"Ini cek satu miliar. Tapi serahkan putri mu." Dexter.
Dexter yang dikenal dingin terhadap perempuan. Tapi tertarik pada seorang gadis yang ditemuinya.
Dengan caranya sendiri, dia memaksa untuk menikahi gadis itu. Bahkan tidak segan-segan memberikan cek senilai satu miliar.
"Pa, aku tidak ingin menikah dengan pria tua dan cacat." Wilona.
Sementara gadis yang diincar Dexter adalah Kiandra. Seorang gadis yang memiliki identitas ganda.
Siapa gadis itu sebenarnya? Apa yang istimewa dari gadis itu sehingga membuat Dexter tertarik? Bahkan rela mengeluarkan uang sebanyak itu untuk mendapatkan gadis itu.
Kalau penasaran baca yuk.
Cerita ini hanyalah fiksi belaka. Tidak ada kaitannya dengan kehidupan nyata.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Pa'tam, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 12
"Heh kamu! Bersihkan toilet!" Dengan nada tinggi wanita yang bernama Sela memerintahkan Kiandra.
Kiandra sebagai orang baru yang bekerja di sini hanya menurut saja. Sementara Sela tersenyum sinis melihat Kiandra menuruti perintahnya.
"Kamu yang bersih toilet," kata seorang wanita dari bagian HR.
"Eh Bu Naomi, i-iya, iya saya yang bersihkan toilet," kata Sela gugup.
Naomi menghampiri Kiandra. "Nona, kenapa Anda memilih menjadi cleaning service?" tanyanya.
"Ini kemauan ku sendiri," jawab Kiandra. "Tolong jangan ungkap identitas ku," tambah Kiandra.
"Baik Nona, jika Anda ditindas, jangan segan-segan kasih tahu saya," kata Naomi.
James sudah memberitahu Naomi, jika Kiandra adalah istri tuannya. Jadi, Naomi harus menghormati Kiandra walau hanya sebagai cleaning service.
Kiandra berpindah tempat, Kiandra hanya mengepel lantai saja. Tanpa menyadari jika Dexter sedang mengawasinya melalui ponsel yang terhubung dengan cctv.
"Sial! Siapa sih dia? Kenapa Bu Naomi begitu perduli padanya?" gerutu Sela sambil menyikat kloset WC.
"Sela, jangan terlalu menindas orang. Mentang-mentang sudah lama bekerja di sini, seenaknya saja menindas orang," kata rekan yang lain yang satu profesi dengannya.
"Diam kamu. Aku ini calon istrinya tuan Dexter. Bila nanti aku jadi menikah dengan tuan Dexter, kalian semua akan ku pecat," kata Sela.
"Eh, cermin di toilet cukup besar, bercermin lah," kata rekannya yang lain. "Kabur."
Mereka pun kabur dari situ meninggalkan Sela sendirian membersihkan toilet. Mereka melanjutkan pekerjaannya ke tempat lain.
Sementara Kiandra bekerja selayaknya cleaning service. Tidak ada yang curiga jika dia adalah istrinya bos perusahaan ini.
Di lantai atas, tepatnya di ruang kerja Dexter. Pintu ruangan diketuk. James masuk setelah mendengar suara perintah dari dalam.
"Tuan, dugaan Anda benar, jika nyonya pasti akan dibully. Saya sudah meminta Naomi untuk membereskan nya agar tidak menimbulkan kecurigaan," kata James.
"Hmm, aku sudah tahu," kata Dexter tanpa mengalihkan pandangan dari ponselnya.
James mengerutkan keningnya. "Tuan."
"Lanjutkan pekerjaanmu. Masalah Kiandra, aku yakin dia bisa mengatasinya."
James mengangguk, kemudian menunduk hormat sebelum keluar dari ruangan itu. Dexter menoleh sebentar ketika pintu tertutup.
Kemudian melanjutkan pekerjaannya, tapi ponselnya tetap memantau Kiandra yang sedang bekerja.
Saatnya istirahat siang, Kiandra dihampiri Naomi. Kiandra yang hendak ke kantin perusahaan pun menghentikan langkahnya.
"Nona, Anda mau makan di kantin?" tanyanya.
"Hmm, iya. Di kantin makanannya gratis, bukan?"
"Bagaimana jika kita ke restoran terdekat? Aku yang traktir."
"Tidak usah, makan di restoran cukup mahal."
"Jangan membantah, pergi sama aku saja." Terdengar suara berat dari arah belakang mereka.
Naomi dan Kiandra pun menoleh secara bersamaan. "Tuan." Naomi dan Kiandra memanggil Dexter secara bersamaan.
"James menunggu mu, Kiandra biar bersama ku saja," kata Dexter.
"Baik Tuan." Naomi langsung pergi dari situ. Tadinya dia hanya ingin makan bersama Kiandra. Tapi harus mengalah karena sudah ada tuannya.
"Ayo." Dexter menarik pelan tangan Kiandra. Beberapa pegawai yang hendak ke kantin pun berhenti melihat tuannya menggandeng tangan Kiandra.
"Baru kali ini aku melihat tuan Dexter menggandeng tangan cewek. Dan itu seorang cleaning service baru," kata salah satu pegawai.
"Iya, apa dia kekasihnya bos kita? Tapi, masa sih seorang cleaning service?" ujar pegawai yang lain.
Namun mereka segera pergi karena Dexter dan Kiandra semakin mendekat. Mereka tidak ingin dipecat gara-gara ikut campur urusan tuannya.
"Serius mau makan ke restoran?" tanya Kiandra.
"Kenapa? Makan di kantin hanya untuk karyawan dan karyawati saja," jawab Dexter. "Kamu itu istriku, tidak baik kalau makan di kantin," kata Dexter menambahkan.
"Tapi aku mau ganti pakaian dulu. Tunggu ya."
"Baiklah, aku tunggu di mobil."
Kiandra masuk ke mobilnya untuk berganti pakaian. Setelah selesai, dia baru masuk ke dalam mobil Dexter.
"Bagaimana kerja hari ini? Apa melelahkan?" tanya Dexter.
"Yang namanya kerja pasti capek, tapi aku suka seperti itu," jawab Kiandra.
"Apa aku harus memecat Sela?"
"Nggak usah, dia juga butuh pekerjaan."
"Tapi dia menggangu mu, kan?"
Kiandra menjelaskan, dia tidak mudah ditindas oleh siapapun. Dexter tersenyum lalu menjalankan mobilnya.
Tiba di restoran, Dexter membuka pintu mobil untuk Kiandra. Kiandra mengucapkan terima kasih karena Dexter terlalu baik padanya.
"Yo Kiandra, mana suami tua mu dan lumpuh itu? Kamu malah pergi bersama cowok tampan ini." Dengan nada sinis, Wilona mengejek Kiandra.
"Huh, dimana-mana ada dia. Bikin bad mood. Ayo ke tempat lain," kata Kiandra kepada Dexter.
Kiandra lagi malas meladeni Wilona yang sedang ingin makan siang bersama kekasihnya.
"Di sini saja, lagipula mereka tidak akan bisa menggangu kita," kata Dexter.
Dexter membawa Kiandra masuk ke dalam restoran. Wilona dan kekasihnya juga ikut masuk.
Dexter menyewa ruang VVIP untuk mereka. Karena Dexter tidak ingin diganggu oleh siapapun.
"Pesan seperti biasa," kata Dexter kepada pelayan restoran.
"Siap Tuan, mohon ditunggu sebentar," ucap pelayan.
"Aku ke toilet dulu," kata Kiandra.
"Hmm, jangan lama-lama," kata Dexter.
Kiandra keluar dari ruangan itu, dia menuju ke toilet tanpa menoleh ke kiri dan kanan. Wilona yang melihat Kiandra ke toilet pun mengikutinya.
Kiandra melihat Wilona dari pantulan cermin. Tapi dia tetap santai saat Wilona mendekatinya.
"Kiandra, selingkuhan mu boleh juga. Bagaimana jika kamu kasih ke aku saja?"
"Ambil saja kalau bisa. Kenapa bilang-bilang ke aku?"
"Bukannya dia tuan muda keluarga Henderson? Kamu beruntung banget ya? Menikah dengan pria tua, walaupun lumpuh, tetapi kaya. Sekarang selingkuhan mu juga kaya dan tampan pula."
Kiandra terdiam, dia tidak menanggapi perkataan Wilona. Menurutnya, hanya buang-buang waktu saja.
Kiandra memilih untuk pergi saja. Namun baru dua langkah, pundaknya sudah ditahan oleh Wilona.
"Aku akan merebut pria mu," bisik Wilona.
Kiandra menoleh, kemudian tersenyum tipis. Kiandra menepis kasar tangan Wilona. Kemudian segera pergi dari toilet itu.
Wilona tersenyum, berpikir Kiandra akan kalah darinya. Ayahnya lebih menyukai dirinya daripada Kiandra. Itu sebabnya, Kiandra adalah putri yang tidak dianggap oleh ayahnya sendiri.
"Makanlah," kata Dexter ketika Kiandra sudah masuk ke dalam ruangan itu.
Kiandra mengangguk. "Bagaimana kamu tahu makanan kesukaanku?"
"Aku juga suka makanan ini, jadi aku memesannya setiap kali makan di sini."
Kiandra tersenyum, kemudian duduk dan saling berhadapan. Kiandra menatap Dexter sebentar, kemudian menyantap makanannya.
"Enak nggak?"
"Hmm." Kiandra hanya mengangguk, karena mulutnya sedang mengunyah makanan.
"Makan yang banyak kalau enak, nanti bisa pesan lagi."
Kiandra menggeleng. Menurutnya itu sudah cukup. Setelah selesai makan, Dexter dan Kiandra pun ingin kembali ke perusahaan.
Kiandra dan Dexter masuk ke dalam mobil. Wilona yang melihat mereka pun segera menghampirinya.
Wilona mengetuk kaca mobil. Namun Dexter tidak menghiraukannya sama sekali. Dexter malah menjalankan mobilnya keluar dari parkiran.
"Sial!" Maki Wilona.
"Ada apa?" tanya Simon kekasihnya Wilona.
"Nggak, itu kakakku Kiandra. Sombong sekali dia," jawab Wilona.
Simon sudah cemburu, berpikir Wilona akan mengejar Dexter. Tapi dia sedikit lega ketika Wilona mengatakan jika itu adalah kakaknya.