NovelToon NovelToon
Suicidal Project

Suicidal Project

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Kencan Online / Tamat
Popularitas:778
Nilai: 5
Nama Author: lilbonpcs

Ini adalah memoar hidup aku. Segala hal yang aku ceritakan di sini adalah kejadian nyata yang pernah aku alami. Nama tokoh aku samarkan untuk melindungi privasi orang-orang yang bersangkutan. Aku menulis ini karena aku pelupa, jadi aku cuma enggak mau suatu saat apa yang aku ceritakan di sini aku lupakan begitu saja.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon lilbonpcs, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 3 - Ketimpangan

Aku lulus SMP dengan nilai pas-pasan. Enggak jelek banget, tapi juga enggak bagus banget. Intinya, biasa saja. Dan aku masih bingung mau lanjut sekolah di mana. Aku pengennya masuk SMA, ngasal saja, yang penting sekolah.

Tapi, orang tuaku punya ide lain. Mereka pengen aku masuk SMK, dengan alasan kalau lulus bisa langsung kerja. Karena sejak awal, orang tuaku sudah ngasih pernyataan ke aku kalau mereka cuma bisa nyekolahin aku sampai lulus SMA atau SMK saja. Mereka enggak bisa nguliahin aku.

Dengan berat hati, dan penuh kesadaran, aku terima.

Sejujurnya, untuk masuk SMK waktu itu enggak pernah terbesit sedikit pun di kepalaku. Soalnya aku enggak punya minat apa pun di bidang teknik. Malah, sejak SD aku punya minat tinggi di bidang seni musik dan seni lukis.

Aku sempat bilang kalau aku mau sekolah seni saja, tapi orang tuaku berdalih kalau sekolah seni itu ujung-ujungnya harus kuliah. Mereka enggak bisa nguliahin aku. Ya sudah, aku urungkan niatku.

Akhirnya, aku masuk SMK lewat jalur keberuntungan. SMK yang aku masukin lumayan jadi sekolah favorit dan cukup terkenal. Aku beruntung karena asal milih jurusan, dan aku diterima.

Waktu itu aku benar-benar enggak mikirin perkara aku bisa atau enggak ngikutin pelajaran nantinya. Di kepalaku, yang penting aku sekolah.

Dan... hal yang enggak aku harapkan benar-benar terjadi.

Aku sama sekali enggak paham materi pelajarannya. Sudah enggak paham, aku juga enggak punya minat sama sekali buat jadi paham.

Alhasil, aku sekolah benar-benar cuma sekadarnya saja.

Ditambah lagi, aku mulai menyadari ada jurang ketimpangan ekonomi yang benar-benar besar.

Teman-teman sekolahku biasa berangkat naik sepeda motor yang keren-keren. Mereka juga sering ngomongin topik-topik yang enggak aku pahami sama sekali. Dari situ aku sadar sesuatu: ada jurang perbedaan ekonomi.

Rata-rata mereka berasal dari keluarga kelas menengah, bahkan kelas atas. Sementara aku berasal dari keluarga kelas bawah. Alias, keluarga miskin.

Memang sih enggak ada bullying karena hal itu. Tapi tetap saja, aku bahkan enggak bisa ngikutin pergaulan mereka. Aku sama sekali enggak punya circle pertemanan pada masa ini.

Kayaknya aku cuma jadi kutu loncat saja. Semua circle aku tongkrongin, tapi aku enggak pernah benar-benar masuk di dalamnya.

Satu hal pada masa ini yang bikin aku “cinta uang” kayak sekarang adalah fakta bahwa, dalam segala hal, aku terbatas karena uang.

Waktu teman-teman ngajak nongkrong atau main, aku enggak pernah bisa ikut. Karena aku enggak punya motor, dan aku juga enggak punya duit.

Tapi... hari-hari SMK-ku enggak selalu buruk. Tepatnya, karena aku mulai menemukan alasan untuk berangkat sekolah.

Satu alasan yang pasti adalah karena cinta.

Jadi, ada cewek kelas sebelah. Cantik, senyumnya manis, berjilbab rapi. Satu hari dalam seminggu, kelasku selalu sebelahan sama kelas dia. Dan kebetulannya, cewek itu sekelas sama teman SMP-ku, satu circle waktu aku masih di SMP... hehe.

Aku jadi sering pura-pura main ke kelas teman SMP-ku itu. Alasannya sih mau nyamperin teman lama, padahal alasan lainnya ada.

Saking seringnya aku ke kelas itu, anak-anak sekelas teman SMP-ku sampai kenal sama aku. Terus, teman SMP-ku mulai sadar kalau ada yang aku incar di sana.

Namanya... sebut saja Kartini. Demi menjaga privasi dia, aku samarkan namanya.

Singkatnya, dengan usaha enggak tahu malu demi cinta, aku yang introvert ini bisa pasang topeng. Pura-pura asyik dan menyenangkan di depan anak-anak kelas dia. Biar aku bisa dapat nomor handphone-nya.

Dan akhirnya, aku dapat nomor handphone cewek itu. Tapi dapatnya dari teman SMP-ku, sih.

Tiap sore aku SMS dia. Yup, waktu itu masih zamannya SMS-an. Belum ada BB, belum ada smartphone. Aku ajak kenalan, dan ternyata orangnya lumayan care.

Terus, lanjutlah aku SMS-an sama dia. Hampir tiap sore.

Sampai suatu hari, aku bulatin tekad buat nembak dia.

Dan aku ditolak... wkwkwk.

Anehnya, aku enggak ngerasa kecewa. Yang ada cuma rasa lega, karena aku sudah berani nyatain perasaanku ke cewek. Yaaaa... walaupun cuma lewat SMS.

Tapi itu benar-benar kemajuan buat aku yang introvert ini.

Dan... aku ngasih tahu teman SMP-ku kalau aku nembak Kartini dan aku ditolak. Orang itu malah ngetawain aku.

Dari teman SMP-ku itu juga, aku baru tahu kalau ternyata Kartini sudah punya cowok. Memang anak anjeengg. Tahu gitu dari awal, kan enggak aku deketin. Kocak.

Kisah cinta masa SMK-ku enggak habis di situ saja.

Aku kenal satu cewek lagi.

Namanya... sebut saja Vita.

Cewek dengan dandanan style emo, yang enggak pernah manjangin rambut. Rambutnya benar-benar selalu dipotong pendek, ala-ala Bang Sansan PWG zaman dulu.

Aku lupa aku bisa kenal dia dari mana. Pokoknya zaman dulu itu, banyak banget orang simpan nomor handphone cewek random di sekolah. Ya karena aku sekolah di SMK, jumlah ceweknya memang minoritas.

Hari-hari aku SMS-an sama tuh cewek. Bahkan pas pelajaran pun masih SMS-an.

Kalau aku pikir lagi sekarang, kok bisa ya topik kita enggak habis-habis.

Kadang kita juga tukeran jawaban, lucu kan. Misalnya dia enggak tahu pelajaran A, aku tahu, aku kasih tahu dia. Terus pas aku pelajaran B, aku enggak tahu, dia bantuin aku juga.

Pokoknya awalnya itu benar-benar positif vibe banget.

Awalnya aku juga enggak ada rasa sama sekali ke dia. Kita benar-benar cuma teman SMS-an doang.

Sampai suatu saat, aku ngerasain sesuatu yang menarik kalau lagi lihat dia.

Soalnya, dalam satu minggu kelas kita sering banget sebelahan. Tanpa aku sadari, aku sudah jatuh cinta sama tuh cewek yang dandanan dan gayanya kayak laki-laki.

Padahal, anak-anak cowok di sekolah pada ngetawain dia. Soalnya dia satu-satunya cewek yang dandanan kayak laki-laki.

Tapi... tragedi terjadi.

Suatu saat, dia posting foto cowok di akun Facebook-nya.

What?

Aku cemburu.

Aku tanya ke dia, “Itu siapa?”

Dia jawab dengan nada berat, seolah mikir dulu. Kayaknya dia tahu aku suka sama dia. Terus dia bilang, “Pacar.”

Fuck... patah. Beneran patah.

Habis kejadian itu, aku berhenti hubungi dia. Bahkan pas di sekolah, sebisa mungkin aku menghindari ketemu dia.

Sampai puncaknya, aku marah ke dia.

Aku balas dia dengan satu pesan singkat: “Fuck in emo.”

Kayaknya dia tersinggung dan lapor ke pacarnya. Pacarnya itu alumni sekolah yang masih aktif di organisasi sekolah.

Jadi, aku dicari.

Kayaknya aku mau dihajar, tapi... untungnya enggak ada kejadian apa-apa.

Waktu itu, yang ada di otakku cuma satu: alasan utama kenapa mereka enggak mau sama aku adalah karena aku enggak punya sepeda motor dan aku kere.

Meskipun kalau dipikir lagi... yaaaaa, namanya juga cewek SMA.

Jelas alasannya karena aku jelek, kan... hahahaha.

---

Kalau kalian suka, kalian bisa mentraktirku kopi, dengan mengklik link di profilku, atau search link ini di browser kalian https://trakteer.id/lilbonpcs thanks sudah mengapresiasi karya ini...

1
Zanahhan226
‎Halo, Kak..

‎Datang dan dukung karyaku yang berjudul "TRUST ME", yuk!

‎Kritik dan saran dari kakak akan memberi dukungan tersendiri untukku..
‎Bikin aku jadi semangat terus untuk berkarya..

‎Ditunggu ya, kak..
‎Terima kasih..
‎🥰🥰🥰
David ☚⍢⃝☚ Rajin Up Novel
ini beneran kisah nyata atau cuma cerita di buat² bang? Walaupun gitu tetap semangat bang, bahkan Kita harus membayangkan Sisyphus bahagia. Sisyphus tahu hidupnya absurd mendorong batu ke puncak gunung, jatuh lagi, diulang selamanya.

Tidak ada tujuan akhir disana. Tidak ada hadiah menanti. Tapi justru saat dia menyadari absurditas itu dan tetap memilih untuk mendorong batu, di situlah kebebasannya muncul.

Bahkan dalam penderitaan, Sisyphus bahagia
bukan karena penderitaannya menyenangkan,
melainkan karena penderitaan itu tidak lagi menguasainya🔥
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!