NovelToon NovelToon
Petani Sultan: Rahasia Kendi Dimensi

Petani Sultan: Rahasia Kendi Dimensi

Status: sedang berlangsung
Genre:Harem / Bertani / Slice of Life / Komedi
Popularitas:11.2k
Nilai: 5
Nama Author: DipsJr

Di mata dunia, Banyu hanyalah seorang pemuda desa putus sekolah yang tidak memiliki masa depan. Kehilangan kakeknya dan divonis memiliki penyakit bawaan membuat hidupnya seolah menemui jalan buntu. Namun, roda nasib berputar 180 derajat ketika Banyu secara tak sengaja mewariskan sebuah artefak kuno Kendi Penyuling Jiwa milik sang kakek.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DipsJr, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 3: Cairan Ajaib

Banyu masih tak percaya.

Dia mencoba berlari kecil mengelilingi kamarnya yang sempit. Putaran pertama, aman. Putaran kedua, masih aman. Putaran ketiga, dia berhenti, menunggu rasa sakit di dada yang biasanya menyengat seperti ditusuk jarum.

Nihil. Hanya ada sedikit rasa sesak wajar selayaknya orang yang baru olahraga.

"Gila..." Banyu menatap cermin, meraba dadanya. "Jantung gue... beneran sembuh?"

Euforia meledak di kepalanya. Dia menyambar tali skipping di sudut ruangan, melompat-lompat antusias, lalu lanjut push-up sepuluh kali. Baru setelah itu dia merasa sedikit ngos-ngosan. Tapi ini ngos-ngosan sehat, bukan ngos-ngosan mau mati.

Beban berat yang menindih hidupnya selama 20 tahun lebih yang membuatnya gagal kuliah, susah cari kerja, dan dipandang sebelah mata tiba-tiba lenyap setengahnya. Rasanya ingin teriak, tapi dia sadar dinding kosan ini tipis. Bisa-bisa dilempar sandal sama Rudi tetangga sebelah.

Setelah tenang, otak Banyu mulai bekerja.

"Apa sebabnya? Gak mungkin gue sembuh gara-gara makan tumis kangkung Bu Yati kemarin."

Dia merunut kejadian beberapa hari terakhir. Kehujanan, dipukuli Joni, kecebur sungai, nemu botol aneh, lalu cairan dari botol itu meresap ke tangan...

"Cairan itu!"

Banyu menyambar Kendi Penyuling Jiwa di atas kasur. Dia yakin seyakin-yakinnya, cairan bening yang kita sebut saja Cairan Ajaib itulah penyebab keajaiban ini.

Dengan tangan gemetar, dia membuka tutup kendi, berharap ada sisa tetesan. Dia membalik botol, mengguncangnya pelan.

Kering. Tak ada setetes pun yang keluar.

"Yah... jangan bilang cuma sekali pake doang?" Banyu lemas. Kalau cuma sekali pakai dan belum sembuh total, tamatlah riwayatnya. Kesehatan adalah aset nomor satu. Tanpa kesehatan, mimpi jadi orang kaya cuma omong kosong.

---

Tiga hari berlalu.

Banyu absen jualan koran. Dia mengurung diri di kamar, seperti pertapa menunggu wahyu. Tiap beberapa jam sekali, dia mengecek kendi itu, berharap ada keajaiban kedua.

Dan kesabaran itu berbuah manis.

Pada petang hari ketiga, saat Banyu iseng membalik botol itu lagi, sebutir cairan bening perlahan merembes keluar dari mulut botol. Berkilau seperti berlian cair di bawah lampu kamar.

"Alhamdulillah!"

Kali ini Banyu tak mau rugi. Dia tak membiarkannya jatuh ke tangan atau tisu. Dengan gerakan cepat, dia menengadahkan kepala, membuka mulut, dan membiarkan tetesan Cairan Ajaib itu jatuh tepat di lidahnya.

Nyesss...

Rasanya hangat, sedikit manis seperti air kelapa muda, lalu berubah menjadi gelombang panas yang menjalar cepat ke seluruh tubuh. Dari tenggorokan, ke lambung, lalu menyebar ke ujung jari kaki dan tangan. Nyaman sekali.

Mata Banyu memberat. Kantuk yang luar biasa menyerang. Dia ambruk di kasur dan langsung tak sadarkan diri.

---

Banyu terbangun keesokan paginya dengan sensasi yang familiar.

"Ugh, bau apaan nih?"

Dia mengendus badannya sendiri. Bau busuk yang sama seperti tiga hari lalu kembali lagi. Kulitnya lengket oleh lapisan minyak hitam racun-racun tubuh yang dipaksa keluar.

Tapi kali ini Banyu malah tertawa lebar. Dia tak peduli badannya bau got. Dia langsung lompat dari kasur, melakukan burpees, push-up, sit-up, bahkan plank.

Satu jam berlalu. Keringat bercucuran deras, tapi napasnya tetap stabil. Jantungnya berdetak kuat, memompa darah dengan efisiensi mesin baru.

Banyu terduduk di lantai, napasnya teratur. Tiba-tiba, matanya panas. Air mata menetes tanpa bisa ditahan.

Ini pertama kalinya dia menangis sejak kakeknya meninggal lima tahun lalu. Dulu dia menangis karena putus asa, sekarang dia menangis karena lega.

"Kek, Banyu sembuh, Kek... Banyu bisa hidup normal..." bisiknya pada udara kosong.

Setelah puas meluapkan emosi, Banyu mandi bersih-bersih. Kini, dengan tubuh sehat, otak bisnisnya mulai jalan.

"Gue butuh duit. Banyak duit. Buat bales dendam sama kemiskinan, buat bikin orang-orang yang ngeremehin gue nelen ludah mereka sendiri."

Tapi gimana caranya? Jual Cairan Ajaib?

"Gila aja," Banyu menggeleng cepat. "Kalau ketauan gue punya obat ajaib, bisa-bisa gue diculik mafia medis atau jadi bahan percobaan lab. Ini rahasia negara."

Dia butuh cara memutar 'modal' ini tanpa ketahuan.

Mata Banyu menyapu seisi kamar, mencari inspirasi. Tatapannya berhenti di meja sudut. Di sana ada pot tanaman Jeruk Kasturi yang tadinya sekarat karena jarang disiram.

Tiga hari lalu, Banyu membuang tisu bekas lap cairan pertama ke pot itu.

Sekarang? Tanaman itu berubah total. Daunnya hijau pekat mengkilap seperti dipoles minyak. Bunganya mekar lebat, putih bersih, dan aromanya wangi semerbak memenuhi kamar. Bahkan sudah ada belasan buah jeruk muda yang montok-montok bergelantungan.

"Gila! Tiga hari doang udah kayak gini?" Banyu melongo. "Kalau tisu bekas aja efeknya sedahsyat ini, gimana kalau disiram langsung?"

Ide brilian langsung menyala di kepalanya: Pertanian Organik Super.

Dia akan menanam sayur dan buah pakai air campuran Cairan Ajaib. Hasilnya pasti premium, panen cepat, dan rasanya enak. Jual mahal pun orang pasti berebut. Aman, legal, dan cuan!

---

Banyu bergegas mandi, pakai baju rapi, lalu turun ke bawah mencari pemilik kos.

Dia menemukan Pak Rahmat dan Bu Yati sedang santai ngeteh di dapur.

"Eh, Banyu. Udah sembuh sakitnya?" tanya Bu Yati perhatian. Memang beberapa hari ini Banyu bilang sedang 'demam' sebagai alasan mengurung diri.

"Udah sembuh total, Bu. Berkat doa Ibu juga," jawab Banyu sambil nyengir, lalu beralih ke Pak Rahmat. "Pak Rahmat, lagi santai kan? Saya mau ngomongin bisnis dikit nih."

"Bisnis apaan? Mau jual koran lagi?" tanya Pak Rahmat sambil menyeruput teh tubruknya.

"Bukan, Pak. Gini... Lahan kosong di belakang kosan itu kan nganggur tuh, isinya cuma ilalang sama nyamuk. Boleh gak saya sewa buat nanem sayur?"

Pak Rahmat mengernyit. "Buat apa? Emang kamu bisa nyangkul?"

Banyu sudah menyiapkan alibi. "Jadi gini Pak, saya punya temen anak IPB (Institut Pertanian Bogor), dia lagi ngembangin bibit sayur varietas baru. Katanya cepet panen dan mahal harganya. Saya mau coba tanem, siapa tau hoki. Daripada saya nganggur kan?"

Pak Rahmat, yang dasarnya orang desa, langsung setuju kalau soal bercocok tanam. "Oalah, bagus itu! Anak muda emang harus kreatif. Ya udah pake aja, lahannya emang gak kepake kok. Gak usah bayar sewa lah, bersihin aja rumputnya."

"Waduh, jangan gitu dong, Pak," tolak Banyu halus. Dia punya prinsip: bisnis adalah bisnis. Kalau gratisan, nanti dia gak enak hati kalau sukses besar. "Saya tetep mau bayar. Itung-itung profesional."

"Halah, kamu ini kayak sama siapa aja," Pak Rahmat ngotot.

"Gini aja deh, Pak. Saya sewa lima puluh ribu sebulan. Tapi bayarnya ntar pas panen pertama. Gimana? Deal?" tawar Banyu.

Pak Rahmat tertawa. "Ya wis, sak karepmu (terserah kamu). Deal."

Bu Yati menimpali dengan wajah cemas, "Tapi Ny, kamu yakin kuat nyangkul? Jantung kamu kan..."

Banyu menepuk dadanya mantap. "Tenang aja, Bu. Dokter bilang olahraga ringan di kebun malah bagus buat terapi jantung. Itung-itung gym gratis."

Bu Yati akhirnya tersenyum lega. "Ya sudah kalau gitu. Awas jangan kecapekan ya."

Banyu tersenyum lebar. Izin lahan sudah di tangan. Modal bibit murah. Senjata rahasia siap.

"Tunggu tanggal mainnya," batin Banyu. "Bentar lagi Juragan Banyu bakal lahir!"

1
Nugroho Sodiq
harusnya dibalik thor..waktu di dlm kendi yg cepet, tapi dunia asli lmbat..biar cepet panen..😄
Yandi Hidayat
sangat bagus
Wega Luna
papi Raka paling keren,,,,🤭🤭🤭🤭GK ada Raka Raka yg lain kalo GK Raka nya Vania Bella🤭🤭🤭
Gege
bener bener apik dan epic bangeed...asal ga kesurupan setan NT yang ngajarin kalimat mbuledd ajaa buat kejar setoran pasti rame terus ini novel...
Jujun Adnin
sampe tamat
Aji L
setengah hektar tu 5.000 m²
DipsJr: wah iya ya... 😅
makasih infonya tandi di revisi. 🙏
total 1 replies
Wega Luna
🤣🤣🤣🤣untung besar ,buat jajan di luar negeri
Gege
apik dan epic
Gege
sangat apik dan epic setiap episodenya... mungkin bisa dibuatkan cerita nelayan tajir... dengan pola yang sama tapi banyak mainan air..😄🤣
isnaini naini
gas lah pak mo..ayo brngkt...
Wega Luna
🤣🤣🤣🤣🤣 siapa yg nolak nyu ,gratis lagi
Jujun Adnin
lanjut
Apriyantho Apri
Perbanyak upgrade nya dong,please...
DipsJr: cuman bisa 3 kak. biar awet. 😔
total 1 replies
D'ken Nicko
kurang banyak babnya thor
Jujun Adnin
lagi
isnaini naini
siska mungkin pnya trauma masa lalu kali ya...kok klo liat orang bawaan nya skeptis melulu awas...nanti jth cinta loh...
isnaini naini
gpp nyu 100jt buat hdiah cuma2 tp scra tdk lngsng km sdh pnya koneksi aman lah...walau agak pait jg sih...100jt gt loh...😇
isnaini naini
smngt ya nyu buat author jg...
isnaini naini
benih lope2nih kyknya....
isnaini naini
gimana pak tomat busuk...kapok lu...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!