zahra gadis yang baik dan solehah, demi niatnya untuk merubah seorang laki - laki yang merupakan teman sekolahnya dia rela menjadi pacar laki - laki itu.
arya laki - laki yang urakan dan sering keluar malam, menerima tantangan dari para sahabatnya untuk menjadikan zahra pacarnya.
tapi setelah mereka dekat banyak perubahan yang dia rasakan, dengan seiringnya waktu benih - benih cinta pun mulai tumbuh di hatinya.
tapi di saat yang bersamaan masa lalunya pun ikut hadir dalam hubungan mereka.
akankah mereka bersatu dalam ikatan suci..?
yang mulai penasaran kita lanjut membaca novel ini.
semoga kalian suka dengan alur ceritanya, karena ini karya pertama ku.
kalian juga bisa memberi masukan di kolom komentar.
terima kasih and happy reading.. 😘😘
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hanifah Anggraeni Sari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
28
zahra pun kini sudah sampai di depan kantor arya, dia pun bertanya kepada resepsionis.
" permisi mbak maaf mau tanya kalau ruangan pak arya dimana ya.. " tanya zahra sambil tersenyum ramah
" maaf ibu apa sebelumnya sudah membuat janji dengan pak arya.. ? "
zahra pun tersenyum
" saya tidak ada janji dengan pak arya, kamu bilang saja sama beliau ada istrinya disini.. "
resepsionis itu pun kaget mendengar kata ' istri ' dari zahra, dia pun langsung meminta maaf kepada zahra.
" maafkan saya bu, saya tidak tahu kalau ibu istrinya pak arya.. kalau begitu ibu langsung saja naik ke lantai 20 di sana ruangan pak arya.. "
" terima kasih.. " ucap zahra sambil tersenyum
wajar kalau karyawan disini tidak mengenalnya zahra saja baru kali ini datang kesini, zahra merasa kagum dengan kantor suaminya itu.
tidak lama pintu lift terbuka, zahra keluar dan mendapati ruangan yang sangat besar di sana hanya ada dua ruangan dan meja di depan salah satu ruangan itu.
zahra pun berjalan ke meja itu di sana ada seorang wanita, mungkin usianya tidak jauh berbeda dengan zahra.
" permisi apa pak arya ada di ruangannya.. ? "
wanita itu melihat ke arah zahra, dia melihat penampilan zahra dari atas sampai ke bawah
" maaf ibu siapa ya.. pak arya tadi berpesan tidak mau di ganggu.. "
sebelum zahra membuka mulut pintu salah satu ruangan itu terbuka, dan terlihatlah arya yang akan pergi keluar.
arya kaget mendapati zahra ada di kantornya.
" sayang kamu disini... kenapa tidak langsung masuk.. ? " tanya arya
arya pun mendekat ke arah zahra dan memeluknya.
" kata sekertaris kamu, kamu lagi sibuk dan tidak mau di ganggu jadi tadinya aku berniat untuk menitipkan ini disini.. " ucap zahra sambil memperlihatkan bawaannya.
arya pun melirik sekertarisnya dan yang di lirik hanya menundukan kepala.
" lain kali kalau istri saya datang langsung di suruh masuk saja.. "
" baik pak, maaf saya tidak tahu kalau ibu ini istri bapak, maafkan saya bu.. " ucap tina sekertaris arya
" sudah di maafin saja toh dia juga cuma menjalankan tugasnya.. sebaiknya kita masuk aku sudah bawa makan siang untuk kita berdua... "
mereka pun masuk keruangan arya, zahra merasa kagum dengan ruangan arya semua barang tersusun rapi.
dan zahra pun dapat melihat pemandangan seluruh kota dari sini, arya pun mendekat ke arah zahra dan memeluknya.
" sebaiknya kita makan dulu aku sudah lapar.. " kata arya
zahra pun segera menyiapkan makanan yang di bawanya tadi.
sedangkan arya melangkah ke arah pintu dan membukanya, di lihatnya tina masih ada disitu.
arya pun menghampiri meja tina.
" tina tolong jangan biarkan ada yang masuk ke dalam ruangan saya dulu dan saya sedang tidak mau di ganggu, bahkan telfon pun saya tidak mau ada yang masuk.. kamu mengerti.. " perintah arya
" iya pak saya mengerti.. "
" dan kamu.. bukannya sekarang waktunya jam makan siang kenapa kamu belum makan
.. ? "
tanya arya
" kebetulan hari ini saya sudah memesan makanan pak jadi nanti saya akan makan di kantor saja.. " jawab tina
setelah mendengar penjelasan tina arya pun kembali keruangannya dan mengunci pintu, dia tidak ingin kebersamaannya dengan zahra tergangu.
mereka pun mulai memakan masakan zahra, setelah mereka selesai makan zahra merapikannya lagi. karena ini sudah masuk waktu sholat zahra dan arya pun memutuskan untuk sholat berjamaah.
kebetulan di ruangan arya ada sebuah kamar yang memang arya pergunakan untuk istirahat kalau dia sedang malas pulang ke apartemennya.
setelah selesai sholat berjamaah arya memeluk zahra yang masih memakai mukena.
dia mengecup kening zahra dengan lembut, lalu turun ke pipi dan bibir zahra, dia mengecup dengan lembut bibir zahra.
zahra pun membalas kecupan arya.
" sayang jangan gini ini di kantor, nanti kalau ada yang masuk gimana.. " tanya zahra
arya mendengar zahra memanggilnya dengan sebutan ' sayang ' merasa sangat senang.
arya pun membuka mukena zahra yang masih di pakai terlihat rambut zahra yang hitam, arya pun melepaskan ikatan rambut zahra.
" sayang kamu jangan khawatir tidak ada yang akan berani mengganggu kita disini.. " ucap arya
arya menggendong zahra dan merebahkannya dia atas tempat tidur,
setelah urusan mereka berdua selesai arya pun mencium kening zahra sekilas
" terima kasih sayang, kamu selalu bisa membuat ku senang.. " ucap arya
" sama - sama sayang, " bisik zahra
arya yang mendengar suara zahra seperti terhipnotis dia pun kembali meminta ijin untuk mengulang nya, zahra pun tersenyum nakal dan akhirnya mereka mengulangnya lagi.
jam sudah menunjukan pukul 3 siang, zahra pun bangun dan dia tidak melihat arya di sampingnya, akhir nya zahra pun pergi ke kamar mandi dan mulai membersihkan diri.
setelah selesai dia kembali ke ruangan arya, dan zahra melihat arya sedang bekerja, zahra pun memeluk arya dari arah belakang,
" kamu sudah bangun.. "
" hmm.. " jawab zahra
arya pun menarik tangan zahra dan mendudukan zahra di pangkuannya, karena posisi arya sedang duduk.
arya melingkarkan tangannya di pinggang zahra sedangkan zahra melingkarkan tangannya di leher arya.
mereka saling *******, tidak lama zahra melepaskan lumatannya.
" sudah ah, nanti keterusan.. " goda zahra
arya pun tersenyum mendengarnya.
" aku pulang ya yang... aku harus siap -siap ke rumah sakit... "
arya pun menarik napas dengan kasar
" nanti malam aku tidur sendiri dong yang.. " rengek arya
" kalau aku pengen kamu gimana.. " goda arya.
zahra pun tersenyum dan berbisik
" kan kamu tadi udah dapet jatah malemnya.. "
mereka pun saling melempar senyuman.
tidak lama zahra pun pamit kepada arya, sebenarnya arya ingin sekali mengantarkan istrinya itu pulang tapi apa mau di kata kerjaannya masih sangat banyak dan tidak bisa di tinggal.
sepeninggal zahra arya pun kembali menyelesaikan pekerjaannya dengan hati yang senang.
Sekalian rekomen buat yang kesusahan nyari novel yang seru dan bagus, mending coba baca yang judulnya (Siapa) Aku Tanpamu, searchnya pakek tanda kurung biar gak melenceng yaa