NovelToon NovelToon
Setelah Status, Kita Kehilangan

Setelah Status, Kita Kehilangan

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Cinta Seiring Waktu / Diam-Diam Cinta / Tamat
Popularitas:4.6k
Nilai: 5
Nama Author: Mentari_Senja

Zafira Amara, belajar bahwa cinta tidak selalu berakhir dengan indah. Ditinggal Anggara tanpa kabar setelah janji melamar, ia membangun benteng tinggi di hatinya.

Hingga akhirnya datang Aditya Pranata, pengagum rahasia yang mengisi kekosongan itu. Dari teman, menjadi hubungan tanpa status, hingga akhirnya resmi berpacaran.

Namun ironi terjadi, saat status sudah jelas, mereka justru kehilangan esensi. Trauma masa lalu Zafira bertabrakan dengan ketakutan komitmen Aditya.

Di tengah hiruk pikuk Yogyakarta, mereka belajar bahwa tidak semua yang dicintai bisa bertahan. Tidak semua janji bisa ditepati. Dan terkadang, melepaskan adalah bentuk cinta paling tulus meski itu menyakitkan. Sebuah kisah tentang kehilangan, trauma, dan keberanian untuk move on.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mentari_Senja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Datangnya Revan

Hari ini, hari Rabu sore, kafe lagi lumayan rame. Fira sibuk bolak balik bawa pesanan sambil sesekali senyum ke pelanggan walau hati nya masih berantakan.

Bel pintu berbunyi. Masuk seorang cowok tinggi, rambut rapi disisir ke samping, pake kemeja lengan panjang digulung sampe siku, celana bahan hitam, sepatu pantofel. Keliatan rapi, pofesional, dan ganteng.

Cowok itu jalan ke counter sambil senyum ramah ke Fira.

"Selamat sore, masih buka kan?"

"Iya masih. Silahkan duduk, mau pesen apa?"

"Hmm..." cowok itu ngeliatin menu board di dinding. "Rekomendasiin dong, yang paling enak apa di sini?"

Fira mikir sebentar. "Kalau suka kopi pahit, americanonya enak. Kalau suka manis, caramel latte."

"Kamu sukanya yang mana?"

Fira agak kaget ditanya kayak gitu. Pelanggan jarang nanya preferensi pribadi.

"Aku sukanya americano sih."

"Oke, aku pesen americano aja deh. Sama ada cemilan apa nih?"

"Ada brownies, banana cake, sama croissant."

"Banana cake aja. Makasih ya."

Cowok itu menunggu nama Fira disebutkan, tapi Fira nggak ngasih. Dia cuma senyum tipis terus balik ke belakang counter buat bikin pesanan.

Anna yang lagi mencuci gelas pun berbisik.

"Fira, itu cowok ganteng banget deh. Aku baru pertama kali liat."

"Iya, kayaknya dia pelanggan baru."

"Dari tadi, dia ngeliatin kamu terus tuh."

"Ah, masa sih? Biasa aja kali."

Tapi Anna senyum nyengir. Dia tau ada yang beda dari cara cowok itu saat melihat Fira.

Beberapa menit kemudian, Fira membawa pesanan ke meja cowok itu, yang duduk di pojok deket jendela.

"Ini americano sama banana cakenya."

"Makasih. Eh boleh nggak, kalo aku tau nama kamu?"

Fira ragu sebentar. "Fira."

"Fira, nama yang bagus. Aku Revan, salam kenal."

"Salam kenal juga."

Fira mau balik ke counter tapi Revan nahan.

"Eh tunggu sebentar. Boleh nggak aku nanya nanya?"

"Nanya apa?"

"Kafe ini buka tiap hari ya?"

"Iya, Senin sampe Minggu. Dari jam 10 pagi sampe 10 malem."

"Oke noted. Soalnya aku baru pindah kerja ke daerah sini, lagi nyari tempat ngopi yang nyaman. Kayaknya kafe ini cocok deh."

"Oh gitu. Semoga cocok ya."

"Pasti cocok. Apalagi pelayannya ramah," Revan senyum lebar.

Fira cuma senyum tipis, agak awkward, terus balik ke counter. Anna langsung nyamperin sambil senyum nyengir.

"Tuh kan, aku bilang juga apa. Dia pasti naksir kamu."

"Ah, nggak lah Anna. Biasa aja kali."

"Biasa aja, mana ada. Yang nanya nama segala. Percaya deh, cowok itu tertarik sama kamu."

Fira cuma menggelengkan kepala sambil lanjut kerja. Dia nggak mau mikirin hal kayak gitu. Pikirannya udah penuh sama Ditya.

***

Dua hari kemudian, Revan dateng lagi. Jam yang sama, pesen yang sama. Americano sama banana cake. Dan lagi lagi dia duduk di meja pojok.

"Hallo Fira," sapanya ramah pas Fira nyamperin bawa pesanan.

"Hallo. Wah udah jadi pelanggan tetap nih kayaknya."

"Iya, kafenya enak soalnya. Kopinya pas, suasananya nyaman, pelayannya juga..." Revan senyum. "Ramah."

Fira cuma senyum kecut. Dia tau kemana arah pembicaraan ini.

"Oh iya Fira, boleh nggak kalo aku minta nomor kamu?"

Jantung Fira langsung berdetak kenceng. "Nomor aku? Buat apa?"

"Buat nanya-nanya menu lewat pesan aja. Kadang kan aku lagi di jalan pengen pesen duluan, biar nggak nunggu lama. Cuma itu aja kok."

Alasan yang wajar sih, tapi Fira ngerasa ada yang nggak beres.

"Emang nggak bisa pesen lewat telepon kafe aja?"

"Bisa sih. Tapi kan lebih enak kalau langsung ke kamu. Kamu kan udah tau pesanan favorit aku."

Fira ragu. Tapi akhirnya dia kasih juga nomor nya. Pikir nya sih nggak ada salahnya, cuma buat pesen kopi doang kan.

"Makasih ya, Fira," kata Revan sambil nyimpen nomor. "Nanti aku chat ya."

"Iya."

***

Malem itu, jam sembilan, ponsel Fira bunyi. Nomor nggak dikenal.

...📩...

Nomor nggak di kenal: Hallo Fira, ini aku Revan. Yang tadi siang di kafe.

Fira membalas pesan itu.

^^^Fira: Oh, hallo. Ada apa ya?^^^

Sebelum membalas pesan dari Revan, Fira menyimpan nomornya terlebih dahulu.

Revan: Nggak ada apa-apa sih. Cuma mau ngobrol aja, kamu lagi ngapain?

^^^Fira: Lagi di kost. Abis mandi.^^^

Revan: Capek ya, habis kerja seharian?

^^^Fira: Lumayan sih, tapi udah biasa.^^^

Mereka ngobrol lumayan lama. Revan bertanya tentang pekerjaan Fira, tentang kesehariannya, bahkan tentang hobi. Dan Fira, entah kenapa Fira menjawab saja. Mungkin karena dia butuh pengalihan, biar nggak terlalu memikirkan Ditya terus.

Revan: Fira, boleh nggak kalo besok aku ajak kamu makan siang? Abis jam kerja kamu. Anggap aja traktiran buat pelayan terbaik,.

^^^Fira: Eh, nggak usah deh. Aku nggak enak sama kamu.^^^

Revan: Ayolah, cuma makan doang kok. Nggak ada maksud apa-apa. Aku kan baru di sini, belum punya temen. Kamu mau kan jadi temen aku?

^^^Fira: Oke deh. Tapi cuma makan ya, abis itu aku harus pulang.^^^

Revan: Deal! Makasih ya, Fira. Sampai ketemu besok.

Setelah chat selesai, Fira rebahan sambil melihat langit-langit kamar. Ada perasaan bersalah di dadanya. Kenapa? Dia kan cuma mau makan sama temen. Nggak ada yang salah kan?

Tapi kenapa rasanya, kayak mengkhianati Aditya? Padahal mereka bukan pacaran, dan Ditya sendiri yang bilang kalo mereka cuma HTS.

Tapi tetep aja ada rasa bersalah, Fira mengambil ponselnya lagi, membuka chat terakhir saat bersama Ditya tadi siang.

"Fir, semangat kerja ya. Semoga harimu menyenangkan."

Fira pengen membalas, pengen cerita tentang Revan, tapi buat apa? Mereka juga nggak ada hubungan apa-apa sekarang. Hanya sebatas HTS, dan itu bukan pacaran.

***

Keesokan harinya, Revan dateng pas jam makan siang. Ngajak Fira ke warung makan Padang deket kafe. Mereka duduk berhadapan, pesen nasi Padang sama es teh manis.

"Makasih ya Fira, udah mau makan sama aku," kata Revan sambil senyum.

"Sama-sama. Lagian aku juga lagi laper sih."

Mereka makan sambil ngobrol. Revan cerita tentang kerjaan nya sebagai konsultan IT di salah satu perusahaan startup. Gajinya lumayan, prospeknya bagus, hidupnya mapan.

Beda banget sama Ditya yang masih struggle, di startup kecil dengan gaji pas pasan.

"Fira, kamu kerja di kafe udah berapa lama?" tanya Revan.

"Sekitar satu tahun lebih. Cuma sampingan sih, kerja utama aku di kantor."

"Oh jadi kafe cuma sampingan? Wah kerja keras banget kamu."

"Biasa aja sih. Butuh uang tambahan soalnya."

"Kapan-kapan, kalau butuh bantuan bilang ya. Aku seneng banget bisa bantu temen."

Temen lagi. Tapi tatapan Revan, tatapannya bukan tatapan temen biasa. Fira merasakan hal itu, dan itu membuat Fira nggak nyaman.

Saat lagi makan, tiba-tiba ponsel Fira berbunyi, sebuah pesan masuk dari Ditya.

"Fira, kamu lagi makan siang? Jangan lupa makan yang banyak ya. Jaga kesehatan."

Fira tersenyum tipis saat membaca pesan itu. Ditya selalu perhatian, walau dari jauh.

"Dari siapa? Kok senyum-senyum?" tanya Revan.

"Eh nggak, cuma dari temen."

"Cowok?"

Fira mengangkat kepala, lalu menatap Revan. "Iya, cowok. Kenapa?"

"Nggak kenapa-kenapa. Cuma penasaran aja. Kamu punya pacar nggak, Fir?"

Pertanyaan yang susah dijawab. Punya pacar? Nggak. Tapi ada Ditya yang posisinya nggak jelas.

"Nggak," jawab Fira akhirnya.

Mata Revan berbinar. "Oh gitu. Oke."

Dan Fira merasa dia baru aja bikin kesalahan.

***

Malem itu, di kafe terlihat lagi sepi, Anna menghampiri Fira sambil tersenyum.

"Fira, tadi siang kamu makan sama Revan ya? Aku liat loh dari jendela kafe."

"Iya, dia ngajak makan. Katanya buat traktir pelayan terbaik."

"Pelayan terbaik? Alasan doang itu mah. Dia jelas jelas naksir kamu Fir."

"Nggak lah Anna, lebay."

"Aku serius! Cowok nggak akan segitunya sama cewek, kalau nggak ada niat. Dan liat deh, dia ganteng, mapan, perhatian. Lumayan banget tuh Fir. Apalagi kamu lagi di gantung sama Ditya kan?"

Fira diam. Anna memang benar, dia lagi di gantung. Menunggu Ditya yang nggak tau kapan siapnya.

"Tapi, aku udah nyaman sama Ditya, Anna. Ya... meskipun kita cuma sekedar HTS sih."

"Iya aku tau. Tapi Fira, kadang kita harus realistis. Ditya bilang hubungan kalian cuma HTS, dan nggak boleh pake hati. Sementara Revan, dia udah jelas tertarik sama kamu. Kenapa nggak dicoba?"

"Soalnya, aku nggak bisa pindah hati segampang itu, Anna. Aku masih berharap sama Ditya."

Anna menghela nafas. "Oke Fir, aku ngerti. Tapi jangan tutup pintu sepenuhnya ya. Siapa tau Revan emang jodoh kamu."

Fira cuma senyum kecut. Di hatinya, cuma ada Ditya. Tapi apa Ditya punya hati yang sama buat dia? Atau Ditya akan terus menganggap Fira sebagai HTS-nya?

Atau, hati Ditya masih terbagi sama Jessica?

Pertanyaan yang nggak ada jawabannya, dan kehadiran Revan, membuat semuanya semakin rumit.

Sekarang Fira punya pilihan, menunggu Ditya yang nggak pasti. Atau member kesempatan pada Revan, yang jelas-jelas tertarik padanya.

Tapi hati nggak bisa dipaksa kan?

Dan hati Fira masih menyebut nama Ditya, meskipun Ditya belum bisa memberikan hatinya, sepenuhnya buat dia. Dan itu adalah ironi yang paling menyakitkan.

1
Ilham
bgaus
Sandisalbiah
kamu yg memberi harapan palsu pd dirimu sendiri Fira.. krn dr jawab Ditya udah jelas, hatinya masih penuh dgn keraguan, dia ragu dgn perasaannya sendiri.. intinya sakit yg kau rasakan krn ulahmu sendiri Fira...
Sandisalbiah
setidaknya rasa sakit itu kamu rasakan sekarang di saat masi penjajakan dan hatimu masih bisa kamu kendalikan Fira... bakal lain ceritanya saat kamu beneran totalitas jatuh hati ke Adit... sakitnya bakal lebih luar biasa dan kemungkinan kamu yg bakal terjebak dlm rasa trauma..
Queen of Mafia: kak, ini masih tahap revisi ya. jdi maaf klo bab berikutnya nggak nyambung🙏🙏
total 1 replies
Sandisalbiah
sejatinya perempuan akan di ratukan jika dia di cintai tp umumnya akan tetap tersakiti jika dia yg mencintai
falea sezi
bertele tele
falea sezi
g jelas amat ne novel
falea sezi
cwek bloon g ada komen lain karena MC nya di buat muter g jelas g sat set /Puke/
falea sezi
cwek terbego sepanjang q baca novel di sini... maaf ya Thor kesannya kayak. cwek. itu bisa. di injak. injak. alias plin plan hadeh
falea sezi
bertele tele akirnya/Drowsy/
falea sezi
alurnya kesannya cwek itu kayak bloon amat gt yakk..
falea sezi
hmm oon bodoh diborong sama ne cwek
NNPAPALE🦈🦈🦈🦈
mati aja sih si ditya ini,, gaji gak seberapa petantang petentengnya luar biasa,, seolah olah dia yg paling ganteng... hueeeeeekkkkkk.......😤😤😤😤😤😤
Queen of Mafia: ehh, salah ya. maksudnya emosi/Facepalm/
total 3 replies
NNPAPALE🦈🦈🦈🦈
nahhhh tul sekali... revan kalo sampe omongan pernyataan cinta mu gak serius tak gantung kamu dipohon toge.....🤣🤣🤣🤣
NNPAPALE🦈🦈🦈🦈: eh sekalian kita nyeblak...🤣🤣🤣🤣
total 2 replies
Lee Mba Young
pdhl blm resmi pacaran cm HTS tp perempuan nya kebucinan 🤣. pantes di Indonesia bnyak wanita wanita tolol krn Cinta ya bgini. ngemis nya minta ampun. ini blm bobok bareng fira dah bucin apalagi kl dah bobok bareng pasti tmbh bucin tu. 🤭🤣
Queen of Mafia: astaga kak/Facepalm/
total 1 replies
Lee Mba Young
ambil saja ditya. kpn lagi dpt wanita bodoh 🤣. bilang saja dah move on nikahi setelah itu tmbh bucin tu fira km menang banyak. dpt perawan ntar kl km nyakiti fira ttp bucin gk akn minta cerai walau kau sakiti 🤣.
NNPAPALE🦈🦈🦈🦈
jangan tunggu lama lama nanti lama lama aku di ambil orang... jangan tunggu lama lama nanti lama lama aku digondol orang....🤣🤣🤣
bab ini kita full karokean...😅😅😅😅
Queen of Mafia: jangan lupa goyangannya/Joyful/
total 1 replies
NNPAPALE🦈🦈🦈🦈
DOBOLLLLLLLLL......🤣🤣🤣🤣🤣 begitulah para buaya bersabda.... dan kita para betina 80% percaya...🤣🤣🤣🤣
Queen of Mafia: astaga/Facepalm/
total 1 replies
NNPAPALE🦈🦈🦈🦈
kayak lagu deh.... dan pergi tak kan kembali.... mungkin hari ini hari esok atau nanti berjuta memori yg terpatri dalam hati ini.....😭😭😭😭😭
bener gak sih nadanya gini....😅😅😅
NNPAPALE🦈🦈🦈🦈
iya memang berat fir... seberat berat badanku....🤣🤣🤣🤣
NNPAPALE🦈🦈🦈🦈: ada banteng... pake segala diperjelas gajah lagi....😭😭😭😭😭
total 2 replies
NNPAPALE🦈🦈🦈🦈
minggat...🤣🤣🤣🤣
Queen of Mafia: apa kmu di usir kak, sampe harus minggat sgala/Facepalm/
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!