Pernikahan adalah sebuah rumah bagi setiap pasangan yang telah menikah untuk berpulang. namun apa jadinya kalo Seorang suami tidak menginginkan dirinya. sedangkan di hatinya masih belum bisa melupakan wanita lain yang sudah bahagia dengan suami dan anaknya tersebut.
Itu lah yang di alami oleh Rania
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bunda sri ana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 28. Menunjukkan perhatiannya
Kepergian Rania malam ini karna ia ada janjian dengan orang yang ingin memesan baju oleh Rania yang saat itu sangat antusias karna ada yang ingin memakai jasanya.
Dan saat ini rania tengah berjabatan tangan dengan klien barunya yang ia temui di salah satu restoran di sana.
”Makasih buk atas kepercayaan ibu kepada saya."kata Rania dengan senyum lebar pada klien barunya tersebut.
” Sama-sama Mbak Rania Saya percaya Mbak Rani bisa memberikan apa yang saya minta dengan yang terbaik. Ya sudah kalau gitu mbak aranya saya apa lebih dahulu." pamit wanita tersebut kepada Rania.
” Sama-sama juga Bu hati-hati di jalan." pada klien barunya tersebut dengan ramah tamah serta senyum yang tak lekang dari bibirnya.
Setelah kepergian clien barunya tersebut, Rania akan kembali duduk di kursinya kembali dengan mengucapkan rasa bersyukur.
” Alhamdulillah ya Allah terima kasih atas rezekimu yang sudah mempertemukan hamba dengan klien baru hamba semoga dengan ini hamba bisa mewujudkan mimpi hamba sebagai desainer kepada orang lain tanpa khawatir dengan harga yang mahal, karena hamba hanya ingin mencari keridhoan mu saja." gumam Rania dengan hati yang sangat bahagia karena ia yakin mulai saat ini usahanya tidak akan sia-sia dan dirinya yakin dirinya bisa mewujudkan apa yang ia impikan sejak kecil yaitu menjadi desainer dan menjadi perancang baju yang dikenal oleh banyak orang.
Setelah itu Rania pun bergegas pergi dari sana setelah selesai membayar makanan yang ia pesan bersama kliennya tersebut.
Berhubung masih jam 09.00 malam Rania masih dapat menemukan taksi online yang bisa mengantarkannya pulang pada malam hari ini dengan cuaca rembulan Dan bintang yang tampak bersinar di angkasa.
Untung saja Rania telah mencatat alamat rumah pria tersebut memudahkan dirinya untuk memberitahu bukan kepada supir tersebut di mana tujuan dirinya berhenti.
Hingga tidak lama kemudian mobil taksi online yang ditumpangi oleh Rania full sampai di kediaman pria tersebut yang tampak sepi dari luar namun lampu masih menyala di setiap sudut sisi rumah tersebut.
” Makasih Pak sudah mengantar saya, dan ini ongkosnya pak." kata Rania kepada sopir taksi tersebut.
” Sama-sama Mbak." jawab supir taksi itu.
Lalu Rania pun turun dari mobil untuk masuk ke dalam rumah namun Baru beberapa langkah sopir taksi tersebut memanggil Rania yang membuat rania kembali menghentikan langkahnya serta membalikkan tubuhnya dan melihat supir takdir tersebut menghampirinya.
”Mbak mbak tunggu." panggil pria baru baya tersebut kepada Rania.
” Mbak ini saya mau mengembalikan uangnya berlebihan yang Mbak berikan kepada saya tadi." kata sopir taksi tersebut kepada orang lain yang karena ia pahami Kenapa sopir taksi tersebut memanggil dirinya.
” Memang tadi saya sengaja melebihkan uang itu Pak buat bapak karena sudah mau mengantarkan saya pulang dengan aman sampai ke rumah." ucap Rania dengan ramah serta senyum tulus.
”Alhamdulillah makasih mbak semoga rezeki Mbak tambah lancar apapun yang Mbak inginkan bakal terwujud dan diberikan oleh Allah subhanahu wa ta'ala." doa supir taksi tersebut dengan tulus kepada Rania.
” Amin makasih Pak semoga uang itu bisa bermanfaat buat bapak dan keluarga Bapak kalau gitu Saya permisi dulu Pak Assalamualaikum."
"Waalaikumsalam Mbak Sekali lagi saya terima kasih atas kebaikan Mbak."
"Sama-sama Pak." jawab Rania lalu kembali melanjutkan langkahnya untuk masuk ke dalam begitupun dengan sopir taksi tersebut yang mengucap syukur atas rezeki apa yang ia dapatkan dengan hati yang bergembira.
Pasalnya Rania melebihkan uangnya rp50.000 untuk supir taksi tersebut yang sudah terlihat lelah serta sudah berumur senja tapi masih mencari nafkah untuk keluarganya. betul-betul juga Rania ingin berbagi rezeki karena dirinya baru saja mendapatkan klien baru, Semoga kedepannya usahanya makin lancar.
Saat Rania sampai di pintu utama ternyata pintu tersebut terkunci dari dalam oleh pria tersebut padahal waktu masih menunjukkan pukul 09.00 malam namun pintu rumah sudah dikunci oleh pemiliknya.
Beruntungnya Rania membawa kunci cadangan di dalam tasnya saat ia pergi ke manapun agar tidak merepotkan pria tersebut yang tempo hari pernah marah karena dirinya tidak mau membawa kunci malah menyusahkan pria tersebut.
Ckrekk
Akhirnya pintu pun terbuka dan masuk ke larania setelah kembali mengunci pintu tersebut. namun baru saja Rania berbalik badan dirinya sangat terkejut saat melihat pria berwajah dingin itu tengah duduk di atas sofa sambil menatap dirinya dengan tajam beserta tangan yang dilipat di dada.
"Astaghfirullah" ujar Rania yang sangat terkejut melihat wajah pria itu dengan mengelus dadanya.
”Masih ingat jalan pulang, kirain udah gak mau pulang kesini lagi!" lontar lintang dengan datar serta tatapan tajam pada Rania yang masih berdiri tegak beberapa meter dari pria itu duduk.
”Anda ini kenapa selalu menuduh saya seperti itu, setiap saya keluar rumah anda seperti ini." tegas Rania yang kesal pada pria itu yang terus-menerus menuduhnya seperti itu.
.
”Tapi emang kenyataannya kan kalo kamu itu kaya gitu. kamu juga harus ingat ayah kamu menitipkan kamu pada saya jadi kalo terjadi sesuatu sama kamu saya tidak ingin di salahkan!!" jawab lintang tak kalah tegas dari pada wanita itu.
” Udahlah Terserah anda aja mau ngomong apa tapi apa yang ada dudukan yang perlu saya tidak pernah saya lakukan Saya tidak pernah macam-macam di luar Saya hanya bekerja tidak lebih dari itu." balas Rania dengan pendiriannya.
Rania merasa pria tersebut berubah mulai beberapa waktu belakangan ini, selalu saja mencampuri urusan pribadinya padahal sejak awal menikah dirinya lah yang duluan membuat kesepakatan kalau tidak akan mencampuri pribadi urusan masing-masing, namun ini malah dirinya yang berulah.
Lalu setelah mengatakan hal tersebut Rania pun meninggalkan Lintang begitu saja di ruang tamu yang masih menatapi dengan tajam tanpa Rania perdulikan sama sekali.
” Wanita itu awas aja kamu sampai ketahuan berbuat macam-macam di belakangku. Aku melakukan ini karena tidak ingin orang tuanya yang menitipkan dirinya kepadaku berbuat di luar yang tidak tidak bukan karena ada alasan lain." gumam Lintang dengan kesal ntah ada apa dengan dirinya belakangan iniselalu dibuat kesal oleh tingkah wanita tersebut.
Kalau Rania pergi selalu saja lintang ingin tahu ke mana dia pergi, dan dengan siapa dan dari mana. bukan maksud mau ngapa-ngapain cuman ingin mengetik aja keadaannya baik-baik tidak melakukan hal yang lain. Karena bagaimanapun Lintang bertanggung jawab kalau seumpama terjadi sesuatu yang tidak tidak dengan wanita itu yang kini sudah berstatus sebagai istrinya tersebut. walaupun dirinya masih belum dapat menganggap wanita itu sebagai istrinya karena pernikahan mendadak yang terjadi satu bulan yang lalu.
saking banyaknya list cerita yg di baca 😁😁
rajin up dong 🙏🙏🙏
dan ternyata sy jatuh cinta sama cerita nya.. dan suka alur seperti ini 👍👍🤗🤗🤗
gak sabar saat si Lintang malah berubah haluan dalam memperhatikan Rania 👍🤩😁😁