NovelToon NovelToon
Obsesi Raviel

Obsesi Raviel

Status: sedang berlangsung
Genre:Obsesi / Ibu Mertua Kejam / Pernikahan Kilat / Hamil di luar nikah / Mafia / Iblis
Popularitas:2.4k
Nilai: 5
Nama Author: his wife jay

Sejak kelas satu SMA, Raviel Althaire hanya mengamati satu perempuan dari kejauhan. Tidak mendekat, tidak memiliki, hanya menyimpan rasa yang perlahan berubah menjadi obsesi.
Satu malam yang seharusnya dilupakan justru menghancurkan segalanya. Pagi datang bersama tangis dan kepergian tanpa penjelasan.
Saat identitas gadis itu terungkap, Raviel sadar satu hal—perempuan yang terluka adalah orang yang selama ini menguasai pikirannya.
Sejak saat itu, ia tidak lagi mengagumi.
Ia mengikat.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon his wife jay, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tanpa judul (4)

...SELAMAT MEMBACA SEMUANYA SEMOGA KALIAN SUKA...

Nara berdiri di depan gerbang kampus sambil menatap jalanan yang mulai padat oleh kendaraan. Di sampingnya, Tasya sibuk menunduk menatap layar ponselnya tanpa henti. Saat ini mereka sedang menunggu taksi yang sudah dipesan beberapa menit lalu.

Keputusan pergi ke mal datang begitu saja. Beberapa menit yang lalu, Nara menerima pesan dari seorang pelanggannya yang mengatasnamakan Perusahaan Althaire. Kue pesanannya harus diantar hari ini, karena acara akan dimulai malam nanti. Lebih mengejutkannya lagi, Nara juga diundang untuk hadir, dengan izin langsung dari sang bos, bahkan diperbolehkan membawa satu orang teman.

“Taksinya kok lama banget sih," gumam Tasya kesal sambil melipat tangan di dada.

“Sabar dong, Sya. Kita baru aja pesan,” jawab Nara heran.

“Gimana nggak nggak sabar? Kita diundang ke perusahaan Althaire, loh, Ra. Gila, itu perusahaan besar!” ucap Tasya antusias.

Nara menghela napas kecil.

“Gue bakal tampil cantik di sana. Pasti banyak cowok ganteng, kan?” lanjut Tasya dengan mata berbinar.

“centil banget nih anak,” celetuk Nara datar.

“Harus dong,” sahut Tasya tanpa rasa malu.

Tak lama kemudian, sebuah taksi berhenti tepat di depan mereka.

“Itu taksinya sudah sampai. Ayo, kita ke mal dulu. Jangan sampai telat. Acaranya mulai jam delapan malam, dan kita harus udah sampai sebelum para tamu datang,” ujar Nara sambil melangkah lebih dulu.

“Yaudah ayo! Gue udah nggak sabar,” kata Tasya bersemangat.

Dengan perasaan campur aduk—antara gugup, dan mereka berangkat menuju mal untuk mencari dress yang akan dikenakan malam nanti.

★★★

Setelah menghabiskan waktu berjam-jam di mal, Nara dan Tasya akhirnya sepakat pada pilihan mereka. Keduanya mengenakan gaun hitam dengan potongan sederhana namun terlihat elegan—model yang berbeda, tetapi sama-sama menonjolkan kesan anggun.

Gaun Nara menjuntai lembut hingga betis, dengan garis leher sederhana yang mempertegas siluet tubuhnya. Rambutnya disanggul rapi, menyisakan beberapa helai yang membingkai wajahnya dengan lembut. Sementara itu, Tasya memilih gaun hitam berpotongan lebih modern, menampakkan kesan percaya diri dan berani yang begitu melekat pada dirinya.

Keduanya tampak sama-sama memukau.

Karena tak ingin memicu amarah bundanya, Nara memutuskan untuk menginap di rumah Tasya malam itu. Ia tahu betul, pulang dengan penampilan seperti ini hanya akan memancing masalah baru, meski menurutnya penampilannya masih tergolong wajar.

“Waw… kita kayak princess , nggak sih?” ujar Tasya sambil berkaca, matanya berbinar.

“Tapi sumpah, gue sampai pangling sama lo,” lanjut Tasya antusias. “You look so beautiful.”

Pipi Nara sedikit memanas mendengarnya. “Jangan lebay deh, tapi kamu juga beneran cantik banget aku sampai kaget."

Tasya tertawa. “Gue yakin anak lo nanti kalau cewek, pasti cantik.”

Refleks, Nara menatap perutnya sendiri. “Perut aku kelihatan gendut nggak, sih?”

“Ck! Lo itu baru beberapa minggu hamil. Masa udah gede?” Tasya menoyor pelan dahi Nara.

“Hehe… maaf,” gumam Nara diiringi tawa kecil

Mereka lalu bersiap membawa pesanan kue. Masing-masing mengangkat beberapa boks berisi cake yang tertata rapi, lapisan krim lembut terlihat samar dari kemasan transparan.

“Ini keliatan enak banget,” komentar Tasya sambil melirik boks di tangannya.

“Fokus, Sya,” balas Nara sambil tersenyum. “Jangan sampai rusak.”

“Let’s go, girl. Kita berangkat ketemu para cogan,” ujar Tasya penuh semangat.

“Kamu makin lama makin nggak waras,” sahut Nara, meski bibirnya melengkung tipis.

Mereka memasukkan boks-boks itu ke dalam taksi yang telah menunggu.

“Pak, ke alamat ini ya,” ucap Nara sopan.

“Siap, Neng,” jawab sopir itu.

Mobil pun melaju, membawa mereka menuju malam yang tanpa disadari akan menjadi titik penting dalam hidup Nara.

 

1
Nurmalia Lia
ditunggu up ny Thor semangat 💪 suka dgn karya mu😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!