"Di dunia para penguasa, segalanya bisa dibeli—termasuk keturunan. Namun, apa jadinya jika rahim yang disewa justru membawa cinta yang tak terduga?"
Adrian Ardilwilaga adalah definisi sempurna dari kekuasaan dan kekayaan. Sebagai CEO Miliarder dari Ardilwilaga Group, ia memiliki segalanya, kecuali satu hal yang sangat dituntut oleh dinasti keluarganya: seorang pewaris. Pernikahannya dengan Maya Zieliński, wanita sosialita kelas atas yang anggun namun menyimpan rahasia kelam tentang kesehatannya, berada di ambang kehancuran karena tekanan sang mertua yang otoriter.
Demi menjaga status dan cinta Adrian, Maya merancang sebuah rencana nekat—sebuah kontrak rahim ilegal. Pilihan jatuh kepada Sasha Vukoja, seorang mahasiswi seni berbakat asal Polandia yang sedang terdesak kesulitan ekonomi. Sasha setuju untuk menjadi ibu pengganti, tanpa pernah menyangka bahwa ia akan jatuh hati pada sang pemberi kontrak.
Ketegangan memuncak saat Arthur, sang pangeran mahkota, lahir.Bagaimana kelanjutannya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Alvaraby, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bayang-bayang dari Masa Lalu
Kegelisahan Maya tidak lagi bisa disembunyikan di balik riasan wajahnya yang sempurna. Sejak pertemuan di jamuan makan malam itu, pesan-pesan gelap mulai masuk ke ponsel pribadinya, nomor-nomor yang tidak dikenal namun membawa kata-kata yang sangat akrab di telinganya. "Emas yang kamu curi tidak akan bisa menyembunyikan bangkai, May," begitu bunyi salah satu pesannya. Maya tahu itu adalah gaya bahasa Reza—puitis namun mematikan, persis seperti pria yang dulu pernah sangat memujanya di bawah hujan kota London.
Reza Mahardika bukan sekadar musuh bisnis biasa yang bermain di angka dan saham; dia bermain di ranah psikis. Di kantor pusat Ardilwilaga Group, Adrian mendapati bahwa Reza telah menyabotase tender pembangunan pelabuhan baru di Surabaya dengan cara yang sangat personal. Reza memberikan penawaran yang hanya selisih satu angka di bawah Adrian, seolah dia memiliki akses langsung ke dalam brankas pikiran Adrian. Ketegangan ini membuat Adrian terjepit dalam paranoia. Ia mulai mencurigai orang-orang terdekatnya, bahkan ia mulai meragukan loyalitas Maya yang tampak semakin tertutup dan sering menghabiskan waktu di kamar dengan pintu terkunci.
Di tengah tekanan itu, bayangan Sasha kembali muncul sebagai satu-satunya tempat pelarian dalam benak Adrian. Namun, ia tidak tahu bahwa Reza telah melangkah jauh lebih depan. Reza mulai menyewa detektif internasional untuk melacak arus kas keluar dari rekening pribadi Maya selama satu tahun terakhir. Sebagai mantan kekasih yang pernah hidup dalam kemiskinan bersamanya, Reza tahu betul bagaimana cara Maya menutupi jejak finansialnya. Ia menemukan sebuah aliran dana yang janggal menuju sebuah klinik fertilitas di Singapura, lalu sebuah transfer rutin yang cukup besar ke sebuah akun bank di Warsawa, Polandia.
Adrian yang saat itu sedang berada di ruang kerjanya, dikagetkan oleh sebuah paket anonim yang diletakkan di atas mejanya. Di dalamnya bukan berkas tender, melainkan sebuah foto buram yang diambil dari jarak jauh di Warsawa. Foto itu menunjukkan Sasha yang sedang berjalan keluar dari sebuah galeri seni dengan wajah yang berseri. Namun, di balik foto itu terdapat tulisan tangan yang membuat jantung Adrian berdegup kencang: "Dia tampak bahagia tanpa beban rahasia yang kamu pikul. Berapa lama lagi kamu bisa membohongi dunia tentang ibu kandung Arthur?"
Adrian merasa dunianya runtuh. Ia menyadari bahwa Reza tidak hanya ingin menghancurkan bisnisnya, tetapi juga ingin membedah kehidupannya yang paling pribadi. Ia segera memanggil Maya ke ruang kerjanya, membanting foto itu ke atas meja dengan amarah yang meluap-luap. Maya hanya bisa membeku, wajahnya pucat pasi saat melihat foto Sasha berada di tangan Adrian. Ia sadar bahwa benteng yang ia bangun dengan penuh kepalsuan kini sedang dikepung dari segala penjuru oleh pria yang pernah ia khianati.
Reza sendiri duduk di kantornya yang megah, menatap cakrawala Jakarta dengan senyum yang dingin. Baginya, ini bukan sekadar tentang persaingan bisnis atau dendam masa lalu. Ia ingin melihat Maya jatuh dari tahta yang ia kejar dengan cara yang memalukan. Ia ingin Adrian menyadari bahwa pangeran mahkota yang ia banggakan lahir dari sebuah kebohongan yang dirancang oleh wanita yang ia cintai. Permainan ini baru saja memanas, dan Reza siap menarik pelatuk yang akan membawa Sasha kembali ke dalam pusaran konflik ini, menjadikannya senjata terakhir untuk menghancurkan dinasti Ardilwilaga hingga ke akarnya.