Ditinggalkan oleh suami di hari pertama pernikahan bukanlah keinginan Shakira Aisha. Sejak Fauzi sang suami tahu masalalunya, pria itu pergi entah ke mana.
Karena cinta yang Shakira Aisha miliki dan ingin mempertahankan rumahtangganya, dia mencari Fauzi ke suatu kota atas petunjuk yang ia dapatkan.
Kepindahannya ke suatu tempat justru malah mempertemukannya lagi dengan pria masa lalu, pria yang sudah menorehkan luka dan menghancurkan segala mimpinya diusia muda.
"Kita bertemu kembali? tak akan kubiarkan kamu pergi lagi."
"Sial, apa yang ingin kamu lakukan?"
"Menghamilimu!" Mario menyeringai penuh kelicikan.
"Aku sudah menikah!"
Deg.
Siapakah pria yang akan Shakira Aisha pilih? laki-laki masa depannya yang sudah menikahinya ataukah pria masalalunya?
Mampukah Mario meluluhkan Aisha-nya? Wanita yang telah ia permainan sedemikian rupa. Dan akankah Fauzi mempertahankan istrinya disaat ada laki-laki lain terang-terangan mengajaknya bersaing?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Arion Alfattah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 21 - Hati yang terluka
"Eh!" Shakira menoleh. "Eh, maaf maaf, aku tidak sengaja, aku kira itu pintu eh tak tahunya kening orang. Salah kamu sendiri malah berdiri depan pintu tanpa kasih tahu."
Mata tajam itu menatapnya lekat. "Dua kali kamu berbuat ulah sama aku, Sha."
"Kan bukan salah aku, kamu yang salah," balas Shakira galak.
Mario menghela nafas, "terus ngapain kamu datang kerumah aku?"
"Oh ini." Shakira menyodorkan kotak makanan kepada pria itu. "Buat kamu."
Dahi pria itu mengernyit menatap kotaknya lalu beralih menatap Shakira.
"Buat?"
"Sebagai permintaan maaf karena sudah mengguyur kamu pakai air bekas cucian sekaligus sebagai permintaan maaf karena sudah mengetuk kening."
"Tidak usah, bawa saja." Pria itu hendak masuk laki tapi ditahan oleh Shakira.
"Aduh pak, Om, mas, hmm Abang, apa ya manggilnya? Mario Pokoknya jangan tolak, ini rezeki loh. Setidaknya hargai usaha aku." Shakira memohon, mata bulatnya mengerjap lucu berharap dapat kata maaf.
Pria itu menghela nafas. "Baiklah, aku maafkan dan terimakasih untuk makanannya."
Lalu dia mengambil kotak makanan itu dari tangan Shakira.
Senyum Shakira mengembang. "Makasih ya."
"Hmmm." Lalu dia menutup pintunya lagi, berdiri dibelakang pintu seraya memandangi kota makanannya. Bibirnya tersenyum tipis, sangat tipis seraya menggelengkan kepalanya.
Pun dengan Shakira yang juga tersenyum lega. "Akhirnya diterima juga." segala sikapnya barusan terkesan tidak terjadi sesuatu dimasa lalu, seolah pergi begitu saja tanpa diingat lagi.
Dan pintunya di buka lagi. "Shakira."
Wanita itu menoleh.
"Cieee perhatian, masih sayang ya?" ledek Mario tersenyum usil seraya menarik nurunkan alisnya.
Senyum Shakira luntur, berubah kesal, "sayang, sayang, kepala lo peyang, dasar TEH RIO!" ujarnya sambil pergi dari sana.
"Dasar Shakira Waka Waka." Mario terkekeh, panggilan itu kembali terdengar setelah sekian lama menghilang. Panggilan kesal Shakira untuknya.
"Ipar gila. Gak waras suka sama bini orang. Sayang, kamu harus tahu, Abang kamu Mario ngejar bini orang, gak waras kan dia." Kebetulan Vaughan sudah siap untuk memantau kerjanya, sebelum berangkat menyempatkan diri menghubungi istri kecilnya.
Dari layar suara Aqeela melengking. "ABANGG GENDENG! LO MAU JADI PEBINOR HAH? GUE ADUIN SAMA MAMA BIAR DIBAWA MAMA SEKALIAN."
"Dih, mati dong gue, cil. Dapat bini orang aja belum masa udah mati duluan, kasihan gue, duda bukan bujang bukan, tosblong." sahut Mario melewati Vaughan menuju meja makan.
Dahi Vaughan mengernyit, "ajiiink, lo udah kawin duluan sebelum nikah?"
"Yo'i mantap kan gue? Wajib diberi penghargaan ini mah." Sesantai itu bicara sama suami adiknya.
Sambil melenggang ke luar rumah Vaughan berkata, "Bocah edan. Sayang, Abang kamu gak waras. Cepat nyusul kerja jangan mikirin bini orang terus."
Mario mengangkat jempolnya.
***********
Shakira sampai di dalam yayasan, ia ingin memastikan lagi soal kerjaan yang di tawarkan, namun karena penasaran sama kegiatan suaminya memilih menuju dapur. Hatinya merasa Fauzi ada di sana mendekati wanita lain, langkahnya sempat terhenti, jantungnya berdegup kencang, tangannya mengusap pelan di dada.
"Kuat Sha, harus kuat, tunjukan padanya bahwa kamu baik-baik saja. Hfuuhhh." Kemudian ia kembali melanjutkan langkahnya walaupun hati tidak baik-baik saja.
Dari jauh Raka melihat pergerakan Shakira, dengan langkah tergesa menghampiri Shakira.
"Pagi Shakira," sapa Raka.
Yang dipanggil berhenti melangkah. "Pagi juga Mas Raka. Aku duluan ya, mau ke dapur yayasan."
"Eh Sha, gak usah deh, mendingan kita ke rumah Appa Huda dan bunda Nurul saja." Raka tahu ada Fauzi dan Luna di dapur, gak akan dia biarkan Shakira melihat adegan menyakitkan.
"Nanti setelah dari dapur Mas, aku duluan ya, mari."
Raka tak bisa mencegah Shakira, ia tidak mau Shakira melihat perbuatan Fauzi bersama perempuan lain.
"Susah mencegahnya." Ia pun mengikutinya takut terjadi sesuatu pada Shakira.
*******************
"Pak Fauzi, mendingan bapak gabung sama guru lain saja, biarkan ini semua kita yang mengerjakan. Masa seorang guru ikut bantu-bantu di dapur sih," kata Fira menyindir.
"Biar cepat selesai Fira, saya tidak keberatan membantu kalian," jawab Fauzi tersenyum ramah.
"Duh gimana ya, masalahnya ini kerjaan kita Pak. Gak enak sama Bunda Nurul," ujar Luna.
"Daripada melarang saya mendingan kamu bawa nasinya gih," balas Fauzi.
"Udah lah Fira, pak Fauzi itu susah dikasih tahu, dia kekeh sama keinginannya. Biarkan pak Fauzi membantu kita, mumpung ada tenaga tambahan," timpal Luna.
Fira mencebik. "Iya, iya, aku pergi deh, aku tahu kok maksud kamu apa, kalian mau pendekatan satu sama lain. Aku paham kok tatapan kamu itu."
"Apaan sih, bukan gitu Fira." Luna melirik Fauzi, tidak enak hati padanya.
Fauzi diam saja, tidak membantah.
Merasa jadi obat nyamuk, Fira pergi duluan meninggalkan keduanya.
"Makasih ya."
"Soal apa?" tanya Fauzi.
"Soal Mas nya mau bantu saya dan makasih juga sudah menemani saya tadi malam. Saya jadi lebih lega setelah sedikit cerita mengenai masalah saya," balas Luna tersenyum lembut.
Mata keduanya saling pandang, sama-sama tersenyum.
"Senyum kamu cantik, hati kamu juga baik, maaf ya soal Shakira. Dia sudah keterlaluan mengancam kamu, saya akan pastikan dia tidak mengganggu kenyamanan kamu dan saya akan pastikan kamu baik-baik saja tanpa masalah apapun darinya."
Deg.
Sosok yang mereka bicarakan ada di dekat pintu, menyaksikan sendiri perbincangan keduanya dengan tatapan kagum satu sama lainnya.
Sakit, teramat sakit orang yang ia sayangi begitu mudah berpaling darinya dan kini terang-terangan memuji serta membela perempuan lain.
Shakira tersenyum getir, menertawakan dirinya sendiri karena kalah sama orang baru. Ia bisa melihat mantan suaminya tertarik pada Luna dari pertama kali.
"Mas bisa saja, nanti Shakira marah loh. Dia kan istri Mas Fauzi, sampai nyusul sini." Luna menunduk malu mendapatkan pujian dari laki-laki, ia juga senang ada sosok yang mau membelanya, tapi juga tidak enak hati terhadap Shakira.
"Dia bukan siapa-siapa saya karena sebentar lagi saya akan berpisah dengannya," balas Fauzi dengan raut wajah sendu. Marah, sakit hati, tapi juga masih memiliki perasaan terhadapnya.
Deg.
Hati Shakira makin sakit, itu artinya pria itu benar-benar ingin meninggalkannya dan mendekati wanita lain disaat masih menjadi suaminya.
"Shakira." Raka makin tidak suka sama tindakan Fauzi. Teriakannya mengagetkan semua orang yang berada disana.
Baik Luna maupun Fauzi terhenyak, terutama Fauzi. Pria itu tertegun ketika matanya dan mata Shakira saling bertatap. Ia bisa melihat kekecewaan dari mata bening itu, air matanya pun mengalir membasahi pipi putih kemerah-merahannya.
"Aku baik-baik saja kok Mas Raka." Sebisa mungkin ia tahan diri agar tidak memarahi keduanya.
Tiba-tiba Raka memegang kedua pundaknya Shakira, membawanya menghadap. Jari telunjuknya menghapus air mata menatap lembut mata Shakira yang berkaca-kaca.
pst s luna buat byk cara spy ga dceraikan sm fauzi...
pasti sluna drama mnt dnikahin.
baguslah syakira bs lepas dr cowok gaa tegas ky s fauzi.
jgn2 s bp manggil warga buat gerebek anak sendiri biar d nikahin fauzi.