Lin Xuan, seorang pemuda dari keluarga cabang Klan Lin di Benua Azure yang memiliki "Akar Spiritual Cacat", selalu dihina dan ditindas. Saat sekarat karena dikhianati oleh tunangannya sendiri demi merebut harta peninggalan orang tuanya, darahnya tanpa sengaja membangkitkan Mutiara Kekacauan Primordial yang bersemayam di kalung usangnya. Mutiara ini tidak hanya memperbaiki akar spiritualnya, tetapi juga memberinya warisan teknik terlarang dari era sebelum alam semesta terbentuk. Inilah awal perjalanannya menentang Surga, membelah galaksi, dan menapaki jalan menuju keabadian.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bodattt, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 25: Rahasia Teratai Emas dan Undangan di Bawah Bulan
"Y-Yang Mulia Putra Mahkota!"
Jeritan panik dari dua pengawal lapis baja emas memecah keheningan alun-alun. Mereka melesat ke arah reruntuhan pilar, menggali tubuh Huangfu Yun yang tertimbun puing-puing giok. Pemuda yang beberapa menit lalu berdiri dengan keangkuhan seorang kaisar itu kini tampak menyedihkan; jubah emasnya robek, mahkotanya hancur, dan lengan kanannya patah tak berbentuk.
Seorang pria tua berjubah naga hitam, Utusan Utama Kekaisaran Naga Azure, bangkit dari kursi VIP-nya. Wajahnya bergetar menahan amarah yang meledak-ledak. Auranya di puncak Tahap Inti Emas menyapu seluruh alun-alun.
"Jian Wuji!" raung Utusan itu, menatap lurus ke arah Pemimpin Sekte Pedang Bintang. "Kekaisaran Naga Azure datang dengan niat baik untuk merayakan ulang tahunmu, tapi muridmu berani melumpuhkan pewaris takhta kami! Jika Sekte Pedang Bintang tidak menyerahkan nyawa bocah ini hari ini juga, Pasukan Kavaleri Naga Besi kami akan meratakan gunung ini hingga rata dengan tanah!"
Suasana seketika menjadi setegang busur yang ditarik maksimal. Ratusan murid Sekte Pedang Bintang tanpa sadar menghunus pedang mereka.
Jian Wuji menyipitkan matanya. Wajah tuanya kehilangan senyum ramahnya. Sebagai pemimpin salah satu dari Tiga Sekte Besar, ia bukanlah orang yang bisa diancam begitu saja. Terlebih lagi, matanya baru saja menyaksikan potensi mengerikan dari Lin Xuan.
Membunuh monster Setengah Langkah Inti Emas? Menghancurkan kultivator Inti Emas tingkat 2 dalam satu pukulan saat masih berada di Pembentukan Fondasi tingkat 6? Ini bukan lagi tingkat jenius, ini adalah monster tingkat anomali yang bisa mengangkat Sekte Pedang Bintang menjadi penguasa tunggal benua dalam seratus tahun ke depan!
"Utusan Zhao, jaga nada bicaramu," ucap Jian Wuji dingin, auranya di Tahap Nascent Soul (Jiwa Baru Lahir) meledak, langsung memadamkan aura Utusan Kekaisaran seperti air menyiram lilin. Pria tua berjubah naga hitam itu terhuyung mundur, memuntahkan setetes darah dari sudut bibirnya.
"Di dunia kultivasi, tinju menentukan kebenaran," lanjut Jian Wuji dengan nada absolut. "Putra Mahkota-mu yang menantang murid kami terlebih dahulu. Terluka dalam pertarungan adil antar-generasi muda adalah risiko yang harus ia tanggung. Jika Kekaisaran Naga Azure ingin memicu perang sektarian karena seorang pemuda yang tidak bisa menerima kekalahan... Sekte Pedang Bintang dengan senang hati akan menyambut pasukanmu."
Utusan Zhao menggertakkan giginya hingga berdarah, tetapi ia tidak berani membantah seorang kultivator Nascent Soul di markasnya sendiri. Ia memberi isyarat pada para pengawal. "Bawa Putra Mahkota! Kita kembali!"
Dengan tatapan penuh kebencian yang diarahkan pada Lin Xuan, rombongan Kekaisaran Naga Azure itu pergi meninggalkan alun-alun dengan aib yang tak akan pernah terhapus sejarah.
Master Puncak Lei Jiantian yang sedari tadi terdiam, wajahnya pucat pasi. Ia menyadari bahwa dengan potensi mengerikan yang baru saja ditunjukkan Lin Xuan, sekte akan melindunginya dengan segala cara. Balas dendam untuk Liu Cheng kini menjadi angan-angan kosong.
Lin Xuan sendiri sama sekali tidak peduli dengan intrik politik monster-monster tua ini. Ia menarik Pedang Pembelah Kekacauan dari lantai giok, menyarungkannya ke punggung, dan melirik ke arah Mu Qingxue.
Tanpa banyak bicara, Lin Xuan berbalik dan berjalan menuruni alun-alun, kembali menuju Puncak Pedang Patah.
Mata kristal ungu Mu Qingxue mengikuti kepergian punggung tegap itu. Hatinya bergejolak. Dia bahkan tidak menoleh ke belakang... Pria macam apa sebenarnya dia?
"Pelayan Bayangan," bisik Mu Qingxue tanpa mengalihkan pandangannya. "Siapkan hadiah ulang tahun untuk Pemimpin Sekte Jian. Aku... punya urusan pribadi malam ini."
Tengah malam tiba. Puncak Pedang Patah kembali berselimut kesunyian dan aroma lumut.
Di ujung tebing yang menghadap langsung ke lautan awan yang disinari cahaya bulan purnama, Lin Xuan duduk bersila. Di atas pangkuannya terdapat kristal Inti Iblis Setengah Langkah Inti Emas yang kini ukurannya menyusut setengah setelah ia serap dua minggu lalu.
Tiba-tiba, telinganya menangkap suara langkah kaki yang seringan embun jatuh. Udara di sekitarnya seketika turun beberapa derajat, diiringi aroma bunga teratai es yang khas.
Lin Xuan membuka matanya. "Malam-malam berkunjung ke puncak buangan seorang pria sendirian... Ini bukan perilaku yang pantas untuk seorang Nona Suci dari faksi jalan lurus, bukan?"
Mu Qingxue melangkah keluar dari balik bayangan pohon pinus. Di bawah cahaya rembulan, tanpa cadar es yang menutupi wajahnya, kecantikannya benar-benar memabukkan—kulit seputih pualam, hidung mancung, dan bibir merah yang kontras dengan mata ungu kristalnya.
Gadis itu mendengus pelan, meski telinganya sedikit memerah. "Aku tidak datang ke sini untuk mendengarkan ejekanmu, Lin Xuan. Aku datang untuk menagih penjelasan."
Lin Xuan tersenyum tipis. Ia menepuk batu datar di sebelahnya. "Silakan duduk. Apa yang ingin kau ketahui?"
Mu Qingxue ragu sejenak sebelum akhirnya duduk di atas batu tersebut, menjaga jarak sekitar satu lengan dari Lin Xuan. Hawa panas yang samar memancar dari tubuh fisik primordia Lin Xuan entah mengapa membuat Qi Es di dalam meridian Mu Qingxue terasa nyaman.
"Teratai Emas Sembilan Daun yang kau berikan padaku di Hutan Iblis Azure," mulai Mu Qingxue, menatap lurus ke arah mata kelabu Lin Xuan. "Guruku, Pemimpin Istana Es Surgawi, telah terjebak di puncak Alam Nascent Soul selama dua ratus tahun karena meridian intinya membeku. Teratai itu seharusnya hanya cukup untuk menyelamatkan nyawanya dari retakan es."
Mu Qingxue menghela napas panjang, suaranya sedikit bergetar karena emosi. "Tapi... saat guruku memurnikan inti teratai itu, ia menemukan secercah energi asing yang luar biasa murni dan kuno tertinggal di sana. Energi itu tidak memancarkan panas, tapi ia 'menghancurkan' es abadi di tubuh guruku seperti menghancurkan ranting kering. Berkat energi itu, guruku tidak hanya sembuh, tapi ia berhasil menembus ke Alam Mahayana setengah bulan yang lalu."
Lin Xuan terdiam. Di dalam Dantiannya, Sang Demon Venerable tertawa puas. "Tentu saja! Meskipun aku hanya menggunakan Api Kekacauan untuk mencabut racun dari tubuhnya waktu itu, residu dari hukum Kekacauan pasti tertinggal di daun teratai yang berada di dekat kita. Untuk kultivator di benua udik ini, setetes Hukum Kekacauan adalah pencerahan surgawi!"
"Dan?" tanya Lin Xuan tenang, membalas tatapan tajam gadis itu.
"Guruku bilang, energi itu bukanlah sesuatu yang ada di alam fana kita," Mu Qingxue mencondongkan tubuhnya sedikit, matanya menyipit penuh kecurigaan namun juga kekaguman. "Siapa kau sebenarnya, Lin Xuan? Api abu-abu yang kau masukkan ke punggungku waktu itu... pedang raksasa tumpul yang bisa menghancurkan ilusi naga... kau bukan sekadar murid buangan dari klan kecil."
Lin Xuan tertawa pelan. Ia menoleh menatap lautan awan yang bergulung di bawah tebing.
"Jika aku bilang padamu bahwa aku adalah reinkarnasi dari iblis purba yang pernah membantai dewa-dewa di langit... apakah kau akan percaya padaku, Nona Mu?"
Mu Qingxue tertegun. Ia menatap wajah tampan pemuda itu dari samping. Ada kesunyian yang sangat dalam di mata Lin Xuan, sesuatu yang terlalu tua untuk dimiliki oleh pemuda berusia tujuh belas tahun.
"Aku mungkin tidak akan percaya pada dongeng dewa dan iblis," jawab Mu Qingxue pelan, "Tapi aku percaya pada apa yang kulihat. Dan aku melihat seseorang yang sendirian menantang dunia."
Angin malam berhembus pelan, menyibakkan rambut hitam Lin Xuan dan jubah sutra Mu Qingxue, membiarkan keduanya terdiam dalam harmoni aneh di bawah rembulan.
"Kekaisaran Naga Azure tidak akan membiarkan penghinaan hari ini berlalu begitu saja," ucap Mu Qingxue memecah keheningan, nada suaranya kembali serius. "Huangfu Yun adalah putra kesayangan Kaisar. Mereka memiliki tiga kultivator Alam Nascent Soul. Sekte Pedang Bintang mungkin bisa melindungimu di dalam gunung ini, tapi jika kau keluar, kau akan langsung diburu."
"Terima kasih atas peringatannya. Tapi aku tidak berencana bersembunyi di sini selamanya," jawab Lin Xuan santai.
"Aku tahu kau tidak akan," Mu Qingxue mengeluarkan sebuah perkamen kuno yang memancarkan cahaya biru redup dari cincinnya. "Karena itulah aku datang malam ini. Guruku ingin membalas budi atas 'energi misterius' di teratai itu. Tiga bulan lagi, di Lautan Pasir Kematian di wilayah barat, Makam Kaisar Kuno akan terbuka."
Mata Lin Xuan menyipit. "Makam Kaisar Kuno?"
"Ya. Itu adalah dimensi saku yang ditinggalkan oleh seorang kultivator dari Alam Abadi (Immortal Realm) puluhan ribu tahun lalu. Hanya mereka yang berada di bawah Alam Inti Emas yang bisa masuk, atau ruangannya akan runtuh. Kekaisaran Naga Azure, sekte ini, dan faksi iblis pasti akan mengirimkan para jenius mereka."
Mu Qingxue menyerahkan perkamen itu kepada Lin Xuan. "Ini adalah peta bagian dalam yang hanya dimiliki oleh Istana Es Surgawi. Jika kau berani... jadilah sekutuku di sana. Kita masuk bersama, dan aku akan membantumu menahan pembunuh bayaran dari Kekaisaran Naga Azure. Sebagai gantinya, jika kita menemukan Api Spiritual Kuno di sana, itu milik Istana Es Surgawi."
Lin Xuan menerima perkamen itu, jari-jarinya secara tak sengaja bersentuhan dengan jari Mu Qingxue yang dingin nan lembut. Keduanya menahan napas sejenak, namun tak ada yang menarik tangannya lebih dulu.
Lin Xuan tersenyum, kali ini sebuah senyuman tulus seorang petualang yang menemukan tantangan baru.
"Menjarah makam dewa kuno bersama seorang dewi es? Tawaran yang sulit ditolak, Nona Mu. Tiga bulan dari sekarang, aku akan menemuimu di gerbang Lautan Pasir Kematian."
dan kalau bisa update nya jangan lama lama