NovelToon NovelToon
Pembalasan Untuk Para Penghianat

Pembalasan Untuk Para Penghianat

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Pelakor / Ibu Tiri / Saudara palsu
Popularitas:2.5k
Nilai: 5
Nama Author: Leni Anita

Setelah kepergian sang ayah untuk selama nya, Clarisa mendapati satu kenyataan pahit bahwa suami nya telah mendua kan diri nya. Hal yang lebih menyakitkan adalah wanita yang menjadi selingkuhan nya adalah adik tiri nya.

Sang suami lebih memilih sang adik dan hal itu di dukung oleh ibu tiri nya, Clarisa kembali ke kampung halaman ibu nya dan tinggal bersama sang nenek setelah dia memilih berpisah dari pada di madu.

Tapi ternyata takdir berkata lain, Clarisa bertemu dengan seorang pria yang ternyata adalah bos dari sang mantan suami. Pria itu jatuh cinta pada Clarisa kemudian menikahi nya.

Suami baru Clarisa membawa nya kembali ke kota tempat di mana sang mantan suami dan keluarga nya berada, kedatangan Clarisa kali ini membuat dia mengetahui rahasia di balik kecelakaan yang merenggut nyawa ibu nya puluhan tahun yang lalu.

Ikutan kisah Clarisa yang membalas perbuatan orang yang menjadi dalang di balik kecelakaan yang di alami oleh ibu hingga membuat sang ibu meregang nyawa.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Leni Anita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

17

"Sa, kok kamu tega banget sih gak cerita sama aku kalau kau dan Arvin sudah berpisah!" Bianka masih marah dengan sang sahabat.

"Maaf Bian, aku cuma gak mau kamu kepikiran sama aku!" Risa memberikan alasan yang logis sama sang sahabat.

"Tadi siang aku gak sengaja ketemu sama mantan suami kamu dan Wulan, mereka mesra banget lagi, mana di tempat umum. Terus aku samperin mereka dan aku tanyakan tentang diri mu, eh adik tiri kamu itu jahat banget ya mulut nya!" Bian tampak masih merasa kesal dengan ketika dia menceritakan pertemuan nya tadi siang dengan mantan suami nya Risa dan selingkuhan nya tersebut.

Malam ini, Risa dan Bian melanjutkan obrolan mereka yang sempat tertunda tadi siang. Mereka ngobrol lewat sambungan video call, kedua sahabat itu tampak saling melepas kan rindu satu sama lain.

"Biarkan saja mereka mau bicara apa, aku udah gak perduli lagi, Bian. Aku dan mas Arvin udah resmi berpisah, aku udah bahagia dengan kehidupan aku yang sekarang!" Risa berkata pada Bian.

"Ya Allah Risa, mereka kok tega banget sama kamu. Aku geram banget, pengen rasanya aku remas - remas tuh mulut nya si Wulan!" Bian tampak tidak bisa menahan kekesalan nya pada wanita jalang itu.

"Ada satu hal yang buat aku benar - benar sangat marah, Bian. Ternyata mereka lah penyebab ayah terkena serangan jantung. Mereka berdua yang sedang bermesraan di pergoki oleh ayah, sehingga penyakit jantung ayah menjadi kumat dan membuat ayah meninggal seketika!" Risa tidak bisa menahan air mata nya saat dia teringat kejadian yang membuat ayah nya harus meregang nyawa.

"Ya Allah Risa, ternyata selama ini kalian memelihara ular berbisa. Wulan benar- benar tidak tahu malu, padahal dia di besar kan oleh ayah mu walaupun dia bukan lah darah daging nya!" Bian semakin geram setelah mengetahui suatu fakta yang membuat ayah dari sahabat nya meninggal dunia.

"Tidak hanya itu, Mama Lia dan Wulan juga menjual semua harta peninggalan ayah. Mereka beralasan semua nya di gunakan untuk membayar hutang untuk pengobatan ayah selama ini. Padahal biaya pengobatan ayah selama ini menggunakan uang tabungan ku!" Risa menjadi semakin sakit saat dia teringat semua perbuatan jahat yang sudah di lakukan oleh Mama dan juga adik tiri nya.

"Lalu apa kau akan diam saja Risa? Apakah kau tidak mau membalas perbuatan mereka pada mu dan pada ayah mu?" Bianka bertanya pada Risa.

"Aku yakin Bian, Allah pasti akan membalas perbuatan jahat mereka. Entah kapan itu, mereka akan menuai akibat dari perbuatan nya!" Risa yakin sekali suatu saat Mama Lia dan juga Wulan akan mendapat kan hukuman nya.

"Risa, kapan kita bertemu lagi, aku kangen banget sama kamu!" Bian Berkata pada Risa.

"Bian, suatu saat jika Allah berkehendak kita pasti bertemu lagi, aku yakin itu!" Risa berkata pada sang sahabat.

"Risa, boleh ya kapan - kapan aku ajak suami ku untuk main ke kota tempat tinggal mu, boleh ya plis!" Bianka memohon pada Risa.

"Boleh kok, kamu boleh datang ke sini kapan pun kamu mau!" Risa tersenyum pada sang sahabat.

"Risa, nanti kita sambung lagi. Arya sama mas Riki udah pulang, aku mau samperin mereka dulu!" Ujar Bian pada Risa.

"Iya, salam buat Arya ya!" Balas Risa sebelum Bian menutup panggilan telepon nya.

Panggilan telepon pun terputus, rasa kangen kedua sahabat itu sedikit terobati.

******

Pagi sudah menyapa, Risa sudah bersiap. Dia tidak ingin terlambat, mulai hari ini hingga 6 bulan ke depan, Risa harus selalu siap dengan tugas nya menemani pemilik perusahaan dalam mengurus proyek pembangunan hotel yabg ada si kota mereka.

"Nek, Risa berangkat dulu!" Risa pamit pada nenek nya.

"Sarapan dulu nak!" Nek Asih mengingat kan.

"Nanti saja nek, aku sarapan si kantor saja. Risa harus sampai ke kantor tepat waktu dan tidak boleh telat!" Risa mencium tangan nenek nya dengan terburu - buru.

Suasana masih pagi sehingga Risa terhindar dari kemacetan. Dia mengendarai motor matic nya menuju ke kantor di jalanan yang masih cukup lengang. Tapi di tengah perjalanan tidak sengaja Risa melihat seorang nenek tua kira - kira usia nya sama seperti nek Asih, wanita tua itu terserempet mobil dan mobil yang menyerempet nya melarikan diri.

Melihat nenek itu terjatuh di jalan membuat hati Nurani Risa tergerak, dia tidak tega melihat nenek itu tergolek di jalanan. Risa segera menepikan motor nya dan dia berusaha membantu nenek yang sedang terjatuh itu.

"Ya Allah nenek!" Risa segera membantu nenek itu untuk berdiri, semua dagangan nya berserakan di jalan bahkan banyak yang hancur terlindas pengendara lain yang lewat.

Nenek itu meringis kesakitan karena kaki nya terluka dan mengeluarkan darah, Risa segera membantu nenek itu pergi ke pinggir jalan.

"Terima kasih nak!" Jawab Nenek tua berwajah teduh itu.

"Nek, nenek terluka dan harus di obati, ayo kita ke puskesmas!" Risa mengajak Nenek itu untuk mengobati luka - luka nya.

"Tidak perlu nak, nenek cuma luka kecil saja. Kau bisa terlambat karena menolong nenek, pergi lah nak!" Nenek itu menolak Risa yang ingin membawa nya ke klinik terdekat.

"Tidak nek, nenek harus di obati. Nenek terluka parah!" Risa membantu nenek itu naik ke atas motor nya.

Sementara barang dagangan nenek itu yang masih tersisa dia letak kan di bagian depan motor matic nya, dengan sangat hati - hati Risa melakukan motor nya menuju ke klinik terdekat.

"Siapa nama mu nak?" Tanya Nenek itu di dalam perjalanan menuju ke klinik terdekat.

"Nama saya Risa nek!" Jawab Risa singkat.

"Terima kasih banyak nak Risa, nama nenek Karmin, panggil saja nek Karmin" Nenek yang bernama Karmin itu memperkenalkan diri nya.

"Suster, tolong bantu nenek Karmin. Dia mengalami kecelakaan dan terluka!" Risa berkata pada salah satu suster yang berjaga ketika dia tiba di klinik itu.

"Mari nek!" Suster itu membantu nek Karmin berjalan memasuki sebuah ruang khusus.

Luka di kami nek Karmin segera di obati oleh Suster, Risa menemani nenek Karmin hingga proses pengobatan selesai.

"Nenek, biar Risa antar nenek pulang ya!" Risa berkata pada nek karmin setelah dia selesai membayar biaya pengobatan nek Karmin.

"Terima kasih banyak nak Risa, ini uang hasil nenek jualan hari ini. Biar nenek mengganti uang nak Risa yang di gunakan untuk membayar pengobatan nenek!" Nek Karmin memberikan beberapa lembar uang pecahan 5ribuan dan 10 ribuan, uang itu adalah hasil dia berjualan pagi ini sebelum dia mengalami kecelakaan.

"Tidak nek, simpan uang itu untuk nenek!" Risa menolak uang itu dan mengembalikan ke tangan nek Karmin.

Mata nek Karmin berkaca - kaca, dia tidak menyangka di zaman sekarang ini dia masih menemukan orang sebaik Risa yang mau membantu orang yang tidak di kenal nya dengan tulus.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!