NovelToon NovelToon
Istri Dadakan Tuan Arrafiy

Istri Dadakan Tuan Arrafiy

Status: tamat
Genre:CEO / Cinta setelah menikah / Selingkuh / Pengkhianatan / Tamat
Popularitas:3.7M
Nilai: 4.9
Nama Author: Sylvia Rosyta

Karya ini telah terpilih sebagai pemenang YAAW 2026 periode 1 kategori 2 juara 3🥳 🎉 🎉

Arsy Raihana Syahira percaya hidupnya akan sempurna. Pernikahan yang tinggal menghitung hari mendadak batal, setelah ia memergoki calon suaminya sendiri berselingkuh dengan sahabat yang selama ini ia percayai dengan sepenuh hati.

Belum sempat Arsy bangkit dari keterpurukan, cobaan lain kembali menghantam. Ayahnya mengalami serangan jantung dan terbaring kritis setelah mengetahui pengkhianatan yang menimpa putri kesayangannya. Dalam satu waktu, Arsy kehilangan cinta, kepercayaan, dan hampir kehilangan orang yang paling ia cintai.

Di tengah kehancuran itu, datanglah Syakil Arrafiy—CEO sekaligus teman semasa sekolah, dan lelaki yang diam-diam telah mencintai Arsy sejak lama. Mendengar kabar tentang Arsy, Syakil datang ke rumah sakit tanpa ragu. Di hadapan ayah Arsy yang terbaring lemah, Syakil mengucapkan sebuah permohonan yang tak pernah Arsy bayangkan sebelumnya: melamar Arsy sebagai istrinya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sylvia Rosyta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 34

Beberapa tamu yang tadinya berbisik-bisik kini memilih menunduk. Ada yang pura-pura sibuk merapikan pakaian, ada yang mengalihkan pandangan ke meja hidangan, ada pula yang sekadar diam tanpa berani menatap Arsy terlalu lama. Bahkan orang-orang yang sebelumnya tampak paling bersemangat membicarakan perubahan calon pengantin itu kini memilih bungkam. Seolah kata-kata Syakil barusan menampar kesadaran mereka dengan keras dan tepat sasaran.

Arsy yang masih berdiri di tempatnya, merasa sedikit lebih lega. Seperti beban yang sejak tadi menekan dadanya perlahan berkurang. Mungkin mereka akhirnya mau mengerti. Atau setidaknya, mau berhenti menjelekkan nya. Beberapa tamu perempuan yang duduk di barisan depan terlihat saling pandang, lalu mengangguk kecil. Ada yang tersenyum tipis ke arah Arsy, senyum yang meski sederhana, cukup membuat perasaan Arsy terasa sakit. Arsy menunduk dan mencoba menahan emosinya yang nyaris tumpah. Ia tidak meminta dimengerti sepenuhnya. Ia hanya ingin diperlakukan dengan adil. Namun ketenangan itu ternyata tidak bertahan lama.

Di antara barisan tamu, seorang laki-laki berdiri. Gerakannya cukup mencolok di tengah suasana yang nyaris hening. Posturnya tegap, wajahnya keras, dan sorot matanya menyimpan sesuatu yang jauh dari niat baik. Arsy yang mengenal siapa tamu undangan itu, seketika merasakan jantungnya berdegup lebih cepat.

Itu adalah teman tongkrongan Radit. Laki-laki itu melangkah maju sedikit, cukup agar semua orang bisa melihatnya. Ia menyunggingkan senyum miring yang sama sekali tidak ramah. Senyum yang lebih mirip seperti ejekan.

“Maaf,” katanya dengan suaranya yang dibuat santai, tapi nadanya jelas mengandung sindiran. “Apa boleh saya bertanya satu hal?”

Beberapa tamu menoleh cepat. Ada yang langsung menegang, seolah sudah bisa menebak arah pembicaraan ini akan ke mana dan membuat Arsy tanpa sadar mencengkeram gaun pengantinnya lebih erat.

Syakil menoleh, sorot matanya terlihat mengeras.

“Silakan,” jawabnya singkat dan membuat Laki-laki itu terkekeh pelan.

“Saya cuma heran aja,” katanya sambil menatap Arsy tanpa sungkan. “Baru beberapa waktu lalu Arsy mau menikah dengan sahabat saya. Undangannya sudah disebar. Semua orang tahu. Tapi sekarang…” Ia mengangkat bahu, pura-pura bingung. “Tiba-tiba sudah jadi istri orang lain.”

Beberapa tamu tampak gelisah. Ada yang menghela napas pelan. Ada pula yang menunduk dan tidak ingin terlibat.

“Jujur saja,” lanjutnya, suaranya sedikit meninggi. “Saya jadi bertanya-tanya, sebenarnya Arsy ini perempuan seperti apa, ya?”

Kalimat yang dilontarkan oleh tamu undangan itu membuat udara dikontrakkan Arsy terasa lebih dingin. Arsy membeku. Wajahnya memucat. Kata-kata itu tidak diucapkan dengan nada ingin tahu, melainkan nada merendahkan. Menguliti harga dirinya di depan semua orang. Bibirnya bergetar, tapi tidak ada suara yang keluar. Rasanya seperti kembali ke titik paling rapuh, di mana ia harus menahan luka sendirian.

“Tidak tahu diri, kalau menurut saya,” lanjut laki-laki itu tanpa merasa bersalah. “Sudah ada calon, sudah mau menikah, tapi dengan gampangnya pindah ke laki-laki lain. Apa sekarang memang zamannya perempuan seperti itu? Berpindah ke lain hati dengan begitu mudahnya.”

Beberapa tamu terperangah. Ada yang langsung mengangkat kepala dengan wajah tidak setuju. Ada pula yang terlihat ingin menyela, tapi ragu. Kalimat itu terlalu kasar dan terlalu terang-terangan dalam menghina Arsy. Arsy menunduk dalam-dalam. Tangannya gemetar hebat. Dadanya terasa sesak, seperti ada sesuatu yang menghimpit kuat-kuat. Ia ingin membela diri. Ingin mengatakan bahwa ia bukan perempuan seperti yang dituduhkan. Tapi lidahnya kelu. Suaranya seolah menghilang.

Namun sebelum siapa pun sempat berkata apa-apa, Syakil sudah melangkah maju. Gerakannya tenang, tapi auranya berubah drastis. Wajahnya yang tadi terlihat terkendali kini mengeras. Rahangnya mengatup kuat. Tatapan matanya terlihat tajam, menusuk lurus ke arah laki-laki yang baru saja menghina istrinya.

“Jaga ucapan kamu.” ucap Syakil yang ada tekanan kuat di setiap katanya dan membuat suasana mendadak menegang. Laki-laki itu mendengus kecil, seolah tidak gentar.

“Saya cuma bilang apa yang saya lihat—”

“Cukup.” Potong Syakil dengan nada yang kali ini jelas lebih tegas. Matanya menyipit. “Kamu datang ke resepsi pernikahan saya sebagai tamu. Kau tidak punya hak untuk merendahkan istri saya di depan umum?”

Beberapa tamu terlihat terkejut dengan perubahan sikap Syakil. Tidak ada lagi senyum tipis di bibirnya. Yang tersisa hanya seorang suami yang sedang berdiri dengan berani untuk melindungi istrinya.

“Arsy bukanlah perempuan yang kamu tuduhkan,” lanjut Syakil, suaranya mulai mengandung emosi yang tertahan. “Dia adalah perempuan yang baik dan tentu saja tidak pantas mendapatkan semua ejekan mu itu. Justru aku yang seharusnya bertanya padamu, kau bilang padaku bahwa sebenarnya kau adalah sahabat Radit. Tapi, sahabat macam apa kau ini yang tidak mengingatkan Radit ketika dia mulai berselingkuh dengan sahabat Arsy?! Sebagai seorang sahabat yang baik, kau seharusnya menasehati sahabatmu itu supaya tidak mengkhianati Arsy, apalagi pernikahan mereka sudah dekat. Tapi yang kau lakukan justru sebaliknya, kau menyalahkan istriku dan menuduhnya sebagai perempuan tidak bermoral yang mana tuduhan itu seharusnya pantas diberikan kepada Radit." Ucap Syakil dengan menggebu gebu dan membuat semua tamu undangan terdiam, begitu juga dengan laki laki itu.

Wajahnya yang tadi penuh ejekan kini mengeras, seperti topeng yang retak. Rahangnya mengatup kaku, matanya bergerak gelisah. Tatapannya beralih ke sekeliling, menyapu wajah-wajah para tamu satu per satu, berharap mencari dukungan maupun pembenaran. Namun yang ia temukan justru kebalikannya.

Tidak ada satu pun yang berdiri di pihaknya.

Beberapa tamu menatapnya dengan ekspresi tidak setuju. Ada yang mengernyit, ada yang menggeleng pelan. Seorang ibu paruh baya bahkan terlihat mendecak lirih, jelas merasa muak dengan keributan yang ia buat. Seorang bapak di barisan belakang berbisik pada temannya, cukup keras untuk terdengar,

“Benar benar keterlaluan.”

Arsy yang masih berdiri tak jauh dari Syakil, tidak berani mengangkat kepala sepenuhnya, tapi ia bisa merasakan perubahan atmosfer itu. Untuk pertama kalinya sejak pagi, arah pandangan orang-orang tidak lagi menusuknya, melainkan tertuju pada laki-laki yang sejak tadi berdiri dengan congkak. Namun laki-laki itu tidak mau kalah begitu saja.

Harga dirinya terlalu tinggi untuk menerima kenyataan bahwa ia sedang sendirian.

Ia menarik napas kasar, lalu tertawa kecil—tawa yang terdengar dipaksakan.

“Kalian kok langsung percaya begitu saja?” katanya sambil kembali menatap para tamu, berusaha mengambil alih suasana. “Dia bilang Radit selingkuh, kalian langsung percaya begitu saja?”

Ia menoleh ke arah Syakil, sorot matanya kini dipenuhi tantangan. “Mana buktinya?” tanyanya lantang. “Mana bukti yang menunjukkan kalau Radit benar-benar selingkuh?”

Beberapa tamu kembali terdiam.

“Jangan cuma asal tuduh,” lanjut laki laki itu yang nada suaranya naik. “Kalau memang Radit selingkuh, mana buktinya?Jangan-jangan ini cuma cerita sepihak biar Arsy kelihatan bersih di mata semua orang.”

1
Nurma Sadiah
😭😭
Inooy
diiih percaya diri sekali kamu, Diiitt...tp aq salut ama kamu,,biarpun orang2 mulai g peduli ama kamu..kamu dengan pede nya masih bisa menegakkan kepala, tapiiii setelah kamu menerima surat dr direktur RS..apakah kamu masih bisa percaya diri? masih bisa menegakkan kepala kamu lg??
Maryami
Alhamdulillah, trm ksh thor
Maryami
senangnya punya mertua sebaik mama syakil
Maryami
🦾🦾🦾💪💪💪💞💞💞💞💞
Inooy
macan Kairo udh mengeluarkan taring nya niih,,siap2 kamu Radit menerima cakaran nya..kamu udh tega menyakiti Arsy yg udh mencintai mu dengan tulus, sampe kuliah pun kamu d bantu Arsy..skarang terimalah setiap cakaran macan Kairo yg g terima orang yg d cintai nya kamu sakiti hhaa ha ha ha

benar apa yg d katakan pa Rahman..bahwa cinta yg baik tidak akan menyakiti ato pun memaksakan kehendak nya..cinta yg baik akan selalu melindungi orang yg d cintai nya tanpa pamrih dn tanpa syarat!!!
Inooy
wuidiiiihh hebat nih aspri nya Syakil,,skali tatap langsung mengerti apa yg d mo tuan nya..hebat kamu Omar, kepekaan mu aq acungi jempol 👍👍

setelah tau kronologis nya, kamu harus balaskan sakit hati nya Arsy dn pa Rahman, Syak..karena gara s Radit pa Rahman kena serangan jantung, dn Arsy hampir kehilangan ayah nya..terlebih lebih sakit yg d terima Arsy begitu dalam torehan nya Syak..jd kamu harus jd pelindung Arsy!!
Inooy
d tengah badai yg menggempur Arsy,,sebentar lg badai itu akan hilang bersama dengan kedatangan Syakil...

qta terkadang g terima dengan cobaan yg menghampiri qta, tp qta g tau seindah apa balasan yg qta terima..ketika qta dengan ikhlas menerima cobaan yg d berikan-Nya...
Inooy
d saat hati Arsy d hancurkan oleh Radit dn sahabat nya sendiri,,kini ada hati yg benar2 tulus mencintai Arsy yg tengah mendekat...
ayoo Syakiiill sembuhkan hati Arsy yg tengah terluka, aq yakin cinta mu benar2 tulus!!
Inooy
Radiiit,,kamu bener2 y jahat..udh nyakitin Arsy..eeehh dengan tanpa bersalah dn berdosa nya kamu bilang bukan urusan kamu ayah nya Arsy kena serangan jantung?!
heey kampreeet!! ayah nya Arsy g bakalan kena serangan jantung klo kamu g nyakitin anak nyaaa,,apalagi beliau denger secara langsung kamu mo mutusin hari pernikahan kamu ama Arsy,,emg kamu pria terbrengseeek 😤
udh jelas2 ayah nya Arsy serangan jantung gara2 kamu...hhadeuuuh dengan tak tau malu nya kamu ninggalin Arsy dn ayah nya 🤦‍♀️
Serli oktavia
semoga syakil bisa mengobati luka di hati Arsy
Maryami
hamidun arsynya
Maryami
nongol juga raditnya
park jum
seharusnya " DOKTER TOLONG ISTRI SAYA MAU MELAHIRKAN "
Maryami
💞💞💞💞💞💪💪💪🦾🦾🦾🦾👍👍👍👍
park jum
perempuan klw dah jatuh cinta itu otaknya kagak dipake betul-betul bodoh
Maryami
kalau dgn agama udah sah syakil dgn arsy, kan udah dipikirkan oleh ayah arsy di R S
Maryami
.mamanya syakil mau cepat punya cucu
Maryami
ya Allah mertua ya vaik banget, iri akuarsy,
Maryami
ya Allah orang khaya tp baik hati💞💞💞💞💞💞💞
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!