10 tahun yang lalu keluarga cabang Xiao dibantai, dalam peristiwa berdarah tersebut hanya Xiao Tian yang berhasil selamat. Dalam keputusasaan, ia berlari ke sembarang arah hingga terperosok ke salah satu jurang di kaki pegunungan Wuyi. Beruntung salah seorang Tetua Sekte menyelamatkannya, memberikannya sebuah harta tak terhingga yang bernama mutiara dewa iblis demi menyambung nyawanya. Sejak saat itu, takdir kehidupannya pun berubah. Meski ia dianggap tidak berguna, namun hanya gurunya lah yang mengetahui rahasia terbesarnya dalam menempuh dunia kultivasi yang kejam.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Musang Bulan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pengkhianatan
Tiga tahun berlalu dengan cepat…
Hari ini, seperti biasanya Xiao Tian mengambil air dan memasak nasi untuk Yun Feiyue yang masih tersisa di puncak Gunung Wuyi. Selama tiga tahun terakhir, lima orang murid lainnya pun pergi secara diam-diam maupun secara terang-terangan. Selain merasa sudah memiliki kemampuan, mereka juga enggan merawat Xiao Tian yang sudah tidak bisa diandalkan lagi.
“Sudah tiga tahun berlalu, semuanya telah pergi menyisakan aku dan Yue’er saja. Setelah kekuatanku pulih, aku pasti akan menjadikan Yue’er sebagai wanita yang paling beruntung di dunia” Xiao Tian bergumam di sela-sela aktivitasnya.
Gunung Wuyi berada di Kota Changyun dan merupakan bagian paling Selatan Benua suci Tianwu. Meski ukurannya tidak terlalu besar, Gunung Wuyi atau puncak ketujuh masih merupakan bagian inti Sekte Awan Biru, namun semenjak kepergian Long Chen tempat ini menjadi semakin sepi dan kini mulai terlupakan.
“Kakak Xiao, apakah sudah ada kemajuan dari petunjuk yang diberikan oleh guru?” Tanya Yun Feiyue dengan senyum lembut.
“Semuanya masih seperti sebelumnya, tidak ada kemajuan” Jawab Xiao Tian sambil menggelengkan kepalanya pelan.
Mendengar ucapan Xiao Tian, senyum di wajah Yun Feiyue berubah. Kekesalan di dalam hatinya tercermin dalam raut kekecewaan di wajahnya. Walau bagaimanapun ia sudah mengabaikan kesempatan untuk bergabung dengan puncak lainnya di Sekte, beberapa saudaranya kini telah menjadi bintang bersinar diantara puncak para dewa milik Sekte Awan Biru.
“Kakak Xiao, sepertinya semua ini hanya percuma. Tidak ada yang bisa diperjuangkan di tempat seperti ini..” Yun Feiyue berkata dengan patah semangat.
“Tentu saja tidak ada yang percuma, aku sudah 13 tahun berada di tempat ini. Menunggu datangnya petunjuk selama beberapa tahun lagi tidaklah masalah, apalagi ada kamu yang menemani” Ucap Xiao Tian dengan penuh keyakinan, dalam hatinya ia percaya penuh pada perkataan gurunya.
Xiao Tian sebenarnya sudah tidak berkeinginan menjadi kultivator terkuat, bahkan keinginan untuk membalas dendam pun perlahan terkikis dengan keadaan serta kebersamaan yang sederhana. Hidup di tempat yang damai bersama dengan orang yang dicintai adalah anugerah langit yang harus ia syukuri.
Yun Feiyue mendengus ringan, jelas ketidakpuasan menyelimuti hatinya. Sudah tiga tahun ia membiarkan dirinya dalam kepuraan untuk bertahan di tempat ini, jika bukan karena ingin mengetahui rahasia besar yang disembunyikan oleh gurunya, mana mungkin ia bisa bertahan tinggal bersama Xiao Tian yang sudah tidak memiliki bakat beladiri.
Hal lain yang membuat Yun Feiyue merasa jengkel adalah sebuah gulungan yang ia ketahui dari Xiao Tian, isinya menyatakan jika ia dan Xiao Tian telah dijodohkan oleh gurunya. Pasangan dari saudara seperguruan telah membuat Xiao Tian berharap lebih untuk mencintai Yun Feiyue secara sungguh-sungguh.
“Kak Xiao, apakah guru meninggalkan kitab beladiri atau petunjuk lainnya untukmu?” Tanya Yun Feiyue dengan rasa ingin tahu.
Xiao Tian tersenyum tipis, tanpa rasa curiga ia menjawab pertanyaan wanita yang ia cintai itu, “Sebenarnya ada, guru meninggalkan petunjuk di sebuah kotak kayu”
Tanpa ragu, Xiao Tian masuk ke dalam aula kuil lalu menggeser lemari kayu yang menyatu pada dinding. Dari balik lemari ia mengambil sebuah kotak pemberian gurunya di malam terakhir perjumpaan mereka.
Hanya Xiao Tian yang tahu, sebelumnya ia sengaja tidak mengungkapkan pada saudara yang lainnya hingga menunggu waktu yang tepat. Namun setelah beberapa tahun semuanya pergi, meninggalkan dirinya dan Yun Feiyue saja. Sehingga hari ini Xiao Tian tidak keberatan untuk mengungkap kotak warisan tersebut kepada Yun Feiyue yang telah menemaninya selama tiga tahun terakhir.
“Ini adalah kotak peninggalan guru” Ucap Xiao Tian tidak menyembunyikan lagi.
“Benarkah? Ternyata guru meninggalkan peninggalan yang pastinya sangat bernilai” Yun Feiyue berkata dengan tatapan mata berkilauan, dalam hatinya jelas ia ingin memilikinya.
Namun detik berikutnya, aura keserakahan terpancar dari mata Yun Feiyue saat benda tersebut masih berada di tangan Xiao Tian.
“Bugh”
Dalam satu gerakan cepat, Yun Feiyue segera menghempaskan sebuah tendangan keras ke dada Xiao Tian. Akibatnya tubuh lemah Xiao Tian terpental mundur hingga beberapa meter ke belakang, kotak di tangannya pun jatuh ke tanah dan segera dirampas oleh Yun Feiyue.
Wajah Xiao Tian memucat, darah segar keluar dari mulutnya dengan semburan berwarna kemerahan.
“Kenapa kamu bersikap seperti ini?” Xiao Tian berkata sambil memegangi dadanya.
“Aku sudah lelah untuk berpura-pura, jika sejak awal kamu sudah menunjukkan benda ini maka aku tidak perlu berlama-lama menderita” Yun Feiyue berkata dengan nada sinis, penuh kebencian menatap Xiao Tian.
Saat berikutnya, sesosok tubuh muncul dari balik kuil. Dengan senyum penuh ejekan ia melangkah maju mendekati Yun Feiyue dan membuka mulutnya dengan penuh kemenangan.
“Kamu sungguh naif, apa yang kamu pikirkan tentang Yue’er ku adalah impian kosong yang tidak pernah terwujud. Kamu hanya sampah yang tidak berguna, jika bukan karena benda ini mana mungkin Yue’er ku bisa bertahan di tempat ini”
Hati Xiao Tian bergemuruh, ia tidak pernah menyangka akan dikhianati oleh seorang wanita yang selama beberapa waktu terakhir ia cintai. Bahkan bukan karena ikatan pernikahan seperguruan yang dihadiahi oleh gurunya, tetapi Xiao Tian merasa Yun Feiyue adalah sosok wanita yang tulus mencintainya meski ia berada dalam kondisi yang tidak berdaya.
“Yue’er, katakan padaku jika kamu hanya diancam olehnya! Kamu sedang dalam situasi tertekan kan?” Tanya Xiao Tian mengumpulkan kesadarannya, berharap semua ini tidak seperti apa yang ia saksikan.
“Jangan membuat telingaku sakit, kamu hanyalah sampah yang pada akhirnya aku manfaatkan” Ucap Yun Feiyue sambil meraih lengan Zhuank An dengan manja.
“Jika bukan karena mendapatkan rahasia guru, mana mungkin aku mau bertahan denganmu” Yun Feiyue mencibir.
Mendengar perkataan Yun Feiyue, senyum mengejek muncul di wajah Zhuank An. Sebagai bagian dari murid Gunung Wuyi, ia merasa kecewa dengan gurunya yang ia pikir telah mengistimewakan Xiao Tian. Sehingga untuk mewujudkan harapannya ia dan Yun Feiyue Menyusun rencana diam-diam untuk mengelabui Xiao Tian yang mudah bersimpati.
“Kita adalah murid yang sama, dibesarkan penuh kasih oleh guru. Kenapa kalian berbuat seperti ini?” Ucap Xiao Tian mencoba berdiri sambil meraih sebuah balok kayu untuk menyerang Zhuank An.
Namun melihat Xiao Tian yang bangkit untuk menyerang, senyum menghina terpancar dari wajah Yun Feiyue dan Zhuank An. Bagi mereka, orang seperti Xiao Tian hanyalah semut yang bisa kapan saja dihancurkan.
Tanpa basa-basi Zhuank An melepaskan sebuah tendangan keras, lebih keras dari yang sebelumnya dihempaskan oleh Yun Feiyue.
Tubuh Xiao Tian pun terbang seperti selembar kertas tipis, jatuh ke tanah dengan luka dalam yang membuatnya tidak bisa bangkit.
Zhuank An melangkah mendekat, mengangkat kakinya dan menekan kepala Xiao Tian hingga menyatu dengan tanah. Debu dan kotoran telah menutupi wajah tampannya, matanya memerah penuh kebencian menghadapi penghinaan ini.
“Kak Zhuank, mari kita tinggalkan tempat ini dan habisi nyawa anjing itu dengan cepat” Yun Feiyue berkata dengan penuh ketidak sabaran.
Dalam hatinya ia juga sudah tidak sabar untuk bisa bergabung dengan puncak kelima, menjadi murid khusus yang sudah dinantikan oleh banyak murid Sekte Awan Biru.
Yang lagi dalam perjalanan mudik, hati2 di jalan ya...