NovelToon NovelToon
Baru Kenal, Sudah Halal

Baru Kenal, Sudah Halal

Status: sedang berlangsung
Genre:Pernikahan Kilat / Cinta setelah menikah / Nikah Kontrak
Popularitas:1.6k
Nilai: 5
Nama Author: Azrinamanda

ON GOING | UPDATE SETIAP HARI

Hari dimana seharusnya Ayra Rayana bertemu klien pertamanya justru membuat dia terjatuh ke dalam kehidupan klien pertamanya itu. Regana Satya terpaksa menarik Ayra dalam kehidupannya tanpa rencana dan terjadi secara tiba-tiba.

"Bagaimana Pak Rega? Proposal ini apakah sudah sesuai?"

"Sepertinya kamu harus mengganti semuanya" Ucap Rega

"ganti jadi proposal pernikahan sepertinya cocok" Lanjut Rega

"cancel aja pak makasih!!"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Azrinamanda, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Sisi Lain Ayra

Langit sudah menggelap menandakan tibanya malam. sampai saat ini Rega masih setia menunggu ayra di sampingnya hingga istrinya bangun.

Rasa bersalah terpancar di wajahnya. Cemas sekaligus takut jika ayra akan meninggalkannya

pikiran negatif mulai menghantui rega. Jika ayra tidak memaafkannya mungkin tidak apa-apa tapi jika ayra meninggalkannya sepertinya ia tidak akan sanggup menjalani hari tanpa ayra. pikir nya seperti itu

Tanda sudah menunjukan ayra akan bangun. Ia mengerjapkan matanya perlahan membuka matanya dan melihat suaminya yang ada di depannya.

Rega yang melihat itu meneteskan air mata lalu memencet bell untuk memanggil dokter atau perawat yang sedang berjaga.

"apa yang di rasa bu ayra?" tanya dokter itu sembari memeriksa denyut nadinya

"pusing dok" jawab ayra pelan sambil menahan rintihan dari pipinya yg terasa bengkak

"kondisi sudah mulai stabil. Jika ada keluhan lainnya bisa langsung panggil saya atau perawat yang sedang berjaga ya pak!" ucap dokter itu

"baik dok terima kasih!" ucap rega lalu dokter itu berlalu pergi

rega menggenggam tangan ayra. Wajah rega masih sama. terdapat memar di bagian pinggir bibirnya dan darah yang mulai kering.

ayra yang melihat kondisi suaminya seperti sekarang khawatir lalu mengelus luka di pinggir bibirnya

"kenapa ga di obatin? sakit?" tanya ayra masih dengan rintihannya

rega menggeleng masih menggenggam tangan ayra dengan setia

"lebih sakit liat kamu begini sayang! kamu buat mas kesiksa. mas takut kamu benci sama mas!" lirih rega dan akhirnya tangisan itu pecah

tangisan penyesalan akan perbuatannya. walaupun tidak di sengaja tapi ia benar-benar takut jika istrinya akan membencinya dan pergi meninggalkannya.

"mas... aku gak akan pergi. Aku udah maafin kamu. ini di luar kendali kita. Jangan terus jatuh dalam rasa bersalah mas. Aku gak apa-apa" ucap ayra lemah namun masih memaksakan untuk tersenyum menghibur suaminya

"Maafin mas ya sayang."

sorotan matanya tulus. Tidak ada kebencian atau amarah yang menggebu

***

sudah 2 hari ayra di rumah sakit. dan Sore hari ini ia sudah di perbolehkan pulang.

saat mereka keluar dari rumah sakit. Rega melihat pria yang waktu itu menyulutkan emosinya. Ayra yang melihat itu langsung menahan rega

"mas... kita masih di rumah sakit. Jangan buat gaduh!" ucap ayra peringati rega

Rega menghela nafasnya untuk meredakan emosinya yang hampir memuncak. Pria itu menghampiri Rega dan Ayra

"Sebelumnya saya minta maaf sudah buat gaduh di kantor istri anda. Saya Arda Maison dari Maison Corp" sapanya mengulurkan tangannya ke arah rega

rega membalas jabatan tangan itu dengan senyuman terpaksanya. Ayra yang tau suaminya sedang menahan emosi. Ia langsung menggenggam tangan rega untuk meredakan emosinya

"jika berkenan, bisa kita bicara?" tanyanya kepada ayra dan rega

"ke rumah aja! istri saya baru pulih!" jawab rega dengan nada dinginnya

Arda mengangguk setuju lalu mengikuti mobil rega dari belakang.

Sesampainya di rumah.

Rega menjamu tamu, karna mbok sumi sedang pulang kampung. tidak mungkin istrinya yang menjamu karna baru pulih.

"intinya aja" ucap rega dengan to the point

ayra menyenggol lengan rega agar tidak bersikap berlebihan.

"saya sebagai penanggung jawab project Velarium Restorant meminta ibu ayra selaku Founder Kala Visual Lab meminta menyetujui project ini secara profesional!"

"Dengan rasa hormat. Saya sangat menjaga profesionalitas dalam lingkungan pekerjaan. Saya meminta kerja sama ini berlanjut tanpa melibatkan masalah pribadi di antara kita." lanjut arda

rega mengernyit bingung dengan ucapan arda. sulit sekali rega mencerna apa yg mereka bicarakan

"masalah pribadi? apa istri saya pernah buat masalah?" tanya rega penasaran

"maaf pak rega. Saya tidak berhak memberi tau masalah ini kepada anda. Bisa anda tanyakan langsung ke istri anda!" jawab arda dengan lantang

deg....

ini yg ayra takutkan. ia tidak bisa menjawab dan menjelaskan kepada rega apa yang terjadi di antara mereka berdua, karna itu bisa membuka luka lama yg sudah terlalu lama terkubur

"perihal itu bisa kita bicarakan setelah kantor saya buka kembali" ucap ayra dingin

tatapan mata itu belum pernah rega lihat sebelumnya selama mereka menikah. Baru saat ini ia melihat istrinya dalam mode yang berbeda.

"kenapa tutup kantor kamu?" tanya rega

"iya memang aku liburkan sampai 1 minggu" jawab ayra

"baik pak Arda. Saya rasa cukup sampai di sini pembahasan kita kali ini. Jika ada keperluan mendesak bisa langsung hubungi Yura Personal assisten saya!" ucap ayra masih dengan nada dinginnya

'dia memang sudah berubah' batin arda

arda yang mendengar itu pamit undur diri karna merasa tidak enak dan lagi melihat ayra seperti itu membuat dadanya semakin sesak

sesudah kepergian arda dari rumahnya.

di dalam kamar, Rega masih termenung dalam diam. sedangkan ayra hanya menatap suaminya heran karna tidak biasanya rega bersikap seperti itu

"mas?" panggil ayra menyadarkan lamunannya

"eh iya sayang kenapa?" tanya rega yang baru tersadar

"kamu yang kenapa mas? apa yang dipikirin?" tanya ayra lembut

rega menggelengkan kepalanya lalu menarik ayra ke dalam pelukannya seakan takut kehilangan istrinya

"aku gapapa sayang" ucap rega lalu mengecup kening ayra

"maafin aku. Belum bisa cerita jujur ke kamu mas." tutur ayra lirih

"aku akan tunggu sampai kamu siap! kalo nantinya kamu memang ga siap ga masalah. menggali kenangan yang sudah dikubur terlalu dalam itu menguras energi dan capek. lebih baik tetap di kubur dari pada digali terus menerus akan menimbulkan rasa sakit" jelas rega dengan lembut

air mata ayra tumpah di dada bidang milik suaminya. Rega yang menyadari itu langsung menenangkan istrinya. mengelus punggung istrinya dengan lembut.

"sayang... mau seburuk apapun masa lalu kamu. mas akan tetap disini temenin kamu apapun yang terjadi"

Tidak ada jawaban dari ayra.

isakan itu mulai mereda. Dengkuran halus terdengar membuat rega lebih tenang karna istrinya mulai tertidur karna kelelahan menangis.

"love u istriku!" ucap rega menyusul ayra ke dalam mimpi

***

Aroma tanah menyeruak, hujan mulai membasahi ibu kota membuat kegiatan di pagi hari terhambat.

"mas kamu ga kerja?" tanya ayra yang baru selesai mandi

Rega yang di tanya istrinya hanya bergelut dalam selimut dan memejamkan matanya

"aku cuti dulu ya sayang. Cuacanya enak banget untuk tidur." ucap rega masih belum beranjak dari tidurnya

"bangun mas! karyawan kamu aja tetap berangkat walaupun kehujanan! kamu naik mobil loh bukan naik motor! jangan males mas!! kasih contoh yang baik untuk karyawan kamu!" omel ayra

Ini yang rega rindukan dari istrinya. Akhir-akhir ini istrinya hanya menangis. Ia rindu istrinya yang mengomel setiap membangunkannya

Ia beranjak dari kasurnya dan melewati istrinya. sebelum itu ia mengecup bibir istrinya.

"iya nyonya altair." ucap rega berlalu masuk ke kamar mandi

"Mas!!! rese!!!" teriak ayra dan sang empunya hanya terkekeh di dalam kamar mandi.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!