NovelToon NovelToon
The Legend Of Xuan

The Legend Of Xuan

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Fantasi Timur / Kebangkitan pecundang / Epik Petualangan / Budidaya dan Peningkatan
Popularitas:6.2k
Nilai: 5
Nama Author: Pena_Novel

Kelahirannya menciptakan badai dahsyat. Di saat yang sama, klan Erlang kalah telak. Kekalahan itu membuatnya dicap sebagai anak pembawa sial. Bukan hanya hampir menghilang dari alam langit, klan Erlang juga harus membayar pajak ke klan Liu setiap. tahunnya.
*******
Erlang Xuan, nama yang sama dengan Leluhur klan, tapi nasib mereka berbeda. Jika Leluhur terlahir dengan kekuatan tak terbatas, maka dia terlahir dengan tubuh cacat. Selama belasan tahun, ia disiksa dan direndahkan. Bahkan, karena masalah sepele, ayahnya menghukumnya.
Karena tak punya dantian dan meridian, Erlang Xuan tak bisa berkultivasi. Sampah pembawa sial, itulah julukannya. Tak ada yang tahu bahwa dibalik tubuh cacat itu tersembunyi sesuatu yang akan mengguncang alam semesta.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Pena_Novel, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 33 Nama di Poster Buronan

Sebuah tombak menghentikan langkahnya. Sang pemilik tombak menatapnya dengan mata menyipit. Di tangannya. Terdapat sebuah poster buronan dengan sketsa wajah yang familiar.

"Erlang Shulong!" Erlang Xuan menyebut nama itu dalam hati, nama yang menghilang bersama jejak dan senjata puluhan tahun silam. Nama itu bukan nama orang lain, melainkan nama kakeknya.

"Kakek masih hidup? Bukankah dia sudah meninggal?" tanyanya dalam hati.

"Nama?" Prajurit itu bersuara.

"Lang Xuan!"

Xuan, nama itu mengingatkan prajurit itu pada berita semalam. Ia memeriksa poster buronan, dan salah satunya bertuliskan Xuan dan hadiahnya 20 juta emas.

"Erlang Shulong, Erlang Baihu, dan Erlang Chen!" Empat nama diposter buronan disebutkannya. Nama itu adalah nama kakek, paman, dan sepupunya yang sudah menghilang.

"Kamu mengenalnya?" Prajurit itu menatapnya dengan tajam.

"Tidak sama sekali! Hanya pernah mendengar!" jawabnya.

"Silahkan masuk!" Prajurit itu membuka gerbang kota. Diam-diam, ia mengeluarkan jarum dari balik pakaiannya. Jarum racun itu dilempar ke Erlang Xuan.

Wuuuussss

Jarum tersebut berhenti di udara. Udara bergeliat, lalu jarum itu berbalik dan melesat ke arah prajurit penjaga dengan sangat cepat. Terlalu cepat, hingga prajurit penjaga tak bisa menghindar. Jarum beracun itu menembus dada kirinya dan jantungnya perlahan-lahan berhenti berdetak.

"Sepertinya klan Shen cari masalah!" Erlang Xuan merebut poster buronan. Di depan gerbang, poster itu dibakar.

"Bocah, apa yang kau lakukan?" Prajurit lain datang dan menghunus pedang. Sama seperti jarum sebelumnya, pedang yang digunakan oleh prajurit itu merupakan pedang beracun.

"Xuan Ge, sepertinya ini wilayah sekte racun!" ucap Zhang Xue.

"Ternyata itu alasan mereka menggunakan racun!" Erlang Xuan menyeringai. Sebelumnya, ia hanya pernah mendengar rumor tentang sekte racun. Katanya Patriark sekte itu adalah lawan terakhir kakek dan pamannya. Bahkan, sepupunya pun menghilang setelah mencari informasi tentang sekte racun.

"Lang Xuan atau Erlang Xuan! Kamu benar-benar pandai bersembunyi!" Seorang bertopeng muncul di langit kota. Pria itu memegang tongkat dengan permata racun di ujungnya. Racun yang milik pria itu tergolong racun tingkat tinggi, tapi racun kelabu miliknya jauh lebih kuat.

"Dua lawan dua!" Dua orang turun dari langit. Keduanya adalah laki-laki dan perempuan dengan usia sekitar 18 dan 20 tahun.

"Racun lawan racun, siapa takut!" Zhang Xue menatap lawannya dengan dingin. Semua jenis bunga dapat dijadikan senjata, termasuk bunga beracun sekalipun. Jadi, bisa dibilang dia juga kebal racun.

"Sekte Bulan Hitam gagal membunuhmu, tapi tidak dengan sekteku!" Pria itu mengetuk udara dua kali. Seketika kota diselimuti oleh kabut beracun.

"Racun kabut? Sekalian gunakan racun iblis bulan atau racun matahari!"

Erlang Xuan memprovokasi. Racun yang disebutkan adalah racun legendaris. Dikatakan bahwa jika kedua racun itu disatukan, maka racun yang lebih kuat akan tercipta. Racun kelabu adalah gabungan dari kedua racun legendaris itu.

Hei Shuo menggerakkan jarinya, dan puluhan jarum racun mengambang di udara. Sejak kecil, ia sudah berendam di kolam racun. Hal itu menyebabkan elemennya berubah menjadi racun, dan darahnya pun beracun.

Swuuuussss

Di sisi lain, kelopak bunga dengan serbuk beracun berputar di udara. Kelopak tersebut membentuk senjata yang mirip dengan bumerang. Dengan satu hentikan jari, bumerang itu melesat dan menyerang prajurit racun.

"Tidak ada salahnya menguji racun!"

Erlang Xuan menciptakan puluhan bola racun. Ia memecah racun kelabu menjadi racun iblis bulan dan racun matahari. Dua racun legendaris itu berputar di udara dan menghancurkan kubah pelindung yang menutupi kota.

Baaammm

Ledakan keras terdengar. Ledakan itu diikuti dengan seseorang yang terpental beberapa meter. Wajahnya membiru dan darah segar menyembur dari mulutnya. Darah beracun yang menyentuh tanah mengubah tempat itu menjadi tanah tandus.

"Ahli racun, tapi tidak kebal racun! Benar-benar aneh!" ledek Erlang Xuan.

"Baj*ngan kecil! Kamu menggunakan racun yang sangat kuat!!"

Hei Shuo berdiri, seluruh tubuhnya gemetar. Saat ini, racun iblis bulan dan racun matahari merusak tubuh dan jiwanya perlahan-lahan. Meski tidak merasakan sakit, tapi darah dimuntahkannya beberapa kali.

"Tuan Muda, tunggu sebentar!" Pria bertopeng itu mendarat di tanah. Dua murid terbaik sektenya kalau dengan sekali serang saja. Tentu saja hal itu membuat sangat yg marah.

"Jika kamu menyembuhkan mereka, aku akan memberimu hadiah!" Pria itu memberilczm tawaran. Hadiah yang dimaksud tentu saja pengiriman instan ke alam bawah.

"Bagaimana kalau aku yang mengirim murid-muridmu ke tempat dewa kematian?" tanya Erlang Xuan.

Wajah pria itu menegang. Ia menghentakkan tongkatnya. Di detik berikutnya, kristal racun muncul di udara. Satu per satu, kristal itu pecah dan menciptakan kabut hijau yang menghalangi pandangan.

"Penjara dewa racun!" ucap pria bertopeng tersebut.

Swuuuussss

Rune aneh muncul dan mengikat kabut racun. Saat rune menghilang, sebuah penjara yang gelap dan penuh racun terbentuk. Siapapun yang berada di sana akan mati perlahan-lahan, termasuk si pengguna.

"Pantas saja topengnya menutupi lubang hidungnya!" Erlang Xuan melihat sekelilingnya dengan santai, tidak panik sama sekali. Lagipula racun yang digunakan oleh pria itu adalah racun tingkat 4, tidak akan membahayakannya.

"Sudah kuduga! Orang tua itu hanya master setengah! Master racun, tapi takut racun!" Zhang Xue meledek. Baginya, menghancurkan penjara itu sangat mudah. Hanya saja, ia ingin mengatai-ngatai Master Racun yang takut mati itu.

"Tidak seru kalau orangnya tidak ada di sini!"

Zhang Xue menciptakan badai bunga. Hanya dalam hitungan sang setengah master itu muncul di tengah penjara.

"Setengah Master Racun, gelar Master Palsu lebih baik!" ledek Erlang Xuan dengan.

Pria itu menggertakkan giginya. Kultivasinya hampir menerobos ranah dewa, tapi tubuhnya sama sekali tidak kebal terhadap racun. Terlebih lagi topeng pelindungnya sudah retak.

"Bocah kurang ajar!" Pria itu menghancurkan penjara. Di saat yang sama, topeng penetral racunnya hancur. Sialnya, kota masih diselimuti oleh kabut beracun.

"Jangan-jangan belajarnya tidak sungguh-sungguh. Atau belajarnya di depan pintu. Guru mengajar, tapi muridnya hanya sampai di depan pintu. Makanya tidak kebal!" Lagi-lagi, Erlang Xuan meledek. Sesekali, ia menghirup kabut racun untuk memprovokasi pria itu.

"Lawan yang sesungguhnya belum muncul!" ucapnya dalam hati.

"Kau!" Pria itu terpancing. Ia mengabaikan larangan gurunya dan mengendalikan racun tanpa topengnya. Akibatnya, kabut racunnya merusak tubuhnya perlahan-lahan. Bahkan, di kabut itu terdapat racun penghancur jiwa yang ditambahkan oleh Erlang Xuan beberapa saat yang lalu.

"Pak Tua, kita main tebak-tebakan saja! Kalau benar, kamu mati, dan kalau salah, kamu juga mati!" Erlang Xuan tersenyum.

"Kalau boleh tahu, racun apalagi yang ada di sini selain kabut racun?" tanyanya.

Pria itu terdiam. Ia memperhatikan kabut racun dengan mata menyipit. Saat menyadari sesuatu, tubuhnya gemetaran dan segumpal darah dimuntahkannya.

"Racun penghancuran jiwa!" Ia terkejut hingga memuntahkan darah. Tubuhnya kaku, tak bisa digerakkan. Racun mulai bereaksi, dan tubuh serta jiwanya hancur perlahan-lahan. Tidak ada rasa sakit, tapi kematian sudah menunggu.

******

Jangan lupa like dan komen ya!

1
Hary
BUNUH SAJA BAPAK ANJING ITU
Nanik S
Kenapa kakeknya juga memusuhi Erlang Xuan
Fatur Fatur
cepat bantai utusan kematian itu thor bikin mcnya serap kekuatan utusan kematian itu thor
Nanik S
Urusan kematian kena Gertak Erlang Xuan.. takut juga🤣🤣🤣
Nanik S
Semua orang punya Iblis hari...
Nanik S
Ternyata Erlang Xuan keturunan Ras Elf
Fatur Fatur
cepat hancurkan Klan shen dengan rata Thor sebelum itu bikin mcnya berbuat permainan masukan patriak klan shen ke daftar buronan siapa pun yang berhasil membunuh patriak klan shen itu akan mendapatkan ratusan milyar batu spritual bikin mcnya tidak perlu mengotori tangannya Thor bikin sekutunya sendiri patriak klan shen yang membunuh Thor hahaha
Nanik S
Lanjutkan
Fatur Fatur
cepat bantai leluhur shen itu dengan cara paling kejam Thor jadikan tubuhnya jadi boneka perang mcnya Thor
Pena_Novel: sabar, MC belum sampai di klan Shen 😁
total 1 replies
Nanik S
Lanjutkan Tor
Nanik S
Untung tidak dibunuh dengan Erlang Kuan
Nanik S
Leluhur Zhang kurang kerjaan saja
Fatur Fatur
cepat hancurkan klan gu Thor bantai semua anggota klanya bantai juga jenius klan gu yang ingin di jodohkan untuk istri mcnya
Nanik S
Makasih Tor sudah up 🙏
Nanik S
Erlang Kuan...
Nanik S
Selang Xuan ternyata Pengacau Takdir
Fatur Fatur
cepat bantai musuhnya dan ambil elemen musuhnya
Nanik S
Siapa orang mengendalikan kekuatan Ming
Nanik S
Siapa lagi yang mencurigakan Takdir Erlang Xuan
azizan zizan
ini cerita sampah apa Nih...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!