NovelToon NovelToon
Diremehkan Karena Miskin, Ternyata Aku Punya Sistem Analisis Nilai

Diremehkan Karena Miskin, Ternyata Aku Punya Sistem Analisis Nilai

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Kebangkitan pecundang / Anak Lelaki/Pria Miskin
Popularitas:7.7k
Nilai: 5
Nama Author: R.A Wibowo

Rahmat hanyalah siswa SMA biasa—miskin, bodoh, diremehkan, dan dipaksa menanggung hutang satu miliar yang ditinggalkan ayahnya.

Ibunya terbaring di rumah sakit, deb collector bernama tomy terus mengancamnya, memukuli Rahmat sampai hampir mau mati, ia diberi waktu lagi selama dua bulan.

Waktu hanya tersisa dua bulan. Saat segalanya terasa mustahil, sebuah suara muncul di kepalanya.

[Sistem Analisis Nilai Aktif.]

[Menampilkan nilai sebenarnya dari segala hal]

Dari jam tangan rongsok bernilai jutaan, hingga saham perusahaan raksasa yang diam-diam akan runtuh—Rahmat kini bisa melihat apa yang tak terlihat orang lain.
Namun dunia investasi bukan taman bermain.

Satu kesalahan berarti kehancuran.
Satu langkah terlambat berarti ibunya menjadi “jaminan”.

Bisakah seorang bocah 16 tahun membalikkan nasibnya, menembus dunia finansial yang penuh manipulasi, dan menumbangkan perusahaan yang menghancurkan keluarganya?

(bismillah, ayo ramai, support penulis kecil ini yaallah 😭🙏wkw)

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon R.A Wibowo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 25—Perform Terbaik Dari Seorang Idol

Sorot lampu di atas panggung masih mati. Ribuan penonton mulai gelisah. Sudah lewat setengah jam, acara yang dijanjikan oleh sebagian besar orang. Kanaya belum juga tampil.

Malah diisi oleh lawakan garing dari MC yang dari tadi mengulur waktu. Lawakan yang diberi semakin garing, dan semakin garing sehingga membuat orang-orang murka.

“Woyyy mulai dong!”

 “Udah setengah jam!” 

“Kanaya mana?!”

“Kita kesini demi bebeb Kanaya, bukan lawakan lo paman!”

Suara siulan dan teriakan bercampur jadi satu. Beberapa bahkan berdiri dari kursinya.

MC yang sejak tadi berusaha tersenyum kini mulai berkeringat.“Haha… teman-teman mohon tenang ya! Ada sedikit kendala teknis di belakang panggung. Tapi saya jamin, penampilan malam ini akan sangat worth it!”

“Teknis apaan?!”

  “Kembalikan uang kami kalau gitu!”

  “Kita ke sini buat Kanaya, bukan buat nonton kamu ngomong!”

MC itu nyaris tersedak ludahnya sendiri. Ia melirik ke arah backstage dengan panik. Jujur ia sendiri tidak tahu apa yang terjadi di dalam, ia hanya mendapatkan pesan dari manajer bahwa ada sedikit kendala. Tapi kanaya pasti akan tampil.

“Teman-teman tenang oke … sambil kita nunggu idola kita kanaya, lebih baik dengerin lawakan—”

“KITA UDAH MUAK SAMA LAWAKAN ITU!”

“ENYAH SANA PAK TUA!”

Suasana makin memanas.

Di barisan depan, kursi VIP, Alya menghela napas pelan. Ia melirik kursi di sebelah kanannya. Masih juga Kosong. Tempat rahmat duduk belum juga terisi.

“Kemana sih itu orang…” gumamnya pelan. “Katanya cuma ke kemar mandi.”

Sorot lampu penonton mulai redup perlahan, tanda pertunjukan akan segera dimulai—atau setidaknya itu yang diharapkan.

Tiba-tiba.

“Permisi… permisi…”

Rahmat muncul dari sisi lorong, membawa satu ember popcorn besar dan dua gelas soda di tangannya. Wajahnya santai seolah tidak terjadi apa-apa.

Alya menatapnya tidak percaya. “Kamu lama banget! Katanya mau ke toilet!?”

“Maaf-maaf … Antrinya panjang. Kayaknya semua orang stres nungguin idol kamu itu,” jawab Rahmat santai sambil duduk.

Alya mendengus.

Rahmat menyerahkan satu soda padanya. “Iya-iya maaf, nih ambil satu soda dan ada popcorn, jangan marah, ya”

Alya menerimanya, tapi tatapannya masih menyelidik. “Kamu tadi kemana sih? Lama banget.”

Rahmat tersenyum tipis. “Ada urusan kecil.”

Belum sempat Alya membalas— Lampu tiba-tiba padam total.Gedung konser menjadi gelap gulita.

“WOYYYYY!”

Teriakan penonton kembali menggema. Tiba-tiba saja pak tua—si mc tukang lawak garing itu minggat, dikira acara makin hancur, makannya orang makin ribut, padahal mah sebaliknya.

Lalu—

Dentuman bass menggelegar.

Layar LED raksasa di belakang panggung menyala, menampilkan visual kota malam yang dipenuhi cahaya neon. Musik elektronik menghentak, diiringi efek laser yang menari-nari di udara.

Kabut tipis menyembur dari sisi panggung.

Dan di tengah sorotan cahaya putih— Kanaya berdiri.

Rambutnya kini ditata ulang,  outfit hitam berkilau dengan aksen perak yang memantulkan cahaya. Tatapannya tajam. Percaya diri. Tidak ada lagi sisa ketakutan tadi.

“SELAMAT MALAM SEMUANYA!!”

Suaranya menggema memenuhi arena.

Penonton yang tadi marah langsung berubah menjadi lautan teriakan histeris. Ini dia yang mereka tunggu dari tadi.

“KAAANAYAAAAAA!!!”

Ia tersenyum lebar.

“Gimana kabar kalian semua??”

“BAIKK!!”

Kanaya tersenyum, meski ia membuat jadwal rundown berantakan, tapi antusias para fans masih sangat bersemangat.

“Aku seneng kalau semangat gini … omong-omong. Maaf sudah membuat kalian menunggu!” ucapnya lantang. “Tapi aku janji… malam ini akan jadi malam yang nggak akan kalian lupakan!”

...Bonus manga panel, by Ai...

Musik naik satu tingkat. 

Beat drop.

Dan lagu pembuka dimulai—lagu dengan koreografi energik muncul ..

Beat pertama menghentak keras.

Lampu strobo menyala beruntun mengikuti dentuman bass.

Kanaya mendekat, melompat, melakukan dance, dan berputar.

Lagu pembuka bertempo cepat—electro pop dengan hook adiktif.

Kanaya langsung masuk di verse pertama, suaranya stabil, tajam, dan penuh tenaga.

🎵 “Kau pikir aku hanya mimpi di layar kaca— Tapi malam ini ku buat kau percaya…” 🎵

Gerakannya presisi. Putaran cepat, hair flip halus, lalu langkah kaki sinkron dengan lagunya. Outfit hitam berkilau itu memantulkan cahaya laser setiap kali ia berputar.

Penonton langsung ikut melompat. Semua kegirangan, ada yang berbeda dengan kanaya malam hari ini. Ia tampil lebih maksimal

“HEY! HEY! HEY!”

Kanaya mengangkat mic ke arah penonton. “AYO SEMUA, MARI NYANYI BARENG!”

Reff meledak.

Confetti perak ditembakkan dari sisi panggung, jatuh seperti hujan meteor kecil di bawah cahaya biru neon.

Alya sampai berdiri tanpa sadar. Ia termasuk fans garis keras, ia juga ikutan bernyanyi dan melompat-lompat.

“Gila… energinya beda banget malam ini.”

Rahmat hanya tersenyum tipis sambil mengunyah popcorn.

“Lumayan.”

Alya sedikit sebal akan jawaban singkat itu, baginya itu adalah penghinaan. 

“Kamu juga berdiri!” Dengan paksa Alya meraih tangan Rahmat, mengajaknya mengikuti ritme gerakan, melompat lompat, menari-nari.

Di atas panggung, Kanaya benar-benar tampil seperti tidak terjadi apa-apa sebelumnya.

Bahkan— lebih bersinar.

Setelah lagu pertama selesai dengan pose akhir yang tajam dan ledakan kembang api indoor, ia terengah ringan, tapi tersenyum lebar.

“Semuanya Masih kuat?!”

“KUAAAATTT!!!”

“Oke… kalau gitu kita turunin dikit suasananya.”

Lampu mendadak berubah menjadi ungu lembut. Layar LED menampilkan langit malam penuh bintang.

Musik piano mengalun pelan.

Sekarang adalah waktunya Solo singing.

Ia duduk, memegang mic dengan dua tangan. Sorot cahaya putih hangat menyinari wajahnya yang kini lebih lembut.

🎵 “Dulu kau berdiri di baris paling depan…

Tepuk tanganmu lebih keras dari dunia…” 🎵

Beberapa fans terdiam. Lagu ini belum pernah dirilis.

Suaranya bersih. Emosional. Tidak ada koreografi kali ini—hanya ekspresi dan vokal yang benar-benar ditonjolkan.

Dan itu tentu saja. Lagu ini bukan sembarang lagu, ini adalah lagu yang barusan ia ciptakan sebagai rasa terimakasih oleh seseorang pria yang bahkan ia tidak tahu namanya.

Ia harap pria itu mendengarkannya di sini.

Di bagian reff, ia berdiri perlahan.

🎵 “Kalau hari ini aku bersinar terang…  Itu karena dulu kau percaya…” 🎵

Lautan flashlight dari penonton menyala otomatis. Arena berubah seperti galaksi.

Tatapan Kanaya sekilas menyapu area VIP. Hanya sepersekian detik. Mencari seseorang yang ia cari … ketemu.

Rahmat dan Kanaya saling memandang untuk waktu singkat, lalu gadis itu tersenyum sangat manis.

“Hei, lihat barusan dia senyum ke arah gue!”

“Dih geer itu ke gw anjing!”

“Gue”

“Kagak itu ke gue!”

Beberapa yang duduk di tempat vip malah salah paham. Orang yang ditunjuk cuma tersenyum kecil.

“Kanaya Arcelia … hebat juga, ya,” gumam rahmat. “Kayaknya aku juga akan ikut fansnya.”

“Nah, iya kan, akhirnya kamu paham!” Alya terkekeh.

Kanaya tersenyum kecil sebelum menyelesaikan nada tinggi dengan sustain yang panjang dan stabil. Standing ovation langsung pecah bahkan sebelum lagu selesai sepenuhnya.

MC yang tadi dicaci maki kini sampai terpukau di sisi panggung. Tapi konser belum selesai.

Kanaya menghapus keringat tipis di pelipisnya.

“Sekarang… kita panasin lagi!”

Beat hip-hop masuk.

Layar LED berubah jadi grafis glitch digital. 

Ia melangkah maju.

Satu langkah.

Dua langkah.

Gerakan tangannya tajam, bahunya mengunci mengikuti beat. Footwork cepat, clean, penuh kontrol.  setiap detail jadi terlihat jelas. Ia sendiri tanpa back up dancer lain, penampilan solo dan ia selalu melakukan solo.

Dan justru itu yang membuatnya lebih memukau.

🎤 “Tak peduli kata mereka aku takkan jatuh,

Semakin kau tarik aku makin melaju!”

Penonton ikut menghentakkan kaki mengikuti beat.

Api panggung menyembur saat beat drop kedua.

Seluruh arena seperti festival.

Di klimaks terakhir, musik berhenti mendadak.

Hening satu detik.

Kanaya berlutut, kepala tertunduk.

Lalu—DROP FINAL.

Semua lampu menyala terang bersamaan.

Confetti emas meledak dari atas.

Kanaya meloncat ke depan panggung, menyelesaikan nada terakhir dengan pose tangan terangkat tinggi.

Arena bergemuruh.

...Bonus manga panel, by Ai...

Nama “KANAYA” diteriakkan berulang-ulang.

Napasnya naik turun, tapi wajahnya bersinar puas.

Ia menunduk dalam.

“Terima kasih sudah tetap menunggu aku.”

Kali ini suaranya lebih lembut.

“Dan terima kasih… karena selalu percaya.”

Di kursi VIP, Alya memegangi dadanya.

“Oke. Ini bener-bener gila.”

Rahmat berdiri perlahan, ikut bertepuk tangan.

“Ya,” gumamnya pelan.  “Malam ini… dia tampil maksimal.”

Lampu perlahan meredup.

.

A/N : Jangan lupa like dan subscribe gays, haha. kalau suka karya ini juga boleh vote dan kirim gift ya, terimakasih sudah membaca

1
Martono Tono
bagus
Manusia Biasa: Terima kasih kak sudah membaca
total 1 replies
isnaini naini
cie..cie..aq baca smbil snyum2 ini thor....
Manusia Biasa: hehe terimakasih sudah membaca kak. emang dua pemuda pemudi ini lucu cara interaksinya
total 1 replies
isnaini naini
aq ikut grogi nih al....😄
isnaini naini
astaga mat...alya sdh jungkir balik km nya lempeng...trlalu polos apa gimana sih km ini...😄
Manusia Biasa: wkwkw anakku emang gitu kak🗿 terlalu serius
total 1 replies
Jujun Adnin
lanjut
Manusia Biasa: Baik kak ditunggu updatenya ya kak, setiap hari saya usahakan 3x😁🙏
total 1 replies
isnaini naini
alya kah yg diajak nonton konser thor????
Manusia Biasa: di konser nanti bakal banyak plot terbuka, dijamin asik hehe. terima kasih sudah membaca kak
total 2 replies
Gege
apik dan epic bangeed...lanjoot Thor.. 10k kata tiap update
Manusia Biasa: siap, kak. ditunggu updatenya lagi ya
total 1 replies
Yuliani Jogja
sumpah aku ngakak Baca ini
Manusia Biasa: Terima kasih kak
total 1 replies
Yuliani Jogja
Gaz Ayo jual mamat
Manusia Biasa: gazzz
total 1 replies
Yuliani Jogja
noir plot twist banger wkwk
Manusia Biasa: wkwkwkwk emang kakak
total 1 replies
Yuliani Jogja
kann
Yuliani Jogja
putri? celebrate yang Diselamatin itu paling🤭
Yuliani Jogja
💪mantap gas terus rahmat
Gege
ide ceritanya warbyasaah...mungkin sekali update 10k kata kereen Thor..
Manusia Biasa: terima kasih kakak sudah membaca, ditunggu updatenya besok ya, saya usahin 3x setiap hari kalau gak ada kesibukan wkwk
total 1 replies
Yuliani Jogja
Karya luar biasa
Yuliani Jogja
mantapp
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!