NovelToon NovelToon
Menjadi Guru Sihir Putra Mahkota Kerajaan Sihir

Menjadi Guru Sihir Putra Mahkota Kerajaan Sihir

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi / Fantasi / Romansa Fantasi
Popularitas:2.3k
Nilai: 5
Nama Author: Irara

Rhea Celeste hanyalah mahasiswi jurusan pendidikan biasa yang malas, sampai sebuah panci listrik meledak dan merenggut nyawanya.

Saat membuka mata, ia terbangun di dunia fantasi sebagai Rhea Celeste lain.

Dia adalah seorang archmage berbakat dan guru sihir putra mahkota Kerajaan Sihir. Tanpa ingatan pemilik tubuh asli, Rhea harus berpura-pura kehilangan ingatan dan mencoba melanjutkan kariernya sebagai guru putra mahkota dengan baik untuk hidup damai.

Namun, kehidupan damainya hanyalah angan-angan setelah mengetahui identitas tersembunyi pemilik tubuh aslinya yang lain.

“Rhea-ku, sayang... Kenapa kau melupakanku? Kekasihmu?”

Seorang pria tampan dari kekaisaran suci mengaku sebagai kekasihnya dan menangis.

Sedangkan di sisi lain, muridnya yang keras kepala, merengek, mengajaknya tinggal.

“Guru! Ayo pulang! Buatkan aku kue ulang tahun!”

Lebih baik tidak ikut campur, atau kedua kekaisaran akan musnah.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Irara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Azz membuka rahasianya pada Chorna

Bulan tertutup awan mendung. Langit tampak gelap gulita, hanya bintang-bintang kecil dengan sinar lembutnya yang mencoba menyinari malam di balik jendela. Mata Chorna yang kembali berwarna perak memantulkan rasa bersalah saat ia bercerita.

“Aku hanya ingin membantu Kakak Peri mengingat ingatannya. Aku tidak bermaksud menyakitinya,” katanya, suaranya tercekat.

“Karena kekuatanku tidak cukup besar, aku memang terpaksa melakukan kontrak darah! Ta-tapi aku yakin tidak ada efek buruk sama sekali! Paling ha-hanya sebagian kecil kemampuanku berpindah padanya...”

Chorna menggulung ekornya, menunduk sambil memainkan cakarnya. Ia terlihat sangat bersalah dan menyesali perbuatannya.

Di sisi lain, Azz mendengarkan pengakuan Chorna sambil melamun menatap Rhea di atas ranjang.

Dari raut wajahnya yang mengerut, jelas ia sedang mempertimbangkan sesuatu.

“Haruskah aku memutar kembali waktu?” usul Chorna putus asa. “Ta-tapi kekuatanku belum cukup...”

Kekuatan sihir naga bergantung pada jumlah fase pergantian kulit mereka. Semakin tua seekor naga, semakin kuat dirinya karena seringnya mengalami fase tersebut.

Untuk Chorna sendiri, ia hanyalah bayi naga berusia dua tahun. Ia belum mengalami pergantian kulit sama sekali. Karena itu, ia hanya memiliki sedikit kekuatan sihir bawaan sejak lahir. Memang, jika dibandingkan dengan mage biasa, kekuatan Chorna setara dengan lingkaran ketiga. Namun, bagi naga, itu sangatlah kecil.

Azz menghentikan lamunannya sejenak dan menarik perhatiannya kembali ke Chorna. Menghela napas pelan, ia berkata, “Ada hal yang ingin kuberitahukan padamu. Tetapi kau harus berjanji untuk merahasiakannya dan tidak mengatakannya kepada siapa pun.”

Chorna mengangkat tubuhnya saat mendengarnya.

“Rahasia? Tidak boleh mengatakan pada siapa pun? Termasuk Kakak Peri?”

“Ya. Ini rahasia, dan aku hanya memberitahukannya padamu.” Azz berkedip pelan dan menatapnya dengan mata dalam.

“Ta-tapi aku tidak ingin berbohong lagi pada Kakak Peri...”

Azz menatap jendela, melihat langit yang hitam pekat tanpa bulan, lalu berkata samar, “Kalau kau mencoba menceritakannya pada seseorang, tidak ada yang akan mempercayaimu. Kau mungkin akan dianggap gila.”

Ia mengalihkan kepalanya kembali ke Chorna dan tertawa tipis.

“Ini adalah cerita yang cukup aneh. Dan mungkin hanya kau, naga yang memiliki kekuatan ruang dan waktu, yang dapat mempercayai bahwa ceritaku benar-benar terjadi.”

Perkataannya cukup dalam, penuh ejekan dan rasa hormat yang samar. Namun, tidak ada nada bohong, dia serius.

Chorna membeku sesaat. Ia menatap Azz dengan bingung, sebelum mengeraskan sorot matanya dan fokus.

“Rahasia rumit apa itu? Kenapa hanya aku yang mungkin dapat mempercayainya?”

Suaranya terdengar serius, bercampur rasa bangga. Ia merasa istimewa, menganggap hal itu sebagai pengakuan atas kehebatannya. Tetapi juga bingung.

Azz menutup mulutnya, seolah sedang menghadapi beban besar, sebelum akhirnya menghela napas pelan.

“Aku... kembali dari masa depan,” ungkap Azz dengan suara gemetar. Ia telah mengerahkan seluruh tekadnya untuk jujur.

Pikirannya memutar ulang waktu tiga bulan yang lalu. Ketika kegelapan pekat menutup pandangannya, suara jeritan kesakitan para rakyatnya dan luka-luka berdarah di tubuhnya. Lalu, saat tersadar, ia kembali pada waktu umurnya sepuluh tahun, tepat sembilan bulan sebelum awal bencana beruntun itu dimulai.

Setelah mengucapkan satu kalimat itu, ia menunggu respons naga di hadapannya dan hanya mendapat sebuah anggukan.

“Lalu? Kukira apa,” jawab Chorna sambil memiringkan kepalanya bingung. Rahasia itu, bagi naga, hanyalah biasa, tidak ada keterkejutan sama sekali.

Wajar saja. Sebagai naga yang memiliki kuasa atas waktu, Chorna memang menerima transfer ingatan tentang hal-hal tersebut dari leluhurnya sejak lahir.

Meskipun belum pernah melihat atau menguasai sihir waktu hingga taraf membawa kembali kehidupan seperti semula, Chorna tahu itu bukan sesuatu yang mustahil. Para leluhur naga pernah melakukannya.

Azz melunakkan ekspresinya, lalu ia tertawa sinis.

“Aku sudah menduga responsmu seperti ini. Bagaimanapun juga, ini kekuatan yang diberikan oleh leluhurmu padaku.”

Tepat sebelum ia tenggelam dalam kegelapan pekat, kilatan sosok naga perak tua berkata padanya, “Aku korbankan nyawaku padamu, maka kembalilah dan hentikan kekacauan ini.”

Suara itu terngiang di benaknya, sebelum kata-kata Chorna membubarkannya.

“Leluhur?” Raut wajah Chorna berubah menjadi lebih serius. Bagi naga, leluhur mereka seperti dewa bagi manusia, dan rasa hormat itu sangat dalam. Dia tak bisa tidak serius ketika mendengar itu.

“Ya.” Suara Azz sedikit meredup. Kesunyian malam membuatnya terdengar seperti gema.

“Dia mengembalikanku pada umurku yang ke-10, tepat sebelum kekacauan berlangsung.”

Bayangan manusia-manusia tak berakal namun memiliki kekuatan penghancur mengerikan berkelebat. Ia teringat istananya yang menjadi reruntuhan akibat ledakan, bunga kesayangannya terbakar, dan para pelayan istana yang mati satu demi satu di hadapannya karena berusaha melindungi ibu dan kakaknya.

“Karena Kekaisaran Arcana di masa depan hancur,” ungkapnya.

“Perang, wabah penyakit, kekeringan, raja yang korup dan tidak kompeten. Setelah pemilihan kandidat kaisar berikutnya enam bulan ke depan, seluruh masalah itu muncul satu per satu, mengeroyok Kekaisaran Arcana.”

Azz mengungkapkan rahasia yang dikiranya harus dipendam selamanya dengan ringan. Suaranya memang tenang, namun matanya tak bisa berbohong ketika berkaca-kaca menahan emosi.

“Semuanya kacau, ini adalah neraka.”

Chorna tak tahu harus merespons apa. Ia jelas tercengang mendengar masa depan yang harus mereka hadapi.

“Dan ternyata, semua kejadian itu hanyalah pion catur dari Sekte Arcanic,” kata Azz penuh dendam.

Ia mengingat kembali pengakuan seorang pria berambut panjang di saat badai waktu hampir merenggut nyawanya.

“Kaisarmu dan paus sama-sama bodoh. Tidak sadar selama ini hanya menjadi pion kesuksesan kinerja kami? Haha, Dewa kegelapan pasti gembira!" perkataan menjengkelkan pria itu kembali membuatnya frustrasi.

Suara cekikan dan nada kesombongan karena berhasil mengelabui mereka dengan tak berdaya. Ke dua kekaisaran, saling beradu tanpa tahu ada dalang dibalik pertengkaran mereka.

Azz menyebutkan satu per satu kejadian yang ia ingat yang ternyata berhubungan dengan mereka.

Chorna mendengarkan sambil menjaga emosinya. Ketika Azz menjelaskan masa depan di mana setelah ibu naga perak meninggal, naga kecil dibawa oleh Sekte Arcanic dan dicuci otak untuk digunakan sebagai pembuat benda inventaris dan tidak pernah melihat sinar matahari sepanjang hidupnya, ia meneteskan air mata.

Ia juga menceritakan tentang jasad ibunya yang dibuat masakan lezat oleh mereka, dan bagaimana Azz menemukannya dikurung dalam wujud kecil di sebuah penjara kecil sampai pesan yang ia sampaikan untuknya.

“Semua ini hanyalah metode yang mereka jalankan untuk membangunkan tuan kegelapan, sosok dewa kuat yang dipuja oleh mereka.”

“Aku baru mengetahuinya saat hampir mati.” Ia menutup matanya, tangannya mengepal hingga urat kebiruan menonjol keluar.

Chorna membuka dan menutup mulutnya perlahan, tetapi tak bisa mengatakan apa pun. Pada akhirnya, dia diam mendengar dengan tenang. Ekornya bergoyang naik turun.

Azz menceritakan pengalamannya perlahan, singkat, dan hanya inti-inti yang membuat punggung warga kekaisaran merinding jika tak sengaja mendengarnya.

Sebagai satu-satunya pendengar, Chorna bereaksi paling kuat ketika Azz mulai membahas tentang Rhea dan dirinya sendiri.

“Alasan ingatan guru yang hilang merupakan rencana pertamaku waktu pertama kali kembali ke umurku yang 10 tahun,” Azz membeberkan sebuah cerita mencengangkan yang membuat naga perak melongo.

“Aku memberinya buah ketenangan di makanannya sebelum dia mengasingkan diri untuk naik lingkaran.”

“Buah ketenangan...” Chorna bergumam sambil mengingat jenis buah seperti apa itu, dan setelah beberapa detik, ia ingat.

“Ini buah unik yang suka dimakan paus Kekaisaran Suci, bukan?” Chorna menjadi bingung karena tidak mengerti buah seperti itu bisa membuat orang hilang ingatan.

Buah bulat, empuk, dan seputih salju itu konon merupakan makanan wajib paus sebelum melaksanakan tugas resmi. Karena hanya tumbuh di aliran Sungai Cahaya di Ibu Kota Kekaisaran Suci, jarang stoknya mencapai negara tetangga.

Tetapi ibu naga pernah membawakannya buah itu. Chorna menganggap itu buah biasa yang rasanya terlalu manis dan tidak ada efek samping selain namanya yang suci.

“Itu karena fisik bawaan guru. Dia mempunyai darah bangsawan Kekaisaran Suci yang cukup kuat, kemungkinan paus atau raja. Tetapi dia adalah mage, dan energi kecil dari buah itu memicu bentrokan pada energi dalam darahnya.”

“Ketika dia akan maju lingkaran, untuk menyusup lancar ke sistem lingkaran di jantung dan aman bagi tubuh, energi buah itu merespons dengan menghapus seluruh memori otak.”

Azz menghela napas. “Ini adalah jenis metode hukuman para bangsawan yang menempuh jalan mage di Kekaisaran Suci, agar mudah mengendalikannya dan membuatnya menjadi budak.”

“Itu adalah informasi yang kuperoleh dari seorang bangsawan Kekaisaran Suci saat mereka menghadiri ulang tahun ketujuh belasku waktu itu.” Azz sekali lagi menghela napas, menutup matanya.

Tidak ada yang menyangka bahwa sebuah informasi acak itu bakal membantunya di kemudian hari.

Hening sejenak, Azz menenangkan emosinya perlahan dan memaksa kembali hatinya untuk tenang.

Chorna berkomentar, “Dunia manusia benar-benar gila.”

Setelah mengetahui hal itu, ia menggelengkan kepala. Chorna pun mengangkat tangannya. “Jadi sekarang yang penting, bagaimana membangunkan Kakak Peri?”

“Kita tunggu saja, untuk saat ini.”

Azz juga tidak tahu. Tapi setidaknya ia mengerti kondisi Rhea sama sekali tidak berbahaya. Hanya berarti menunggu hingga ingatan-ingatan yang hilang itu terbentuk dalam mimpi.

Azz berusaha menenangkan hatinya, tetapi ia cemas. Ketika ingatan gurunya kembali, akankah kepribadiannya yang sensitif dan depresi itu kembali?

Chorna mendekatinya dan berbaring terentang. “Elus aku.”

Perut kecilnya yang berbulu halus terpapar di depan mata, membuat siapa pun tak tahan untuk menyentuhnya.

Ini adalah kemurahan hati Chorna untuk menenangkan hati Azz setelah iba dengan kisahnya dan rasa terima kasihnya telah menyelamatkannya di kehidupan kali ini.

Azz sedikit tersentak karena terkejut. Tapi ia menerima kehangatan itu dengan senyum tipis.

Tangannya yang bersentuhan dengan bulu halus itu menggelitik, dan hatinya pun menjadi tenang serta merasa terhibur.

Malam itu, mereka menunggu di kamar Rhea Celeste dan berbagi kekhawatiran yang sama dalam waktu. Menunggu satu orang yang sama untuk bangun.

1
Manisaja
Sudah kuduga /Yawn/Akuh bilang tahan atu
Lily air: apa si kak gak ngerti, aku pusing ;)
total 1 replies
Andi Ilma Apriani
hadiiirrr thooorr
Manisaja
Aku tau dari kebiasaan mu buat sama baca cerita sukanya buat mc lemah gampang sakit atau pingsan padahal latarnya op, aku tahu tapi tolonglah dikendalikan ya ya? gak maksud ngajak berantem aku jangan maragh 🙏🙏 Jangan ngambeg awas
Lily air: ❤️┐(︶▽︶)┌❤️
total 1 replies
Manisaja
Lanjut!!!! Udah lumayan ngalir lancar gak kaku kayak pertams
Manisaja
Keliatan banget ini putra mahkota kalau gak regresi atau reikarnasi juga tingkahnya gak kayak bocah, bener gak dugaanku? 🧐
Lily air: kamu maunya gitu? oke kutulis gitu (¬‿¬ )
total 1 replies
Manisaja
Ulah gurumu itu Yang mulia sihirnya gak bener ngerusak kaca
Manisaja
Bisa sok keren juga dia 🤣
Manisaja
Gilakk pantesan cowo pada takutt tapi pelayan cewe gak diapa apain ya sama dia
Manisaja
Tak kusangka sangka ternyata kejadiaannya kayak ginj
Manisaja
Mi apa to?
Manisaja
Lah iya siapa yang nyangka kalau ngancemnya pake candaan ggak masuk akal?
Manisaja
Sebenarnya gak lucu tapi apa hah? Makan daging bisa nguras energi sihir?? aku baru tahu di sini
Manisaja
Lo Kok di skip gimana ceritanya? Cerita yang diceritain John mana?!!
Manisaja
Lah elah dipotong gini gak jelas iih
Manisaja
Apaan tuh 🧐🧐
Manisaja
Cowo imut
Manisaja
Putra mahkota siapa namanya? Belum disebuttin
Manisaja
Mmemuji di bawah sinar bulan? aku bayanginnya ko lucu ya🤣 Apa si yang lo tulis ra aamh
Manisaja
Novel baru ya raaa 🤣 Oke ku baca
Lily air: terserah baca aja gak ada yang larang :)
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!