NovelToon NovelToon
Pernikahan Paksa Dengan Pembullyku Di Masa Lalu

Pernikahan Paksa Dengan Pembullyku Di Masa Lalu

Status: sedang berlangsung
Genre:Trauma masa lalu / Dijodohkan Orang Tua / Cinta Seiring Waktu / Cinta Murni
Popularitas:1.9k
Nilai: 5
Nama Author: Putri Sabina

Rania Wiratama seorang gadis yang dipaksa menikahi pembully-nya di Masa lalu atas keinginan terakhir Eyang Kartika, Rania bekerja sebagai Photography dan penjual foto lewat website.
Arga Prananda seorang pria yang bekerja di anjungan laut lepas, nampak menyesali perbuatannya pada Rania. Rasa bersalah selama bertahun-tahun mengubahnya menjadi obsesi sekaligus cinta. Rania yang sudah memendam rasa benci dan trauma tak mampu menatap apalagi bersama Arga. Tapi Arga selaku suami dan Imam bagi Rania berjanji untuk membimbing dan menuntun istrinya ke jalan agama, sekaligus mencintai Rania. Bagaimana akhir pernikahan ini?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Putri Sabina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 8

Eyang Kartika bertanya pada cucu menantunya ini.

"Baiklah, Arga apa makanan kesukaanmu?" tanya Eyang Kartika.

“Saya menyukai sayur capcay sama ayam bakar, Eyang.”

Ucapan Arga meluncur dengan santai namun nadanya sopan, tapi kalimat sederhana itu membuat suasana ruang tamu berubah seketika.

Mata eyang Kartika nampak menyala, lalu wanita tua bertubuh kurus mengenakan kebaya itu berdiri.

"Bagus sekali," katanya singkat lalu menoleh ke arah Rania.

"Rania!" panggil Kartika menatap cucunya.

Rania seketika berdiri tegak seperti mendapatkan titah, matanya menatap eyangnya.

"Sebagai istri yang berbakti, ayo masak untuk suamimu," ujar Kartika dengan suara seperti perintah.

Rania membuka mulutnya menjadi berbentuk 'O' segera menelan salivanya.

"Tapi---"

Ucapan Rania di potong cepat oleh Kartika.

"Ayo! Kamu itu loh!" potong Kartika dengan nada yang tajam juga cepat.

Rania terdiam, tak bisa menolak atau membantah, sementara Lena hanya tersenyum karena putrinya ini paling malas kalo di suruh masak.

Arga yang masih duduk menatap istrinya dengan tersenyum kecil, bahunya bergetar dan menunduk berusaha menyembunyikan tawanya.

Tatapan Rania sempat meluncur tajam ke arah Arga, tapi Arga hanya mengangkat bahunya kecil seolah berkata maaf dengan senyum tertahan.

Tanpa berkata apa-apa lagi, Rania menarik napas lalu mengikuti sang nenek menuju dapur.

Arga tersenyum, tak sia-sia tadi pagi dirinya memasak untuk sang istri---malah ini istrinya yang memasak untuknya.

"Ya allah bukakan hati istri Hamba, hamba janji akan berusaha mengambil hatinya."

Di dapur.

Beberapa menit kemudian, di dapur rumah dengan cat warna hijau dan perabotan yang estetik, disana Rania mengenakan celemek warna putih.

Rambutnya di biarkan tergerai, tangannya mulai menyiapkan bahan masakan meskipun pikirannya sangat emosi.

Bagaimana mungkin bisa, pria yang di masa lalunya sudah membuat mentalnya hancur---Kali ini Rania yang memasak untuknya.

Sungguh sial, Rania harus melayani suaminya selama seminggu.

Dan untuk alat kerjanya, ayahnya-----Karto tak mengizinkannya membawa alat-alat photography.

Eyang Kartika berdiri tak jauh dari sana, selayaknya komandan yang mengarahkan Rania memasak.

"Wortelnya di potong serong, dan bakso juga sosisnya di potong lebih besar," titah Eyang Kartika.

"Iya Eyang," jawab Rania lirih, menahan perasaan yang bercampur antara jengkel dan marah.

Di sisi lain.

Di ruang makan yang terhubung dengan dapur---Lena duduk tenang sambil makan martabak telor, disana ada Arga tersenyum menyapa ibu mertuanya.

"Rania jika di rumah trada sama sekali bantu ibunya masak," ujar Lena.

"Nih Bu minum," kata Arga, Lena hanya tersenyum kecil melihat Arga seperti itu.

"Su trada mandi ee," ucap Lena mengibaskan hidung di depan menantunya.

Arga mencium aroma tubuhnya, memang dirinya baru saja dari perusahan minyak dan hanya memberikan berkas.

"Nak, mandi dulu sana, istri Ko sedang masak," suruh Lena, Arga tersenyum lalu mengangguk patuh.

Lena hanya tersenyum sekilas menatap menantunya, lalu tatapannya beralih ke putrinya yang sedang memasak.

Aroma bawang di tumis mulai memenuhi rumah, lalu menyiapkan kecap.

Lena hanya tersenyum samar bukan mengejek, melainkan pasrah seorang ibu yang tahu, jika selain ini positif untuk Rania---juga percuma saja melawan yang ada akan memperkeruh keadaan.

Rania juga harus memasak ayam bakar untuk sang suami, melalui resep yang di berikan sang nenek untuknya.

Sungguh jujur saja Rania tak mau jika memasak demi suami---bukan suami lebih tepatnya pria yang dirinya benci dan di anggap trauma.

Meski tadi Rania sudah di bela, tapi tetap saja kenangan buruk masa lalu terngiang jelas di kepalanya.

Di dapur ini Rania belajar satu hal pahit tentang pernikahan yang tak sesuai bayangannya.

Di kamar tidur----Kamar mandi.

Arga mandi di atas guyuran air shower, dan keramas.

Senyum merekah di bibirnya melihat sang istri kali ini mau memasak untuknya.

Arga selesai mandi rambutnya basah, mengenakan kaos santai warna abu-abu muda dan celana pendek.

Dirinya turun ke bawah, menuruni tangga yang dengan design estetik.

Di ruang makan Rania bersama eyang Kartika sudah selesai memasak, dan Arga tengah bermain dengan ponselnya.

Arga menarik kursi dan duduk disana, makan malam bersama Rania dan mertuanya.

"Lihat ini Arga semua ini...Rania yang masak," puji eyang Kartika merangkul cucunya yang masih menggunakan celemek.

"Silahkan di cicipi," lanjutnya.

Rania hanya tersenyum canggung saja menanggapi itu semua, jujur saja gadis itu hanya terpaksa agar sang nenek tidak sakit lagi.

"A-aku lepas celemek dulu ya, Ibu...Eyang," ujar Rania segera ke dapur melepas celemeknya.

Rania segera kembali ke dapur melepas celemeknya dan menggantungnya di gagang yang sudah di sediakan, sementara Arga tersenyum mencicipi hasil masakan istrinya.

Rania menghela napas lelah.

Memejamkan matanya hatinya menangis dalam diam, kenapa dirinya harus terjebak dengan jurang masa lalu yang membuatnya risih.

Singkat waktu.

Mereka berempat makan malam bersama, dan yang banyak mengeluarkan pertanyaan adalah eyang Kartika.

"Oh ya kalian ada rencana bulan madu kemana?" tanya Kartika kepada Arga dan Rania.

Rania langsung tersedak.

"Uhuk...uhuk."

Arga dengan sigap mengambilkan air minum, dan menuangkannya di gelas lalu membantu istrinya minum.

"Ibu, sudahlah...," ujar Lena dengan nada lemah.

"Mumpung Arga libur...Nanti eyang kasih tiket kalian bulan madu," kata Kartika menyuapkan sendok berisi capcay ke mulutnya.

Arga hanya tersenyum getir melanjutkan mengunyah makanan, lantaran dirinya saat ini tak bisa mengajak sang istri bulan madu.

Pernikahan Paksa.

Bisa di bilang begitu, dan sampai hari ini Arga belum bisa menyentuh istrinya.

Karena Rania belum memberikannya izin, jika belum memberikannya izin sama saja ini pemerkosaan.

"Nanti eyang, aku ama Rania akan bulan madu ke Jepang atau Korea," ujar Arga sambil tersenyum dan mulutnya kembali menyuapkan ayam bakar ke mulutnya.

"Keadaan Rania masih lemah," lanjut Arga.

Eyang Kartika tersenyum sesekali memuji Arga sebagai suami yang perhatian pada istrinya.

"Jangan lama-lama, eyang mau gendong cicit," ucap Kartika.

Sontak hal ini membuat Arga dan Rania langsung tersedak kaget.

"Iya. Kalian bisa 'kan kasih eyang cicit...Eyang mau gendong cicit sebelum tiada," harap Kartika kepada cucu dan suaminya.

Lena hanya diam tak bersuara, entah mengapa jika mertuanya ini terlalu terburu-buru.

"Cicit...," ujar Rania lirih.

"Besok eyang kesini kirimkan jamu kuat, dan berharap lusa eyang mau spreinya ada darah buat eyang simpan sebagai tradisi keluarga," kata Kartika menatap penuh harap pada Arga dan Rania.

Arga siap kapan saja, karena dirinya amat mencintai Rania.

Sementara Rania hanya bisa diam, dirinya belum siap berhubungan dengan Arga---Rasa trauma masa lalunya masih terasa.

Keadaan terasa canggung setelah Kartika menyatakan keinginannya.

*

1
DewiKar72501823
kak putri cerita mu bagus sekali..the best 👍🏻🥰
Putri Sabina: makasih kakak udah mampir🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!