Ammar dijodohkan dengan Safa yang merupakan anak dari adik angkat ibunya. perjodohan terjadi atas permintaan Ibunda Safa saat menjelang akhir hayatnya karena ingin anaknya memiliki pendamping setelah dirinya tiada
Sedangkan Sang Adik Ubay mengalami insiden tidak mengenakan, dia tidak ingin bertanggungjawab karena dia tak pernah merasa berbuat hal itu tapi karena permintaan sang ibu untuk menikahi gadis itu Maka dia menikahinya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ummu Umar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Jalan-jalan
Mereka telah sampai Di Toko besar milik yayasan keluarga mereka, ketiga menantu itu melongo melihat toko besar bertuliskan Ar-Rum Market. Toko berlantai 5 Yang sangat luas. Ahmad beserta kedua anak gadisnya pun datang didampingi kedua anak lelaki kembar mereka.
"" Ayo masuk para kesayangan Ummi". Ajaknya pada semua anak perempuan nya.
Para lelaki mengekori mereka dan menjaga mereka. Sedangkan security yang mengenal mereka menyapa mereka dengan sangat sopan.
"Selamat datang ibu dan bapak sekeluarga". Ucapnya dengan sopan.
"Bagaimana keadaan disini, aman pak?? Tanya Ahmad dengan santun menjabat tangan dengan security itu.
"Aman pak, silahkan berbelanja". Ucapnya mempersilahkan mereka.
Tidak lama terlihat seorang pegawai menghampiri mereka untuk membantu keperluan mereka.
"Selamat datang ibu bos, ada yang bisa kami bantu". Ucapnya dengan sopan.
"Kami mencari pakaian couple ber enam begitu juga para lelakinya, kira-kira ada??
"Ada bu, mari ikut saya ke tempat khusus couple". Ajak pegawai perempuan yang memakai jilbab besar itu.
Ketiga menantu itu saling melirik, tidak menyangka jika toko besar yang terkenal didaerah ini adalah Milik keluarga besar suami mereka. Seberapa kaya keluarga Ahmad sampai toko besar hampir mirip Mall ini adalah milik mereka.
"Na ini bu, bisa ibu pilih dan disana tempat couple untuk laki. Jika untuk pasangan suami istri ada disini". Ucapnya dengan Ramah.
" Ayo anak-anak, kita pilih untuk kita dan pasangan kita, oke". Ajak Shofiyah kepada mereka semua.
Mereka bergegas memilih yang akan mereka kenakan begitu juga untuk pasangan mereka. Mereka tersenyum sambil berbincang-bincang.
Benar saja mereka sudah mengantongi banyak pakaian couple untuk mereka.
"Mau kemana setelah ini?? Tanya Ammar yang menenteng paperbag.
"Kita naik keatas membeli sovenir dan sepatu serta aksesoris untuk para perempuan, terutama untuk Fahira karena menantunya yang kurang beruntung hanya Fahira".
"Kalian tidak keberatan jika ummi membelikan beberapa barang untuk Fahira?? Tanya Shofiyah kepada dua menantunya saat Fahira sibuk dengan urusannya.
"Tidak apa ummi, Fahira memiliki baju yang kurang dan tak layak, lebih baik dia dibelikan baju untuk kuliah serta untuk bepergian". Usul Shifa kepada sang ummi,
kedua menantu itu tahu bagaimana kehidupan keras Fahira, jangankan membeli baju, uang untuk makan dirinya sendiri pun tak ada karena keluarganya selalu merampas gajinya.
"Yang dikatakan Kak Shifa benar ummi, aku bukan menghina Fahira tapi pakaian yang dikenakan Fahira itu sudah sangat lama dan sudah pudar dan ada beberapa aku lihat ada bekas jahitan".
"Baiklah, kalian pilih aja yah, ummi tinggal dulu, ummi akan bawah Fahira dulu untuk membeli pakaian untuk dia kenakan untuk kesehariannya.
"Iya ummi, belikan dia yang bagus dan banyak agar nyaman dia kenakan saat pergi kuliah nanti". Ucap Shifa mengangkat jempolnya.
Shofiyah berjalan menggandeng Fahira membawanya pergi kembali ke toko untuk baju sehari-hari.
"Loh ummi, kita ini mau kemana?? tanya Fahira yang bingung karena tiba-tiba digandeng mertuanya untuk menjahui keluarga mereka.
"Ikut ummi saja, kita akan permak kamu ". Ucap Shofiyah dengan ambigu.
Mendengar apa yang dikatakan mertuanya Fahira mengkerut kan kening tanda tidak mengerti.
"Mau kemana mereka, kok Ummi tidak mengatakan apapun?? Tanya Ubay yang bingung melihat umminya membawa istrinya menjahui mereka.
"Tidak usah menyusul mereka, ummi sedang membelikan banyak perlengkapan untuk Fahira karena bahkan pakaiannya pun banyak tak layak". Ucap Shifa pada mereka sambil memilih beberapa barang.
"Kakak Ipar benar, aku juga memperhatikan barang-barang istriku di lemari, barang-barang nya seperti sudah lama dan tak layak".
"Iya, aku dan Safa mengusulkan ummi untuk membelikannya banyak perlengkapan perempuan jadi tenang saja, dia aman bersama ummi". Ucapnya lagi.
Mendengar perkataan iparnya itu, Ubay tersenyum dengan mata berkaca-kaca, dia tidak menyangka jika mereka memperhatikan istrinya sampai seperti ini.
"Ini ada make-up yang cocok untuk kulit Fahira, ini sangat bagus untuk jenis kulitnya dan ini ada Handbody yang bisa meregenerasi kulit cocok untuk kulit Fahira yang agak belang". Safa menyerahkan beberapa barang untuk Ubay karena dia sudah membayarnya dan langsung disambut antusias darinya.
"Ini beberapa Aksesoris untuk menunjang penampilannya nanti". Shifa menyodorkan 2 jam tangan, dua anting dan 2 tas dan beberpa barang lainnya untuk diberikan pada Fahira.
"Kok kalian semua membeliksn barang untuknya?? ". Tanya Ubay dengan penasaran.
"Dia adik kami juga, kami sengaja membelikannys agar dia bisa lebih percaya diri bersama kami, sejak tadi dia seperti orang kebingungan tak mau mengambil barang karena takut menghabiskan uang mu". Ucap Shifa sejak tadi memperhatikan Fahira yang sangat berat membeli apapun.
"Terima kasih karena memperhatikan istriku seperti ini". Ucap Ubay tersenyum Haru.
"Seperti yang dikatakan isti kami dek, Fahira juga adik kami, sering-sering lah mengajak dia jalan-jalan membeli sesuatu, dia sudah banyak menderita selama ini, dan kakak harap dia bisa bahagia masuk dalam keluarga kita". Ucap Umar menepuk pelan pundak sang adik memberikan dukungan.
Sedangkan Sejak tadi Shofiyah mengajak Fahira berkeliling mencari banyak pakaian dan benar saja, mereka menenteng banyak keperluan, mulai dari pakaian rumah, pakaian pergi, pakaian pesta, pakaian ke kampus, dan juga pakaian dalam, bahkan pakaian untuk menyenangkan suami pun ada.
Sejak tadi Fahira menggelengkan kepalanya melihat umminya menenteng banyak barang belanjaan.
"Definisi membuang uang untuk mall sendiri". Ucap Aryan dan Arjun bersamaan melihat ummi mereka menenteng sangat barnyak barang.
Ubay juga sudah membelikan beberapa barang untuk istrinya berupa sepatu berbagai jenis.
"Ayo kita makan siang yuk". Ajak Ahmad kepada semua keluarganya karena ini sudah masuk jam siang".
"Iya abi tapi kita sholat dulu, barulah kita makan bersama-sama". Ucap Ammar
"Iya abi, kita pergi sholat dulu, baru kita makan".
"Setuju" kompak mereka semua.
Mereka berjalan berjejer kebelakang, para lelaki hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat banyaknya barang belanjaan istri mereka,
"Seperti nya aku akan bekerja lebih keras lagi mumpung belum punya istri". Ucap Aryan dengan pelan tapi masih terdengar.
"Itu benar yan, mumpung kita belum punya istri dan tanggungan, kita harus bekerja lebih giat lagi, lihatlah para perempuan jika berbelanja". Arjun menggelengkan kepalanya.
" Tidak apa-apa menyenangkan mereka sama seperti menanam investasi". Umar tersenyum mendengar perkataan adik-adiknya.
"Apa kalian berdua bisik-bisik sejak tadi". Ucap Shofiyah dengan tatapan menyelidik.
"Tidak kok Ummi, aku hanya berkata, jika kita harus lebih giat bekerja agar uangnya semakin banyak, aku bingung melihat kalian belanja takutnya tidak punya uang, kasihan anak orang". Ucap Aryan cengengesan.
"Kamu benar nak, jika kalian memuliakan istri kalian, pahala dan apa yang kalian berikan akan jadi pahala dan dibalas berkali-kali lipat". Ucap Shofiyah meninggalkan mereka menggandeng ketika menantunya dan juga anak permepuannya