NovelToon NovelToon
Kurir Nyawa Jangan Buka Paketnya

Kurir Nyawa Jangan Buka Paketnya

Status: sedang berlangsung
Genre:Misteri / Horor / Horror Thriller-Horror
Popularitas:208
Nilai: 5
Nama Author: Mbak Ainun

Penasaran dengan ceritanya langsung aja yuk kita baca

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mbak Ainun, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 28: JUTAAN LACI TANPA NAMA

BAB 28: JUTAAN LACI TANPA NAMA

Arga berdiri terpaku di tengah Sektor Tanpa Nama. Ruangan itu tidak memiliki langit-langit, hanya barisan laci besi yang menjulang tinggi hingga hilang di balik kabut abu-abu. Suara mesin tik kuno yang bekerja sendiri terdengar bersahut-sahutan, seolah sedang mencatat setiap dosa yang baru saja dilakukan manusia di atas sana.

Damar, yang kini rambutnya memutih sepenuhnya, ambruk di sudut ruangan. Napasnya tersengal, kulitnya mulai pecah-pecah mengeluarkan asap hitam. "Cepat, Arga... Aku tidak bisa menahan beban ini... terlalu lama..."

Wanita tua penjahit kafan itu tersenyum tipis, jarinya yang keriput menarik benang emas menembus kain. "Setiap laci di sini berisi identitas yang dihapus oleh Gudang. Ada kurir yang gagal, ada target yang salah ambil, dan ada... bagian dari dirimu yang dicuri saat kau lahir."

Arga menatap laci-laci itu dengan putus asa. "Bagaimana aku bisa menemukan namaku di antara jutaan laci ini? Semuanya terlihat sama!"

"Gunakan angka minusmu," sahut si wanita tua tanpa menoleh. "Minus artinya kau tidak ada di dalam daftar. Untuk menemukan dirimu, kau harus mencari laci yang menolakmu."

Arga mendekati dinding laci. Ia menyentuh salah satu laci bertuliskan Kurir 112. Begitu tangannya menyentuh besi dingin itu, angka -1 di telapak tangannya berdenyut menyakitkan, dan laci itu justru tertutup semakin rapat.

Ia berlari, menyentuh laci demi laci. Laci 09, Laci 22, Laci 29... Semuanya tertutup rapat. Rasa sakit di tubuhnya semakin hebat. Jiwa-jiwa di dalam dirinya mulai berontak, mencoba keluar melalui mata dan mulutnya.

"Arga... di sana..." Damar menunjuk ke arah laci yang berada di posisi paling bawah, tersembunyi di balik tumpukan kain kafan busuk.

Laci itu tidak memiliki nomor. Hanya ada sebuah bekas goresan berbentuk lingkaran, persis seperti bekas luka di tangan Arga.

Begitu Arga mendekat, laci itu bergetar hebat. Angka -1 di tangannya bersinar merah darah. Arga menarik gagang laci itu dengan sisa tenaganya.

SREKK!

Laci itu terbuka. Namun, di dalamnya tidak ada dokumen atau identitas. Laci itu berisi air jernih yang tenang. Di dasar air itu, Arga melihat pantulan dirinya sendiri, namun bukan Arga yang sekarang. Ia melihat Arga bayi yang sedang digendong oleh seorang pria yang wajahnya bercahaya—ayahnya dalam wujud paling murni.

"Ini bukan memoriku," bisik Arga. "Ini adalah Fitrah yang mereka curi."

Arga mencelupkan tangannya yang berangka -1 ke dalam air tersebut. Seketika, air itu berubah menjadi hitam pekat saat menyerap beban jiwa-jiwa yang ada di tubuh Arga. Satu per satu, asap hitam keluar dari pori-pori kulit Arga dan masuk ke dalam laci tersebut, terperangkap di sana sebagai data yang telah "disortir".

Sakit di tubuh Arga menghilang. Angka -1 di tangannya memudar, berganti menjadi warna emas pucat kembali ke angka 0.

Namun, tepat saat Arga merasa lega, wanita tua itu berhenti menjahit.

"Tugasmu belum selesai, Penjaga. Kau telah memurnikan dirimu, tapi kau lupa pada pengiringmu."

Arga menoleh ke arah Damar. Tubuh Damar sudah hampir tertutup oleh cairan hitam yang tadinya milik Arga. Damar tidak bisa membersihkan dirinya sendiri karena dia tidak memiliki "Laci Nama" di tempat ini. Dia sudah dihapus sepenuhnya dari sejarah sejak lama.

"Tinggalkan aku, Arga..." ucap Damar parau. "Setidaknya... biarkan satu dari kita hidup sebagai manusia."

Tiba-tiba, pintu besar Sektor Tanpa Nama digedor dari luar. Suara teriakan Pembersih Parasit berubah menjadi suara raungan mesin besar. Bulldozer Dimensi sedang dikerahkan oleh sistem pusat untuk meratakan sektor ini.

"Mereka akan menghapus tempat ini agar kau tidak bisa lari lagi!" teriak wanita tua itu sambil mulai menggulung kafannya. "Lari ke arah laci yang terbuka! Itu adalah satu-satunya jalan keluar menuju dunia nyata!"

Arga melihat Damar yang sekarat, lalu melihat laci yang menjadi pintu keluar. Jika ia membawa Damar, mereka akan melambat dan keduanya akan terhapus.

Arga mengambil koin emasnya yang sempat ia pungut kembali di reruntuhan. Ia menempelkan koin itu ke dahi Damar.

"Aku tidak akan meninggalkanmu. Kita akan keluar sebagai anomali yang paling dibenci gudang ini!"

Arga memanggul Damar dan melompat masuk ke dalam laci sempit itu tepat saat dinding Sektor Tanpa Nama runtuh dihantam oleh mesin raksasa.

Dimanakah Arga dan Damar akan mendarat? Dan apakah "Sistem" akan membiarkan dua anomali berkeliaran di dunia manusia yang sudah mereka "reset"?

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!