Perjodohan yang sudah berlangsung selama 8 tahun, akhirnya kini berakhir dengan sebuah pernikahan. Ya, Jamie Shaga Richardo akhirnya resmi telah menikahi Sheana Zaen Xavier, putri dari Levi dan Lucia. Namun, dibalik pernikahan itu siapa sangka Jamie menyembunyikan sebuah rahasia besar dari semua orang.
Bahkan tidak hanya rahasia itu yang harus Shea hadapi dalam kehidupan pernikahannya? Akan tetapi, pihak lain yang sudah lama mengincar keluarga Richardo dan banyaknya rahasia dalam keluarga itu akan menjadi jalan terjal bagi pernikahan Shea dan Jamie?
Apakah Shea akan mampu bertahan dengan pernikahannya? Lalu rahasia apakah yang Jamie dan keluarga Richardo sembunyikan? Sheana Zaen Xavier yang akan mengungkap semuanya satu persatu!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Phopo Nira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 28. Masa Tenang
Siapa sangka Zef malah menggunakan Jamie atau James menjadi tamengnya dari pukulan yang Aaron layangkan. Shea dan Lysa sontak berteriak dan berlari menghampirinya untuk memastikan keadaan Jamie yang lagi-lagi tak sadarkan diri setelah mendapatkan pukulan yang cukup keras dari Aaron.
Aaron sontak menatap Zef dengan tatapan tidak percaya, sungguh dia sama sekali tidak menyangka kalau Zef akan menggunakan Jamie sebagai tamengnya. Zef sendiri mulai sadar akan tindakannya ketika Shea melontarkan tatapan membunuhnya.
Dimana Shea dengan nada dingin dan tatapan tajamnya berkata, “Paman Zef, apa kau ingin mati di tanganku?”
“BISA-BISANYA PAMAN MENGGUNAKAN JAMIE SEBAGAI TAMENG, HAH?”
Teriak Shea kemudian yang membuat Zef sepenuhnya menyadari kesalahannya. Wajah tampannya memang terselamatkan, tapi kini nyawanya yang menjadi taruhan apalagi melihat kemarahan Shea yang seperti perpaduan kemarahan Levi dan Lucia.
“M-maaf, Shea! A-aku … Ma-maksudnya Paman tidak sengaja, tadi itu hanya refleks saja karena panik.” Zef mencoba mencari alasan yang masuk akal untuk menyelamatkan nyawanya dari amarah Shea.
“Tidak, Shea! Kita melihatnya sendiri, bukan? Kalau Zef memang sengaja menggunakan Jamie sebagai tamengnya.” Aaron muncul sebagai provokator, tidak berhasil menghajar wajah menyebalkan Zef siapa tahu digantikan oleh Shea.
“Ishh … Kau ini! Bisa diam tidak? Memperkeruh suasana saja,” kesal Zef melotot kepada Aaron, begitu juga sebaliknya.
Hingga berakhir saling berdebat membuat Shea yang tengah sibuk menyadarkan suaminya menjadi semakin marah dan kembali berteriak, “Yakh, apa kalian akan terus bertengkar dan tidak membantuku memindahkannya?”
Teriakan Shea berhasil membuat Zef dan Aaron langsung terdiam. Lalu Shea kembali memberikan perintah, “Paman Aaron, tolong bantu aku membawa Jamie ke rumah sakit! Dan untuk Paman Zef, bereskan tempat ini dan cari tahu siapa dalang dari penyerangan kali ini. Besok pagi aku harus sudah bisa mendengar siapa pelakunya apapun yang terjadi.”
“Baiklah,” jawab Zef lesu, “Sial, bagaimana bisa aku mengungkapkan dalang penyerangan ini dalam waktu satu malam. Harapanku satu-satunya adalah Hugo, aku harap dia berhasil mendapatkan bajingan itu. Kalau tidak aku yang akan berada dalam masalah.” Lanjutnya dalam hati.
Aaron tersenyum penuh kemenangan melihat ekspresi Zef yang jelas tengah kesulitan dengan perintah yang Shea berikan. Sebelum Shea semakin mengamuk, Aaron pun langsung memapah Jamie yang masih tidak sadarkan diri menuju ke mobil milik Zef yang terparkir tidak jauh. Aaron segera memposisikan dirinya sebagai supir, segera melajukan mobilnya ke rumah sakit seperti yang Shea perintahkan.
Sementara Lysa memilih tetap tinggal di sana untuk membantu Zef membereskan kekacauan di jlan tersebut. Mungkin sudah terbiasa membereskan masalah yang James lakukan selama ini membuat Lysa terbiasa berurusan dengan para mayat di sana.
“Aku yang akan membereskan tempat ini, sebaiknya kau mulai melakukan penyelidikan terkait penyerangan kali ini. Karena kau dengar sendiri bahwa laporannya harus diserahkan besok pagi,” ujar Lysa sembari mengarahkan anak buah yang tersisa di sana untuk mulai melakukan tugasnya.
“Kau benar, terima kasih atas bantuanmu. Kalau begitu aku akan pergi sekarang menyusul rekanmu,” pamit Zef yang mempercayakan tempat itu kepada Lysa, dimana Lysa hanya menganggukkan kepalanya sebagai jawaban.
Zef tidak bisa tinggal diam saja menunggu kabar dari Hugo, dia pun bergegas mengikuti kepergian Hugo dengan adanya alat pelacak di mobil yang Hugo gunakan. Namun sayangnya, tetap saja, dia kehilangan orang itu sehingga keesokan harinya dia harus menghadap Shea dengan tangan kosong.
Ya, Jamie dan Shea memutuskan untuk mendapatkan perawatan di rumah sakit. Sebenarnya Shea yang harus mendapatkan perawatan, sebab dia terlalu memaksakan diri dalam pertarungan dengan kondisi tubuhnya yang tidak sepenuhnya baik saat itu.
Seperti sebelumnya, Jamie kembali bisa mengendalikan tubuhnya lagi setelah tak sadarkan diri. Karena itulah dia sangat menyesal karena membuat Shea harus ikut bertarung dan memaksanya untuk mendapat perawatan di rumah sakit sampai tubuhnya benar-benar pulih.
...****************...
Sudah beberapa hari berlalu semenjak penyerangan itu terjadi. Semenjak itu juga Shea dan Jamie selalu bersama kemana pun mereka pergi, sehingga beberapa anak buah Cesar tidak berani mendekati keduanya ditambah dengan keamanan yang diperkuat oleh Shea. Ditambah dengan kekalahan sebelumnya membuat Cesar memberikan perintah untuk lebih mematangkan rencana lagi sebelum melakukan penyerangan seperti sebelumnya.
Rega sendiri mendapat pengawasan intensif dari anak buah Zef, karena saat ini dia tersangka utama yang sangat mereka curigai. Sehingga setiap pergerakannya harus selalu di awasi, meskipun Rega tidak memperlihatkan pergerakan yang mencurigakan sama sekali.
Hingga satu minggu kemudian, Shea tidak sengaja membaca laporan yang berasal dari laboratorium rahasia keluarga Richardo. Jika kalian mengingatnya, REXTON Group bukan hanya berbisnis dalam persenjataan saja tetapi keluarga Richardo juga memiliki bisnis tentang obat-obatan langka di dunia. Mereka bahkan memiliki laboratorium rahasia yang sangat besar yang berisikan para dokter terbaik untuk mengembangkan berbagai jenis obat.
“Tunggu! Laporan ini …” batin Shea saat membaca laporan berasal dari laboratorium, “Jamie, dimana lokasi laboratorium Keluargamu berada?”
“Kenapa kau ingin pergi ke sana?” tanya Jamie.
“Ya, ada sesuatu yang ingin aku pastikan di sana. Bisakah kau membawaku ke sana?” Shea tidak ingin menyembunyikan apapun kepada Jamie, begitu juga Jamie yang tidak berani menyembunyikan apapun lagi kepada Shea.
“Tentu saja, kapan kau ingin pergi?” Jamie bertanya lagi untuk memastikan.
“Bagaimana kalau sekarang?” Shea sungguh tidak ingin membuang waktu.
“Bagaimana kalau kalian menundanya dulu untuk hari ini? Karena kami sudah datang jauh-jauh untuk menyampaikan hasil penyelidikan yang kau minta sebelumnya.” Tiba-tiba Tristan masuk ke dalam ruangan Jamie di susul oleh Noah, Zef dan Aaron di belakangnya.
Shea tersenyum melihat kedatangan Tristan dan Noah yang belakangan ini tidak ada kabar sama sekali dan berkata, “Akhirnya kalian muncul juga! Aku harap kalian kembali membawa hasil yang tidak mengecewakan.”
“Tentu saja! Bahkan kami sangat kesulitan hanya untuk mendapatkan informasi yang sangat penting ini. Iya ‘kan, Pak Tua?” Seperti biasa Noah pasti akan memanggil Tristan seperti itu.
“Dasar bocah sinting! Sudah kubilang ribuan kali jangan memanggilku seperti itu.” Dan seperti biasa juga Tristan akan terpancing dengan mudahnya.
Kriett ….
Suara pintu terbuka berhasil mengalihkan perhatian semua orang di sana. Mata Shea seketika berbinar cerah saat melihat kedatangan orang tersebut, dia bahkan langsung beranjak dari tempat duduknya dan berlari kecil menghampiri orang tersebut untuk memeluknya. Orang itu pun membalas pelukan Shea tak kalah eratnya, keduanya saling melepas rindu satu sama lain.
“Kapan kalian datang? Kenapa tidak menghubungiku lebih dulu? Jika tahu kalian akan datang, aku pasti akan menjemput kalian di Bandara,” cecar Shea begitu melepaskan pelukannya.
Bersambung ….
nah lo rasain Rega penderitaanmu,,, apalagi kau akan jadikan kambing hitam oleh saudara tirimu
Semangat terus Thor .