NovelToon NovelToon
Muara Hati Azalea

Muara Hati Azalea

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Naik ranjang/turun ranjang / Pengasuh
Popularitas:433.7k
Nilai: 5
Nama Author: Santi Suki

Seminggu kematian mertuanya, Azalea dijatuhi talak oleh Reza, dengan alasannya tidak bisa memberikan keturunan kepadanya. Padahal selama tiga tahun pernikahan, Reza tinggal di kota, sementara Azalea tinggal di kampung mengurus mertuanya yang sakit-sakitan.

Azalea yang hidup sebatang kara pun memutuskan untuk merantau ke kota mencari pekerjaan. Ketika hendak menyebrang, Azalea melihat gadis kecil berlari ke tengah jalan, sementara banyak kendaraan berlalu lalang. Azalea pun berlari menyelamatkan gadis kecil itu.

Siapa sangka gadis kecil itu adalah Elora, putri dari mendiang kakaknya yang meninggal tiga tahun yang lalu.

Enzo, mantan kakak iparnya meminta Azalea menjadi pengasuh Erza dan Elora yang kekurangan kasih sayang.

Di kota inilah Azalea menemukan banyak kebenaran tentang Reza, mantan suaminya. Lalu, tentang Jasmine, mendiang kakak kandungnya.

Ketika Azalea akan pergi, Enzo mengajaknya nikah. Bukan karena cinta, tetapi karena kedua anaknya agar tidak kehilangan kasih sayang.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Santi Suki, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 32

Seharusnya hari itu Enzo sudah kembali ke kantor setelah libur panjang hari raya. Beberapa proyek besar menunggunya, dan para direktur sudah berkali-kali mengirim pesan menanyakan kapan ia datang. Namun pagi itu, Enzo tetap duduk di kursi samping ranjang rumah sakit.

Enzo menatap ibunya yang masih terbaring dengan kaki kiri dipasangi penyangga. Wajah Mami Elsa tampak lebih pucat dari biasanya. Rambutnya yang biasa tertata rapi kini hanya disisir sederhana oleh perawat.

Ruangan itu sunyi. Hanya terdengar bunyi mesin monitor jantung yang berdetak stabil.

Azalea sudah pulang lebih dulu sejak pagi. Bukan karena ia lelah, melainkan karena anak-anak. Elora masih sering rewel jika bukan Azalea yang mendandani atau membuatkan makanannya. Gadis kecil itu bahkan sempat menangis ketika bangun dan tidak menemukan ibunya di samping tempat tidur.

Enzo menarik napas panjang. Lalu, menatap ibunya. “Mami harus berterima kasih kepada Lea.”

Mami Elsa tidak langsung menoleh. Tatapannya tetap lurus ke arah jendela.

“Dia sudah mendonorkan darahnya,” lanjut Enzo pelan. “Dia juga yang mengurus Mami semalaman saat Mami tidak sadar.”

Beberapa detik hening. Kemudian Mami Elsa memalingkan wajahnya ke sisi lain. “Dia tidak tulus melakukan itu,” katanya dingin. “Pasti ada maunya.”

Enzo menahan napas. Jawaban itu tidak mengejutkannya. Tapi tetap saja membuat dadanya terasa berat.

“Apa Mami tidak bisa melihat kebaikan yang sudah banyak Lea lakukan untuk keluarga kita?”

Nada suara Enzo tidak tinggi, tetapi terdengar tegas. “Anak-anak sekarang lebih terurus. Mereka lebih sopan. Tidak suka ngamuk-ngamuk lagi seperti dulu.”

Mami Elsa diam. Bibirnya mengeras. Ia tidak mau mengakui hal itu. Dalam pikirannya, perempuan dari kampung seperti Azalea selalu punya tujuan tersembunyi. Selalu ada sesuatu yang ingin mereka ambil.

Enzo menatap ibunya lama. “Jika Mami berpikir Lea ingin harta kita, maka Mami salah.”

Mami Elsa sedikit mengernyit.

“Aku memberi dia uang bulanan tiga ratus juta,” lanjut Enzo.

Mami Elsa langsung menoleh. “Apa?”

“Dan dia tidak pernah memakai lebih dari tiga juta.”

Ruangan kembali sunyi. Enzo menyandarkan punggungnya ke kursi. “Kalau dia memang matre, kenapa dia tidak gunakan uang itu untuk foya-foya?”

Mami Elsa tidak menjawab. Namun, kata-kata itu mulai mengusik pikirannya. Selama ini ia selalu percaya bahwa orang miskin dari kampung tidak tahu diri. Ditolong sedikit, langsung ngelunjak. Bahkan ada yang berani menusuk dari belakang demi keuntungan. Itu yang selalu ia yakini. Itu yang selalu ia takutkan.

Pintu kamar tiba-tiba terbuka. Azalea masuk dengan langkah tenang. Ia membawa tas kain besar dan dua kotak bekal. Wajahnya terlihat segar meski sedikit lelah.

“Nyonya, makan dulu,” ucap Azalea lembut. Ia membuka tutup kotak bekal. Aroma bubur sumsum hangat langsung memenuhi ruangan.

Harum pandan, daun salam, dan gula merah membuat perut terasa lapar.

“Untuk Mas Enzo, aku buatkan ayam ungkep dan tempe bacem,” lanjut Azalea sambil menyerahkan dua kotak makanan.

Enzo tersenyum kecil. “Terima kasih.”

Pria itu membuka kotak makanannya. Aroma bumbu rempah langsung tercium. “Kamu ikut makan sekalian.”

Azalea menggeleng pelan. “Aku sudah makan di rumah, Mas. Sambil menemani Elora.”

Wanita berjilbab itu tersenyum tipis. “Dia ngambek karena semalam aku tidak tidur dengannya.”

Enzo terkekeh pelan. “Semalam aku begadang karena Elora mengajak main boneka-bonekaan sampai jam dua.”

Azalea menutup mulutnya menahan tawa. “Dia memang begitu kalau sudah kangen.”

Suasana ruangan yang tadinya kaku sedikit mencair.

Azalea kemudian mendekati ranjang. “Nyonya, aku suapi, ya. Tangannya masih sakit, kan?”

Mami Elsa diam beberapa detik. Harga dirinya sebenarnya ingin menolak. Namun, perutnya benar-benar lapar dan kedua tangannya memang masih terasa nyeri. Akhirnya ia membuka mulutnya pelan.

Azalea menyuapi dengan hati-hati. Sendok kecil bubur sumsum masuk perlahan.

“Panas tidak?” tanya Azalea.

Mami Elsa hanya menggeleng sedikit.

Azalea meniup bubur di sendok berikutnya sebelum menyuapkannya lagi. Gerakannya sabar. Tidak tergesa-gesa. Seolah sedang merawat orang tuanya sendiri.

Setelah makan selesai, Azalea mengambil waslap hangat. “Nyonya, kita bersihkan wajah dulu.”

Azalea mengelap wajah dan tubuh Mami Elsa dengan lembut. Kemudian membantu mengganti pakaian dengan yang lebih bersih.

Enzo memperhatikan semua itu dari kursinya. Dadanya terasa hangat.

Azalea tidak pernah mengeluh. Padahal selama ini ibunya selalu bersikap dingin kepadanya.

Setelah semuanya selesai, Mami Elsa terlihat lebih segar. Tubuhnya terasa ringan. Rasa hangat dari makanan dan pakaian bersih membuat matanya mulai berat. Tanpa sadar ia tertidur.

Ruangan menjadi tenang kembali. Enzo menatap Azalea dengan penuh rasa terima kasih.

“Kamu tidak capek?”

Azalea tersenyum kecil.

“Kalau capek, nanti istirahat.”

Tak lama kemudian ponsel Enzo bergetar. Ia membaca pesan dari asistennya. Ada masalah mendadak di kantor yang tidak bisa ditunda.

“Aku harus ke kantor sebentar,” kata Enzo pelan.

Azalea mengangguk. “Pergilah. Aku di sini.”

Enzo berdiri. Sebelum pergi, ia menatap Azalea dengan lembut.

“Terima kasih sudah menjaga Mami.”

Azalea hanya tersenyum.

Setelah pintu kamar tertutup, ruangan kembali hening. Azalea duduk di kursi samping ranjang. Ia mengambil mushaf kecil dari tasnya. Lalu mulai membaca Al-Qur’an dengan suara pelan.

“Bismillahirrahmanirrahim…” Suara lantunan ayat suci memenuhi ruangan dengan tenang.

Sudah dua jam Mami Elsa tidur pulas. Matanya belum terbuka sepenuhnya. Namun, telinganya menangkap suara yang sangat familiar.

“Suara itu ...,” batin Mami Elsa.

Suara yang sering ia dengar di rumah setiap sore. Suara milik Azalea. Pelan-pelan Mami Elsa membuka matanya sedikit. Ia melihat Azalea duduk di kursi, membaca Al-Qur’an dengan wajah tenang.

Tidak ada paksaan atau kepura-puraan. Hanya ketenangan.

Mami Elsa menatapnya dalam diam. Entah kenapa, dia tidak merasakan kebencian yang biasanya muncul saat melihat menantunya itu.

***

Kira-kira kalau aku buat cerita ini, kalian akan baca nggak? Sedih sih ceritanya 🤭 . Komen, ya.

1
Ipehmom Rianrafa
lnjuut💪💪💪
vania larasati
lanjut
Rahma Inayah
good Lea km ceritakan semua tntg masa lalu mu bersama Reza PD Enzo biar dia tau lelaki tu GK pantas di sebut suami nuduh istri selingk tau nya dia se drumh yg selingkh malah kumpul kebo bertahun tahun tnp ikatan pernikahan
Rahma Inayah
pas ngomg pengakuan drnya dpn Lea ,Nadia pasti dengar semua Krn merk satu divisi betapa kecewa dan sakit hati nya Nadia selmni cuma dijadikan tempat pelampiasan dan sapi perah oleh Reza
ken darsihk
Enzo menegaskan ke Reza kalau Azalea adalah milik nya , dan di sini Enzo lah yang lebih berhak atas Azalea
Esther
Aku pikir Enzo mau bilang, kamu aku pecat Reza karena sudah berani menganggu istriku🤭
Rahma Inayah
semoga Enzo TDK slah faham dan bgtu pun Lea segera menjlskn apa yg terjdi antar dia dan Reza SDH selesai
ken darsihk
Itulah Reza lelaki plinplan lelaki banci yng dngn mudah menjatuh kan talak ke istri yng setia mengurus ibu mertua , setelah nya di campakkan 😠😠😠
V3
si Nadia kmna yaa kak ,, kok gak nongol-nongol dr td 🤣
V3
Alhamdulillah reaksinya Enzo amat sangat positif 🤗
Enzo mau menerima masa lalu nya Lea 🤗
V3
mmg seharusnya Lea bercerita dr awal ttg masa lalu nya PD Enzo ,, biar TDK terjadi seperti ini 😤
V3
Lea yg cerita tp aku yg deg degan menunggu reaksi dr Enzo 🤣🤣
V3
Reza terlalu berani bicara spt itu PD Enzo ,,, gak mikir kalau Enzo adalah atasan nya sndri dan bisa ja memecat Reza gegara menganggu istri nya skrg 😤😤
V3
smg ja setelah kejadian ini ,, Enzo ttp sayang PD Lea ,, dan TDK marah PD Lea atau pun meninggalkan Lea 😔
V3
si Lea jg kurang tegas sama si Reza ,, msh mau ja di ajak ngobrol 🤦
dn akhirnya kini Enzo tahu kalau Reza yg di maksud itu adalah Reza karyawan nya sndri 🤣
V3
heeee ... Reza bloon gsah berharap deh ingin bersama lg dg Lea ,,, ngaca dulu donk 🤣🤣
Arwondo Arni
sudahlah Reza menikahlah dengan Nadia kasihan Nadin butuh ayah yg perhatian. biarkan lea bahagia
Aidil Kenzie Zie
kirain mau dipecat
Ita rahmawati
ngapain sih Enzo pake ngomong bgtu segala,,lgsg pecat aja loh biar dia tau siapa suami azalea sekarang 😏
lagian nih ya walaupun Reza mendekati setengah mati si Lea juga GK bakal peduli maaassss 😂
Ita rahmawati
kurang detail ceritanya Lea,,biar lebih jelas gtu loh jahatnya Reza 😂
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!