekalian ke Ketua Yayasan kalau Bapak membiarkan siswi pingsan kelaparan di bawah matahari!" tantang Aiden berani.

​Melihat Aiden yang sudah mode macan, Pak Satpam akhirnya mundur teratur. Dia tahu kalau Aiden bukan lawan yang sembarangan.

​Setelah diberi obat maag dan istirahat satu jam, Vanya akhirnya sadar. Aiden langsung meminta ijin pulang lebih awal dengan alasan kondisi Vanya yang tidak memungkinkan.

​Di dalam mobil, suasana benar-benar berbeda. Vanya tidur menyamping, kepalanya menyandar di paha Aiden karena mobilnya lagi berhenti di kemacetan. Tangannya memeluk pinggang Aiden erat banget.

​"Hiks... perutnya masih nggak enak... Kak Aiden jahat nggak bantuin aku makan rambutannya tadi," rengek Vanya dengan logat manjanya yang sudah kembali.

​Aiden mengelus rambut Vanya, sesekali mencium keningnya.

"Gue udah bilang jangan makan banyak, kan? Bandel sih."

​"Tapi kan enak... hiks... Kak, nanti sampe apartemen aku mau tidur dipeluk, nggak mau dilepas,"

pinta Vanya sambil mendongak, matanya yang besar terlihat sangat menggemaskan meski masih pucat.

​Aiden tersenyum miring, rasa khawatirnya tadi berganti jadi rasa gemas yang luar biasa.

"Iya, gue peluk sampe lo bosen. Tapi besok-besok jangan bikin gue jantungan lagi di lapangan. Gue hampir aja mau nonjok tuh orang gara-gara bikin lo pingsan."

​Vanya tertawa kecil, menyembunyikan wajahnya di perut Aiden. "Kak Aiden sayang banget ya sama aku?"

​"Nggak usah nanya yang udah jelas jawabannya," bisik Aiden sambil mencium pucuk kepala Vanya.

​siang itu, perjalanan pulang mereka terasa lebih manis daripada rambutan di belakang sekolah. Meski harus kena sanksi dan bikin heboh satu sekolah, bagi Aiden, yang penting istri kecilnya sudah kembali bisa merengek manja di pelukannya.

1
Puji Asih
seruuu
Jamayah Tambi
Kata nak buatvresepsi penikahan Aiden dan Vanya kalau dah libur .Ni ke New aYork pula.Bila nak bagi tau umum mereka suami isteri.
Jamayah Tambi
Laurakan dah dihukum kenapa bisa kuliah lagi di kampus yg sama pulak tu
Jamayah Tambi
Kau memang salah Auden Yang kau terima masuk 2 beruk dalam rumah kenapa.Dah tau 2 beruk tu suka ngeyel ke kamu.Dasar gatal.
Jamayah Tambi
Berlebihan sangat mereka ni bila tau Vanya hamil.
Jamayah Tambi
Kau memang salah Aiden.Tidak mau berterus terang.Pembohong.
Jamayah Tambi
Vanya bodoh.Dah tau Andra bawa kau ke situ kenapa masuk juga.Kau boleh je lari dan tunggu texsi kat luar
Jamayah Tambi
Rasain ksu Den.Klu Laura pelukblengan lamu biarkan saja.Kan dah timbul fitnah.
Jamayah Tambi
Kaubkena tegas.Kara tak nak tapi kau masih lagi mau klu perempuan itu pegang tangan kamu
Jamayah Tambi
Yang kau layan perempuan tu kenapa.
Jamayah Tambi
Pindah rumah lain.Kan irang kaya
Jamayah Tambi
Kalau kau sayang bini pindah saja dari pent house tu.Divsana ada jalang yg tak faham bahasa
Jamayah Tambi
Rumah sebesarvitu tak kan tidak ada kamar lain
Masa tidur di sofa
Jamayah Tambi
Hah,tau cemburu,kalau suami minta ya on saja.
Jamayah Tambi
Apa massalahbkorang ni.Ada usteri tak nak bagi hak suami.Aiden cari lain barubtau.Nasib sayang.Yg Si Aiden tak nak tidur rumah mertua kenapa.Tak faham anak2 sekarang
Jamayah Tambi
Orang Amerika tinggi2.Tak jumpa yg rendah macam kita.Black man terutamanya,sikap mereka kasar.
Jamayah Tambi
Vano bocil 5 tahun kenapa nasi cadel ya.Biasa bocil 5 tahun udah petah bercakap.Kalau di sekolah Teka udah pandai pidato
Jamayah Tambi
Apa hak satpam sekolah menghukum murid.Tugadnya menjaga gerbang sekolah dan menjaga keamanan sekolah,juga memastikan yg masuk ke sekolah bukan oran sembarangan.Kalau kat negaraku satpam tubdah kena ke polisi kerana menghukum murid berjemur di lapangan hingga pengsan.
Jamayah Tambi
Belum dapat samosa ya Den
Jamayah Tambi
Geli geleman aku babyvtua minta suau.Kalau hisap2 manja tak pe la.Ini minta susu macam bayi kelaparan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!