NovelToon NovelToon
Kilatan Waktu

Kilatan Waktu

Status: sedang berlangsung
Genre:Kutukan / Misteri / Horor / Hantu / Time Travel / Reinkarnasi
Popularitas:50
Nilai: 5
Nama Author: Ami Greenclover

Bagaimana rasanya kembali ke masa lalu?Mia dan Dania kembali ke masa lalu, namun... cerita mereka sedikit berbeda... Makam kuno yang mereka lihat membawa mereka kembali ke masa kejayaan Dinasti Song. Dinasti yang kala itu berdiri dengan megah yang menjadi tonggak kemajuan zaman.
"Dimana ini?"
Kalimat yang sering Mia dan Dania ucapkan setelah menjadi target "Kilatan Waktu"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ami Greenclover, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Awan Hitam Dan Kilatan Putih

Cuaca memang sudah memasuki Musim penghujan. Mia dan Dania duduk di teras rumah Dania. Mereka memperhatikan daun sawit yang terkena tetesan hujan. Halaman depan rumah Dania adalah kebun sawit milik salah satu orang terkaya di kampung itu.

“Hujan lagi…”

“Ini memang udah masuk musim penghujan. Lagipula musim penghujan ataupun kemarau saat ini lagi gak tentu. Kadang hujan, kadang panas.”

“Yah… namanya juga bumi udah mulai tua.”

“Eh, Mia…beberapa bulan lalu kan kau ada ngasih nomor WA ke Wu Fei. Kok kau gak ada cerita dia ngechat kau?”

“Ngechat? Dia gak pernah ngechat aku.”

“Hah?! Serius?!”

“Iya.”

“Kok gitu sih? Perasaan waktu itu dia kaya effort banget sama kau.”

“Manusia bisa berubah, jadi… itu hal yang wajar. Tapi aku bersyukur dia gak ngechat aku, aku males bales chat dia.”

“Haha.”

“Eh, btw kita pergi ke pasar yuk abis hujan reda.”

“Hmm boleh,kita beli dumpling ama bahan untuk bikin seblak yuk!”

“Boleh!ide bagus!”

Mereka menunggu hujan reda. Lambaian dedaunan yang tertiup angin membuat suasana terasa tenang. Setelah 2 jam berlalu akhirnya hujan mereda dan tinggal gerimis yang tersisa. Mia dan Dania bersiap-siap untuk pergi. Dania mengeluarkan motor tuanya dari garasi. Mereka memulai perjalanan mereka menuju pasar. Saat melewati jalanan di gang dengan tanah kuning, jalanannya sangat licin karena hujan lebat. Dania mengendarai motor dengan hati-hati, karena jika dia tidak hati-hati mereka berdua akan jatuh ke dalam parit. Jalanan itu diapit oleh parit kecil selebar 1 meter dan di seberang parit itu ada hamparan persawahan yang sangat luas.

Jalan kecil itu adalah jalan yang sering mereka lewati saat mencari keong emas di sawah. Dari jalan kecil itu pula makam kuno itu dapat terlihat walaupun tidak terlalu jelas.

“Eh, kalau diingat-ingat kita udah gak pernah mimpi ketemu jenderal itu lagi ya…”

Mia menarik pelan lengan baju Dania sambil memandangi makam itu dari kejauhan.

“Udah jangan dibahas, aku udah gak mau ketemu sama hantu lagi.”

Dania tampak enggan membahas mengenai makam tersebut dengan cerita di dalamnya.

“Waduh…”

Mia mengeluh.

“Kenapa?”

Mia bertanya heran.

“Coba lihat awan itu…”

Mia menunjuk ke langit, ia menunjuk ke arah awan hitam yang menggumpal dan sepertinya tampak semakin mendekat. Melihat itu Dania menghentikan motornya.

“Ada yang gak beres nih…”

Dania memiliki firasat buruk.

Langit tiba-tiba menghitam. Namun, sehitam-hitamnya langit itu lebih hitam lagi gumpalan awan yang kian mendekat itu. Mia dan Dania menengadahkan kepala mereka. Mereka memperhatikan gumpalan awan yang tampak menakutkan itu.

“Mia… ini bukannya awan yang pernah di ceritain orang itu ya?”

“Orang yang mana?”

“Ituloh orang yang nyeritain pengalamannya di facebook tentang awan hitam…”

Mereka saling melirik satu sama lain. Wajah mereka seketika pucat pasi.

“Ki-kita putar balik, gimana?”

Dania bertanya dengan suara yang bergetar. Mia mengangguk.

Mereka berencana untuk kembali ke rumah Dania. Namun, cuaca semakin gelap. Kilatan di langit mulai muncul menyilaukan mata mereka.

“Dania! Ayo lebih cepat!”

Mia panik, Dania juga panik. Dania menambah kecepatan motornya.

“Gimana?!”

“Awannya makin dekat!”

Dania menambah lagi kecepatan motor tua itu. Jalan yang licin menjadi tantangan tambahan untuk mereka. Namun, karena jalan yang licin motor Dania kehilangan keseimbangan.

*Bragg!

Mereka terjatuh. Mereka berdua masuk ke dalam parit dan tubuh mereka dipenuhi dengan lumpur.

“Dania! Kau gak apa-apa?!”

“Aku oke!”

Saat hendak bangun… terlambat… awan itu sudah berada tepat di atas kepala mereka.

“Mia!!”

Dania mendekat ke arah Mia.Dania langsung menggenggam tangan Mia. Mereka masih berada di dalam parit, mereka tampaknya tak sempat untuk melarikan diri.

Kilatan-kilatan cahaya menyilaukan mata mereka.Mereka berpelukan , mereka menatap ke langit. Tiba-tiba… kilatan cahaya putih hampir membutakan mata mereka. Mereka menutup mata mereka karena ketakutan. Mereka saling berpelukan dengan erat untuk saling menjaga.

Aneh… suasana tiba-tiba menjadi sangat hening. Dania membuka matanya, putih… semua tampak putih…Dania seperti berada di ruang kosong tanpa ujung,dia hanya berdiri terpaku badannya bergetar hebat, begitu juga dengan Mia. Walaupun mereka tidak berada dalam tempat yang sama, namun apa yang mereka lihat adalah hal yang sama persis yaitu tempat yang hanya berwarna putih dan tanpa ujung. Pada saat ini tiba-tiba terdengar sebuah kata-kata yang terdengar familiar yaitu”bunuh mereka...”.

*Bragg!

Mereka berdua pingsan.

“Xiao Ning, Xiao Ning!Lan Qiu, bangunlah!”

Suara itu terdengar sangat familiar di telinga Mia dan Dania. Mereka perlahan membuka mata mereka.

“Ki-kita ke-kembali?!”

Dania terkejut hebat saat mengetahui mereka kembali ke era Dinasti Yong.

“Kalian kenapa?!”

Zhang Lin tampak panik saat melihat Mia dan Dania pingsan.

Dari luar tenda terdengar suara berjalan yang amat sangat tergesa-gesa.

“Apakah mereka telah bangun?!”

Ternyata itu adalah Zhang Rui. Zhang Rui pergi memanggil tabib militer untuk membangunkan mereka. Saat melihat mereka berdua baik-baik saja Zhang Rui merasa lega.

Zhang Lin memberikan mereka air minum, namun mereka berdua masih ketakutan.

“Ada apa sebenarnya dengan kalian berdua?”

Zhang Lin bertanya.

“Kami tak apa, hanya sedikit terkejut.”

“Kalian yakin?”

“Ya, kami tak apa.”

Mereka meminum air yang diberikan oleh Zhang Lin.

Dania berbisik pada Mia.

“Kita kembali lagi, padahal kita sedang tidak tidur tapi lagi-lagi kita kembali ke masa lalu.”

“Kurasa kita harus memecahkan teka-teki waktu.”

“Aku juga merasa begitu.”

“Apa yang kalian bicarakan?”

Zhang Rui penasaran dengan pembicaraan mereka.

“Bukan hal yang penting.”

Mereka menghindar.

Kini mereka telah kembali ke masa lalu. Namun, tentunya mereka memiliki banyak pertanyaan mengenai kejadian-kejadian yang baru saja mereka lalui. Mereka mencoba kembali bergaul dengan Zhang Rui dan pasukannya.Hal yang mengagetkan tentunya akan terus membekas pada benak seseorang tak terkecuali dengan Mia. Saat berkumpul dengan Zhang Rui dan anak buahnya Mia hanya duduk termenung, tatapannya kosong.

“Xiao Ning, apa kau yakin kau baik-baik saja? Aku memperhatikanmu terus melamun sejak tadi. Apa kau butuh istirahat?”

“Tidak perlu, aku hanya memikirkan sesuatu… Zhang Rui, bolehkah aku bertanya padamu?”

“Silahkan.”

“Berapa lama kami berdua pingsan?”

“Hmm tidak lama sekitar 6 menit.”

“6 menit?”

“Ya.”

Dania langsung berbisik di telinga Mia.

“Bukankah kita sudah lama tidak kemari? Mungkin sekitar 5-6 bulan.”

“Kau benar… hal ini akan kita bahas nanti. Kita tidak bisa membahas ini di depan Zhang Rui dan yang lainnya.”

“Kau benar.”

Teka-teki waktu…

Sebenarnya apa itu waktu? Mengapa ada banyak misteri dan rahasia dibalik sebuah kata “waktu”?.Kebenaran akan perlahan terungkap, antara waktu yang menjawab atau jawaban yang akan menghampiri waktu...

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!