NovelToon NovelToon
One Piece: Legenda Spider Fruit

One Piece: Legenda Spider Fruit

Status: sedang berlangsung
Genre:One Piece / Kelahiran kembali menjadi kuat / Fantasi Isekai / Time Travel / Reinkarnasi / Transmigrasi
Popularitas:548
Nilai: 5
Nama Author: Tang Lin

Kenji Arashi terbangun di dunia One Piece setelah kematian yang tak masuk akal.
Tanpa sistem, tanpa takdir istimewa, ia justru mendapatkan Buah Iblis Web Web no Mi—kekuatan jaring laba-laba yang memberinya refleks, insting, dan mobilitas layaknya Spiderman.
Di lautan penuh monster, bajak laut, dan pemerintah dunia, Kenji memilih jalan berbahaya: bergabung sebagai kru resmi Topi Jerami, bertarung di garis depan, dan tumbuh bersama Luffy dari awal hingga akhir perjalanan.
Di antara jaring, Haki, dan takdir laut, satu hal pasti—
legenda baru saja di mulai.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tang Lin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 24: Menghadapi Shichibukai

Tekanan yang keluar dari tubuh Crocodile luar biasa. Berbeda dengan semua musuh yang pernah kuhadapi sebelumnya. Ini bukan sekedar kekuatan fisik—ini adalah aura seorang yang sudah berdiri di puncak Grand Line. Seorang Shichibukai.

Spider Sense ku berdering tanpa henti—warning terus-menerus tentang bahaya ekstrim.

"Luffy," gumamku sambil mengambil posisi siaga. "Ini bukan musuh biasa. Kita harus berhati-hati."

Tapi Luffy sudah maju duluan dengan tinju terangkat. "Aku tidak peduli siapa dia! Dia membuat Vivi menangis! Gomu Gomu no... PISTOL!"

Tinjunya melesat ke arah Crocodile dengan kecepatan tinggi!

Tapi Crocodile bahkan tidak bergerak. Dia hanya tersenyum dingin.

Tinju Luffy melewati tubuh Crocodile—benar-benar melewati, seolah Crocodile terbuat dari udara!

Tubuh Crocodile berubah menjadi pasir di bagian yang terkena pukulan, lalu kembali padat setelah tinju Luffy lewat!

"Apa?!" Luffy terkejut.

"Suna Suna no Mi," kata Crocodile dengan santai sambil menghembuskan asap cigar. "Buah Iblis Logia yang membuat tubuhku menjadi pasir. Serangan fisik biasa tidak akan menyentuhku."

Dia mengangkat tangan kanannya—pasir mulai berkumpul di tangannya, membentuk pedang pasir yang tajam!

"Desert Spada!"

Dia mengayunkan pedang pasir ke arah Luffy!

Pedang pasir itu terbang dengan kecepatan tinggi, memotong lantai, dinding, bahkan udara di jalurnya!

"LUFFY! MENGHINDAR!" teriakku.

Luffy melompat ke samping—Desert Spada melewatinya dan memotong dinding restoran, menciptakan goresan dalam yang sempurna!

"Kuso!" Luffy menggertakkan gigi. "Serangan jarak jauh!"

Crocodile tertawa. "Kau pikir kau bisa mengalahkanku dengan tinju bodohmu, Straw Hat? Kau bahkan tidak bisa menyentuhku."

"Kalau begitu aku akan terus memukul sampai aku bisa menyentuhmu!" Luffy berteriak dengan semangat membara.

Dia menyerang lagi dengan serangan beruntun!

"Gomu Gomu no... GATLING!"

Ratusan pukulan melesat ke arah Crocodile!

Tapi semuanya menembus tubuh Crocodile yang berubah menjadi pasir! Tidak ada satupun yang mengenai!

"Percuma," kata Crocodile sambil menguap bosan. "Kau terlalu lemah untuk melawanku."

Dia mengayunkan tangannya—pasir melesat dari tangannya seperti gelombang, menyapu seluruh area!

"SEMUA MENGHINDAR!" Zoro berteriak.

Kami semua melompat ke berbagai arah untuk menghindari gelombang pasir!

WHOOSH!

Pasir melewati kami dan menghantam dinding, menciptakan lubang besar!

"Serangan itu..." gumam Sanji sambil menyeka keringat di dahinya. "Kalau kena, kita pasti luka parah!"

"Kita tidak bisa menang melawannya!" Nami berteriak dengan panik. "Dia Shichibukai! Kita harus kabur!"

"TIDAK!" Vivi berteriak dengan air mata di matanya. "Kita tidak bisa kabur! Kalau kita kabur sekarang, Crocodile akan terus menyiksa Alabasta! Aku tidak bisa membiarkan itu terjadi!"

Crocodile menatap Vivi dengan tatapan dingin. "Ah, Princess Vivi. Akhirnya aku bertemu denganmu secara langsung. Kau sudah membuat banyak masalah untukku dengan menyusup ke organisasiku."

Dia melangkah maju—setiap langkahnya menciptakan tekanan yang membuat udara terasa berat.

"Tapi sekarang, semuanya akan berakhir. Aku akan membunuhmu. Lalu aku akan kembali ke Alabasta dan menyelesaikan rencana ku. Tidak ada yang bisa menghentikanku."

"AKU AKAN MENGHENTIKANMU!" Luffy berteriak sambil menyerang lagi.

Tapi hasilnya sama—semua serangannya menembus tubuh Crocodile tanpa efek!

"Luffy!" teriakku. "Serangan fisik tidak akan berhasil! Kita butuh air! Ingat yang Vivi bilang—pasir akan mengeras kalau terkena air!"

Luffy langsung menoleh ke Sanji. "Sanji! Kau punya air?!"

"Ada!" Sanji langsung melempar botol air ke Luffy.

Luffy menuangkan air ke tangannya, membuat tangannya basah. Lalu dia menyerang lagi!

"Gomu Gomu no... PISTOL!"

Kali ini, tinjunya mengenai Crocodile!

WHAM!

Crocodile terpental sedikit ke belakang—serangan itu berhasil!

"Berhasil!" Luffy berteriak senang.

Tapi Crocodile hanya tersenyum tipis sambil menyeka darah di sudut bibirnya. "Jadi kau sudah tahu kelemahanku. Impressive. Tapi..."

Dia mengangkat hook emasnya—hook itu berkilauan dengan cahaya aneh.

"Kau pikir hanya dengan air kau bisa mengalahkanku? Terlalu naif, Straw Hat."

Hook emasnya melesat ke arah Luffy dengan kecepatan tinggi!

Spider Sense berdering sangat keras!

"LUFFY! ITU BERBAHAYA!" teriakku sambil menembakkan jaring untuk menarik Luffy menjauh.

Tapi terlambat—hook Crocodile menggores lengan Luffy!

"ARGH!" Luffy berteriak kesakitan.

Dan yang lebih mengerikan—lengan Luffy yang tergores mulai mengering! Kulitnya menjadi keriput, seperti kehilangan semua cairan di dalamnya!

"Apa yang kau lakukan pada Luffy?!" teriakku dengan marah.

Crocodile tertawa. "Ini adalah kekuatan spesial hookku. Dia bisa menyerap semua cairan dari apapun yang disentuhnya. Manusia terdiri dari 70% air. Kalau aku menyentuhmu dengan hook ini, aku bisa mengeringkan tubuhmu dalam hitungan detik."

"Monster..." gumam Usopp dengan wajah pucat.

Luffy memegang lengannya yang mengering dengan wajah kesakitan. Tapi dia tidak mundur. Dia menatap Crocodile dengan tekad yang tidak goyah.

"Aku... tidak akan kalah..." kata Luffy dengan suara bergetar tapi penuh tekad. "Aku janji pada Vivi... aku akan mengalahkanmu!"

"Tekad yang mengagumkan," kata Crocodile sambil mengayunkan hooknya lagi. "Tapi tekad saja tidak akan mengalahkan ku. Kau terlalu lemah, Straw Hat."

Dia menyerang lagi dengan kecepatan yang lebih tinggi!

Kali ini, aku yang bergerak. Aku menembakkan jaring berlapis Armament Haki untuk memblokir hook Crocodile!

CLANG!

Hook bertabrakan dengan jaringku—dan jaringku bertahan!

"Oh?" Crocodile menatapku dengan mata menyipit. "Bocah laba-laba. Kau bisa menggunakan Armament Haki? Menarik untuk rookie."

"Aku tidak akan membiarkanmu menyakiti Luffy lagi!" teriakku sambil menarik jaring, mencoba menarik hook dari tangan Crocodile.

Tapi Crocodile lebih kuat. Dia menarik balik dan aku yang terseret ke arahnya!

"Kenji!" Zoro berteriak sambil menyerang dari samping. "Oni Giri!"

Ketiga pedangnya memotong ke arah Crocodile!

Tapi Crocodile berubah menjadi pasir—pedang Zoro melewatinya tanpa efek!

"Serangan pedang juga tidak berguna," kata Crocodile sambil tersenyum. "Kalian semua terlalu lemah."

Dia mengayunkan tangannya—gelombang pasir menyapu ke arah Zoro!

Zoro menghindar dengan melompat ke belakang, tapi gelombang pasir mengejarnya!

"Sial!" Zoro menggertakkan gigi.

Sanji menyerang dari arah berbeda dengan tendangan berputar!

"Diable Jambe!"

Kakinya terbakar dengan api—hasil dari friksi rotasi super cepat!

Tendangannya menghantam Crocodile—dan kali ini ada efek! Panas dari api membuat pasir Crocodile mengeras sedikit!

Crocodile terpental beberapa langkah ke belakang.

"Api..." gumam Crocodile sambil menatap kakinya yang sedikit terbakar. "Panas ekstrim juga bisa mempengaruhi pasirku. Clever."

Tapi dia tidak terlihat khawatir sama sekali. Malah, dia terlihat... bosan.

"Tapi ini membuang-buang waktu," kata Crocodile sambil menghembuskan asap cigar. "Aku punya urusan penting di Alabasta. Jadi aku akan mengakhiri ini sekarang."

Dia mengangkat kedua tangannya ke udara.

Pasir mulai berkumpul dari segala arah—dari tanah, dari dinding yang hancur, dari udara sendiri!

Pasir membentuk tornado raksasa di atas kepalanya!

"Desert Grande Spada!"

Tornado pasir raksasa itu diayunkan ke arah kami semua!

Spider Sense berdering dengan intensitas yang belum pernah kurasakan sebelumnya!

Ini serangan yang bisa membunuh kami semua!

"SEMUA LARI!" Zoro berteriak.

Tapi tornado pasir terlalu besar—tidak ada tempat untuk lari!

"Kalau begitu aku akan hentikan!" teriakku dengan putus asa.

Aku menembakkan semua jaringku, menciptakan jaring raksasa untuk menahan tornado pasir!

"Spider Domain: Maximum Defense!"

Jaring-jaring berlapis-lapis terbentuk di depan kami, menciptakan dinding jaring yang tebal!

Tornado pasir menghantam jaring ku!

WHAM!

Kekuatan tabrakannya luar biasa! Jaring ku robek layer demi layer!

"BERTAHAN!" teriakku sambil terus menembakkan jaring baru untuk memperkuat defense.

Aku merasakan Armament Haki ku mengalir ke jaring—memperkuatnya, membuatnya lebih tahan!

Tapi tornado pasir terlalu kuat!

Layer pertama robek! Layer kedua robek! Layer ketiga—

Tiba-tiba, seseorang berdiri di sampingku.

Robin.

Dia menyilangkan tangannya. "Cien Fleur!"

Seratus tangan muncul dan membantu memperkuat jaring ku!

Dengan bantuan Robin, jaring ku akhirnya menahan tornado pasir!

Setelah beberapa detik, tornado itu akhirnya menghilang.

Aku jatuh berlutut, napas terengah-engah. "Hah... hah... terima kasih... Robin..."

"Sama-sama, Kenji-kun," Robin tersenyum tipis.

Crocodile menatap Robin dengan tatapan tajam. "Miss All Sunday. Kau mengkhianatiku?"

"Aku tidak pernah loyal padamu dari awal, Crocodile," jawab Robin dengan tenang. "Aku hanya bekerja denganmu untuk kepentinganku sendiri. Dan sekarang, kepentinganku berbeda."

Crocodile terdiam sejenak, lalu tertawa keras. "HAHAHAHA! Menarik! Sangat menarik! Partner ku sendiri mengkhianatiku!"

Dia menatap kami semua dengan tatapan penuh dengan niat membunuh.

"Baiklah. Kalau begitu aku akan membunuh kalian semua—termasuk kau, Miss All Sunday."

Dia mengangkat tangannya lagi, siap melancarkan serangan yang lebih mematikan—

Tapi tiba-tiba, suara ledakan terdengar dari luar restoran.

BOOM! BOOM! BOOM!

"Apa itu?!" Nami terkejut.

Seorang Marine berlari masuk dengan wajah panik. "CROCODILE-SAMA! MARINE HEADQUARTERS MENGIRIM PASUKAN KE NANOHANA! MEREKA TAHU ANDA ADA DI SINI!"

Crocodile menggertakkan gigi dengan kesal. "Marine... di waktu yang tidak tepat."

Dia menatap kami semua dengan tatapan dingin. "Kalian beruntung. Aku tidak punya waktu untuk bermain-main lagi. Tapi ingat—ini bukan akhir. Aku akan menyelesaikan rencana ku di Alabasta. Dan saat itu, kalian semua akan mati."

Tubuhnya berubah menjadi pasir dan terbang keluar dari restoran, menghilang dalam sekejap.

Hening.

Crocodile pergi.

Kami... selamat.

Tapi ini bukan kemenangan. Ini hanya penundaan.

Luffy berdiri dengan lengan yang masih mengering, wajahnya penuh dengan frustrasi. "Sial... aku bahkan tidak bisa melukai dia dengan benar..."

"Luffy," aku berjalan mendekat dan meletakkan tangan di bahunya. "Kita akan mengalahkannya. Tapi tidak sekarang. Kita butuh lebih banyak persiapan. Kita butuh strategi yang lebih baik."

Luffy menatapku, lalu mengangguk pelan. "Kau benar. Aku harus lebih kuat. Jauh lebih kuat."

Vivi mendekat dengan air mata di matanya. "Maafkan aku... maafkan aku semua... kalian hampir mati karena aku..."

"Jangan minta maaf, Vivi," kata Luffy sambil tersenyum—meskipun senyumannya penuh dengan rasa sakit. "Kita adalah nakama. Dan nakama tidak pernah minta maaf untuk berjuang bersama."

Suara ledakan Marine semakin dekat.

"Kita harus pergi," kata Zoro. "Marine akan segera sampai di sini."

"Ke mana?" tanya Nami.

"Ke Going Merry," jawabku. "Kita perlu istirahat, merawat luka, dan merencanakan langkah selanjutnya. Pertarungan sesungguhnya belum dimulai."

Kami semua setuju dan mulai berlari keluar dari restoran yang hancur.

Tapi aku tahu—pertarungan hari ini membuktikan satu hal.

Kami masih terlalu lemah untuk mengalahkan Crocodile.

Dan kami harus menjadi jauh lebih kuat sebelum pertarungan berikutnya.

Atau kami semua akan mati.

1
Wahyu🐊
Semoga Kalian Suka Sama Karya ku ini
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!