Kisah cinta dan peliknya kehidupan Nadia Mark Wijaya. Menjadi anak 'brokend home' bukanlah bagian mimpinya.
Saat suami menghianati istrinya..
Papa yang melukai anaknya..
Dan, kekasih yang mematahkan kepercayaan atas cinta!
Hidup Nadia benar-benar berantakan, mulai dari perceraian kedua orang tuanya karena perselingkuhan papanya. Ditambah kenyataan sang kekasih bermain api dengan kakak tirinya.
Berbagai pengkhianatan dari orang-orang terdekatnya membuat Nadia tidak lagi mempercayai cinta. Hanya kebencian yang kini menyelimuti hati wanita itu.
"Aku adalah pemeran utama dalam sandiwara kecil berjudul KITA, namun kau bawa dia dan mengubah alur cerita."
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tiya Corlyningrum, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kesedihan Nadia Kesedihan Fernando
Suara pintu terbuka membuat Sonia menoleh, wanita itu tersenyum lembut melihat putrinya berdiri disana. Wajah Nadia yang terlihat kusut membuat wanita itu yakin jika putrinya baru saja beradu mulut dengan papanya. Padahal, Sonia meminta Nadia untuk menemui papanya dan mengucapkan terimakasih karena sudah berkenan mengantarkan Nadia ke sana untuk menemui Sonia.
“Bertengkar dengan Papa lagi?” tebak Sonia tersenyum.
Nadia mengangguk dengan murung, wanita itu duduk di sofa tunggu yang ada di dalam ruang rawat mamanya.
“Mama kan sudah bilang Nad, ucapkan terimakasih sama Papa. Papa sudah mengantarkanmu ke sini.“ Sonia menatap putrinya dengan tersenyum lembut.
“Mama tidak memiliki perasaan kesal saat melihat Papa di sini?” tanya Nadia menatap mamanya tidak percaya.
Terbuat dari apakah hati mamanya sehingga bisa setenang itu ketika bertemu dengan mantan suaminya yang telah melukai perasaannya dan juga mengkhianatinya bertahun-tahun lamanya.
“Dia mengantarkanmu, Mama tidak punya alasan untuk marah dengannya,“ jawab Sonia meskipun tadi saat melihat Ardi berdiri di depan ruang rawatnya dia merasakan dadanya bergemuruh begitu hebat.
Entahlah, setiap kali melihat Ardika, jantungnya berdetak begitu kencang seperti pertemuan pertamanya dengan lelaki yang sudah memberikan hadiah terbesar dalam hidupnya dengan kehadiran Nadia di sisinya. Bagaimana jika Sonia tidak memiliki Nadia dalam hidupnya? Apakah wanita itu bisa bertahan hidup setelah menerima kenyataan pahit bahwasanya sang suami yang sudah hidup bersamanya hampir dua puluh tahun lamanya memiliki istri lain dan memiliki anak dari wanita lain.
Sonia mungkin akan mengakhiri hidupnya karena tidak ada alasan untuk dirinya meneruskan hidupnya yang terasa pahit itu.
“Papa berusaha membayar tagihan rumah sakit Mama. Dia hampir saja menandatangani persetujuan wali, untung saja Om Ozan mengambil alih persetujuan wali dan membayarkan tagihan rumah sakit Mama,“ jelas Nadia.
Ardika melakukannya? Dia mau menandatangani persetujuan wali bagi Sonia?
Sonia meremas tangannya, wanita itu merasakan gelegar aneh dalam dadanya. Mungkinkah lelaki itu masih menaruh perhatian dengannya? Atau itu hanya rasa simpatinya kepada wanita yang telah melahirkan anaknya?
Sonia menatap Nadia, Nadialah yang akan menjadi pewaris sah keluarga Wijaya. Pernikahan mereka dimanipulasi, Ardika tidak berstatus single ketika menikahi Ferra saat wanita itu hamil. Meskipun Pevita memiliki status hukum yang sah, dia tidak bisa merebut apa yang sudah menjadi milik Nadia sejak awal.
Meskipun Sonia tidak berniat dengan harta yang akan menjadi milik Nadia, tapi itu tetaplah hak dari anaknya. Cepat atau lambat, Sonia harus mengembalikan pewaris ke tahtanya yang sesungguhnya.
“Nadia,“ panggil Sonia menatap putrinya lekat.
“Mama butuh sesuatu?” Nadia kini berjalan ke arah mamanya.
“Tolong peluk Mama, Mama butuh pelukan,“ ucap Sonia merentangkan tangannya bersiap memeluk Nadia.
Nadia adalah pelipur lara bagi dirinya, Nadia lebih dari apapun yang berharga didunia ini. Sonia telah berjanji tidak akan membiarkan Ardika melukai perasaan putrinya lagi.
“Terimakasih sudah hadir di hidup Mama, Sayang,“ ucap Sonia mengelus rambut panjang Nadia dengan penuh kasih sayang.
Ketukan di pintu ruang rawat Sonia membuat mereka berdua menoleh, Fernando datang ke sana dengan membawa sebuket bunga dan juga satu keranjang buah-buahan segar untuk Sonia.
“Selamat sore Tante,“ sapa Fernand mencium tangan Sonia.
Nadia menatap Fernand, dari mana lelaki itu tahu jika Sonia berada di rumah sakit.
Fernando menyerahkan satu buket bunga kepada Sonia. Lalu meletakkan satu keranjang buah-buahan di atas meja nakas.
“Ini untuk Tante, semoga lekas sembuh ya Tante,“ ucap Fernand dengan tulus.
“ Tentu saja Fernand, terimakasih sudah datang menjenguk Tante.“ Sonia mengulum senyumnya, merasa tenang karena Nadia memiliki Fernando di sisinya.
Fernand mengangguk, dia mendengar kabar dari Olivia bahwa mama Nadia dilarikan ke rumah sakit karena kecelakaan kerja.
“Fernand sedih melihat Tante sakit,“ ucap Fernand membuat Sonia dan Nadia menatapnya.
“Kenapa begitu? Kamu anak yang baik sekali.“ Kekehan keluar dari mulut Sonia mendengar ucapan Fernando.
“Karena kesedihan Nadia juga kesedihan Fernando, Tante,“ jawab Fernand.
Mulut Nadia menganga, wanita itu menggelengkan kepalanya mendengar ucapan Fernand yang tidak tahu malu menggombal di depan mamanya.
--------
JANGAN LUPA LIKE DAN KOMENTARRR 🙏🙏
SEMAKIN BANYAK VOTE DAN KOMENTAR, SEMAKIN SEMANGAT AUTHOR UPDATEEE 🙏🙏🙏🤭❣️