NovelToon NovelToon
Aturan Main Sang CEO

Aturan Main Sang CEO

Status: tamat
Genre:Obsesi / Identitas Tersembunyi / Pernikahan Kilat / CEO / Office Romance / Balas Dendam / Tamat
Popularitas:31.6k
Nilai: 5
Nama Author: Ariska Kamisa

Lyra Graceva hanyalah seorang sekretaris teliti yang hidup dalam bayang-bayang trauma ibunya dan status "anak haram". Namun, dunianya runtuh sekaligus bangkit saat bosnya yang obsesif, Sean Nathaniel Elgar, menjeratnya dalam sebuah pernikahan kontrak yang berubah menjadi kepemilikan mutlak. Di balik gairah panas dan sikap posesif Sean, tersembunyi rahasia kelam masa lalu yang melibatkan kedua orang tua mereka. Lyra yang awalnya rapuh, bertransformasi menjadi "Ratu" yang dingin demi membalaskan dendam ibunya dan mengungkap kebenaran tentang asal-usulnya, sementara Sean bersumpah akan menghancurkan siapa pun—termasuk keluarganya sendiri—demi menjaga Lyra tetap di sisinya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ariska Kamisa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

31. Perburuan di Ujung Dermaga

Suara sirine ambulans mulai terdengar di kejauhan, namun bagi Sean Nathaniel Elgar, suara itu hanya gangguan. Matanya berkilat dengan kegelapan yang belum pernah dilihat Lyra sebelumnya. Ia menatap mayat Gunawan Wijaya satu kali lagi, lalu beralih ke arah jendela yang hancur.

"Arsen, awasi Lyra dan Hana. Jangan biarkan siapa pun masuk kecuali timku!" perintah Sean dengan nada otoritas mutlak.

Tanpa menunggu jawaban, Sean melesat keluar. Mobil sport hitamnya menderu di halaman klinik, bannya mencit keras saat ia memacu kendaraan itu keluar menuju jalan raya, mengejar mobil Vasco yang terlihat di ujung jalan.

Beberapa menit setelah Sean pergi, dua mobil mewah lainnya masuk ke halaman klinik dengan terburu-buru. Edward Elgar dan Kirana turun dengan wajah yang sangat pucat. Kirana langsung berlari masuk ke dalam paviliun, diikuti oleh Edward yang tampak gemetar.

"Lyra! Arsen!" teriak Kirana.

Di dalam ruangan yang bersimbah darah, Kirana terpaku melihat pemandangan tragis itu. Namun, matanya segera tertuju pada sosok pria tinggi yang berdiri di samping Lyra. Pria itu, Arsen, perlahan memutar tubuhnya.

"Ibu..." bisik Arsen, suaranya yang biasanya dingin mendadak serak.

Kirana menutup mulutnya dengan tangan, air matanya tumpah seketika. Ia berlari dan menghambur ke pelukan Arsen, mendekap putra kandungnya yang selama puluhan tahun ia sembunyikan di Singapura demi melindunginya dari Martha.

"Anakku... Arsen... kau di sini," isak Kirana, ia memeluk Arsen seolah takut pria itu akan menghilang lagi.

Arsen membalas pelukan ibunya dengan sangat erat. Di tengah bahunya yang bidang, Kirana merasa aman untuk pertama kalinya setelah sekian lama. Arsen mencium kening ibunya, mencoba menyalurkan kekuatan. Di sisi lain, Edward Elgar berdiri terpaku, menatap Arsen—putra kandungnya—dengan pandangan yang dipenuhi rasa bersalah dan kerinduan yang amat dalam.

"Arsen... maafkan aku," gumam Edward lirih.

Arsen melirik Edward sejenak, ada kilatan emosi di matanya, namun ia menahannya. Ia melepaskan pelukan ibunya perlahan. "Ibu, Ayah... tolong jaga Lyra dan Ibu Hana di sini. Polisi dan tim medis sedang dalam perjalanan."

"Kau mau ke mana, Arsen?" tanya Lyra sambil memegang tangan kakaknya itu.

"Sean sendirian mengejar Vasco. Pria itu tidak terkendali sekarang. Jika aku tidak menyusul, dia bukan hanya akan membunuh Vasco, tapi dia juga bisa menghancurkan dirinya sendiri dalam kemarahan itu," Arsen mengambil kunci motor dari saku jaket taktisnya.

Arsen menoleh ke arah Edward, memberikan tatapan yang sangat serius. "Jaga mereka, Tuan Elgar. Jangan biarkan satu pun pengikut Martha atau Vasco menyentuh mereka lagi."

Tanpa menunggu balasan, Arsen berlari keluar. Mesin motor trail-nya menderu kencang, membelah hujan yang mulai turun deras, menyusul jejak Sean menuju kawasan pelabuhan tua Jakarta.

Di jalanan menuju dermaga, Sean memacu mobilnya hingga kecepatan maksimal. Di depannya, mobil SUV perak milik Vasco meliuk-liuk menghindari kendaraan lain. Sean tidak peduli pada keselamatan dirinya. Ia menabrakkan bagian depan mobilnya ke bumper belakang Vasco berkali-kali, mencoba memaksanya keluar dari jalan.

"Kau tidak akan lolos, Vasco!" teriak Sean di dalam kemudi yang bergetar.

Hingga akhirnya, di sebuah area dermaga yang sepi dan dipenuhi peti kemas, mobil Vasco tergelincir dan menghantam tumpukan kayu tua. Vasco merangkak keluar dengan napas tersengal, masih mendekap tas berisi dokumen aset Wijaya Group yang ingin ia curi.

Sean turun dari mobilnya, berjalan perlahan dengan pistol yang terarah lurus. Wajahnya basah oleh hujan, namun matanya tetap fokus membidik. "Berdiri, Vasco. Berdiri dan hadapi aku seperti pria, bukan seperti pengecut yang menembak pamannya sendiri dari belakang."

Vasco tertawa getir sambil mencoba berdiri, tangannya yang berdarah meraih pistol di pinggangnya. "Kau pikir kau pahlawan, Sean? Kau hanya putra dari seorang pembunuh! Darah Martha ada di nadimu! Kau dan aku sama saja!"

"Mungkin benar," desis Sean, jarinya mulai menarik pelatuk. "Itulah kenapa aku tahu persis betapa menyakitkannya peluru yang akan menembus jantungmu nanti."

Tepat saat Sean akan menembak, sebuah sorot lampu motor menyilaukan pandangan mereka. Arsen tiba, menghentikan motornya dengan manuver tajam dan langsung turun dengan senjata teracu.

"Sean! Jangan lakukan di sini! Polisi butuh dia hidup untuk membongkar jaringan Martha!" teriak Arsen di tengah deru hujan.

"Dia membunuh Gunawan di depan Lyra, Arsen! Dia membuat Hana trauma lagi!" raung Sean tanpa menurunkan senjatanya. "Pria ini harus mati!"

Arsen melangkah mendekati Sean, menempatkan dirinya sedikit di depan agar Sean tidak langsung menembak. "Jika kau membunuhnya sekarang tanpa bukti yang sah, posisimu akan terancam, dan Lyra akan kehilangan suaminya. Kau ingin meninggalkannya sendirian lagi?"

Mendengar nama Lyra, tangan Sean sedikit bergetar.

Vasco yang melihat celah itu, mencoba melepaskan tembakan ke arah Arsen.

"ARSEN! AWAS!" teriak Sean.

DOR!

Suara tembakan meletus, bergema di antara peti kemas yang dingin. Kali ini, bukan hanya soal harta atau rahasia, melainkan soal nyawa yang dipertaruhkan di bawah guyuran hujan badai.

1
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
maaf Thor kebanyakan drama masalahnya ga habis² jadinya kerasa blunder jadi aku stop bacanya sampe sini.🙏
Ariska Kamisa: terimakasih kak 🙏🙏🙏
total 1 replies
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
kebiasaan Arsen suka jadi penyelamat tapi ujung²nya kecolongan terus menjadikan nyawa yang lain dalam bahaya... hadeuuhh sok patuh aturan hukum.🤣🤣
Ariska Kamisa: terimakasih kakak🙏🙏
bisa baca ceritaku yang lainnya yang mungkin tidak menguras emosi kakak nya...🙏🙏🙏
total 1 replies
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
ini kan yang kalian mau Arsen Lyra agar terbebas dari Sean karna merasa terpenjara padahal dia melakukannya demi kalian sekeluarga tapi masih saja sok egois bertindak tanpa berpikir semua pengorbanan Sean.
mungkin dia salah karna terlalu protektif tapi lihat lah sekarang kalian bisa bebas seauai keinginan kalian dari belenggu Sean dengan dia mengorbankan lagi nyawanya sendiri.🤦‍♀️
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
hadeeuuhh dramanya ga tepat, sudah tau darirat masih di kasih peluang buat penjahat.
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎: untung ga esmosi sampe darting aku.😄😄
total 2 replies
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
ya ampuunn Author mengorbankan Gunawan dengan ajalnya.🫣
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎: iya takdir dari ide Authornya.👍🤣🤣
total 2 replies
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
berarti Arsen kakanya Sean kah atau adiknya.
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
ujian penjahat sudah mulai di basmi, terus sekarang bakal ada apa lagi ya... jawabannya cuma Author yang tau.🤭🤭🤭
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
Lyra ngapain nyalahin Sean juga, dia ga bersalah bahkan dia sudah banyak.berkorban buat kamu dan ibumu masa masih saja tutup mata hati kamu, ga adil buat Sean... justru kamu egois kalau menyalahkan Sean karna dosa ibunya sedangkan Sean sudah kamu lihat sendiri gimana dia.
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
syukurlah satu persatu kebohongan terbongkar dan penjahatnya tertangkap... tinggal Martha aja yang belum tuh... 😄😄😄
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
yuhuuu... aku suka banget drama kehancuran Celia dan Diana.😄😄😄
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
buka lembaran baru dengan suasana hati yang baru.🤭🤭
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
Depresinya Bu Hana masih bisa melihat ketulusan seorang Sean.👍👍
tinggal menunggu gimana tuh nasih siluman sama demit ntar setelah apa yang akan pak Gunawan lakukan setelah tau keburukan istri dan anaknya.
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
Suami dan menantu idaman Sean, meskipun arogan tapi setiap perjuangan mu untuk Lyra luar biasa.👏👍👍
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
nah kan bener tebakanku kali ini kalau Lyra sama siluman Celia sodara tiri... 🤣🤣
pantes angkuh dan kayak benci banget sama Lyra waktu di kantor... tingkahnya sombong kayak emak bapaknya kali.🤭🤭
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
Sean 👍👍👍
cukup beri kepercayaan sama Lyra semoga dia bisa jaga diri dan kepercayaanmu dan kamu coba sedikit merubah sifat over protektifmu.
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
Sean gentayangan terus kayak bayangan... tau aja Lyra di mana.👍🤣🤣
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
hubungan lumayan rumit semoga Sean dan Lyra bisa bersama² berjuang dan bu Kirana bisa menerima Sean lagi... dan kalau suatu saat kamu bisa dapatin Lyra lagi jangan kekang trrus Sean karna Lyra istrimu bukan boneka mu yang terlalau posesif dan protektif tanpa membiarkan Lyra bernafas.
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
duuuhhh legaknya.. 🤭🤭
ternyata tebak²an buah manggisku salah.😄😄😄
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
kayaknya Sean bukan anak kandung Edward tapi anak Martha dari pria lain makanya dulu ortu mereka menjodohkan untuk menutupi rahasia kehamilan Martha termasuk keluarga Martha sendiri... tanpa keluarga Edgar tahu.🤔
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
hmm... ternyata Martha cuma menantu toh di kiraiiinnn.... beneran nyonya besaarr ternyata cuma besar numpang doang.🤣🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!