NovelToon NovelToon
Duda Anak Satu

Duda Anak Satu

Status: tamat
Genre:Romantis / Duda / Tamat
Popularitas:780.5k
Nilai: 5
Nama Author: Riskaapa

Dosen, tampan, muda dan... duda.

Itulah panggilan yang disematkan mahasiswa terhadap Adam. Duda anak satu yang diam-diam menikahi salah satu mahasiswinya, Erica, dengan terpaut usia dua belas tahun.

Kehadiran Mona, mantan istri Adam justru memperkeruh suasana. Ia berusaha menguak masa lalu kelam Adam untuk merebut Adam dalam pelukan Erica.

Menikah dengan duda tidak seperti yang Erica bayangkan. Anak, mantan istri, dan masa lalu Adam selalu membayangi kehidupan Erica.

Mampukah mereka mengarungi kehidupan penuh cinta dengan duri dan bayang-bayang akan mantan istri?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Riskaapa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Membujuk

Niat hati ingin merajuk agar mendapat perhatian penuh dari sang istri, yang ada Adam dibuat kelimpungan mencari Erica yang lari entah kemana. Adam kehilangan jejak karena menghabiskan beberapa menit untuk menepikan mobilnya terlebih dahulu. Ia kembali memijit nomor Erica, tapi nihil. Tak ada jawaban, bahkan kali ini ponselnya tidak dapat dihubungi. Adam kembali teringat janjinya untuk membelikan Erica handphone baru, sampai saat ini belum juga ia penuhi. Terpaksa Erica memakai handphone bekas Adam yang masih layak pakai, walau modelnya sudah jauh ketinggalan.

Ah mungkin handphonenya low batt. Adam mencoba untuk berbaik sangka.

Seketika bayangan Syafiq yang sedang menghibur Erica tiba-tiba terlintas di pikiran Adam. Bagaimana pun juga, Syafiq merupakan laki-laki yang telah berjuang keras menginginkan Erica. Bukan tidak mungkin jika Syafiq akan memanfaatkan peluang ketika Erica sedang bermasalah dengan Adam. Seketika Adam mengacak-acak rambutnya, benci jika kenyataannya memang benar begitu. Ia merutuki keegoisannya yang membuat Erica sakit hati.

Hati kecil Adam mengakui dirinya telah egois, tapi keegoisannya terus berbisik bahwa yang dilakukannya benar: tidak ada yang salah dengan menginginkan perhatian dari seorang istri.

"Gadis itu benar-benar membuatku kekanak-kanakan," gerutu Adam seraya memijat pelipisnya yang terasa begitu tegang.

Tak lama kemudian, handphone nya bergetar menampilkan pesan masuk. Dengan cepat Adam memeriksanya, tapi seketika ia kehilangan gairah mendapati pesan tersebut dikirimkan oleh mahasiswa nya.

"Tck!" Adam berdecak kesal.

Dengan kesal, ia beranjak. Melaju menuju kampus, memenuhi tanggung jawabnya terlebih dahulu sebagai dosen. Setelah itu, baru ia akan kembali mencari Erica. Tapi semoga saja istrinya itu sudah duduk manis di kelas menyambut mata kuliah yang diampu olehnya.

Rupanya harapan Adam untuk menemukan Erica duduk manis di kelas menantikan kedatangannya pupus sudah. Gadis itu tidak ada di kelas. Bahkan, sampai mata kuliah berakhir pun Erica tidak menampakkan batang hidungnya.

Hal itu berhasil membuat Adam tidak dapat konsentrasi selama mengajar. Beberapa kali ia bolak-balik keluar kelas hanya untuk menelpon Erica yang masih belum aktif sampai saat ini. Ah, Erica Erica. Kenapa kamu membuat laki-laki yang begitu mencintaimu kacau balau? Dulu Syafiq, sekarang Adam.

***

Angin berhembus lembut memainkan anak rambut Erica yang nampak berantakan. Pelipis Erica nampak dibasahi keringat. Rambut yang semula dibiarkan tergerai kini ia gulung lalu di cepol asal-asalan. Sebotol minuman dingin nampak menemani gadis yang tengah kegerahan itu. Suruh siapa lari-lari.

Handphone di dalam tote bag Erica kembali bergetar untuk yang kesekian kalinya. Ia tahu, panggilan masuk itu pasti dari Adam makanya Erica biarkan saja. Hatinya masih gendok. Sakit rasanya di bentak oleh laki-laki, terlebih selama ini ia tidak pernah diperlakukan kasar oleh orangtuanya.

Erica menghela napas panjang. Semakin kesini hari-harinya semakin terasa berat. Masalah timbul dan tenggelam silih berganti, mengabsen hati dan jiwanya silih berganti.

"Ah, lama-lama aku bisa gila," gumam Erica seraya menenggelamkan kepalanya di atas tangannya yang dilipat di atas meja.

"Kenapa nggak sekarang aja?" Seseorang menyahuti ucapan Erica.

Dari suaranya, Erica tahu bahwa itu suara Syafiq. Seketika Erica terdiam, tidak tahu harus berbuat apa. Hati kecilnya masih menyimpan rasa bersalah pada laki-laki yang sempat menggilainya itu.

"Pandai sekali ya kamu bikin laki-laki kacau balau," ucap Syafiq, berhasil membuat Erica menampakkan wajahnya yang semula ia tenggelamkan di atas lengan yang dilipat hingga berfungsi sebagai bantal.

"Hah? Maksudnya?" tanya Erica tak mengerti.

"Kamu duduk-duduk disini, sementara Pak Adam bolak-balik keluar kelas buat nelponin kamu. Dan aku tebak kamu pasti menonaktifkan handphonenya."

"Handphoneku memang nggak aktif, low batt."

"Kamu ganti nomor ya?"

"Iya."

"Kenapa? Takut aku ganggu ya?"

"Hah? Nggak kok!"

Syafiq tersenyum kecil. Bukan senyum yang biasa ia tunjukkan penuh dengan kebahagiaan, tapi kali ini senyum nanar.

"Kalaupun memang iya, nggak apa-apa juga kok, Ri."

"Ih apaan sih kamu, Fiq. Ya nggak lah. Udah ya, aku duluan. Byeee!"

Erica segera beranjak dari duduknya. Bukan tidak mungkin jika ia tetap bertahan untuk duduk disana maka Syafiq akan berbicara lebih ngelantur lagi. Lagi pula kenapa Syafiq masih bisa bersikap biasa-biasa saja, apa hatinya baik-baik saja atau memang terlalu hancur makanya jadi seperti ini?

Hhhh, laki-laki memang susah di prediksi! Pikir Erica.

Kaki jenjang Erica menyusuri koridor ruang kelas. Matanya menyapu setiap celah jendela yang terbuka, mencari sosok dosen sekaligus suaminya itu. Entah kenapa ada rasa senang mendengar Adam bolak-balik keluar kelas hanya untuk menghubunginya. Amarah yang semula menggunung di dasar hati, lambat laun terkikis juga.

Ah, bucin!

Pupil mata Erica membesar ketika menangkap incarannya sedang duduk di kelas. Terlihat mahasiswa mulai meninggalkan kelas, pertanda kelas telah berakhir. Setelah semua mahasiswa keluar, Erica melangkah masuk menghampiri Adam. Bibirnya menyunggingkan senyum nakal bersiap menyambut sapaan Adam.

Merasa ada yang menghampirinya, Adam menoleh. Pupil matanya membesar melihat kedatangan Erica yang kini tengah memeletkan lidah ke arahnya. Seolah puas dengan keadaan Adam yang terlihat begitu kelelahan dan kelimpungan.

Hati Adam masih kesal, tapi juga senang dalam waktu bersamaan. Dengan cepat, ia berjalan ke arah Erica. Sorot matanya begitu tajam dengan wajah Erica sebagai bidikan.

"Diam di sana!" Ucap Adam, menghentikan langkah Erica yang baru tiga langkah melewati pintu.

Erica menurut. Ia berdiri disana, menunggu apa yang akan Adam lakukan dengan wajah yang terlihat begitu marah seakan ingin menerkam itu. Terlihat menantang? Tidak, justru Erica menyerah.

Adam menutup pintu lalu menguncinya dari dalam. Matanya kini terpusat pada Erica sepenuhnya. Mengamatinya dari atas sampai bawah, dari ujung rambut sampai ujung kaki. Seolah memastikan bahwa Erica tidak kekurangan satu apapun.

"Kamu baik-baik saja?" tanya Adam, meyakinkan penglihatannya.

Erica mengangguk. "Seperti yang bapak lihat."

"Jangan panggil aku bapak."

"Hah?"

"Panggil aku Mas, karena aku suamimu dan aku ingin mencium mu."

Sedetik kemudian Adam menarik tangan kiri Erica, sementara tangan kanan Adam menarik tengkuk Erica. Sebuah ciuman mendarat di bibir Erica yang begitu tegang. Sama tegangnya dengan Adam yang melingkarkan tangan kirinya di pinggang Erica. Menahan diri agar tidak melakukan lebih.

"Ri, jam istirahat kita ke luar ya?"

"Kemana?"

"Kamu mau handphone baru kan?"

Erica mengangguk dengan senyum yang merekah.

"Tapi kita mampir dulu ke hotel tempat kemarin kita menginap ya?"

"Hotel?"

Adam mengangguk.

"Mau apa Mas kesana?"

"Mau kamu."

"Hah?"

Seketika pipi Erica bersemu mendengar pernyataan Adam. Apakah itu sebuah pernyataan ataukah sebuah pemaksaan? Haruskah ia mengiyakan?

"Makan siang, Ri. Makanan di restorannya enak," ujar Adam dengan kecil yang membuat wajah Erica semakin bersemu malu.

"Otaknya dibersihkan dulu tuh," imbuh Adam seraya membuka pintu yang telah ia kunci.

1
Darni Jambi
bgus bnget,laki2nya teguh penditian,
Ma Em
Biasa
Ma Em
sudah usir saja si mona biang kerok itu Erica mau jadi pelako dia, , dulu Adamnya ditinggalin sekarang mau balikan lagi, kamu harus tegas Erika jangan kalah sama si Mona biang kerok itu.
Ma Em
emang yah rumah tangga itu ada aja godaannya segala mantan istrinya yang selalu datang mengganggu, hati-hati Erica harus dijagain tuh mas Adamnya jangan sampai tergoda lagi.
Ifa Lai
👍👍👍
Raning Raning
keren
Andi Fitri
Mona tak tau malu seharusnya Adam cpt2 Carikan kontrakan atau srh plg ke rmh ortunya dri pada rmh tangga kmu sm erica nnt berantakan..
nurul hidayah
zhafran nya jangan ama Erica adam mulu thor.. biar ama mona..
Imas Priyanati Anggoro
kasihan Syafiq..gmn klo ketahuan jika Adam sm erica suami istri
Imas Priyanati Anggoro
jangan² rumhnya kebakaran dia sendri yg buat supaya tinggl bareng drumh adam
Kinan Rosa
kapok Lo Adam
Kinan Rosa
astaga Safiq lebih tegas dari Adam ternyata
Adam kamu harus sadar
Rida Sriwati
bagus
Elsina Heatubun
Erika oh erika...kasar dan lebay
Elsina Heatubun
Erika egois bangat...
Elfrina Tinambunan
ga ada sekuelnya thor.. rasanya masih pengen baca kelanjutannya hahaa
Diana Puntian
teruslah berkarya thorrr dengan cerita2 yang lebih fokus lagi, tetap semangat thorrr lanjuttt 💪👍
ykwia: maaciii sudah setia dengan cerita Duda Anak Satu 🤗 Sampai jumpa di cerita selanjutnya ❣️
total 1 replies
Kartika *PUCUK🌱 SQUAD🐛*🌽
Kehilangan mendewasakan seseorang. Terimakasih ka author atas ceritanya🤗
ykwia: terimakasih juga sudah setia dengan cerita Duda Anak Satu 🤗 Sampai jumpa di cerita selanjutnya ❣️
total 1 replies
Imay HIATUS 🐥
Endingnya syuka bangettt Thor, gk brrbelit2 mantap jiwa.. dgn hadirny bayi Erica mampu mengatasi Mona, ada hikmahnya jg orgtua meninggal Erica bertambah dewasa.
GDA exrtapartnya Thor rasanya kurang😂😂
ykwia: Sejauh ini belum kepikiran buat bikin extra part wkwk tapi pasti akan segera di update jika sudah siap hihi
Terimakasih sudah setiaa🤗 Sampai jumpa di cerita selanjutnya❣️
total 1 replies
Nuri 73749473729
lanjuuttt...
ykwia: sudah tamat kak😂
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!