Akibat kalah taruhan dalam balapan liar, Kaisar harus kehilangan motor sport kesayangannya dan dihabisi oleh teman genk motornya karena meraup kerugian yang besar. Mereka pun membiarkan Kaisar Tergeletak di pinggir jalan dalam keadaan tidak sadarkan diri.
Untungnya Kaisar ditemukan oleh Syahla kemudian dibawa pulang ke rumah dan dirawat sampai pulih. Sayangnya, keberadaan Kaisar di rumah Syahla membuat Gus Faris (tunangan Syahla) naik pitam dan langsung memutuskan pertunangan mereka.
Untuk menghindari fitnah yang menyebar, akhirnya Syahla pun dinikahkan oleh Kaisar. Bagaimana kehidupan Syahla dengan Kaisar setelah menikah?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon AdindaRa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kegalauan Gus Faris
Di Masjid Pondok Pesantren An-Naja,
Para santri sedang berkasak kusuk membicarakan Gus Faris yang sedari sholat Maghrib salah saat menjadi imam sholat.
Sholat Maghrib tadi Gus Faris melewatkan tahiyat awal di rakaat kedua, dan salah saat membaca surat-surat pendek.
Dan saat sholat isya Gus Faris juga kembali membuat kesalahan. Ia melewatkan rukuk di rakaat pertama dan langsung membatalkan Sholat nya.
Wal hasil sholat isya harus diulang kembali dari awal dan Imam nya digantikan oleh Kyai Badrun, ayahnya sendiri.
Selepas sholat isya, Kyai Badrun langsung mengajak Gus Faris menuju ke ruangan khusus yang ada di gedung perkantoran pesantren.
"Sebegitu frustasinya kamu ditinggal menikah oleh Syahla, sampai tidak fokus saat menjalankan ibadah, Faris!" tegur Kyai Badrun.
"Maaf ayah! Faris benar-benar sangat kacau hari ini!" tutur Faris sambil mengusap wajahnya kasar.
"Kamu harusnya introspeksi diri, Faris! Pernikahan Syahla hari ini adalah hasil kesalahan dan sikap gegabah yang sudah kamu buat!"
"Harusnya kamu bis berubah menjadi lebih baik dan belajar dari kesalahan yang kamu perbuat! Bukan malah semakin payah seperti ini!" hardik Kyai Badrun yang sudah sangat malu atas apa yang dilakukan oleh putranya.
"Ayah benar-benar kecewa dengan kamu! Sebelum kamu menerima pernikahan Syahla dengan Kaisar dan fokus menata diri, ayah tidak akan mengizinkan menjadi imam di Masjid!"
Kyai Badrun pun langsung keluar dari ruangan tersebut dan meninggalkan Faris sendirian.
Sedangkan Gus Faris hanya bisa menghela nafasnya panjang. Dengan gontai ia melangkahkan kakinya dan keluar dari ruangan.
Wajah kusut Gus Faris membuat para santri tidak berani menyapanya. Gus Faris terus saja berjalan keluar gerbang pesantren dan menuju arah pulang ke rumahnya.
Namun, saat hendak menyebrang jalan, ia tidak melihat terlebih dahulu bagaimana kondisi jalan raya malam ini. Ia terus saja berjalan sampai tidak menyadari ada kendaraan yang melaju dengan sangat kencang.
Brak! Kecelakaan pun tak terelakkan lagi.
Bukan Gus Faris yang tertabrak melainkan Sarah, putri tunggal dari Ustadz Bakri.
Sarah yang baru saja keluar dari masjid dan hendak kembali ke rumahnya yang ada di lingkungan pesantren tidak sengaja melihat Gus Faris yang hampir tertabrak.
Dengan cepat ia mendorong Gus Faris ke tepi jalan raya dan justru ia yang akhirnya tertabrak oleh pengendara motor tersebut.
"Astaghfirullaaah! Sarah!" pekik Gus Faris yang langsung mendekat ke arah Sarah.
Sedangkan santri yang lain langsung meneriaki pengendara motor yang berhasil kabur. Beberapa dari mereka ada Yang langsung mengambil sepeda motor untuk mengejar penabrak Sarah yang melarikan diri.
Lengan Sarah sobek cukup panjang dan membuat mukena nya habis bersimbah darah. Gus Faris pun langsung memanggil keamanan pesantren untuk menyiapkan mobil dan segera membawa Sarah ke rumah sakit.
Berita kecelakaan Sarah pun langsung merebak luas di kalangan pesantren dan wilayah di sekelilingnya. Bahkan berita ini kini sudah sampai di telinga Syahla dan juga Kaisar.
"Mas!" panggil Syahla dan Kaisar langsung memandang ke arahnya.
"Iya sayang. Ada apa?"
"Maaf jika Syahla kali ini bertanya sesuatu yang mungkin akan menyinggung masa lalu Mas Kaisar!"
"Tentang pelaku tabrak lari di depan pesantren?" tebak Kaisar yang langsung diangguki oleh Syahla.
"Iya mas. Kalo dilihat dari gaya berkendaranya kan Syahla pikir pasti orangnya gak jauh dari teman-teman Mas Kaisar yang lama!"
"Coba nanti mas akan bantu cari tahu ya sayang. Sekarang Syahla mau dipesenin makan malam apa?" tawar Kaisar yang hendak menghubungi bagian pelayanan kabar hotel.
"Emm, kita cari makan di luar yuk Mas!" ajak Syahla. "Syahla kan gak pernah jalan-jalan malam!" lanjut Syahla yang sengaja menghindari permintaan aneh-aneh dari Kaisar.
Kaisar pun memandang jam dinding yang kini baru menunjukkan jam delapan.
"Memangnya Syahla gak capek?" tanya Kaisar sambil memainkan rambut panjang Syahla yang tergerai indah.
"Udah jam delapan loh. Mas kan gak mau kalo istri mas yang cantik ini nanti sakit perut gara-gara terlambat makan!"
"Ya gak akan sakit perut lah Mas. Kan dari tadi juga ngemil jajan yang udah disiapin di kulkas."
Kaisar menghela nafasnya panjang dan mengalah untuk menuruti keinginan Syahla.
"Baiklah, Mas penuhi keinginan istri mas yang pingin pacaran di luar. Kita langsung ke Restoran Mania aja yaa!" ucap Kaisar yang langsung mendapat tatapan protes dari Syahla.
"Yaelah mas! Itu kan cuma di seberang hotel! Sama aja boong dong Mas! Gimana sih!" gerutu Syahla yang langsung memanyunkn bibirnya.
Kaisar pun terkekeh pelan melihat istrinya yang sangat lucu. Entah kenapa ia semakin senang melihat istrinya yang bersikap manja terhadapnya.
"Okeey deh. Mas ikut aja kemana Syahla mau. Yang penting selepas pulang makan malam jangan anggurin Mas di malam pertama kita ya sayang!" balas Kaisar yang langsung mengajukan kontrak kepada Syahla.
"Mas gak mau makan malam ini kamu jadikan alasan buat menghindari dari Malam Pertama kita!"
"Loh, bukannya tadi sore udah ya?" timpal Syahla sambil mengenakan kerudung nya.
"Itu kan baru sore, bukan Malam. Beda dong! Nah, besok baru namanya pagi pertama kita. Terus istirahat dan lanjut siang pertama kita. Baru nanti kita pulang deh lanjutinyang kedua sampai seterusnya!" jelas Kaisar membuat Syahla ingin pingsan rasanya.
"Dih, Mas Kaisar nih! Masa' ya sih langsung beruntun begitu. Nanti kalau Syahla capek terus besoknya sakit gimana?"
"Do'a nya harus tetap sehat dong! Biar Mas Kaisar cepet punya dedek bayi di dalam perut istri Mas!" balas Kaisar sambil melingkarkan tangannya dan mengusap perut ramping Syahla.
Cup! Kecupan singkat dari Kaisar mendarat sempurna di pipi kanan Syahla.
"Kamu tuh kalo Mas perhatikan selepas nikah ini makna cantik aja sih sayang! Padahal gak make make up loh!" puji Kaisar sambil memandangi istrinya di kaca rias.
"Udah deh, gak usah gombal! Yuk, buruan berangkat!" Syahla langsung menarik tangan suaminya.
Kaisar pun langsung mengiring langkah Syahla keluar dari kamar hotel dan menuju ke pintu lift. Keduanya terus saja berpegangan tangan dan berdiri berdekatan. Terlebih hanya mereka berdua yang ada di dalam.
"Ini pertama kalinya Mas pergi kencan loh sayang!" tutur Kaisar. "Yaah meskipun mas selalu keluar malam, tapi mas gak pernah kencan sama perempuan mana pun!"
Syahla hanya menyunggingkan senyumannya dan memeluk lengan Kaisar dengan manja.
"Tapi sering kan pergi malam sama Laura!" celetuk Syahla.
"Bukan pergi bareng, sayang! Kita tuh cuma ketemu kalo lagi di lintasan balap motor aja."
"Mas ultimatum dari awal kalo Mas sama sekali tidak mau berdekatan dengan perempuan mana pun! Dan mereka semua konsisten dengan ultimatum Mas!" jelas Kaisar.
"Bahkan Mas sama sekali tidak pernah mau makan ataupun minum dari pemberian mereka! Karena Mas tahu sumber dari mana yang mereka dapatkan!"
Penjelasan dari Kaisar kali ini membuat Syahla sangat kagum dengan pendirian Kaisar. Lagi-lagi ia bersyukur dalam hatinya, 'Alhamdulillah. Ternyata pilihan ayah benar-benar tidak salah!'
🍄🍄🍄
Sambil menunggu cerita selanjutnya, mampir yuk ke Novel bestie aku
jgn kumat lg ya gus faris
Sok Suci kali nihhh
karena dr penjelasan syauqi sdh bisa ditebak sifat tdk bijaksana'a...
ga pantas menyandang gelar GUS
ilmu agama darimana dptkwn nih si GUS,dan main tuduh tanpa ada bukti...
kgn nama Gus Faris tp aGUS aja...
bikin ribet agama aja