NovelToon NovelToon
Kakak Iparku Mantan Kekasihku

Kakak Iparku Mantan Kekasihku

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:2.3M
Nilai: 4.9
Nama Author: Ropiah

Merlisa harus menerima kenyataan pahit, bahwa mantan kekasih yang masih begitu ia cintai harus bersanding dengan kakak tersayangnya.

Dan lebih parahnya lagi, Merlisa harus terjebak dalam pernikahan sandiwara dengan seorang Arga Sebastian, CEO tampan namun angkuh dan sudah memiliki kekasih. Demi memajukan perusahaan sang papa Merlisa menerima pernikahan yang tidak di dasari oleh cinta.

Bagaimana kisah Merlisa selanjutnya? apakah ia akan menemukan kebahagiaan yang sesungguhnya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ropiah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 29

Merlisa tetunduk menyembunyikan wajahnya yang merona merah, jantungnya masih berdetak kencang.

" Lepaskan aku, ini sudah siang, aku tidak mau terlambat di hari pertamaku magang." Ucap Merlisa berusaha setenang mungkin.

"Itu hukuman untuk mu, kenapa kau keluar kamarku saat aku masih tertidur." Ucap Arga datar.

"Cih, kalau aku tidak keluar kamarmu, mana bisa aku mengerjakan tugasku di sini. Kan kau pernah bilang aku tinggal di sini tidak gratis kan. Dan kenapa aku bisa tertidur di kamarmu." Kesal Merlisa.

" Kau berani sekali membantahku, mau aku hukum lagi, hah! " ucap Arga pura - pura marah.

" Ti tidak - tidak." Ucap Merlisa gugup sambil mengelengkan kepala cepat.

" Baiklah, untuk hari ini hukuman untuk mu cukup." Ucap Arga santai dan melepaskan dekapannya.

Merlisa berlari keluar kamar, setelah menyiapkan pakaian untuk Arga bekerja. Ia langsung masuk ke kamarnya untuk mandi dan bersiap - siap untuk berangkat ke perusahaan.

"Kalau makan tuh duduk, kenapa makan seperti itu." Ucap Arga yang baru tiba di meja makan, melihat Merlisa memakan sepotong roti dan coklat panas sambil berdiri.

"Ini semua karena ulahmu, aku sudah terlambat di hari pertamaku magang." Ketus Merlisa dengan mulut masih mengunyah roti.

" Kamu menyalahkan ku, mau aku hukum lagi." Ucap Arga datar.

" Aahh kau selalu saja mengancamku tuan Arga Sebastian, ini sarapan untuk mu. Dan aku pergi dulu, bye." Ucap Merlisa memberikan makanan yang sudah di ambilkan olehnya, dan pergi keluar arpatemen dengan tergesa - gesa.

" Kau sungguh wanita yang luar biasa, sesibuk apapun kau, tapi tidak pernah meninggalkan tanggung jawab mu." Gumam Arga sambil tersenyum lebar, ia menyantap makanan yang Merlisa buatkan untuknya.

****

Merlisa berlari menuju gedung yang begitu megah yang menjulang tinggi.

" Mba permisi saya mau tanya, tempat untuk anak magang di lantai berapa ya?" tanya Merlisa pada resepsionis.

" Di lantai 5 mba." Sahut salah satu resepsionis.

"Terima kasih." Ucap Merlisa berlari menuju lift.

Brruuukkkk, Merlisa menabrak seseorang yang berada di depan lift.

"Maaf saya tidak sengaja." Ucap Merlisa masih menundukan kepalanya.

"Kakak ipar." Ucap Rafi, Merlisa membulatkan matanya dan segera menutup mulut Rafi dengan sebelah tangannya.

" Kau jangan memanggilku dengan sebutan kakak ipar di sini Raf." Ucap Merlisa saat mereka berdua sudah ada di dalam lift, beruntung di dalam lift hanya ada mereka berdua.

" Kakak ipar sedang apa di sini?" tanya Rafi.

" Aaahh kau jangan panggil aku Kakak ipar di sini Raf, aku sedang magang di sini, aku tidak mau orang lain tau kalau aku menantu dari keluarga Sebastian." Ujar Merlisa.

" Kenapa? seharusnya kau bangga kak bisa jadi bagian dari keluarga Sebastian."

" Aku tidak mau di sebut wanita yang memanfaatkan ke adaan Raf, aku masuk di sini juga dengan usahaku sendiri bukan karena kakakmu." Ucap Merlisa.

"Iya iya ka ehh maksudku Merlisa, hehehe." Ucap Rafi cengengesan sambil memperlihatkan 2 jarinya yang berbentuk huruf V.

"Awas kalau kau sampai lupa." Ucap Merlisa sambil berlalu meninggalkan Rafi yang masih berada di dalam lift.

" Ca gue kira elo gak dateng, kemana aja loe." Ucap Anggi yang sedang duduk di sofa dengan beberapa mahasiswa magang lainnya termasuk Natan.

" Gue ke jebak macet tadi, tapi gue gak telatkan?" tanya Merlisa.

"Iya beruntung elo selamat Ca, kita dari tadi masih nunggu di sini. Tapi elo beberapa hari ini kemana aja gak ada kabar sama sekali, huh!" kesal Anggi.

"Hehehe maaf gue sibuk." Ucap Merlisa cengengesan.

" Kalian semua ikuti saya." Ucap perempuan paru baya bernama ibu Maya yang baru tiba.

"Kalian akan di tempatkan di berbagai departemen di perusahaan ini, jadi bekerjalah semaksimal mungkin." Ucap Maya yang sudah berada di dalam ruangan.

Setelah menempatkan beberapa mahasiswa magang di berbagai departemen, beruntung Merlisa dan Anggi di tempatkan dalam satu departemen, hanya Natan yang berbeda departemen.

Merlisa sudah mulai di sibukan dengan berkas - berkas yang harus ia kerjakan.

" Merlisa tolong kau foto copy berkas ini." Ucap salah satu kariawan.

"Baik."

Saat Merlisa hendak ingin menuju mesin foto copy, tidak sengaja ia berpapasan dengan Arga, dengan segera Merlisa tertunduk, berharap Arga tidak mengenalinya. Dan beruntung Arga tidak mengenalinya, bahkan menolehpun tidak.

Arga berjalan dengan muka datar dan dingin, namun banyak para wanita yang semakin penasaran dan tergila - gila olehnya.

Cih, kenapa wanita yang melihat dia begitu tergila - gila si. Batin Merlisa melihat punggung Arga yang makin menjauh dari pandangannya.

****

Sore hari Merlisa baru sampai menuju arpatemen, dengan langkah gontai Merlisa membuka pintu.

" Ternyata si pria bunglon itu belum pulang juga." Gumam Merlisa.

Merlisa menuju kamar mandi, ia ingin merendam tubuhnya di dalam bathtub menghilangkan rasa lelah karena seharian ia bekerja.

Usai membersihkan tubuhnya, Merlisa memasak nasi goreng dan telor ceplok, karena menurut Merlisa masakan tersebut cepat dan simpel untuknya, karena sebelumnya Arga sudah menelphon kalau ia ingin makan di luar.

" Aku sangat lapar, kau masak apa malam ini?" tanya Arga tiba - tiba masuk ke dapur.

Merlisa terlonjak kaget, dan mengelus - elus dadanya.

" Kau selalu saja membuatku jantungan. Kapan kau pulang ? aku membuat nasi goreng dan telor ceplok aja." Kesal Merlisa.

Arga tidak memperdulikan ocehan Merlisa.

" Ya sudah siapkan cepat, ku tunggu di meja makan." Ucap Arga dengan wajah datar dan berlalu meninggalkan Merlisa.

" Cih, selalu saja seenaknya. Dasar pria bunglon gila, sikapnya selalu berubah - ubah." Gerutu Merlisa masih mengaduk - aduk nasi goreng di dalam wajan.

" Silakan di nikmati tuan." Ucap Merlisa memperagaakan seperti pelayan restoran.

Arga hanya cuek dengan wajah datarnya.

" Katanya kamu mau makan di luar, kok malah ribut laper. Dan itu kenapa pipi kamu?" tanya Merlisa yang melihat pipi Arga agak ke biruan.

" Jangan tanya nanti selera makanku akan hilang, yang pasti ini semua salahmu." Ketus Arga.

Merlisa hanya menaikan sebelah alisnya tak mengerti.

" Salah aku." Ucap Merlisa menunjuk dirinya sendiri.

Arga dan Merlisa tidak ada yang berbicara lagi, keduanya makan dengan hening, yang sibuk dengan pikiran mereka masing - masing.

*****

Merlisa membawa baskom berisi air es dan handuk kecil ke ruang tamu yang sudah berada Arga yang sibuk dengan laptopnya.

" Sini aku kompres lukamu itu." Ucap Merlisa.

"Tidak perlu." Jawab Arga yang masih menatap layar laptopnya.

" Tidak perlu bagaimana, nanti akan semakin membengkak kalau tidak segera di obati." Dengus Merlisa.

Arga membuang nafas secara kasar.

"Aku sudah bilang tidak perlu, kau jangan sok perhatian dengan ku." Ketus Arga.

Merlisa tidak memperdulikan ocehan Arga, ia langsung memegang dagu Arga dan mengompres pipinya.

" Kau kepala batu sekali si, kalau tidak segera di obati nanti akan membengkak tau." Ucap Merlisa kesal.

Arga tidak lagi membantah Merlisa, ia membiarkan Merlisa mengompres pipinya. Sesekali pandangan mereka bertemu, dan dengan cepat keduanya mengalihkan pandangan ke arah lain.

" Pelan - pelan sakit tau." Ucap Arga.

" Iya, tapi kenapa pipimu bisa seperti ini?" tanya Merlisa penasaran, yang masih terus mengompres pipi Arga.

" Ini semua karena kau." Kesal Arga.

" Lah kok karena aku lagi si, tau juga gak kamu seperti ini kenapa." Sahut Merlisa.

" Ini gara - gara kakak iparmu." Ucap Arga.

Merlisa hanya mengerutkan keningnya tidak mengerti.

Bersambung....

Jangan lupa tinggalkan jejaknya 🙏💪😉

1
Inggrit Erliana
Luar biasa
Bara Ayu
garis bawhi "w gk boleh cengeng hanya karna seorang laki2 yg gk bisa memperjuangkan cintax"😝🤣
Marlina
kalau laki2 ngomong hanya nikah sandiwara apakah jatuh talak
Marlina
coba sama Rafi az,sih
nur
merlisa bisa beladiri tapi kok gk bisa renang 😂
Dewi Moms AQila
yg bikin novel sepertinya seangkatan ... smpe tau saras 008 apa mungkin kenal jiga dg panji manusia melenium🤣🤣🤣
Sundari Sekariputi
sebenernya ceritanya bgs thor tapi akhir ceritanya tanggung bgt
Sri Wahyuni
kta y bsa ilmu bela diri ca klau s arga kurang ajar lawan az
Sri Wahyuni
knp wali hakim kan s ica ank angkt
Anggi Esteria
next
Anggi Esteria
sk Merlisa yg cemburu next cerita na
Anggi Esteria
next cerita na
Anggi Esteria
lucu juga Arga next cerita na
Anggi Esteria
benar kata Merlisa klo Arga sprti bunglon berubah ubah next cerita na
Anggi Esteria
seru klo Merlisa satu kantor sama suami na next cerita na
Anggi Esteria
ada2 aja tingkah Arga
Nelli Susilawati
bahhh..pindah lapak
yanti
bagus
NFIA
enak bget ya. istri sah disuruh jadi babu supaya bisa dapat makan dan tidur nah pacarnya dikasih duit lebih banyak cuma modal glendhotan.
♡👿 [V]aM|P!R} 👿♡
Rafi nya kasian cuma tempat tubrukan doang
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!