Kenji Arashi terbangun di dunia One Piece setelah kematian yang tak masuk akal.
Tanpa sistem, tanpa takdir istimewa, ia justru mendapatkan Buah Iblis Web Web no Mi—kekuatan jaring laba-laba yang memberinya refleks, insting, dan mobilitas layaknya Spiderman.
Di lautan penuh monster, bajak laut, dan pemerintah dunia, Kenji memilih jalan berbahaya: bergabung sebagai kru resmi Topi Jerami, bertarung di garis depan, dan tumbuh bersama Luffy dari awal hingga akhir perjalanan.
Di antara jaring, Haki, dan takdir laut, satu hal pasti—
legenda baru saja di mulai.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tang Lin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 27: Pertarungan di Oasis
Ratusan Baroque Works agents mengepung oasis dari segala arah. Debu pasir beterbangan saat mereka berbaris dengan senjata teracung—pedang, tombak, senapan, dan berbagai senjata lainnya.
Kami hanya delapan orang—Luffy, Zoro, Sanji, Nami, Usopp, Chopper, Vivi, dan aku. Robin berdiri sedikit terpisah, posisinya masih ambigu.
Tapi kami tidak gentar.
"Delapan lawan ratusan," gumam Zoro sambil menarik ketiga pedangnya. "Odds yang menarik."
"Aku suka challenge," Sanji tersenyum sambil menyalakan rokok terakhirnya.
Luffy melangkah maju, menatap Mr. 1 dengan tatapan serius. "Kalian menghalangi jalan kami. Itu artinya kalian harus kami hajar."
Mr. 1 tidak merespons. Dia hanya mengangkat tangannya—signal untuk menyerang.
"SERANG! BUNUH MEREKA SEMUA!" teriak salah satu Billion Agent.
Ratusan agents langsung menyerbu dari segala arah!
"Formasi pertahanan!" Zoro berteriak. "Lindungi Nami, Usopp, dan Vivi di tengah!"
Kami langsung mengambil posisi—Luffy, Zoro, Sanji, dan aku membentuk lingkaran luar sebagai garis depan. Chopper berubah ke bentuk Heavy Point—bentuk raksasanya—untuk bertindak sebagai tank. Nami, Usopp, dan Vivi di tengah untuk support.
Gelombang pertama agents menghantam kami!
"Gomu Gomu no... GATLING!" Luffy memukulkan ratusan tinjuan ke segala arah!
WHAM WHAM WHAM WHAM!
Puluhan agents terpental ke belakang!
Zoro berputar dengan ketiga pedangnya membentuk tornado. "Taka Nami!"
SLASH!
Gelombang pedangnya memotong agents yang mendekat dari sisi kanan!
Sanji melompat tinggi dengan kaki menyala. "Diable Jambe: Party Table Kick Course!"
Dia menendang berkali-kali dengan kecepatan tinggi, setiap tendangan menghantam satu agent!
Aku menembakkan jaring ke segala arah, menciptakan jaring perangkap di tanah!
"Spider Web: Trap Field!"
Agents yang berlari terjebak di jaring, jatuh tersandung, dan menumpuk satu sama lain!
Tapi mereka terus datang. Untuk setiap sepuluh agents yang kami kalahkan, dua puluh lagi muncul dari belakang!
"Mereka tidak ada habisnya!" Usopp berteriak sambil menembakkan peluru ketapelnya. "Kemuri Boshi!" (Bintang Asap!)
Asap tebal memenuhi area, membuat agents bingung dan tidak bisa melihat!
Nami menggunakan Clima-Tact nya. "Thunder Tempo!"
CRACK!
Petir menyambar beberapa agents yang berkumpul, membuat mereka tersengat listrik dan jatuh!
Chopper mengamuk dengan bentuk raksasanya, melempar agents seperti boneka!
Tapi di tengah kekacauan itu, Spider Sense ku berdering keras!
"OFFICER AGENTS BERGERAK!" teriakku.
Mr. 2 Bon Clay sudah melompat tinggi dengan kaki terangkat. "Okama Kenpo: Prima!"
Dia menendang ke arah Sanji dengan kecepatan tinggi!
Sanji memblokir dengan kakinya sendiri!
CLANG!
"Kau lagi!" Sanji menggertakkan gigi. "Kali ini aku tidak akan kalah!"
Mereka berdua terlibat dalam duel tendangan—kaki bertemu kaki dengan kecepatan yang hampir tidak terlihat!
Mr. 4 dengan tongkat baseballnya memukul bom-bola yang dikeluarkan Lassou!
WHAM!
Bom-bola melesat ke arah Usopp dan Chopper!
"Chopper! Hindari!" Usopp berteriak.
Chopper melompat sambil membawa Usopp di bahunya, menghindari ledakan!
BOOM!
"Usopp! Chopper! Kalian handle Mr. 4!" Luffy berteriak sambil terus menghajar million agents.
"BA-BAIK!" Usopp gemetar tapi mengambil posisi.
Dan yang paling berbahaya—Mr. 1 berjalan dengan santai ke arahku dan Zoro.
"Roronoa Zoro," katanya dengan suara datar. "Pedangmu tidak bisa memotongku. Dan kau, Spider Boy—jaring mu tidak berguna melawan pisau."
Tubuhnya mulai berubah—kulit menjadi berkilauan seperti logam, jari-jarinya memanjang menjadi pisau tajam.
Zoro menyeringai. "Dua hari lalu, aku memang tidak bisa memotongmu. Tapi sekarang..." Dia mengambil stance yang berbeda—stance yang belum pernah kulihat sebelumnya. "Aku sudah belajar sesuatu."
Mr. 1 tidak terkesan. Dia menyerang dengan kecepatan tinggi!
"Atomic Spurt!"
Seluruh tubuhnya berubah jadi pisau dan berputar seperti blender raksasa, melesat ke arah kami!
"Kenji! Mundur!" Zoro berteriak.
Aku melompat ke belakang, memberikan ruang untuk Zoro!
Zoro menutup matanya—sesuatu yang sangat berbahaya di tengah pertarungan!
"Zoro! Apa yang kau lakukan?!" teriakku dengan panik.
Tapi Zoro tetap tenang. Napasnya teratur. Dan tiba-tiba—dia membuka matanya!
"Aku mendengarnya," gumamnya. "Napas dari baja."
Dia mengayunkan pedangnya!
"Ittoryu Iai: Shishi Sonson!"
SLASH!
Pedangnya memotong Mr. 1 yang berputar dengan kecepatan tinggi!
Dan yang tidak mungkin terjadi—
CLANG!
Tubuh baja Mr. 1 terpotong!
Darah menyembur dari dadanya!
"Apa?!" Mr. 1 terkejut, menatap luka di dadanya yang seharusnya tidak mungkin ada. "Kau... kau memotong baja?!"
Zoro menyeringai sambil menyarungkan pedangnya. "Aku bilang, aku sudah belajar sesuatu. Aku bisa memotong apapun sekarang—bahkan baja."
Mr. 1 jatuh berlutut, darah terus mengalir dari luka dalamnya.
"Satu selesai," kata Zoro dengan santai.
Tapi dia juga terlihat lelah—serangan tadi menguras banyak energi.
"Zoro! Istirahat sebentar!" teriakku sambil mengambil alih posisinya. "Aku akan handle agents yang datang!"
Million agents masih terus berdatangan. Aku harus menghentikan mereka!
Aku menembakkan jaring ke segala arah dengan kecepatan tinggi!
THWIP THWIP THWIP THWIP!
"Spider Web: Binding Field!"
Puluhan jaring melesat dan mengikat agents, membuat mereka tidak bisa bergerak!
Tapi mereka terlalu banyak!
"Aku butuh area attack yang lebih luas!" pikirku sambil mencoba strategi baru.
Aku melompat tinggi ke udara dan menembakkan jaring dalam pola melingkar!
"Spider Domain: Cage Version!"
Jaring-jaring membentuk kubah raksasa yang menutupi area luas—menjebak puluhan agents di dalamnya!
Lalu aku menarik semua jaring sekaligus!
Agents yang terjebak tertarik ke tengah kubah, menumpuk satu sama lain dan tidak bisa bergerak!
"Berhasil!" teriakku.
Tapi aku merasakan kelelahan yang luar biasa. Membuat domain sebesar itu sambil mempertahankan strength jaring menguras energiku drastis.
"Hah... hah..." aku mendarat dengan napas terengah-engah.
Di sisi lain, Sanji masih bertarung melawan Mr. 2.
Mereka berdua melompat mundur setelah saling tendang, keduanya napas terengah-engah.
"Kau... kau lebih kuat dari terakhir kali," kata Mr. 2 sambil menyeka darah di sudut bibirnya.
"Tentu saja," Sanji tersenyum. "Aku berlatih keras dua hari terakhir. Dan sekarang—aku akan tunjukkan hasil latihanku!"
Kakinya menyala dengan api biru yang lebih intens dari sebelumnya!
"Diable Jambe: EXTRA HACHIS!"
Dia menendang dengan kecepatan dan panas yang jauh melebihi serangan sebelumnya!
Mr. 2 mencoba memblokir—tapi panas dari tendangan Sanji terlalu kuat!
WHAM!
Mr. 2 terpental jauh ke belakang, pakaiannya terbakar!
"ITTAI!" dia berteriak sambil menggulingkan tubuhnya di pasir untuk memadamkan api.
Sanji mendarat dengan pose cool sambil menyalakan rokok baru. "Itu untuk Nami-swan yang kau ganggu kemarin."
Mr. 2 mencoba berdiri tapi kakinya gemetar. Luka bakar di tubuhnya cukup parah.
"Dua selesai," gumam Sanji.
Di bagian lain, Usopp dan Chopper masih berjuang melawan Mr. 4.
Mr. 4 terus memukul bom-bola dengan tongkat baseballnya, menciptakan ledakan di sekitar Usopp dan Chopper!
BOOM! BOOM! BOOM!
"Chopper! Aku punya ide!" Usopp berteriak sambil mengambil sesuatu dari tasnya. "Aku butuh kau lempar aku ke udara!"
"EH?! TAPI ITU BERBAHAYA!" Chopper protes.
"PERCAYA AKU!"
Chopper ragu tapi akhirnya mengangguk. Dengan kekuatan Heavy Point-nya, dia melempar Usopp tinggi ke udara!
Usopp terbang tinggi—jauh di atas jangkauan Mr. 4!
"Sekarang!" Usopp mengarahkan ketapelnya dengan presisi sempurna.
"Special Attack: Kaen Boshi!" (Bintang Api!)
Peluru api melesat dengan akurasi sempurna—langsung mengenai tongkat baseball Mr. 4!
Tongkat itu terbakar!
Mr. 4 panik dan melempar tongkatnya!
Tapi Usopp sudah menyiapkan serangan berikutnya!
"Namari Boshi!" (Bintang Timah!)
Peluru berat menghantam kepala Mr. 4 dengan keras!
WHAM!
Mr. 4 jatuh tidak sadarkan diri.
Usopp mendarat—lebih tepatnya jatuh—ke pasir dengan wajah lega. "Ha... hahaha... aku... aku menang..."
Chopper langsung memeluknya dengan excited. "Usopp! Kau hebat!"
"Tentu saja!" Usopp langsung kembali ke mode sombong meskipun tubuhnya gemetar. "Aku kan Kapten Usopp yang punya 8000 pengikut!"
"Tiga officer agents selesai," gumam Luffy sambil menghajar million agents terakhir. "Bagus! Sekarang kita bisa lanjut ke Alubarna!"
Tapi Spider Sense ku tiba-tiba berdering sangat keras—lebih keras dari sebelumnya!
"BAHAYA! DARI ATAS!" teriakku.
Semua orang menoleh ke atas!
Dari langit, turun sosok dengan kecepatan tinggi!
Seseorang dengan mantel putih berkibar, cerutu di mulut, dan dua jitte—senjata berbentuk seperti tongkat dengan ujung bercabang!
Dan yang paling menakutkan—tubuh bagian bawahnya berubah menjadi asap!
"Smoker!" Luffy berteriak dengan terkejut.
Kapten Smoker dari Marine—pengguna Moku Moku no Mi yang bisa mengubah tubuhnya jadi asap!
Dia mendarat di tengah kami dengan benturan yang menciptakan kawah kecil!
"Straw Hat Luffy," katanya dengan suara rendah yang mengintimidasi. "Akhirnya aku menemukanmu."
Dan situasi kami yang sudah buruk.
menjadi jauh lebih buruk.