NovelToon NovelToon
Gadis Cantik Kesayangan Badboy

Gadis Cantik Kesayangan Badboy

Status: sedang berlangsung
Genre:Bad Boy / Cintamanis / Cintapertama / Romansa
Popularitas:28.4k
Nilai: 5
Nama Author: lily_27

"Karena Lo udah nyuri first gue dan juga lancang nyium pipi gue, jadi Lo mulai sekarang jadi milik gue" kalimat yang diucapkan seorang pemuda tampan yang biasa di sapa Lio sembari menatap lekat wajah Lisna.

"Ha?" Pekik Lisna.

"Gada penolakan, Lo udah lancang cium bibir gue. Siapapun yang berani nyentuh bibir gue, maka dia harus jadi milik gue!"

***

"Mulai detik ini Lo milik gue!"

***

"Lagian kemarin Lo duluan yang nembak gue, jadi kenapa sekarang Lo nolak?" Tanya Lio.

"Gue gabut doang kemarin" ketus Lisna menyesali kebegoannya.

"Gak perduli Lo gabut atau gak, Lo udah nembak gue dan Lo harus jadi milik gue! Lo juga udah cium gue, jadi Lo harus tanggung jawab menjadi pacar gue mulai hari ini!" Titah Lio tidak menerima penolakan.

"Gada hukuman lain gitu?" Tawar Lisna.

"Hukuman lainnya, Lo jadi cewek gue! Hukuman utamanya, Lo milik gue! Masih pengen yang lain? Hukuman cadangannya, Lo jadi pacar gue! Ngerti Lo?" Jawab Lio tersenyum miring.

follow lily27

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon lily_27, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

jelita

1 Minggu kemudian.

Siang ini, Lisna pergi ke bandara untuk menjemput adik laknatnya, Jelita yang di kabari akan pulang kembali hari ini ke Indonesia.

Kedua orang tua Jelita sudah mengabari Lisna kalau Jelita tiba hari ini di Indonesia. Gadis itu benar-benar menepati janjinya untuk kembali ke Indonesia supaya bisa tinggal bareng lagi dengan Lisna.

Sepulang dari sekolah, Lisna langsung mengusir pacarnya dari apartemen. Lisna tidak ingin pacarnya itu ikut menjemput Jelita, malas aja pikirnya. Nanti yang ada mereka malah keluyuran, taulah Lio gimana kalau udah sama kekasihnya, wkk.

Setelah Lio pulang dari apartemennya, Lisna langsung meluncur ke bandara tanpa memberi tahu pemuda itu bahwa hari ini Jelita tiba. Jika diberitahu, sudah pasti Lio-nya itu akan memaksa ikut untuk menemani Lisna. 

Lisna tiba di bandara pukul tiga sore, setibanya di sana, seorang gadis cantik yang ternyata sudah menunggu langsung menghampirinya.

"Woi kakak luknut gue, apa kabar lo njir. Makin kurusan lo" pekik Jelita, adik sepupunya Lisna itu.

"Adek tai memang, ngapain Lo balik lagi kesini? Udah bagus di luar negeri aja, malah pulang lagi" Ketus Lisna.

"Aelah, gak seneng Lo kak? Harusnya lo seneng dong, adek lo yang cantik paripurna dan baik hati ini pulang" narsis Jelita.

"Bacot" sinis Lisna.

"Dih. Eh btw om sama Tante kapan balik dari luar kota?" Tanyanya.

"Mana gue tau, biarin aja mereka lama-lama di sana. Biar gue bebas" ucap Lisna tersenyum sumringah.

"Anak durhaka Lo, gue aduin lo entar sama Tante sama om" 

"Bodo. Ayok njir, kita langsung balik ke apartemen gue aja" ajak Lisna.

"Kita gak tinggal di rumah, kak?" tanya Jelita.

"Gak usah, di apartemen aja biar deket ke sekolah" jawab Lisna.

"Bang Bara kemaren berapa hari di sininya, kak?" Tanya Jeli lagi.

"Cuman tiga hari doang, habis itu dia langsung balik lagi ke luar kota. Tapi si cunguk Jonathan tinggal di sini" jawab Lisna.

"Ck. Cekcok mulu nih ntar kalau ketemu sama si Jo. Tapi btw gue kangen sama tu curut" ucap Jelita tersenyum kecil.

"Yaudah, yuk balik" ajak Lisna.

Keduanya lalu masuk ke dalam mobil karena Lisna menjemput adiknya itu menggunakan mobil. Tadinya dia mau bawa motor tapi koper adiknya besar, jadinya dia membawa mobil saja menjemput sang adik menyebalkan itu.

"Gimana sekolah di sini, kak? Seru, gak?" Tanya Jelita.

"Gada seru-serunya, ngebosenin malah" jawab Lisna malas.

"Besok gue langsung masuk sekolah dah, lagian juga udah di urus papa dari sana" ucap Jelita antusias ingin langsung sekolah besok bersama Lisna dan si curut Jonathan.

"Seneng Lo?" cibir Lisna.

"Seneng dong kak, btw ada cogan gak, kak?" Heboh Jelita.

"Cogan cogan,  perasaan otak Lo isinya cogan mulu, dah. Baru juga Lo datang tapi udah mikirin cogan" ketus Lisna.

"Aelah kak, namanya juga normal" cibir Jelita.

Lisna hanya mendelik mendengar ucapan adiknya itu, normal apanya. Baru juga back udah langsung nyari cogan wkwk, kakak sama adik sama saja. Sama-sama gak beres wk. Bedanya kakak nyebelin tingkat dewa, jika adik entahlah gimana, baru datang soalnya.

Empat puluh menit berkendara, keduanya lalu tiba di apartemen milik Lisna. Lisna dan Jovi langsung masuk ke kamar apartemen Lisna, hari sudah mulai sore.

"Capek banget gue, remuk ni badan naik pesawat tiduran mulu" Jelita menghempaskan tubuhnya di sofa.

"Jadi besok Lo langsung sekolah, gak istirahat dulu gitu?" Tanya Lisna.

"Iyalah. Malas gue di sini diam aja nanti" jawab Jelita.

"Gak capek Lo naik pesawat 18 jam, masa langsung sekolah" ucap Lisna.

"Capek sih, tapi gue oke"

"Lo udah punya pacar belum, kak?" Kepo Lita.

"Ada. Namanya Arselio, ganteng tapi ngeselin. Dia ketua geng, nama geng mereka Alaska kalau gak salah. Wakilnya namanya Galendra, cowok tampan dan kalem, gak kayak si Lio cowok gue itu nyebelin banget. Si Lio temannya tiga sekarang, Galen Arga sama si cunguk Jo juga jadi sahabat Lio sekarang, bahkan jadi anggota inti Alaska juga" curhat Lisna.

"Berarti ada tiga cogan, kak? Wuih berarti bisa dong, satunya buat gue" heboh Lita.

"Dih. Besok Lo liat, pokoknya cowok yang namanya Galendra itu Lo jangan deketin. Siapa tau bisa buat gue, hehe. Lo deketin Arga atau si Lio aja, Galen jangan! Itu milik gue" ucap Lisna terkekeh kecil. 

"Iya-iya, btw cowo lo yang Lo bilang ngeselin itu namanya siapa, tadi? Gue lupa" tanya Lita menepuk keningnya.

"Namanya ARSELIO, dia ketuanya. Wakilnya si GALENDRA, cowok yang gue suka xixix. Nama kedua temannya yang lain ARGANTA, dan sicunguk JONATHAN! Besok deh gue tunjukin sama Lo" decak Lisna memperjelas kembali ucapannya.

"Ok, gue udah ingat hhe" ucap Lita nyengir.

Lisna hanya mendengus, baru juga bocil tapi adik luknutnya itu sudah pikun.

"Jadi gak sabar gue, tapi kak kenapa Lo gak suka sama yang ketuanya itu, yang mana adalah pacar Lo sendiri?" Heran Lita.

"Ngeselin soalnya, pemaksa lagi. Dia terus maksa gue nurut sama dia, dia juga gak bolehin gue bawa motor ke sekolah lagi. Harus sama dia! Nyebelin gak, sih" sungut Lisna.

"Jadi ceritanya lo udah jadi pacarnya si Arselio itu tapi Lo gak cinta sama dia, kak?" Cengo Lita.

"Iya. Ganteng si memang tapi gue gak like, gue maunya si Galen" ucap Lisna tapi tak serius, entahlah apa di otak gadis tengil itu.

"Ya udah, kasi aja sama gue Arselio nya kak" ucap Lita terkekeh kecil.

"Kalau dia mau sama lo, ambil aja. Asal jangan Galen, hehe" ucap Lisna nyengir.

"Oke deh. Gue coba, tapi kalau dia cintanya sama Lo gue bisa apa kak?" Tanya Lita bingung.

"Ya, Lo berjuang makanya. Biar dapet" sinis Lisna.

"Tetap aja, kita liat nanti deh. Gue liat dulu gimana orangnya. Kalau dia ternyata perhatian sama Lo, gue gak akan deketin dia. Gue deketin temannya yang satu lagi aja" ucap Lita terkekeh kecil.

"Terserah lu aja, yang penting Jangan Lio, eh Galen maksudnya" balas Lisna kikuk.

Lita mendengus, dia tau pasti kakaknya itu gak serius ngomong dan dia juga yakin pasti Lisna suka sama pacarnya itu. Gak mungkin mau jadi pacarnya Lio kalau gak suka, kan?

"Trus, Lo kenapa bisa pacaran sama Lio itu kalau Lo gak suka sama dia, kak?" Tanya Lita.

"Gue di paksa, jadinya nurut aja lah. Gue nolak juga percuma" jawab Lisna bohong. 

Padahal dia mau karna takut Lio memberi tahu semua siswa-siswi di sekolah itu bahwa dia lancang mencium pipi pemuda itu.

"Gak jelas" cibir Lita.

"Memang gak jelas, namanya juga hidup" ucap Lisna terkekeh kecil.

"Ok dah. Masih pukul lima sore, kita ngapain aja nih, kak?" Tanya Lita.

"Ngapain, tidur aja Lo. Gak capek apa naik pesawat dari London ke mar? Jauh pula" ucap Lisna.

"Di pesawat juga gue tidur sampai nyampe di bandara, tidur mulu juga bosan kak" balas Lita.

"Jalan-jalan sore aja, ayok. Mau gak Lo?" ajak Lisna.

"Naik motoran, kak?" Tanya Lita antusias.

"Iya, gue yang bawa. Kita keliling-keliling aja cari angin" jawab Lisna.

"Yuhui, akhirnya kita motoran bareng lagi. Let's go kakak laknat, gue" ucap Lita antusias.

Lisna mendelik mendengar ucapan adiknya itu yang mengatainya kakak laknat, padahal dia sendiri yang adik laknat, haha. Sama-sama laknat gak usah treak-treak. 

Keduanya jalan-jalan keliling kota hingga pukul 8 malam, keduanya baru pulang setelah merasa puas motoran bareng.

Sepulang dari main-main, Lisna dan Jelita langsung mandi dan masuk kamar masing-masing. Karena di apartemen Lisna ada tiga kamar, jadi bisa satu untuk Lita dan untuk tamu jika ada yang mau nginap di apartnya.

Jelita sebenarnya merengek minta sekamar dengan kakaknya itu, tapi Lisna menolak. Karena adiknya itu tidurnya sangat lasak, bisa-bisa dia tidur di lantai nanti karena di tendang oleh adiknya itu. Dulu saat masih SD, keduanya sering tidur bareng dan Lisna selalu menjadi korban tendangan maut adik luknut nya itu.

****

1
Noey Aprilia
Hai kk....
udh mmpir....
tp ko blm up y????
Chung Chung
Napa x up cerita
ANGEL CANTIK 46
buruan up lagi kak
merry jen
busett pasukan rey cm 5 orgg sdgkn pasukan Lio 30 orgg 😂😂😂😂bnr bnr yy
ANGEL CANTIK 46
ceritanya hampir mirip kayak al ma aini ya kak tapi nie ceweknya gak terlalu judes..hehehe
ANGEL CANTIK 46: makanya kak buruan up yang bnyak jangan lama"...kalo kelamaan aku mau pindah ke tetangga sebah ajah🤭
total 2 replies
ANGEL CANTIK 46
nie juga seru kak up yang banyak lagi ya kak pokok semuanya the best abis kak😘
Alex
lanjut Thor bgus" ceritny, aku ngikutin semuanya🥰
Lily_27: siapp, terimakasih udah mampir
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!